Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Mari Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya, para murid yang bersiap untuk kembali kerumah masing-masing setelah mengikuti kegiatan Camping pukul 7 pagi sudah nampak beberapa murid yang keluar dari tenda.


Belum benar-benar terbangun Abel sudah mendapatkan tendangan maut dari Fransiska. Memang benar-benar bocah satu ini aktif bun.


Bughhhh...


"Aduhhhh, auuuu."


"Ehhh kenapa loe Bell." tanya Nia yang tengah terbangun mendengar teriakan Abel.


"Ada yang nendang."


"Nohh si Barbaraaa."


"Hahh, sapa Barbaraa Nya." tanya Abel polos.


"Barbara mahh si tukang bar-bar Bell." sahut Nayla.


"Ohhhh. Ehh udah pagi ayooo bangun." ucap Abel.


"Njel, Misel, Siskaaaa banguuunn." teriak Nia.


Tak juga bergerak Nia berniat mengerjai mereka.


"Kebakarannn, bangun ada kebakaran."


"Hahhahaahhh.."


"Api-api tolong."


"Mama tolong ada kebakaraannn."


Ketiga teman Abel yang susah dibangunkan itu pun berteriak cukup kencang. Sontak membuat tenda-tenda sebelah bahkan ikut gaduh.


"Akkkkkhhh tolooong ada kebakaran" teriak Fransiska semakin kencang.


Karena takut terkena tendangan lagi akhirnya Abel, Nayla dan Nia pun keluar dari tenda kocar-kacir sambil tertawa puas.


"Buaahhhahahh."


"Wkwkwkkwkekk."


"Aduuuhhh duhhh yaa ampuun sakit perutku."


"Mamaaaa tolongggg." teriak Angel histeris.


Sedangkan ditenda yang lain, beberapa murid mendengar teriakan pun berhambur keluar.


"Weyyyy berisikk."


"Mana apinya."


"Apaaan sihh ribut-ribut."


"Lahhh mana yang katanya kebakaran."


Fransiska melongok keluar tenda, mengucek matanya sebentar guna menyadarkan dirinya. Sadar melihat ketiga temannya sedang tertawa puas.


"Ooohhh kalian ngerjain yahhh, sini kelean bertiga yahhh." ucap Fransiska.


"Ahhhhh ampunnn."


"Mamaaaaaa tolong ada banteng fransiska ngamook." ucap Nia semakin membuat emosi Fransiska.


"Ahhhhhkk kaburrr."


Ketiganya berlari menghindari Fransiska, tak sadar menjadi tontonan beberapa murid yang sudah terbangun.


Abel tertangkap karena sengaja Fransiska mengejarnya. Melihat Abel tertangkap Nia berniat mengecohnya. Dia melihat ada plastik bekas diisinya dengan air.


"Nahhh kenak loe, mau kemana kamu. Njell tangkap itu Nay sama Nia." ucap Fransiska.


"Ampunnn sis, Hahhahahahh." sahut Abel.


Kegilaan 6 siswi kelas Abel itu semakin menjadi kala Nia melemparkan bola air kearah Fransiska yang menangkap Abel.


"Nihhh mamam."


"Ahhhh Nia, anjir dingin."


"Hhahhhahahhah."


"Yahhh Nyaa seraanggg." teriak Nayla yang sudah mengumpulkan bola air juga.


Jadilah mereka saling lempar bola air.


"Ehhh apaan tuhh gaduh-gaduh."


"Ayaaàahh- Bundaaaaa tolong.. Ahahhahah." teriak Abel menikmati moment saling lempar bola air.


"Huaaaa, masih pagi dikasih pemandangan epic."


Bruuukkhh, pyaarrr..


"Buakakkakakakka."


"Rasainnn."

__ADS_1


"Aduhhhh ampunnn woeeeyy." ucap Misel saat dia mendapatkan serangan bertubi-tubi.


"Apaaan sihh, ramek banget. Lahhhh ada peperangan." ucap Devan.


