Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
The best Day


__ADS_3

Yuk yang belum pencet lope nyaaa.. Ditunggu lope n komenan yahh..


Mampir di ErenKa Studio juga guys..


See you happy reading.


*******************°°°*******************


Seminggu hampir berlalu dimana mereka menyelesaikan ujian Semester, kini Abel dan Airin tengah disibukan dengan planing kegiatan OSIS.


Agenda tahunan yang digelar meneruskan kegiatan OSIS tahun-tahun sebelumnya. Namun tahun ini ada yang berbeda.


Lomba Bersih kelas, Basket, Nyanyi, Drama dan 2 kegiatan baru, yaitu Cerdas Cermat dan Acara Amal..


Acara amal berupa pelelangan benda yang ingin mengikuti amal, hasil penjualan akan ditujukan kepada siswa yang tidak mampu.


Airin menunjuk Abel sebagai ketua panitia, dimana Abel sangat antusias dengan kegiatan ini.


"Hai semua temen-temen, Kakak dan adik ketua kelas, terima kasih waktunya sudah mau berkumpul disini.


Abel mau memberikan sedikit informasi tentang lomba atau kegiatan tahunan OSIS.


Jadi untuk beberapa lomba masih sama hanya ada dua tambahan kegiatan baru, yang semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.


Untuk jelasnya saya sudah membuat pamfletnya, silahkan jika ada yang kurang paham monggo ditanyakan."


Jelas Abel tentang kegiatannya.


Setelah lama mereka melakukan rapat akhirnya selesai juga briefing terhadap ketua kelas.


"Untuk barang yang akan ikut pelelangan maksimal rabu yah pengumpulannya.


Kamis akan dimulai setelah kegiatan pertama, so buat teman-teman persiapkan buat yang mau ikut lelang atau bahkan yang mau jadi pembeli monggo, Okee see u yahh." ucap Abel menutup rapatnya lalu beralih pada Airin.


Ponsel Abel berbunyi, Abel meraihnya.


"Hai sayang, belum kelar."


"Udah kok, kamu dimana."


"Tunggu dikelas aku bawakan maem mu."


"Hemm, baiklah bye."


"Bye baby."


Telphone diakhirinya Abel menuju kelasnya, karena BG akan mendatanginya.


Ujian hanya ada 1 mapel, setelah ujian berakhir siswa mendapatkan free class sampai jam pulang.


Setelah jam istirahat ketua kelas ada rapat dengan Abel dan OSIS sehingga jam makan saat istirahat Abel telat.


"Rapat apa aja baby."


"Thanks yahh, hemm kegiatan buat senin sampai sabtu." jawab Abel sambil meraih makanan yang dibawakan BG.


"Hemm, So lomba basket kamu team mana nihh." tanya BG menggoda calon tunangannya itu.


"Sapaa yahh, yang kira-kira mainnya bagus lahh."


"Akuu gak disupport nihh." balas BG, Abel menaikkan alis matanya.


"My class first, then you Also."


"Okkehh baiklahh, Bahaya emang."


"Hemmm, kenapa bahaya."


"Yaahh, karena hatimu terbagi dua jadinya." sahut BG.


"My heart also for you, but not to me. My class need me too." jawab Abel lalu tersenyum pada lelaki yang akhri-akhir ini suka cemburuan meskipun hal sepele.


Tak ada kata lagi yang keluar dari mulut sang Bagaskara, sebenarnya dia hanya menggoda Abel namun setiap kata yang keluar dari mulutnya seolah penyejuk dihatinya.


Dua hari kemudian.


Monday again, tibalah acara rutin tahunan OSIS, hari senin babak penyisihan semua kegiatan atau lomba yang diadakan.

__ADS_1


"Abel ikut apa aja baby." tanya Devan


Airin yang mendengar pertanyaan dari Devan menarik alis sebelah.


"Berani banget tuh mulut, ada BG berani loe."


"Ehehehehh, kagak sihh. Bisa dipotong uang jajan entar." jawab Devan.


"Hiliiihh, mata duitan."


"kagak napa kan elo gak rugi ini, bos BG suruh njagain permata hatinya." ujar Devan, membuat Abel mendengkus.


"Emang Dep ikut apaan, ehiyaa tim basketnya sapa aja." tanya Abel.


"Sementara ada tujuh, intinya gue, Angga, Gama, Adit, Risky, cadangan dua." jawab Devan, tak lama dia menyahut lagi.


"Btw loe enggak lagi nge spy in BG kan."


"Lahh apa hubungannya sama BG." tanya Abel.


"Kali aja loe tanya-tanya trus kasih tau BG."


"Heeh loe kamvret, begok apa si BG kapten basket sekolah kalau elo lupa, justru kita nihh kudu waspada sama si dia." sahut Airin.


"Selama babak penyisihan tetap aku pilih kelas lah,." jawab Abel.


"Trus kalau entar final dukung sapa loe." tanya Devan, sementara Airin dan Angga fokus dan menunggu jawaban dari Abel.


"Ehhmmm, entahhh."


"Haaahhhh." ucap ketiga orang itu kompak.


"Astaga kalian inihh." sahut Abel.


"Habisnya elo ambigu Bell."


"Muehehhe, Nahh kalian main jam berapa." tanya Abel.


"Habisnya anak kelas 1 baru jadwal kelas XI." jawab Angga.


"Si Gama rival si BG kan alias juara tiganya." tanya Airin.


"Bakal seru nih, BG vs sahabatnya vs kelas doinya." celetuk Devan, Abel, Airin dan Angga menoleh.


