
Setelah semua kelompok menampilkan bakatnya, tepat pukul 20.15 Malam Akrab pun dimulai. Abel dkk sudah berganti baju dari yang berkaos lengan pendek beserta atribut yang digunakan untuk perform, menjadi pakaian yang hangat karena semakin malam suhunya semakin dingin.
Abel dengan kelima teman setenda saling berdempet saling menghangatkan. Abel memakai jaket Hoodie tebal milik BG yang sudah diberikannya sebelum ganti kostum.
Dipakainya hoodie BG nampak begitu longgar ditubuh langsing Abel.
"Enak yahh yang punya laki, perhatian lagi." celetuk teman Abel.
"Lahh buru nyari biar gak senewen kerjaannya."
"Belum boleh, gue pengen kek Abel aja."
"Hahhh."
"Lahh kek gimana tuh."
"Yahh, yang langsung mau serius enggak pake pacaran-pacaran."
"Tull, kalau pacaran resiko putus nyambung."
"Hemmm, aku sedari awal emang enggak pacaran sama Bagas, kami komitment dekat tapi enggak saling menyakiti. Trus kejadian yang membuat kita marahan akhirnya Bagas meminta serius aku gak mau." jelas Abel, kelima temannya itu setia mendengarkan sambil menunggu acara dimulai.
"Trus Bagas bilang mau ngelamar, yahh aku gak mau juga. Akhirnya dia bilang ke ayah minta tunangan aja biar kita ada kejelasan dalam hubungan, bukan sekedar main-main tapi enggak yang langsung menikah juga. Kita akan tetap melanjutkan pendidikan, pekerjaan dan aktivitas lainnya." lanjut Abel.
"Tuhh dengerin Nyaaa, biar gak dimainin cowok cari yang mau serius." celetuk Fransiska.
"Gue berstatus jomblo sedari bayi keles, belum pernah pacaran." jawab Nia.
"Hahahahah, kasihann.. Gue juga belum pernah pacaran sihh." sahut Fransiska.
"Yeeeee, jomblo bangga."
"Emangg dasar loe."
Obrolan ringan diantara mereka sejenak hening karena kedatangan anggota OSIS dihadapan mereka.
"Selamat malam semua, maaf sudah menunggu. Baiklah mari kita mulai malam puncak acara kita, Makrab (malam akrab) sebelumnya mari bergabung Ketua OSIS kita Airin Hatta." sambut pembawa Acara.
Airin datang bergabung dengan semua murid yang berada dihalaman bumi perkemahan. Gadis berjilbab itu nampak terus menampilkan senyum yang tak pernah luntur.
"Hai, good night everybody. selamat malam para dewan guru selaku pengawas kegiatan ini, selamat malam kakak kelas Dua belas, teman-teman dan adik kelas sekalian. Hahhhhh, hingga detik ini bergulir entah untuk yang keberapa kalinya saya mengucap syukur, Alhamdulillah kegiatan kita berjalan dengan lancar. Yahh walau bukan tidak mungkin tanpa halangan, sempat ada kehebohan kecil sihh, sempat juga ada moment yang mendebarkan. Tapi saya bersyukur semua terkendali." ucap Airin, dalam keheningan para murid mendengarkan dengan seksama meskipun ada beberapa yang masih sibuk dengan kegiatannya sendiri.
"Dalam malam Akrab ini sebelumnya saya mau mengundang dulu seniyor kita kelas dua belas, give applause for Daffa Fabian Ketua OSIS angkatan 31. Mohon waktunya sebentar kakak Daffa." Ucap Airin memanggil Daffa, segera Daffa beranjak.
"Baiklahh masih sisa 3 Kursi lagi, kira-kira menurut kalian siapa selanjutnya yang akan saya panggil." tanya Airin kepada audiens.
"Kak Abel."
"Kak Arabella."
