Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Having fun


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, kini Abel dan BG tengah menikmati kebersamaan. BG berjanji akan mengajak Abel berjalan-jalan menggunakan motor seperti saat kelas sepuluh dulu.


Mengenang dikala mereka masih berkomitmen, tak ada kata pacaran. Mereka berencana untuk bersantai di alun-alun kota tentu untuk mengingat momen sebelumnya.


Tanpa ada gangguan dari para sahabatnya, mereka ingin hari ini khusus berdua. Setelah mendapatkan ijin dari ajudan tercinta, Abel dan BG pun segera melesat menuju tujuannya.


"Udah disiapin kan buat liburannya." tanya BG sambil mengusap tangan Abel yamg melingkar di perutnya.


"Sudah kok, keperluan kamu juga udah." jawab Abel.


"Hari ini mau kemana aja."


"Kemana pun udah bahagia banget kok." jawab Abel.


"Jangan puas dulu baby."


"Kenapa."


"Bahagia mu itu lengkap kalau kita udah ngejalanin ijab qabul depan penghulu." ujar BG, Abel yang mendadak malu pun menyerangnya dengan satu cubitan.


"Kamu ishhh."


"Awhhh aduhh sayang kok dicubit." ucap BG.


"Habisnyaa."


"Cieee, ciee pipinya merona ciyeeeeee." goda BG membuat Abel semakin menelusupkan kepalanya di punggung BG.


"Fokus nyetirnya jangan godain mulu."


"Iyaa sayangkuhh."


Setelah perjalanan yang mereka lalui sampai juga di alun-alun kota, BG memarkirkan motor sport nya lalu menggandeng tangan Abel menuju tempat tujuan.


Mereka hanya ingin menghabiskan harinya dengan memakan Es campur lokal, dan tak lupa mereka mulai menjajah kulineran disekitar alun-alun.


Sang Bagaskara mengingat pesan mamanya jika mereka memiliki masalah atau kesalahan pahaman segera diselesaikan. Dan jika BG tak mampu menyelesaikan maka biar lah sang mama yang maju.


"Habis ini mau apa lagi baby."


"Beli jajanan gerobak yahh." jawab Abel sumringah.


"Heemmb, sampek gerobaknya diborong juga kuturuti." sahut BG.


Mereka pun mulai berburu jajanan dari mulai cilok, cilor, cimol hingga telur gulung, agaknya seorang Arabella sedang menikmati masa-masa mengenang dulu. Masa dimana dia belum ada ajudan yang terbatas dalam segala hal.


"Ayah pulang kan hari ini." tanya BG.


"He,emmb."


"Emang kegiatan apa sih sayang sampai lama banget." tanya BG penasaran.


"Bimbingan dan penataran, Ehmm mas Al bilang katanya ayah mau diangkat lagi menjadi pimpinan daerah Jawa Timur." jelas Abel.


"Hemmb, bakalan tambah diperketat nggak kamu."


"Gak tau ayah belum bilang aku." jawab Abel sembari menikmati jajanannya.


BG melihat Abel nya hari sangat sumringah, layak burung merpati terbang bebas.


Tak sampai siang hari mereka meninggalkan Alun-alun karena sudah nampak mulai ramai pengunjung. Mereka akan mengganti destinasinya yaitu pergi ke Mall karena mereka hendak menonton bioskop.

__ADS_1


Sebelum memasuki pelataran mall yang dituju, tak lupa Abel menutupi kepalanya dengan jaket Hoodie yang diberikan BG padanya. Kemana pun langkah Arabella berjalan tangannya tak lepas dari jemari sang tunangan.


Hampir tiga jam lamanya mereka menikmati film series milik marvel studio berjudul Shang Chi. Abel dan BG pun memilih pulang karena Alvin telah memintanya kembali sebelum sang ayah sampai dirumah.


"Pas banget sama filmnya udah kelar." ucap BG.


"Iyaahh, ayah masih dibandara kok."


"Keduluan kita sampai, untung pake motor juga."


"Justru itu, kalau ayah tau kita pakai motor, aku enggak tahu apa ayah akan marah." jawab Abel, BG pun segera melihat Abel dari kaca spion guna meminta penjelasan.


"Haaahhh, sejak kejadian aku sering disera.ng ayah jadi semakin protektif. Gak boleh aku keluar-keluar kalau tanpa pengawalan." jelas Abel.


"Trus rencana besok kita sama anak- anak gimana Baby." tanya BG.


"Kamu yang harus lapor ayah dulu my fiance." jawab Abel.


"Oalaaahh, Siappp laksanakan." jawab BG sambil bersikap hormat dengan meletakkan tangan di pucuk kepalanya.


Akhirnya mereka pun sampai dirumah Abel, sebelum mobil yang menjemput sang ayah tiba sesuai perkiraan.


Tak lama lima menit selepas Abel dan BG datang ayah sampai. Terdengar gemuruh dari luar teriakan bocah yang menggema. Pelakunya siapa lagi kalau bukan si gembul Arkana.


"Kakaaaaaaaaaaakk."


"Alkaaaa Ngennn."


"Kakakkkkkkkkkk."


Braaakkk.. braakkk.. brakk.


"Ya ampunn ini anak siapa sihh berisik." ucap Abel membuka pintu rumah, pengawal bahkan ayah dan bunda pun tak kuasa menahan tawa.