"si Kevin sama Wira kan sekelas sama Orlando, trus vs kita2 nihh." jelas Devan ketiganya pun mengangguk paham.


Setelah saling bercengkrama, dan mereka menyelesaikan acara lomba bersih kelas, kini Abel beralih ke lapangan basket karena penyisihan akan segera dimulai.


Dari kejauhan Abel menemukan BG tengah duduk bersama timnya. Airin sudah bergabung dengan panitia lomba, Abel Angga dan Devan menghampiri tim kelasnya.


Abel hanya menyapa sang Bagas dengan senyumnya, Abel menemukan Dekka bersama ketiga sahabatnya. Pertandingan pertama kelas Abel akan melawan kelas Dekka, sedangkan kelas BG vs kelas Kevin cs.


"Gini amat lawan kapten utama basket" ceplos Kevin, sontak membuat semuanya tertawa, BG mendekat ke arah Abel karena timnya masih sesi selanjutnya.


"Baby, nanti telp mama yah." ucap BG, Abel tersenyum, tak menyanggah.


Mereka duduk bersama sambil menonton pertandingan kelas Abel vs kelas Dekka.


"Yayang Abel dukung Aak yahh." teriak Devan saat akan dimulai pertandingan, sengaja Devan menggoda BG karena sudah pasti dia akan cemburu.


"Mintak bogem Van." sahut BG, Abel hanya menggelengkan kepalanya.


"Ampunn bos gue bucin akut." celetuk Riki.


"Ngaca deh." sahut BG, sambil melirik kearah Riki.


"Bening pinter gini mahh, sapa coba yang gak bucin." bela Kevin.


Sementara itu Abel yang sedang memakan es krim cup tak membiarkan BG terus nyahuti godaan temannya menyuapkan es krim ke mulut BG.


"Heeuummmppp, kenapa disuap ke aku sayang."


"He,emm biar gak nge gas mulu." jawab Abel sambil membersihkan bekas es krim disudut bibir BG.


"Ahahhahh." terdengar gelak tawa dari para sahabatnya keduanya, entah kenapa kebucinan BG hakiki banget kadang suka gak tau tempat dan waktu.


"Sabar-sabar aja deh Bell, ngadepinnya." celetuk Dekka.

__ADS_1


Pertandingan pertama tak memerlukan waktu tambahan, kelas Abel memenangkan pertandingan. Selanjutnya tiba kelas BG vs Kevin cs.


"Doain yah Baby." ucap BG sambil mengusap kepala Abel.


"Always."


Gerak gerik keduanya tak luput dari sekitar, banyak yang memandang kagum, namun pun juga yang sinis dan iri.


45 menit berakhir meskipun saingan berat namun BG dapat mencuri setiap moment dengan skor yang cukup telak.


Keesokan harinya mereka akan melawan dari kelas X untuk menentukan pertandingan di babak selanjutnya.


XI-IPA1 vs X-3, XI-IPA4 vs X-1,........


Untuk lomba kebersihan kelas Abel mengambil tema tentang Sains, tentunya mereka memanfaatkan barang-barang bekas ala-ala Abel.


Bippp..


"Yahh mas."


"Mas pengawalan bapak keluar kota Bell, mas kirim teman mas untuk jemput yah."


Terlihat Abel sedang berfikir, karena ia sedang ditatap oleh BG.


"Ada apa." tanya BG.


"Bentar mas." jawab Abel pada Alvin lalu menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Mas Al gabisa jemput kawal ayah."


"Ada aku."


Abel mengangguk lalu memberitahukan kepada Alvin kalau ia akan pulang bersama BG.


"So baby, mau kemana dulu kita."


"Kemana aja asal sama kamu."


"As your wishes."


BG melajukan mobilnya, lama sekali mereka tak pulang sekolah bersama semenjak Abel ada ajudan tentunya.


Memberhentikan disebuah tempat yang cukup jauh dari keramaian.


"Baguss banget kok kamu tahu ada tempat kek gini sih." ucap Abel.


"Sukaa nggak." tanya BG, Abel pun mengangguk penuh dengan antusiasme.


"Tapi disini aman kan." tanya Abel, BG sejenak berfikir namun tak lama ia paham maksud ucapan gadisnya itu.


"Jangan khawatir disini aman kok, lagian aku kan udah bisa beladiri. Sini." jawab BG, lalu menepuk bangku sebelahnya mempersilahkan Abel duduk.


Semenjak Abel sering mendapat serangan membuat BG memikirkan segala hal, termasuk belajar beladiri didalamnya. Dia tak mau ada yang menyakiti gadisnya itu.


Mereka menghabiskan waktu dengan berduduk santai di pinggir danau.


"Enggak sabar banget rasanya." celetuk BG.


"Hahhhh." Abel menoleh, melihat kearah sang Bagaskara.


"Gak sabar pengen segera melabeli kamu, biar gak ada yang coba deketin." jelas BG.


"Kenapa kamu takut banget sih." tanya Abel.


"Ya karena cewek satu ini suka tebar senyuman yang bikin cowok mabuk kepayang." jawab BG.


Bagaskara memandang lekat manik mata pujaan hatinya itu.


"I love u baby, don't leave me, you're my future and my last love forever." lanjutnya.


Abel tersenyum, tak ada keraguan dan kebohongan didalam sorot mata BG.


Cupppp..


Kecupan di pipi sang Bagaskara mendarat. Entah setan apa yang lewat, sehingga membuat Abel berani melakukan itu.


"I more love you my fiance to be."

__ADS_1


Mendengar ucapan Abel, BG merasakan jantungnya disko, diraih tubuh mungil gadis itu lalu memeluknya erat.


__ADS_2