Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Sadar Diri


__ADS_3

Hai Guys Jang lupa likeπŸ‘ love ❀️ gift 🎁 vote 🎫 dan komentnya ⌨️ yahhh... Caranya gimana tinggal dipencet aja logo trus tinggal pilih mau gift apa aja boleh.. ditunggu yah guys Mamaciii.. luvvvv 😘😘😘.


"Bel gu e peng en ke makam Nia." satu kalimat dengan sedikit bergetar telah meluncur dari mulut Devan. Abel dkk menahan nafas bagaimana bisa Devan tahu jika Nia sudah meninggal.


"Ka kamu tau dari mana."


"Loe kok tau Nia meninggal Van."


Sementara Devan enggan menanggapi pertanyaan balik Abel dan Airin, namun matanya nampak berkaca-kaca.


Lama Devan diam bahkan menangis tanpa suara, namun semuanya masih sabar menunggu Devan.


"Gue lihat Nia dalam pelukan elo..... Gue lihat nafas terakhirnya dipeluk elo, hiks.. Gue lihat semua Bel." jelas Devan bisa ditarik kesimpulan saat terjatuh tak sadarkan diri membuat jiwa Devan dan raganya terpisah tentu itu yang membuatnya koma berhari-hari.


"Kenapa, gue gak ikut dia sekalian.... Kenapaaaa." teriak Devan frustasi, membuat Abel tak kuasa lagi untuk tak jatuh menangisi beban sahabat nya itu.


"Jangaaann giituu Devvv, hikkss,. kaaamuu masihh ditakdirkan selamat, hargai keputusan Tuhan... Haaaahhhh." ucap Abel sampai sesenggukan.


"Gue lihat roh Nia, tapi dia gak mau ngajak gue... gue harus gimana gak ada dia."


"Van, nak lihat ibu nak.. Hiks, kalau kamu gak ada ibu gimana Van." sela ibu Devan, sedari tadi hanya mau mendengar ungkapan dari anaknya namun keterpurukannya anaknya membuat dia menyerah dalam hidup membuat hatinya sakit.

__ADS_1


"Tak ada ibu yang mau kehilangan anaknya nak. Devan ingat ibu dan adik-adik kan."


"Hikss.. Ibu, maafin Devan Bu, hikks Devan egois mau ninggalin ibu."


"Hiksss.. Hikss."


"Tak apa nak, sehat lah nanti kamu bisa sering kunjungi makam Nia yah nak." titah dari sang ibu membuat Devan mengangguk patuh.


Dengan dukungan dari ibu dan para sahabat, Devan perlahan mulai tenang bahkan mulai menerima kepergian Nia membuatnya sudah ikhlas. Kondisinya masih belum stabil, mengingat cukup lama dia dalam kondisi koma.


"Besok sore gue balik Van, kalau libur semester gue usahain pulang buat liburan sama kalian." ucap Airin, berharap Devan akan segera bangkit dan segera menjalani kehidupan barunya.


"Kenapa nggak Kevin ajah, kasihan Metta motoran jauh." jawab Devan.


Deggg..


Abel, Airin dan Dekka saling pandang memang belum terfikir kan, bagaimana respon Devan pada Dania tersangka utama tragedi saat itu. Apakah Devan akan menyalahkan Dania atas meninggalnya Nia, atau Devan sudah ikhlas dengan segala sebab akibat itu.


"Ehhhmmm." desis Abel, namun urung dia ucapkan.


"Metta yang usul Van, gimana pun Kevin sama Riki dikampus banyak kegiatan jadi dia rela gantiin mereka... Iyaahh kan Gas." karang Dekka ada baiknya saat ini Devan belum tau agar psikis nya kembali dahulu.

__ADS_1


BG sedikit nya tahu maksud percakapan sorot mata ketiga gadis itu, dia memilih mengikuti alur yang mereka buat.


"Gue gapapa sih jaga Ujjjj." celetuk Kevin namun segera dipotong Dekka agar tak membuat Devan semakin curiga.


"Udah Loe manut aja, boss BG udah mutusin gitu Loe mau apa. Biarin Metta belajar mandiri juga."


"Maksud Loe."


"Ckk, entar gue jelasin Vin, Loe Jang gaduh." sela BG.


"Udahh yah sekarang tugas Loe istirahat dulu, seminggu lagi Loe pasti udah baikan." ucap Airin menenang kan.


"Istirahat ya Dev, besok aku kesini lagi bawain puding glaze buat kamu. Nanti aku suruh mbok Yem bikin banyak-banyak buat sekalian syukuran kamu, besok kita ngumpul dan makan bareng disini sebelum Airin balik ke Ausie." Lanjut Abel, pada akhirnya mereka semua mengangguk setuju dengan rencana Abel.


"Iyaa tuh, tadi si Siska mau kesini juga ehh dicariin dong sama emaknya." celetuk Dekka, para gadis itu tak membiarkan sedikit pun untuk para lelaki berbicara.


Dan akhirnya mereka pun meninggalkan rumah sakit setelah Devan benar-benar beristirahat. Abel juga mengatakan pada Kevin untuk tak menceritakan perihal Dania pada Devan. Tak ada yang tau isi hati setiap manusia, bagaimana pun juga kehilangan sosok yang dicintai bisa membuat orang kalut.


Kevin tak bisa memaksakan mengenalkan Dania pada Devan walau dari awal sebenarnya Nia yang menginginkan untuk membantu Dania.


Tapi karena Devan baru saja kehilangan, pikirannya masih belum logis untuk mengolah setiap ucapan yang tak ingin dia hendaki.

__ADS_1


__ADS_2