"Woeeey bubar kelean, kek bocah ajah Sihh." lanjut Devan.


Fransiska dan Nia tersenyum smirk pun melakukan penyerangan padanya.


"Nihh mamaaaamm." ucap Fransiska melempar bola air bahkan tepat mengenai wajah Devan.


Pluuukk byurrrrs..


"Akkkhhh, Goshhh. bener-bener dah kalian." teriak Devan.


Abel pun tak kuasa menahan tawanya.


"Hahahhahahah."


Sadar Fransiska lengah Abel mengendap hendak kabur, tujuannya adalah mencari bantuan.


"Bagaaaaass." teriak Abel menuju tenda sang tunangan.


"Ehhh.. ehhh kabur mau lari kemana loe." Fransiska mengejar Abel.


Sementara BG yang dalam tidurnya sayup mendengar suara Abel pun seketika mengerjap dan keluar dari tenda.


"Heyyy, kaliannnn what the hell are you doing." teriak Airin membahana.


"Ahhhhhhh bundaaaa." ucap Abel, saat Fransiska menggeretnya.


"Babyyyy.." Teriak BG yang melihat Abel tengah ditarik temannya.


Merasa mendengar suara yang tak asing Siska menoleh, mendapati BG berdiri didepan tenda.


"Nahhh looh Sis."


"Lepas ihhhh." ucap Abel lalu melepaskan belitan tangan Siska di lengannya.


Abel berhambur ke sang tunangan.


"Kenapa basah-basahan, nanti sakit."


"Enggak cuma bercandaan kok." jawab Abel, lalu memerintahkan BG berbalik dan berjongkok Abel naik ke punggungnya.


"Haduhhh ini kenapa kalian bikin kerusuhan." ucap Airin pada teman-teman somplaknya.


"Bercandiiii Rin."


"Astagaaa kek anak kecil aja sihh bikin keributan." sahut Devan.


Sementara itu Abel yang aman digendongan BG terkekeh melihat kelima temannya diadili oleh Airin.


"Yaaa makanya jadi perawan tuh jangan kebo. Tidur main salto aja."


"Laaahhh mang sapaaa."


"Elooo Sis, Nohh si Abel pinggangnya lebam kenak tendangan ajaib loe." sahut Nayla.


BG menoleh kearah Abel, Abel semakin mengerutkan pegangannya yang melingkar dileher BG.


"Masaaak sihh."


"Loe tuh ya, Abel teriakk pas kenak tendangan loe, trus kaki loe tuhh nimpain si Abel, gue banguniin ehh kebook semua. Yaudah gue kerjain aja sekalian." jelas Nia.


"Kaliann iniiiiihh.. Ahhhh sudah-sudah bubar. Bentar lagi bongkar tenda dan sarapan, lagian gak malu kalian jadi tontonan." ucap Airin.


Kelimanya pun mengedarkan pandangan, banyak murid yang sedang asyik menyaksikan keabsurban mereka.


"Ehehehheh."


"Sana sekalian mandi, basah semua." ucap BG pada sang tunangan.


"Iyaa."


"Beneran ketendang." tanyanya, Abel mengangguk.


"Dimana. Bener yang Nia bilang" Abel pun mengangguk kembali.


"Hemmmb, Giihhh ambil alat mandi sama baju ganti aku anterin." ucap BG menurunkan Abel setiba di depan tenda Abel.


Setelah membereskan semua barang bawaan Abel dkk pun segera membereskan tenda setelahnya sarapan.


"Baby, mana tasnya biar aku bawa ke mobil." ucap BG.


"Barangnya sedikit, nanti aja sekalian jalan." sahut Abel.


"Yaudahh sini aku bantuin beresin tenda." jawab BG, yang langsung menyingkirkan Abel dkk.


"Wahhh, napa gak dari tadi aja lohh Gas."


"Hemmm, loe yahhh gak bersyukur banget."


"Ehehehhh."


