
Hai Guys Jang lupa likeπ love β€οΈ gift π vote π« dan komentnya β¨οΈ yahhh... Caranya gimana tinggal dipencet aja logo trus tinggal pilih mau gift apa aja boleh.. ditunggu yah guys Mamaciii.. luvvvv πππ.
*
*
"Nahh benar Nona Arabella positif hamil."
"Apaaa Hamil." teriakan terdengar nyaring.
Sosok Bagaskara Hermawan di muka pintu ruang pemeriksaan Abel. Semua menoleh kearahnya, dan pertanyaan mengapa justru BG terkejut mendengar Abel hamil.
Bughhh..
Dekka beranjak dari tempatnya lalu memukul BG dengan tasnya.
"Bisa-bisanya Loe kaget denger Abel hamil, hahhh.. sekarang gue tanya Loe ada bercocok tanam sama Abel nggak.. Hehhh herman gue." ucap Dekka ketus, membuat Riki dan yang lain terkekeh.
"Pe-pernah ta-tapi cuma sekali apa bisa langsung hamil." jawab BG tergagap karena bahkan kini semua mata tertuju padanya, sedang Arabella masih lelap memejam matanya.
"Mari silahkan masuk dulu." dokter akhirnya mempersilahkan BG masuk, daripada diambang pintu.
"Trus Loe ngeraguin itu anak Loe gitu."
"Hahh, dasar gini amat sobat gue." gumam Riki.
"Bukan gitu ahh elahhh, kan gue kaget ajah sekali tempur udah hasil kek gini." ucap BG sompral, yang tadinya dia ragu justru kini merasa sombong.
"Bangsatt banget tuh mulut."
"God, gimana bisa punya temen narsis."
"Hussshh, gak usah ngumpat gak enak Loe depan pak dokter."
"Ahh nggak apa kok."
"Maaf yahh dokter emang calon bapak satu ini otaknya cuma setengah kilo." celetuk Cindy.
"Gue setengah kilo, nah elo berapa Cin."
"Ahhh elahh brisik amat sihh."
"Sudah-sudah gini mas, boleh saya sampaikan sesuatu."
"Ahh iyaah maaf yah dokter. Bagaimana kondisi istri saya." sahut BG akhirnya kembali serius.
"Ehhm begini mengenai kehamilan nyonya Ara, sebaiknya diperiksakan lebih lanjut ke dokter obgyn mengingat kondisinya begitu lemah, kapasitas saya sebagai dokter umum hanya mampu memberikan bantuan sementara. Lebih lanjutnya anda bawa ke dokter kandungan agar ibu dan bayi dapat penanganan yang terbaik. Dan masalah kenapa berhubungan sekali langsung bisa hamil, banyak faktor salah satunya mungkin saat itu mbak Ara sedang masa subur dan mas nya juga dalam kondisi fit." jelas sang dokter, kali ini keempat remaja tua itu paham dengan penjelasan sang dokter, yang itu artinya benar BG sangat tokcer sampai membuat Abel hamil secepat ini.
"Baik terima kasih dokter."
Akhirnya BG membawa Abel kerumah sakit dan segera memeriksakan kandungannya, benar saja Abel harus segera dirawat karena kondisi tekanan darahnya yang sangat rendah. BG tentu sangat protektif pada istrinya saat ini.
"Maaf om Saga Bagas baru ngabari."
"Ada apa Bagas, saya dengar istrimu tidak jadi sidang hari ini."
"Benar om, Abel dirawat dirumah sakit sekarang, tadi pingsan saat menunggu antrian."
__ADS_1
"lalu bagaimana kondisinya."
"Sudah membaik, tensi darahnya terlalu rendah dan tubuhnya ngedrop."
"Baiklah nanti bisa dijadwal ulang jika istrimu sudah membaik."
"Baik om, dan......"
BG pun memberitahukan jika dikampus tengah ramai berita Abel yang menjadi korban pelecehan, Riki dan yang lain telah menceritakan semua kronologis hingga Abel jatuh pingsan.
BG turun tangan meretas cctv kampus melihat siapa-siapa saja yang telah menggunjingkan Abel, dan laporan itu telah sampai ditelinga sang rektor kini.
"Guyss, BG junior update." celetuk Cindy meramaikan grup.
"Hahhh beneran nih."
"Gilak tokcer Loe bro."
"Iyaa Abel lagi MRS."
"Cushh jenguk."
"Hahhh, mulut Loe Wir."
