Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Mulai Hal yang Baru


__ADS_3

Setelah beberapa hari kembali berkumpul bersama teman-temannya, kini hidup Angga seolah mulai bersinar lagi. Rencana nya 3 hari Angga menempati unit depan BG. Kini dia tengah disibukkan mengurus kuliah meskipun BG bisa turun tangan langsung, namun Angga menolak secara halus. Sudah banyak yang dilakukan BG terutama tempat tinggalnya saat ini.


Sepulang dari kampus Abel, BG dkk kompak berkumpul dikafe yang dijaga Metta. Ada hal yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat. Abel sudah selesai jam mata kuliah, kini sedang menunggu BG yang belum juga keluar dari kelasnya. Abel memilih menunggu di taman dekat parkiran mobil bersama dengan Dania.


"Ara dan Dania kenapa menunggu disini." ucap seseorang yang baru saja datang, Abel bahkan terkejut mendapati sosoknya.


"Ehmmm, sedang menunggu teman prof." jawab Abel, sedangkan Dania masih sibuk termangu.


"Untung aja ditemenin Dania coba kalau enggak, bisa kacau dunia persilatan." batin Abel dalam hati, tau saja jika BG sangat pencemburu berat pada prof. Zayn. Banyak mahasiswi yang terpikat dengan duda muda kaya raya itu, namun tidak membuat mata Abel silau akan parasnya.


"Ohhh mau jalan-jalan yahh." sahut prof Zayn.


"Anuu Prof kita mau..." sela Dania namun Abel segera menimpali takut kalau Dania membocorkan rencana kepergian mereka. Bukan nya Abel tak ingin terbuka namun dia merasa jika prof Zayn tau rencana mereka bisa dipastikan sang dosen tampan itu bakal mengikuti pula.


"Mau mengerjakan tugas prof ramai- ramai." sela Abel sembari mengedipkan matanya seolah mengkode Dania.


"Ehiyaaa it itu ngerjain tugas prof... sama anak-anak lainnya... bener hehehhehhh." jawab Dania cengengesan merasa canggung didepan sang dosen idola.


"Baik kalau begitu saya duluan yah Ara dan Dania." ucap prof Zayn seketika Abel lemas merasa lega, padahal tidak tau saja dia sedari tadi sang Bagaskara nampak memperhatikan mereka dari jauh.


"Ngobrolin apa sama fanboy kamu baby." ucap BG sontak membuat Abel menegakkan badan. Matanya saling berpandang dengan Dania berharap sang BG tak bereaksi lebih.


"Nggak apa kok cuma nyapa aja iya kan Dan." ucap Abel sambil menyenggol Dania, membuat Dania menyengir kuda.


Abel tau jika tunangannya itu sedang kesal padahal mereka hanya saling sapa dan tidak dalam kondisi berdua saja BG sudah panas hati.


"Aelahhhh Loe gitu amat sih, untung ada Dania coba kalau kagak usah di gondol dah.." celetuk Kevin memanasi semakin membuat BG sebal.


"panasin terus Sampek meleduk dah." sahut Riki.


"Ehhh btw si Angga gak ada kendala kan Gas." tanya Dekka mengalihkan pembicaraan agar tak berkelanjutan.

__ADS_1


Riki membenarkannya pertanyaan Dekka, karena mereka belum mendapat kabar dari Angga.


"Coba aja tadi mau dibantuin bilang ke om Saga kan aman." sahut Kevin, sedang BG masih berusaha mencoba menghubungi Angga.


"Lahh tuh dia." teriak Cindy yang melihat sosok Angga sudah berjalan kearah mereka.


"Panjang umur dah." celetuk Dania.


"Sorry guys nungguin lama nggak." tanya Angga datang terburu.


"Nggak kok."


"enggak barusan aja."


"Gimana aman Ngga."


"Dipersulit nggak."


"Loe mulai masuk kapan."


"Besok udah mulai masuk kok."


"Yaudah yuk jalan, Dan Loe mau ikut nggak." ucap Abel.


