
Mengertilah kasih
Pintaku ini
Satu yang tersisa lagi tuk lengkapi hidupku
Waktu tak menunggu
Hari semakin senja
Pastikan kasih
Coba tuk mengerti
Pastikan kasih
Coba mengerti
Pintaku ini
Mengertilah kasih
MettaNa
Kaki jenjang Abel serasa layu ditempat, namun nasi sudah menjadi bubur, kali ini Abel tak bisa membantu sahabatnya.
"Hiksss, aku salaaahhh."
Brukkkk
Abel terduduk didepan pintu kaca itu, Dekka dan BG akhirnya pun mengerti apa yang Abel maksud. Dekka menepuk pundak Abel, sementara BG terdiam dia pun bingung harus bagaimana.
"Aku salah ambil keputusan yah Dekk, Ki..kitaaa, hikss..." ucapan Abel tak mampu diselesaikan nya, akibat derai air matanya yang sudah tak bisa tertampung. Dekka memeluk erat Abel, tak kalah nyeri yang dia rasakan namun semua sudah diputuskan.
"Hu... Hu... Hu.." tangisan Abel semakin menyayat hati.
"Hikss... Hikss."
Metta nyatanya menyimpan rapat perasaannya pada Kevin, karena dipikirnya dia memiliki kelemahan. Perempuan dengan satu ginjal akan susah atau bahkan beresiko jika hamil.
Selama ini Metta tak berani mencoba membuka hatinya pada Kevin karena alasan itu. Namun dengan adanya kegalauan nya saat Kevin akan segera menikah, barulah Abel sadari.
Angga yang mencari keberadaan Ketiga sahabat nya pun tertegun melihat didepannya, Abel dan Dekka meraung-raung atas penderitaan Metta.
Angga pun menyadarkan mereka bertiga, mereka harus kuat karena meskipun mereka tak berhasil menyatukan Metta dan Kevin setidaknya mereka bisa menuntaskan tugas akhir dari Nia.
"Kita gak boleh begini, meskipun kita gagal untuk Metta, kita harus tetap mendampinginya dalam kondisi apapun." ucap Angga pun melihat ke obyek didalam kantor itu, Metta masih dengan posisi menunduk dan bahu bergetar tanda sedang menangisi realita yang ada.
"Bener Bell, kita gak numbalin Metta karena nyatanya Metta selalu nolak rasa Kevin." lanjut Dekka.
"Sudah yahh, apapun yang terjadi semoga Metta bisa bangkit."
__ADS_1
"Kita harus siapin buat acara besok Gas." potong Angga karena semua kegiatan akan diadakan di kafe yang dipegang oleh Kevin, dan tugas mereka adalah menyediakan tempat untuk acara sekaligus dekorasinya.
"Gue juga pengen banget ngerangkul Metta saat ini Bell, tapi misi kita yang lain belum kelar. Mereka enggak jodoh, dipaksa seperti apapun enggak bisa ngerubah takdir." ucap Dekka sambil menghapus air mata Abel, menguatkan lagi pendirinya untuk membantu Dania.
"Heumm." gumam Abel, mengangguk paham apa kata Dekka.
"Nanti bobok diapartemen aja yah." ucap BG mengalihkan suasana hati Abel.
"Kenapa."
"Minta kelonin." goda BG, sontak Abel pun malu dengan ucapan tunangannya itu, sedang Angga hanya berdecak melihat kelakuan BG yang menggoda gadisnya.
"Ckk."
"Hilihhh, digebuk mas Al tau rasa Loe."
Akhirnya mereka pun meninggalkan ruangan yang dihuni Metta dan menuju ke lantai bawah, karena Riki dan yang lainnya sudah bersiap.
"Mas puterin menahan rasa sakit Putdel dong." ucap Abel di meja DJ kafe, Dekka dan yang lainnya paham maksud Abel.
"Puter yang kenceng mas biar se-Indonesia denger." sahut Dekka mengamini Abel.
"Rebeesss nyonya muda."
"Seppp lahh."
Dan meluncur lah lagu yang dipersembahkan untuk Metta demi menguatkan raga dan hatinya dalam menghadapi esok hari.
Hoo-oh
Ku akan s'lalu ada untukmu
Walau kau bersama dengannya
Ku akan s'lalu ada untukmu
Walau kau bersama dengannya (ku bahagia melihat)
Ku bahagia melihat
Kau bahagia (bahagia)
Kau bahagia
Dengannya
"Puter Sampek kelar kafe yah mas." celetuk Riki, padahal dia tak tau maksud dari lagi itu karena sedari tadi dia sedang sibuk dengan reservasi customer.
"Nyaut aja kek petasan." jawab Dekka, karena dia tau Riki ibarat tong kosong nyaring bunyinya, karena dia belum tau kejadian didepan ruangan kerjanya tadi.
