Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Home


__ADS_3

Setibanya di pantai Pandawa untuk menikmati sunset, Abel dkk mencari tempat bersantai untuk menunggu matahari terbenam. Tujuan terakhir mereka kali ini sangat ramai pengunjung.


Story Airin


My team My Family.. Yang gak punya couple an kek kita , Emang enaakk..


Airin mengirim postingan di Story Wa pun dibanjiri komentar spam.


@Gamaliel Mauuuuuuuuuu.. Bagi lahh Rin.


@FransisK Jang lupa gue Bestieee..


@NayNay Ditunggu oleh-olehnya pie sucu juga boleh...; )


"Korban sesal." ucap Airin.


"Apaa." tanya Abel.


"Nihh anak-anak pada spam chat gue." jelas Airin.


"Tenang udah dibeliin bos BG." celetuk Devan.


"Baby sini dong." panggil BG pada Abel, setelah itu Abel duduk disebelahnya.


BG merengkuh Abel dari belakang, yang sekarang menjadi hobby barunya. Abel membuka ponselnya melihat foto-foto yang telah memenuhi memory ponselnya itu.


"Nanti dicetak yahh, dipilih yang bagus-bagus." ucap Abel.


"Baikkk nona, siapp laksanakan."


"mamaciii."


"Dekk, mintol potoin berdua donk." ucap BG sambil menjulurkan ponselnya.


Abel dan BG pun segera mengambil posisi dan dipotret dengan berbagai gaya.


"Next year agendain yahh." celetuk Abel, membuat para sahabatnya pun tertarik mendengarnya.


BG tersenyum mengusap kepala Abel lembut sambil membenahi anakan rambut Abel yang menjuntai terkena angin.


"Jadiiii, gimana boss."


"Kita-kita menanti jawaban elo."


"Ajakin kita-kita yahhh."


Mendengar antusiasme dari temannya, BG pun mengangguk.


"Jawab dong jangan angguk-angguk gitu." ucap Abel, membuat BG semakin terkekeh.


"Bagaimana bisa aku menolak permintaan ibu negara." jawab BG sambil mencubit gemas pipi Abel lalu kembali menjatuhkan kepalanya dipundak Abel.


"Habis Ujian Nasional yahh, nanti pergi rame-rame dan ada yang pergi berdua aja." lanjut BG, membuat teman-teman nya pun bersorak.


"Yeaaaiii."


"Yuhuuuu."


"Yahh tapi kagak gretongan juga keleees." potong Dekka.


"Kagak enak kalau kalian nentuin tempat liburan yang butuh sewa untuk tidur, trus makan, trus wisatanya." lanjut Airin setuju dengan Dekka.


"Tentuin aja mau kemana kalau cuma segini gak bakal bikin gue bangkrut juga." sahut BG.


"Nanti patungan sama aku yahh." sela Abel.


"Nopee baby, simpan uang kamu, belikan untuk keperluan kamu." bisik BG.


"Kenapa mesti bisik-bisik kan kita juga pen denger." ceplos Devan.


"Syuut urusan rumah tangga." jawab BG, membuat mereka mendengkus.

__ADS_1


"Yayayaya."


"Suka-suka bapak boss aja."


"Makanya kerja keras biar gue bisa nabung buat liburan kalian." jelas BG, memang benar jika profit cafe besar maka income BG pun meningkat.


"Ahhhsiappp boss kuhh."


"Nasib gue belom jelas juga boss." celetuk Devan.


"Cafe ujung belum opening kurang Sebulan lagi preparenya, kalau loe mau urus coba sering-sering check tempat siapa tau cepat kelar pengerjaannya." jawab Riki.


"Okeh-okee aja gua yang penting ada kerjaan hhahhah."


Jadilah mereka menikmati sunset diselingi obrolan ringan dan santai.


Menjelang senja mereka kembali ke resort karena mereka akan bersiap untuk pulang setidaknya harus berkemas dulu.


"Serasa gak rela gue udah balik aja." ucap Metta.


"Yoiiii, nanti ajuin proposal ke bos BG dahh." sahut Dekka.


"Emang ada liburan lagi kan masih lama." sela Abel.


"Adaa noh tanya Ai, bis UN kakak kelas keknya libur." potong Metta.


"Yahh pas UN itu 3 hari." jawab Airin.


"Tapikan takutnya Bagas Kerja." balas Abel.


"Ahiyaaaa."


Obrolan para cewek itu berada di kamar sembari berkemas, mempacking barang bawaan sekaligus bersiap untuk pulang.


"Baby sudah." panggil BG dari luar kamar.


"Iyaaa bentar." jawab Abel lalu membuka pintu kamar, BG masuk untuk mengambil tas milik Abel tak lupa dengan seperangkat bawaan oleh-olehnya.


"Yuuuk guys makan malam dulu baru meluncur bandara." jelas BG, Airin dan yang lainnya mengangguk paham.


"Kapan-kapan ajakin lagi ya boss BG."


"Gue janji bakalan kerja keras deh kalok diajak naik private jet lagi." lanjut Devan.


"Emang sontoloyo loe Dev, hahhahah."


