
Malam harinya Abel, BG dan yang lainnya menikmati makan malam bersama. Wajah Mettà pun sudah nampak lebih segar setelah beristirahat. Karena esok hari kegiatan mereka full, mau tidak mau harus menjaga fisik.
"Udah enakan Mett." tanya Airin.
"Lumayan Ai, entar tidur semalam besok pasti lebih enakan."
"Ahhiyaa, kalau loe belum fit juga sayang banget besok kita mo ke tanah lot dong." celetuk Cindy
"Iyee- iyee Cin, kagak usah disebut juga gue tau." sahut Metta.
"Btw udah official belum." tanya Dekka sambil mencolek lengan Cindy.
"Ehhh, nganu."
"Apaan nganu-nganu loe."
"Ishhh kamu nihh, enggak tau gue ahh." ucap Cindy lalu menggeloyor pergi.
"Main merat tuh bocah, rada-rada emang."
Seperginya Cindy yang menuju tempat dimana mereka sedang makan malam, ternyata sudah banyak yang menyantap makan malam mereka.
"Makan yang banyak guys."
"Nihh makanan khas Bali punya lohh, mari semuanya."
"Ethh dah budak lakik, udah dimari aja."
"Dah sembuh loe Mett." tanya Wira, Metta pun memicing.
"Hemm, dah jadian loe Wir."
"Haaaahhh.."
"Jawaban loe sama kek Cindy, Ha he hooh." sahut Dekka.
"Makan gess jang ribut mulu." potong Kevin.
"Udah enakan loe Mett." ucap Kevin
"Udah lumayan mendingan kok."
"Ehh ciyeee.."
"Akurr nihh yeee."
"Salah mulukk gue, berantam salah akur juga salah." jawab Kevin.
Dimana temannya sedang berdebat Abel tak menghiraukan perdebatan itu, dia fokus pada makan malamnya namun tetap perhatikan segala gurauan dari mereka.
"Baby, besok bangun jam 5 remember." ucap BG, sedangkan teman-teman nya terkejut kala BG mengucap bangun jam 5.
"Lahh kagak sekalian subuh Gas."
"Aduhh kepagian."
"Hahh, kok pagi banget sihh." sahut Abel.
"Disini itu lebih satu jam kalau kalian lupa." jawab BG.
"Ahhiyaaa."
"Yaa.. ya.. ya."
"Nihh sekarang disini jam 8 dirumah masih jam 7." jelas BG.
"Makanya kelarin makannya jang ngebocat aja loe2 pada." sahut Devan.
"Hahh, apa itu ngebocat." tanya Abel polos.
"Shuuutt baby, kamu gak boleh denger kata-kata kasar." sahut BG lalu menutup telinga Abel.
"Wkwkwkwkk, gue juga baru tahu Bell." sahut Airin.
"Bahasanya Devan sama bocah koplakk." sela Angga.
"Hahhaha, sarkas banget loe bapak Angga."
Sementara si Abel masih penasaran karena belum terjawab, BG akhirnya memilih menyuapkan makan Abel kemulutnya.
__ADS_1
"Hayuuk, buru habis ini rebahan."
Setengah jam berlalu mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Sebelum masuk kamarnya Abel berpesan pada BG agar tak bermain ponsel alias main game bersama yang lainnya.
*
Keesokan harinya...
Setelah bergantian ke kamar mandi para remaja itu pun bersiap, tak lupa Abel mengecek barang bawaan yang diperlukan agar perjalanan liburannya tidak ada kendala.
Sebelumnya dia sudah memberitahukan sang bunda jika mereka akan pulang pesawat jam 20. Abel selalu berbagi kabar kepada sang bunda, Abel belum pernah pergi jauh tanpa sang bunda.
"Hayuuk, tour guide nya udah datang kita sarapan dulu guys." ucap Abel.
"Lakik lo dah bangun belom Bell."
"nihh mau ngecek."
Abel keluar dari kamar hanya untuk memastikan keberadaan BG.
"Rik, Bagasnya udah bangun." tanya Abel ketika melihat Riki keluar dari kamar.
"Udah kok tadi gantian mandi, keknya lagi mandi." jawab Riki.
"Aku masuk yah mau siapin baju." ijin Abel dan Riki pun mengangguk.
Abel masuk ke kamar BG, tak mendapatinya namun terdengar suara gemericik air shower. Abel mengambil pakaian BG untuk dipakai hari ini tak lupa menyiapkan baju ganti untuk jaga-jaga.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka, keluar BG mengenakan kaos semalam dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Yang lain udah bangun Rik." ucap BG tanpa melihat keberadaan Abel disitu.
"Udah kok."
"Lahh my baby kok udah disini aja."
"Nihh nyiapin baju, tadi mau bangunin kata Riki udah bangun." jawab Abel.
"Mana bajunya."
"Nih, aku udah bawakan satu buat nanti."
"Kenapa mesti bawa nanti kita beli Krisna tempat oleh-oleh."
"Up to you, aku seneng aja kamu perhatian." ucap BG sambil membuka bajunya hendak mengganti kaos.
"Yaaa ampun tunggu dulu aku keluar, ishhh kenapa main ganti aja sihh." teriak Abel lalu berlari terbirit-birit."
"Hahhahahah, imut banget sihh." gumam BG.
Setelah bersiap mereka melanjutkan sarapan, lalu baru melanjutkan untuk wisata.