"Woeyyy lah cuss ke Ujung kita." sela Angga, tujuan mereka adalah persiapan akad untuk Dania dan Kevin di kafe yang dipegang Kevin saat ini semenjak Devan koma.
__ADS_1
Keesokan harinya
Dengan balutan kebaya modern dan hair style Curly modern Abel nampak cantik saat mengikuti acara Dania dan Kevin. Tak ada persiapan khusus baju yang mereka gunakan adalah baju saat prom kelulusan sudah lebih dari cukup.
Dekka mempersiapkan Metta dengan mendadaninya agar tak kentara saat hadir diacara Kevin. Walau hanya nikah secara agama, mereka sebagai sahabat tetap maksimal.
"Bell, astaga kenapa Loe lebih pantes jadi mantennya." celetuk Cindy.
"Apaa." ucap Abel tak paham, karena menurut Abel dia tampil biasa saja mengingat dia hanya mengoles bedak dan lipstik baby pink dibibirnya. Tak ada make up berlebih di wajahnya saat ini.
Tukkkk
Dekka pun merasa gemas dengan Cindy, bisa-bisanya dia mengatakan pada Abel yang sungguh tampil sederhana. Dasarnya Abel yang tak biasa bersolek membuat nya tampil memukau hari ini.
"Ishhh sakit begok." ucap Cindy saat mendapat getokan dari Dekka.
"Elo aja yang begok, emang dasar Abel cantik gini. Ahhh ralat bener juga sih. Loe tuh seharusnya pake daster ajalah Bel." ucapan Dekka semakin membuat Abel memberengut.
"Apa sih orang aku cuma pake bedak lohh, ihhh trus aku gimana ini." ucap Abel heboh, beda dengan BG yang sedari tadi senyum sendiri melihat Abel digodain dua sahabat itu.
"Udah kalau gitu Abel aja yang nikah." sela Metta singkat padat dan meningkatkan emosi BG. Bahkan para lelaki pun saling pandang.
"Kalau Abel yang nikah berarti sama BG dong yah, masak sama Kevin." celetuk Cindy gak jelas.
"Astaga begok Loe dari orok dah Cin, yaiyalah sama BG, Kevin main serobot digorok juga sama mama Mia." potong Riki.
Dan setelah perdebatan panjang bikin rusuh yang diawali Cindy itupun usai setelah kata "SAH" menggema ditandai Kevin sudah berstatus menjadi suami Dania.
"Nia, misi ku telah usai, aku sudah membantu Dania sesuai titah mu. Tapi Nia, misi kita menjadi bomerang buat kita, karena kita terpaksa membuat Metta bersedih. Bantu doa yah Nia, semoga Tuhan membuat jalan lain untuk Metta." monolog Abel dalam hati.
"Vin kata om Saga Loe gak boleh unboxing sampai anak Dania lahir." ucap Wira, saat acara selesai dan kini hanya tinggal Abel dan perkumpulan Genk Alumni Smatuka.
"Yahh gagal MP."
"Diem-diem aja Vin, udah sah juga." goda Fransiska.
"Ckk, kalian ini." decak Angga malas menimpali obrolan dewasa, beruntung Abel tak begitu menanggapi karena dia sibuk menghabiskan makanan.
"Bobol aja Vin." celetuk Gama.
"Iyee-iyee serah Loe Loe pada deh." kesal Kevin dengan godaan para sahabatnya, karena nyatanya Kevin peraih rekor mendahului sang Bagaskara.
"Huuu, yang tunangan duluan siapa yang nikah duluan siapa." ucap Wira absurb namun selanjutnya dia mengangkat dua jari peace setelah BG melotot padanya.
"Shutttt." akhirnya Abel mengehentikan obrolan mereka karena merasa ada yang kurang dengan kebahagiaan diatas duka Metta.
Langsung senyap seketika kala Arabella turun tangan, sang Pioneer itu bak induk para ayam.
Greppp..
Abel merengkuh tubuh ringkih Metta, menyalurkan kehangatan dan berbagi rasa sesaknya, saat Kevin meninggalkan tempat mengantarkan Dania berganti pakaian.
__ADS_1
"Tuhan akan mengirimkan kebahagiaan mu." bisik Abel, Metta pun mengangguk pelan.
"Apa pun yang terjadi besok-besok Loe wajib berbagi sama kita Mett, biar elo gak sesek sendiri, selama ini kita diam karena elo lebih pilih sendiri daripada anggep kita, sahabat Loe." sindir Dekka, tak ada lagi alasan bagi Metta untuk menyangkal kata-kata Dekka. Mereka para lelaki hanya menjadi penonton perdebatan itu.