"Kelean emang kagak mau."


"Kagak..."


"Hahh beneran lohh." sahut Devan serius.


"Yaaa kagak nolak kamsudnya, ehehehh." sahut Kevin.


"Buruuu makan ngoceh bae." potong Angga.


Ditengah kegiatan mereka makan malam, ponsel BG berdering, Notifikasi dari kapten Rifky jika pesawat sudah ready. Sang Bagaskara pun mengabari jika mereka segera menuju Bandara.


Lima belas menit berlalu Abel, BG dan yang lainnya berangkat menuju bandara mengingat sudah mendapat info dari pilot pesawat.


Setibanya di bandara Abel dengan ciwi-ciwi dan BG terpisah karena mereka harus masuk melalui pintu keberangkatan sedangkan BG sedang mengurus barang bawaan termasuk koper mereka kepada petugas bandara bagian packing.


"Hai Miss, can you help me."


Merasa ada yang mengajaknya berbicara Abel menoleh, mendapati seorang bule muda sepertinya seumuran dengannya.


"Yess, what can i do for you."


"I'm Dave from England, I have to come to this place because my friend left behind, so what should I do..?" jelas bule yang bernama Dave itu sambil menunjukkan kertas berisi alamat.


Airin menyadari jika BG tengah menuju ketempatnya pun membisikan kepada Abel.

__ADS_1


"ohh Hai i'm Abel." jawab Abel terpotong karena mendapat bisikan Airin.


"Ada BG Bell, bisa gawat kalau dia ngambek liat loe ngobrol sama cowok."


"Hahhh, Ehhm."


"Haii, i'm Airin. If you want to go somewhere you can look for a taxi in there, then you show the address you are going to. Or you can ask in information room to getting some info." jelas Airin sambil menunjukkan tempat yang dimaksud.


"Ooohh, i see thank you Airin and Abel."


Setelah mengucapkan terima kasih bule itu menuju tempat yang Airin tunjukkan.


"Siapa Baby.??" tanya BG kepada sang tunangan.


"Bule nyasar sayank. Sudah yuuk let's go." sela Abel tak ingin BG bertanya lebih.


"Hawa-hawa terbakar ihh." gumam lirih Devan.


"Syuut brisik loe Dev."


"Padahal yahh, si Abel gak pernah menonjol dimuka umum "


"Hemm, tapi balik lagi pasti aja ada yang ketarik tuhh."


"Mana lakiknya bucin akut, cemburuan tingkat tinggi."


Bisik-bisik teman Abel dan BG terus terjadi karena melihat BG yang wajahnya muram.


Hingga pesawat lepas landas pun raut muka BG masih tak bersahabat, membuat teman-teman nya enggan untuk berkicau.


"Gilakkk tegang banget nihh pesawat."


"Tolong bilangin Abel dong suruh atasin lakiknya." ucap Riki pada Devan.


Devan pun beranjak menuju kamar private, dimana Abel berada.


"Bell,"


"Kenapa."


"Tuhh lakik lo, gilakk di depan mencekam banget takut gue." jawab Devan pelan karena para cewek di kamar itu tengah terlelap.


Abel beranjak mengikuti pergerakan dari Devan keluar dari kamar.


Abel melihat BG tengah memejamkan matanya namun terlihat jika belum tertidur.


Greepppp..


Abel duduk dikursi samping BG sedangkan Riki dan yang lainnya melipir memberikan ruang untuk mereka berdua.


"Baby."


"Gak bisa bobok, mau disini aja." ucap Abel manja sambil memeluk dari samping sang tunangan.


"Kenapa gak bisa bobok, kan lebih nyaman dikamar."


"Iyaa, tapi kayaknya ada yang lagi nautin aku." jawab Abel, BG mengernyit bingung.


"Kamu enggak lagi mikir sesuatu tentang aku kan." tanya Abel pelan, sambil menunggu respon BG.


"He's just ask me, really just asking for help. Sekarang kalau misal aku ketinggalan temen-temen trus baru datang ketempat asing aku harus gimana. Cari bantuan, tanya orang kan." ujar Abel, BG mengangguk.


"Kamu lihat kan setelah dijawab dia langsung pergi." lanjut Abel, BG pun mengangguk kembali.


"Jadi, si bule itu emang lagi butuh bantuan kan." tuntas Abel.


"Yaa tapi kenapa harus kamu kan banyak orang tadi." ucap BG.


"Yaa, aku gak tau sayank." jawab Abel sambil membenamkan kepalanya di dada BG.


"Kan bisa aja tadi udah tanya orang, tapi karena yang ditanya gak bisa bahasa inggris gimana dong. Sudah yahh ngambeknya lagian aku gak doyan sama bule. Maunya pribumi aja." jawab Abel yang masih berada didalam dekapan BG.

__ADS_1


Ucapan Abel membuat senyum sang Bagaskara terbit, lalu mengusap kepala Abel.


Teman-temannya yang menjadi penonton didepannya merasa lega karena hawa dingin tercipta, tak ada raut masam bin kecut dimuka anak bapak Hermawan itu lagi.


__ADS_2