"Hahhahahh, baiklah karena tidak ingin mengulur waktu mohon bergabung Kak Arrayan Rendino Wakil ketua OSIS sekaligus Kapten tim Basket inti angkatan 31." sebut Airin, Rendi yang nampak terkejut sejenak cengo, tidak dengan Daffa yang terkekeh mengetahui sahabat nya masuk dalam jajaran misteri guest.
"Ok next misteri guest kita selanjutnya masih dalam jajaran siswa terhits disekolah kita, mohon bergabung Kapten basket angkatan 32, Bagaskara Hermawan."
BG yang mendapatkan panggilan dari Airin untuk maju kedepan sempat berdecak, namun histeria dari adik kelas yang ngefans terhadapnya semakin membuat suasana bumi perkemahan pecah.
"Saya yakin beliau-beliau ini tidak menyangka jika akan menjadi misteri guest dalam Makrab kali ini." ujar Airin sembari menunggu BG maju kedepan.
Nampak BG menyalami kedua kaka kelasnya itu.
"Okeeey, then.. whose next." tanya Airin, hening tak ada yang berspekulasi, nampaknya OSIS sukses bermain teka - teki.
"Hemmm, sebelumya mohon maaf bukan bermaksud lancang. Airin mau bertanya kemarin test IQ kakak-kakak yang didepan ini berapa. Kak Daffa..?" tanya Airin.
"124."
"Hemm, kak Rendi."
"120."
"Woooowww.. Superior both. Then Bagas berapa loe."
"Kecil gue mah Ai."
"Lhahiyaa berapa jang bercandi." sahut Airin.
"Cuma 118."
"118 loe kata cuma."
"Kalau 118 kamu bilang cuma, trus yang IQ kecil seberapa." ucap Airin.
"But, give applause dulu ternyata misteri guest kita tidak hanya sekedar cakep tapi juga memiliki kepintaran diatas rata-rata. By the way kursi yang tersisa ini merupakan siswa yang istimewa kalau saya bilang. Karena dari data sekolah saya ulangi D-A-T-A sekolah." ucap Airin penuh penekanan kata.
"memiliki IQ tertinggi dari semua murid." lanjut Airin.
"Bentar-bentar, loe tanya kita-kita trus IQ mu berapa dulu." celetuk Daffa.
"Please dehh kak Daffa kan kakak yang jadi tamu Airin." sahut Airin.
"Yahh biar adil dong." potong BG.
__ADS_1
"Gak beda jauh sama kakak kok."
"Sebut Angka Rin."
"Ok-okee baiklah kalau anda maksa.. Hemmmm." Airin mengeluarkan sebuat amplop dan menunjukkan kepada ketiganya.
"Huaaaa, 125."
"Prokk... prokkk."
"Superbb."
"Jang pamer." gumam Airin.
"Lanjut yahh, siswa dengan IQ tertinggi disekolah kita 148. Silahkan bergabung dengan kami." panggil Airin.
Semua murid kasak-kusuk, karena tak ada yang mau maju.
"Hehh sapa yang otaknya encer bet."
"Loee bukan,.."
"Buset tuhh otaknya terbuat dari apa."
"Woeey maju sapa yang punya IQ segede gaban."
Hingga detik demi detik berlalu tak ada yang maju, membuat suasana semakin ribut.
"Lahh siapa Rin, gak ada yang mau maju." ucap Daffa.
"Gue ajalah Rin." sela Devan.
"Yeee IQ jongkok ngaku-ngaku."
"Keterlaluan kalian." dengus Devan mendengar celetukan dari temannya.
"Baik saya kasih clue,. Hemm beliau adalah sahabat saya sejak bayi, lalu dia pandai bahasa asing, berprestasi namun sayang sekali dia tidak ingin terpublikasi." jelas Airin.
Semuanya nampak bergumam dan terdengar kasak kusuk diantaranya, tidak dengan BG dan yang telah mengenal dekat Airin.