"Naik-naik kepuncak gunung." celoteh Devan.
"Begoook, kita ke pantai." sahut Kevin sambil menoyor Devan.
"Ya ampunn, bisa gegar otak nih kepala gue kebanyakan ditoyorin."
"Belum gegar otak juga udah begok loe."
"Astagaaa, kenapa gue terzolimi ya allohh, maafin Aimm ya alloh."
"Semakin gesrek nih bocah."
"Dev, kurang asupan loe, otak loe semakin menurun."
"Iyeee, makan gue cuma nasi kerupuk tiap hari. Boss naikin gaji dong." celetuk Devan pada BG.
Sementara BG yang sedang asyik tiduran dipundak Abel tak menggubrisnya.
"Kasih kerja di cafe ujung ae Gas." sela Riki.
"Wahiyaaa kalau gue yang handle kejauhan dari rumah." sahut Kevin.
"Kerjaan apaan emangnya." tanya Devan penasaran.
Kevin dan Riki pun menjelaskan bisnis yang mereka jalani sudah ada 3 masing-masing Diantara Kevin, Riki dan Wira sudah handle dan untuk cabang yang satu ini pure modal mereka bertiga tidak ada campuran dari BG.
"Boleh deh, lumayan buat tambahan mama bayar sekolah naik." ucap Devan, BG pun mengangguk tanpa berpindah dari pundak Abel yang sedang mengobrol dengan para perempuan beda tema.
__ADS_1
"Mari kita sudah sampai di tujuan pertama kita Tanah Lot." potong Bli Dewa.
Para remaja itu segera berhambur keluar sangat antusias. Berpuas hati bermain di Tanah Lot mereka tak lupa mengabadikan setiap moment. Beberapa jam menghabiskan waktu di sana mereka melanjutkan wisata menuju Bedugul karena jarak lumayan jauh mereka pun terlelap.
"Siniin kepalanya." ucap BG lalu menyandarkan kepala Abel bahunya.
"Pusing nggak." tanyanya, Abel menggeleng, namun matanya terpejam.
BG mengusap kepala Abel, semakin membuat Abel memejamkan matanya.
Tak terasa waktu 45 menit berlalu perjalanan dari Tanah lot ke Bedugul dengan jalan yang berkelok-kelok cukup membuat BG, Abel dan yang lainnya tegang. Namun saat mendapati keindahan Danau Bedugul seolah terbayar dengan perjalanan sedikit berliku.
"Wonderful Indonesia, yuhuuuu."
"Jangan jauh-jauh yah guys, kita mampir 1 jam trus lanjut Maksi dulu." ucap BG saat melihat temannya berhamburan.
"Wokeeyyy."
"Siappp boss."
"Baby kenapa kamu diam aja sih." tanya BG.
"Sedikit enek."
"Sini minyak kayu putihnya, aku gosokin lehermu." ucap BG, lalu saat Abel memberikan BG membaluri sekitaran tengkuk Abel dan sedikit memijatnya.
"Nanti cari obat yah dijalan."
" Iya sayank."
Setelah berswafoto, makan siang dan melanjutkan keperjalanan berikutnya
kini mereka tengah berbelanja dipusat oleh-oleh khas Bali.
"Beli kaos balinya samaan yahh." ucap Airin dan semua mengangguk setuju.
"Buat team pilihin Kev, entar jadiin satu sama belanjaan gue." ucap BG.
"Sayank sini deh, ini bagus nggak buat kita." tanya Abel menunjukan kaos couple pada BG.
"Kita, aku sama kamu gitu." tanya BG dan Abel pun mengangguk sumringah.
"Bolehh, mau pake sekarang." lanjut BG.
"Mau yahh."
"Iyaa mau baby, sekalian carikan buat ayah bunda Arkana."
"Udahh kok, mas Alvin mbak Nina juga udah. yang ini buat papa sama mama." jawab Abel.
"Trus anak-anak mau dibawain oleh-oleh apa."
"Macem-macem biar nanti mereka pilih sendiri."
BG mengangguk, Abel memang tipe gadis yang dermawan bahkan sudah terfikir kan untuk membawakan oleh-oleh untuk yang lain.
Setelah puas belanja bahkan kini mereka sudah berganti baju couple bersebelas dan langsung diabadikan di SG dan WS, akun medsos mereka.
"Si Gama protes nyesel kagak ikut." celetuk Devan.
"Begoknya kagak mau ditraktirin boss BG."
"Nyesel sampek ke tulang-tulang kagak tuhh ahahhahah."
Sementara BG dan Abel hanya tersenyum mendengar ocehan para sahabatnya, sambil merangkul pinggang Abel seolah tak ingin sampai terlepas.
"Ayook last kita menunggu sunset kan boss." tanya Riki.
"Hemmmb." sahut BG bergumam.
Akun medsos mereka penuh dengan spam dari para teman-teman nya yang iri tak bisa ikut, dan gak semua dari mereka meminta oleh-oleh.
"Hape sapa yang memorynya masih muat." celetuk salah satu diantara mereka.
Karena begitu banyak foto yang diabadikan selama berliburan membuat memory Hape penuh.
"Punya Angga, sama Kevin nohh kalau punya BG jang ditanya aset negara itu." celetuk Devan.
"Pinjem dong guyss.. Bentar lagi sunset nihh, pemandangannya exotic." ucap Cindy.
__ADS_1
"Suka-suka elo dah."
"Mang dasar para ciwi-ciwi."