"Ahh enggak deh, makasihh udah diajak lain kali aja." jawab Dania, Abel mengangguk dan mereka berpisah karena harus menuju kendaraan masing-masing dan bergerak menuju tujuan mereka hari ini.


Sungguh BG sangat bersyukur Abel memiliki teman sekelas yang bisa diandalkan seperti Dania.


Sesampainya di kafe yang mereka tuju, Abel dkk bergegas menuju tempat VIP room karena mereka hari ini akan membahas rencana untuk proses pindah nya Angga, dan bagaimana cara agar mama Angga bisa ditinggal dalam waktu yang cukup lama.


"Tante Loe tau kalau Loe mau kuliah." tanya Riki pada Angga.

__ADS_1


"Udah, cuma Tante gue yang bisa diandelin buat urus mama." jawab Angga.


"Trus apa Loe gak mau pamitan langsung sama mama Loe." tanya BG, Angga langsung menggeleng cepat.


"Justru itu, kalau gue harus datang pamitan bisa jadi gue down gak tega ninggalin mama. Hemmm ada kalanya mending gue gak begitu sering ketemu biar mama bisa cepat pulih." jelas Angga, Abel dkk pun bisa merasakan hal yang cukup pelik itu.


"Nanti semisal mama Loe nyariin Loe gimana."


"Tinggal telp ini, gue udah pesen ke Tante semisal mama tiba-tiba tantrum gue minta Tante buat kabarin." jawab Angga yakin.


"Okee deh masalah mama Loe beres, sekarang gue mau tanya. Loe mau kerja di kantor gue apa dikafe sama anak-anak." tanya BG.


"Justru kalau bisa gue ambil dua-duanya. Bukan nya apa-apa biaya pengobatan nyokap lumayan menguras, bahkan mau gak mau gue harus nunjang Tante gue yang ada anak dua." jelas Angga tanggap.


"Lohh emang kenapa sama Tante Loe juga."


"Ya awalnya gue cuma kasih uang bensin, tapi ya kalian tau sendiri sekarang semua yang berhubungan sama mama gue pasrahin ke Tante, jadi gue harus tau diri buat ngasih anaknya juga. Mereka anak yatim gue jadi lebih semangat banget sekarang."


"Okey bro, kita ke kantor sepulang kuliah, jam kantor kelar Loe bisa lanjut di kafe. yang paling dekat sama kantor dan apartemen cuma kafe Baruna yang dipegang Kevin." jelas BG.


"Ehh sorry guys baru gabung." sela Devan yang baru saja datang, selain kafe nya yang paling ramai di jam makan siang begini, lokasinya juga cukup jauh dari kafe tempat mereka berkumpul sekarang.


"Yukk langsung maem dulu." potong Abel setelah semua makanan tersaji.


Acara kumpul -kumpul hari tengah berfokus pada Angga, sekaligus reuni kecil-kecilan dengan anggota tak lengkap mereka.


Angga memilih jalur bussines seperti BG, Riki dan Kevin karena mereka cenderung menjadi seorang pengusaha muda. Akan ada tujuan khusus yang sudah BG pikirkan kedepan untuk membantu masalah Angga. Berfokus untuk memperbaiki finansial Angga, even sang Bagaskara sangat sanggup menggelontorkan dana untuk membantu namun Angga menolaknya mentah-mentah.


Angga Ingin merasakan kerasnya hidup, dengan berjuang dari nol tanpa rasa ragu. Mungkin masalah percintaan nya kini sedang ia kesampingkan. Airin..., tentu saja Angga sudah mengetahui keberadaan Airin kini, tahu Airin dalam kondisi cukup baik saja membuatnya merasa lega. Saat ini hanya mamanya yang dia utamakan, walau ada secuil rasa ingin egois. Usia mereka masih muda, masih ingin mencoba segala hal tentunya.


Hai Guys Jang lupa likeπŸ‘ love ❀️ gift 🎁 vote 🎫 dan komentnya ⌨️ yahhh... Mamaciii.. luvvvv 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2