"Iyuuuhh ada ulat bulu."


"Apaaaa.. Ahhhhkkkk." teriak Abel karena hewat satu itu sukses membuatnya jijik.

__ADS_1


"Buang gihh Sis. Geli gue sumpah." sahut Nia.


"Ini tuh imut kenapa kelean takut sih." jawab Fransiska.


"Jangan loe pegang juga begok."


"Taukkk bisa bendol-bendol loe."


Sementara BG masih sibuk dengan Tenda Abel, setelah beres mendapati Abel tengah berdiri diatas bangku kayu.


"Lohh kenapa kamu, naik-naik gitu, turun."


"Ituuu ada ulat, hiiiiiii." jawab Abel sambil bergidik.


"Astogeee udah gue buang juga Bell." jawab Siska.


"Hehhh kagak loe pegang kan."


"Enggaklahh, gue bukan anak TK yang musti dibilangin gitu keless."


"Baguss lahh."


Tiba waktunya mereka sarapan dan sebelum melanjutkan untuk perjalanan pulang, seluruh peserta camping akan berkumpul guna mengikuti Apel check Absensi dan closing acara.


Closing berjalan sukses, setelah membubarkan diri dan menuju bis masing-masing Abel dkk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal.


Alvin nampak menghampiri ke tenda Abel untuk membawakan barang-barang miliknya.


"Babang Alvin duhileee udah dimari aja."


"Abeeell, loe dicariin bang Al nohh."


"Ahiyyaaaa, mass." sahut Abel lalu mendekat kearah Alvin.


"Mana barangmu biar mas bawa."


"Ituuu." tunjuk Abel sementara dia bersih-bersih sekitar tendanya.


Sudah banyak murid yang kembali ke bis namun Alvin tak menjumpai Abel dan BG nyatanya mereka sedang membersihkan sampah sisa.


"Bell, udah sayang yuuk, aku antar kedepan." ajak BG pada Abel.


"Baby kamu balik bentar aku bantuin beresin bekas tenda ku." ucap BG saat melihat mobil Abel beserta Alvin tak jauh darinya.


"Iyaaahh."


BG pun kembali karena saat bersih-bersih sisa sampah teman-temannya masih belum selesai.


"Laahh itu bukannya si kak Abel yahh." ucap seorang adik kelas.


"Iyaaah, lohh kok enggak sama kak Bagas."


"Ajudannya kaliik."


"Ajudannya tuhh gak gitu mukanya."


"Lahhh loe jangan asal ngomong."


"Ati-ati loe."


"Hiliiihh emang dasar sok kecantikan sihh."


"Bodohhh lahh."


"Tuhh lihat pakai dibukain pintu segala."


Gunjingan adik kelas Abel itu pun berhenti tatkala bis yang mereka tumpangi melaju.


BG yang sudah menyelesaikan bersih-bersih bersama teman-temannya nampak kembali menuju mobil Abel.


"Sudah, yuk mas. Maaf nungguin sebentar."


"Gak papa itu kewajiban kalian, tetap menjaga kebersihan tempat yang habis kalian pakai." jawab Alvin.


Abel melihat bis rombongan milik kelasnya hendak melaju berpapasan dengan mobil Abel yang akan keluar.


"Babyyy.. take care yahh."


"Hati-hati kelean."


Teriak teman-teman Abel, Abel pun membuka kaca mobil membalas lambaian dari temannya.


"Mari pulang- marilah pulang kerumah emak."


"Babay babang Alvin."


Senandung teman-temannya dalam bis terdengar sayup ditelinga Abel.


"Mas Al kemarin tidur dimana." tanya BG memecah keheningan.


"Mas semalam ke koramil yang pernah kita singgah lapor."


"Hahh, ada apa."


"Numpang tidur, mandi sama sekalian lapor aja."


"Ohhh jadi kita udah gak pake mampir kesana lagi."

__ADS_1


"Enggak."


"Hemmmb."


__ADS_2