"Karena satu hal yang membuat hati saya sakit, banyak netizen-netizen yang Nevthink ke dia, this is time i must show up." lanjut Airin lalu nampak jelas dia membawa sebuah paper terpampang di layar.
"Berikan tepuk tangan untuk murid kebanggan, murid kesayangan kita semua, Arabella Triesna Raharjo. Mohon bergabung."
"Tsk, gak mau."
Tepuk tangan meriah menyambut pemberitahuan dari Airin. Karena Abel masih enggan bergabung, Devan beranjak untuk menariknya maju kedepan. Ketiga misteri guest pun masih bertepuk tangan.
"Sudah kudugong."
"Kuduga keless."
"Ahiyaaa itu kamsudnya, hahhahah."
"Sudah komplit yah misteri guest kita, then kita akan bincang-bincang ringan aja kok. Ohiyaaa buat netizen yang selama ini julid ke Abel, mana nihh suara nya. Disini Airin cuma pesen don't judge just look by the cover, because everything is can't be show up. Tolong dicatat di buku diary kalian kalau memory kalian udah sesak." papar Airin.
"Btw kenapa ibu kelihatan kesel yahh." celetuk Daffa.
"Ahahhaha, dikit kok gak banyak. Karena sahabat saya satu ini enggak bisa nge react orang yang udah jahatin dia, Yukk kak perkenalan dulu." jelas Airin, Rendi dan Daffa mengangguk-angguk paham.
"Haii semua." sapa Daffa.
"Haii kak."
"Kak Daffa ganteng."
"Saya Daffa kelas Dua belas IPA 1, sebelumnya saya bingung mau bilang apa karena enggak ada confirm dulu kalau mau diundang naik."
"Emang kalau ada confirm mau apa." sela Airin.
"Ohhh mau siapin ttd kontrak lah, sapa tau cair." jawab Daffa.
"Hahhahahh."
"Hemm, oke jadi seneng banget saya bisa kenalan sama kalian, karena sebentar lagi saya akan menjalani persiapan try out, UNAS dan lainnya. Yahhh saya pribadi seneng banget ada kegiatan Makrab ini dikhususkan untuk kita kelas dua belas, gitu aja sih dari saya." lanjut Daffa, berikutnya Rendi berkomentar.
"Sama seperti Daffa, Saya Rendino, Very happy get in this place, this time, and also this moment. I'm proud of you and thanks for OSIS dan semua teman-teman, juga adik kelas tentunya." jawab Rendi.
"Wahhh kita juga seneng bisa kasih kenang-kenangan buat kakak kelas dua belas yang mungkin gak berarti ini." jawab Airin.
"No, justru this moments is gonna be the best part for our in Senior high school." sahut Daffa.
"Betull, karena jika kalian kasih barang gak ada maknanya, tapi dengan moment seperti ini kita akan selalu ingat. Ohh dulu pernah sama-sama nyemplung, tidur setenda dan banyak sihh kalau menurutku cerita-cerita selama kegiatan ini berlangsung." ujar Rendi menambahi ucapan Daffa.
"Kalau menurut Bagas Kapten team basket kita tahun ini bagaimana." tanya Airin.
"Well, karena memang kegiatan ini emang khusus untuk mengenal kakak kelas kita yang akan lulus biar kita bisa akrab, bisa kenal. Yaaah kita selaku adik kelas berharap kak,. nanti kalau ketemu dijalan ingatlah aku adik kelasmu dulu." jawab BG.
Tepuk tangan pun bergemuruh, setelah mendengarkan ketiga misterius guest yang berparas tampan nan rupawan.
"Okee last kita ke Arabella satu-satunya tamu tercantik kita. How do you feels about this activity."
__ADS_1
"Hai semua." sapa Abel.
"Hai kak."
"Priwiiiit."