"Ya alloh adik kakak ternyata, kenapa pintunya dipukulin hemmm." ucap Abel sambil menggendong tubuh gembul adiknya.


"Ka, Ngenn kakak."


"Ya udah gak usah teriak, nanti sakit tenggorokannya. Aduhh adik kok tambah berat yahh." ucap Abel yang merasa lelah menggendong Arkana, BG pun meraih badan gempalnya dari Abel.


"Sini sama kak Gas yah."


"dak mauu, Ka ngen kakak. huhuhu."


"Arka kan tau kakak kakinya habis sakit." ucap sang ayah.


"Haahh, o i yahh." sahut bocah 2 tahun itu, membuat semuanya tergelak.


"Jangan pernah gendong Arkana lagi Bell, ingat kakimu." peringat bunda.


"Sehat nak." sapa ayah pada BG, ketika dia mencium punggung tangan ayah Abel.


"Sehat ayah."


Keduanya pun masuk dan bersantai diruang tamu. Bunda dan Abel pun mengikuti mereka dari belakang.


"Ayah, lusa Bagas sama Abel jadi liburan sama teman-teman." ucap BG pada sang ayah mertua.


"Naik apa."


"Bus ayah, ada sekitar 40 orang." jawab BG, melihat sang ayah masih nampak berfikir dia jadi was-was.

__ADS_1


"Tujuan kemana."


"Mau rafting ayah, tapi nanti Abel gak turun kok. Bagas juga gak mau bahayain dia. Kita mau nyenengin temen- temen yang sudah bantu kemarin." jelas BG, raut muka ayah Raharjo pun seketika cerah.


"Pergilah nak, jangan lupa bahagia. Ayah tahu kamu bisa memikirkan yang baik untuk Abel." jawab ayah.


"Abel boleh ikut rafting ayah." tanya Abel lirih, membuat sang ayah melotot.


Bunda tergelak, ayah cukup posesif pada anak gadisnya. BG pun melihat jelas jika ayah tak setuju dengan ucapan Abel.


"Rafting cukup bahaya buat kamu, meskipun kamu pandai berenang." jawab Ayah.


"Ada Bagas kalau ayah lupa." sahut Abel ngeyel.


"Terserah mau berangkat, patuhi perintah ayah atau tidak sama sekali." ancam sang ayah.


"Iyaaa ayah, Abel gak maksakan diri kok, asal teman- teman senang Abel juga bisa merasakannya." tutur Arabella.


Sang ayah mengusap lembut rambut Abel menyalurkan kerinduan pada anak gadisnya itu. Abel terluka gores saja sudah membuatnya panik apalagi harus tercebur ke sungai dengan aliran deras jika ia ikut rafting. Tentu saja BG tak membiarkan hal itu terjadi, mengingat lokasi rafting yang mereka tuju tempat paling ekstrim.


Masih dirumah Abel, sang ayah pun menginterogasinya kala mengetahui jika mereka berdua pergi menggunakan motor. Pasalnya ayah belum mendapatkan laporan dari sang ajudan hari ini.


"Maaf ayah, memang dari lama Abel pengen motoran. Hari ini dadakan kok, Abel cuma mau beli jajanan di alun-alun." jelas Abel, sementara BG belum mengeluarkan sepata kata pun.


"Kenapa Alvin nggak lapor."


"Abel yang minta mas Al gak bilang ayahh, mana bisa beli cilor naik mobil, lagian sebentar juga." jawab Abel, ayah berdiri mencari sosok yang mungkin akan dimintai pertanggung jawaban.


"Alvin."


"Siapp ndan." jawab Alvin lalu mendekat kearah ayah, mereka pun duduk bersama.


"Minggu depan bapak sudah mutasi, kedepannya akan lebih diperketat lagi. Kamu jangan kasih Abel lengah jika keluyuran seperti barusan." jelas ayah, membuat Abel mendesah kasar.


"Kalau Abel dikurung, Abel mau kuliah diluar negeri saja bun." ucap Abel, bahkan bunda yang berada di dapur pun segera menghampirinya.


"Coba- coba keluar negeri bunda robohin kamar kamu." ancam sang bunda, membuat ayah dan yang lain terkejut.


"Abel cuma gak mau dikurung terus bun, Abel juga butuh menghilangkan penat." jawab Abel ringkih.


"Itu urusan gampang, sampai ayah terlalu ngekang bunda pulang kampung." ucap bunda tegas.


"Bun, semua demi keselamatan Abel. Ayah bahkan masih ingat kejadian- kejadian sebelum ini." jawab Ayah.


"Ayah bisa tambah ajudannya kan beres, jangan pernah menutup akses anak." titah bunda lalu meninggalkan tempat.


"Ayah."


"ayah cuma gak mau kamu terluka lagi Bell, Alvin dan Bagas juga kedepan tugas kalian semakin besar untuk jagain anak ayah yang bandel ini." ucap ayah.


"Iyaa ayah." jawab Abel, Alvin dan BG pun menghela nafas.


*


Beberapa hari kemudian, tiba waktunya mereka berkumpul untuk menikmati masa liburan mereka.


"Akhirnya liburann lagi kitaa."


"Songaaaa aim coming."


Yahh tujuan mereka adalah Songa Rafting, sesuai dengan perintah sang ayah Abel tidak diperbolehkan turun ikut rafting.

__ADS_1


__ADS_2