"Ikuuuttt."
"Oteweee."
"Congrats Abel BG semoga lancar sampai persalinan."
"Huwahhh, Metta pegang hape."
"Biasa aja Cin, pas nggak dipinjem Humma."
"Iyaa, eloo kapan lahiran Mett." tanya lagi Cindy, dan yah saat datang ke pernikahan Abel saat lalu kabar nya Metta tengah hamil lima bulan yang itu artinya kini anak Abel dan BG akan sepantaran dengan anak Metta.
"Kurang lebih tiga bulan lagi."
Tentu saja grup mereka langsung ramai, begitu pula dengan ponsel BG yang ramai ucapan selamat.
"Baby, ehh honey." ralat BG karena tak mungkin lagi memanggil Abel dengan sebutan kesayangannya karena ia bahkan akan segera memiliki baby.
"Apahh."
"Tunggu mas Al, aku mau ke kampus kamu ketemu om Saga." ucap BG, Abel mengangguk. Setelah ia tahu jika sekarang ada BG junior dirahimnya maka tak akan lagi bertindak gegabah.
"kamu nggak lagi pengen apa-apa gitu." tanya BG, Abel menggeleng, kepalanya rasanya sangat berat dan rasa ingin memejam itu sangat menderanya.
BG paham jika kini Abel hanya ingin tiduran, akhirnya mengusap kepala Abel hingga sang istri terlelap. Tak lama sang ajudan datang bersama dengan Nina.
"Mas gue titip ada bentar, kalau nanti Abel tiba-tiba pengen apa-apa mintol kabarin gue yah mas, mbak."
"Heuumm."
"udah sana urus masalah Abel Sampek tuntas."
Langkah BG berat, sebenarnya ia merasa seolah tak ingin meninggalkan sang istri namun, ada urusan yang lebih penting dari itu.
__ADS_1
"Mas udah lapor komandan."
"Mas enggak, gatau kalau Bagas."
"ahh mas kayak gak tau tuh bocah kayaknya sedari tadi udah ribet urusin masalah Abel dikampus." sahut Nina, karena memang BG hanya terfokus dengan berita miring tentang Abel dan masalah sidang skripsi.
"Mas tanya kan Toni aja." pungkas Alvin, Nina pun mengangguk.
Gawat, ternyata tak ada informasi ayah Abel mendapat panggilan dari siapa pun itu artinya BG bahkan belum menghubungi sang mertua.
"Yasudah Toni, nanti biar menantu nya yang menghubungi bapak." ucap Alvin, lalu menutup panggilan pada asisten pribadi sang komandan.
"Eunggghhh."
"Bell."
Setelah beberapa jam terlelap Abel pun terbangun, masih dengan mencari -cari keberadaan sang suami. Alvin membantu posisi Abel setengah duduk.
"Bagas masih belum kembali, apa kamu pengen sesuatu." tanya Nina, Abel menggeleng pelan.
"Assalamualaikum."
"Ayoo masuk."
Ternyata mereka kedatangan pasukan huru-hara.
"Gimana Bel."
"Siang mbak, mas."
"Hai Bell."
"Pada repot banget nih pake bawa-bawa." ucap Nina yang kerepotan menerima buah tangah dari para sahabat Abel. Ruangan yang tadinya hening seketika ramai.
"Mbaak, apa dulu pas hamil Brisham mbak Nina selalu pengen Deket mas Al terus." tanya Abel, Nina mengernyit dan langsung paham jika saat ini Abel merasa ingin menempel BG.
"Kenapa kamu ngerasa sekarang." tanya Nina, Abel mengangguk.
"Ohh pantesan tadi pagi Loe juga galau gak ditemenin BG."
"Ahh iyaa gue juga baru ngehh."
"Sepertinya si baby nyariin bokapnya terus."
"Wahiyaa ternyata udah ada gelagat dari tadi pagi yah."
"Btw si Bagas lagi ngurus apa an sih lama bet dah."
"Husshh, Loe ahh bikin biniknya tambah galau tau nggak."
"Ehh Loe nggak pengen rujak atau apa gitu Bell." ucap Dekka mengalihkan pembicaraan tentang BG.
"enggak, cuma pengen."
"Yahhh, yahh bentar gue telp in." sela Dekka paham jika Abel hanya ingin dekat bapaknya si jabang bayi.
"Udahh yah masih otewe balik kok, bentar lagi sampai."
__ADS_1
"Haaaaahhh."