"Maksihh lohh buat temen-temen OSIS udah panggil aku kedepan. By the way hai all, aku Arabella bagi yang belum kenal aku. Honestly aku seneng banget bisa ikut kegiatan ini. Anyways, Hemmm Makrab, not only just enough to know, know the name and face. But we also have to know the personality. Why, because then we will never think badly of the other people." ujar Abel.
"Hehh tahu nggak loe."
"Yang kagak mudeng cung."
"Otak lo aja yang begok."
"Keknya pengalaman pribadi yah kak Abel." sahut Airin.
"Begitulah, Karena kalau tak kenal maka tak sayang." celetuk Abel.
"Jadi loe sayang sama kita-kita gitu Bel." tanya Daffa.
"Hhhhahahhah."
"Awas disampluk pawangnya loe Daff."
"Actually yess, but in another part no." jawab Abel lugas.
"Wahhh bagian apa tuhh."
"Abel sayang kak Daffa, kak Rendi dan kakak-kakak kelas lainnya, like i get big brother and sister too. Kalau kita punya rasa sayang maka setidaknya kita bisa menghargai orang yang usianya diatas kita, atau dalam artian mempunyai rasa hormat terhadap orang lain, rigth." lanjut Abel.
"Inilah alasan saya menarik Abel kedepan, pemikiran dan pemaparan yang selalu tepat sasaran dan pastinya mengena dihati kita semua." sahut Airin, dan dari sekian orang setuju dengan ucapan Airin.
"Okee, next sesi tanya jawab mungkin kita batasi yah pertanyaannya yang berbobot dan enggak. Silahkan temen-temen audience yang penasaran dengan misterius guest kita." lanjut Airin.
"Ehhhm buat kak Daffa sama kak Rendi mau lanjut kuliah atau gimana, kalau lanjut sudah mendaftar di universitas mana nihh."
"Ohiyaaa kita sudah ujian PMDK dibeberapa univ negeri." jawab Daffa.
"Buat kak Abel, Gimana sih resepnya biar bisa memiliki IQ tinggi."
Abel menoleh kearah Airin, dan sedikit kearah dewan guru.
"Intelegensi quotient is not be the benchmark for being smart or genius. Kalau saya bilang test IQ dilakukan untuk penyemangat kita agar lebih giat, lebih baik lagi dalam belajar. Jadi kalau dari saya belajar lah dalam semua sudut pandang, jangan berpatokan hanya pada satu sisi." jawab Abel.
"Setujuuuu."
"Kalau kata gue bakar buku trus rendam air bakarannya trus minum."
"Emang bisaa."
"Bisaaa."
"Bisaa apa."
"Bisa mati lah anjir, keracunan zinc mineral loh gebleekk."
"Saaa ae loo gantungan baju."
"Yeee loe Dempulan Kentucky."
"Looooe sarung kulkas."
"Canda Gilingan padi."
"Hahahhahahah."
"Keknya si Abel dari Zigot udah cerdas deh."
"Yajelasss, kalau gak cerdas kagak bakalan loe jadi embrio yang menang ngelawan ribuan peserta."
"Hahhhh."
"Lemott otak loe pada."
"Dahhh ahh masih kecil, gak paham loe."
"Pelajaran biologi pada bolos sihh."
Setelah berbincang-bincang dan tanya jawab karena malam semakin larut membuat Airin dengan terpaksa menutup acara Makrab dengan penuh kebanggaan.
"Gihh bobok, biar besok gak kesiangan bangunnya." ucap BG mengantarkan Abel ke tendanya.
"Kamu juga, enggak pake ngegame dulu."
"Kalau gak ngantuk-ngantuk terpaksa baby."
"No way sayank, mending puter musik melow biar cepet ngantuk." sela Abel.
"Hemmm, baiklah tuan putri." ucap BG sambil mengusap lembut kepala Abel.
BG meninggalkan tenda Abel setelah memastikan sang tunangan masuk kedalam tenda. Masih banyak murid yang berada diluar tenda terutama cowok, sedangkan murid cewek sudah parkir ditenda masing-masing.
__ADS_1