Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Masih Dania


__ADS_3

"Apaaaa, kamu hamil."


Sebuah teriakan menggema membuat Abel dan yang lain menoleh kearah sumber suara, mendapati sosok yang datang membuat Dania panik. Tidak dengan Abel dkk, mereka tak tahu siapa orang itu.


"Kamu hamil dengan siapa hahh, dasar anak tak tahu diuntung." ucap lelaki itu bahkan mendorong Dania dengan kasar pada Dania membuat Abel takut.


"Apa kamu yang sudah menghamili anak ku." ucap pria itu pada BG, terjawab sudah jika dia merupakan ayah Dania.


"Saya tidak ada hubungan apapun dengan putri bapak." jawab BG lugas sambil mendekap Abel disisinya.


"Mana ada maling yang ngaku." ucap ayah Dania sarkas.


"Ckk terserah." gumam BG lelah menghadapi pria di depannya.


"Ada apa ini Bagas." ucap seseorang yang baru datang menyela mereka.


"Orang ini nuduh aku sembarangan om." jawab BG pada Sagara rektor sekaligus om nya. Sagara tertarik melihat ada kerumunan dekat parkiran saat dia baru sampai di kampus.


"Masalah apa, mohon diselesaikan dengan baik apa kalian tidak lihat disini ruang terbuka." lanjut Sagara, walau ia tak tau duduk masalah nya namun karena ada BG disana berarti dia harus tau.


"Pemuda ini yang menghamili anak saya, tapi dia tidak mau mengaku." ucap ayah Dania, membuat BG geram namun tidak dengan Sagara, dia tidak percaya dengan ucapan pria paruh baya itu.


"Cukuuuuup." teriak Dania lantang, dia tak ingin lagi membuat kesalahan pahaman ini semakin menjadi.


"Bukan Bagas yang salah, tapi..." lanjut Dania namun dia diam sejenak meraup oksigen dalam-dalam.


"Om Robi lah yang berbuat." kata Dania lalu dia jatuh terduduk, Dekka dan Abel sigap menangkapnya. Abel tak menyangka beban hidup Dania seperti ini, dia tak punya teman untuk berbagi dengannya pun hanya bertemu dikampus selebihnya Dania menghabiskan waktunya dirumahnya sendiri.


"bagaimana bisa kamu menuduh om mu sendiri."


"Menuduh kata ayah, aku ini anak ayah bukan sampai ayah tak mau percaya padaku. Kalau ayah tak percaya silahkan cek cctv rumah karena semenjak hari pertama badjingan itu datang aku sudah memasang cctv dengan uang ku sendiri." balas Dania seolah ayahnya tak mau percaya dengan ucapannya, ayahnya kini bungkam jika sampai Dania benar dia bahkan akan menguliti habis Robi adik iparnya. Ayah Dania merasa lalai menjaga anak semata wayangnya, dia bekerja keras untuk menghidupi nya namun dengan adanya kejadian saat ini dia merasa gagal.


"Tapi sejak kapan om mu melakukan ini semua." tanya ayah Dania.

__ADS_1


"Setelah ujian semester dua, saat ayah pergi keluar kota. Saat itu dia bilang ayah menyuruhnya untuk menjaga ku. Tapi pada akhirnya Dania tau itu hanya siasatnya saja." jelas Dania.


Sagara diam, memperhatikan sekeliling memang tak banyak mahasiswa disana karena masih ada jam mata kuliah. Sebagai rektor dia harus melindungi mahasiswa nya dari berbagai bentuk masalah.


"Karena kejadian ini diluar aktivitas kampus saya mohon, bapak sebagai ayahnya menindak secara bijak. Dania jika butuh apapun kamu hubungi bapak, inshaalloh bapak akan melindungi mu dari perbuatan keji." ucap Sagara menenangkan.


"Tak mungkin dia akan mempertanggung jawabkan padamu Dania, bagaimana jika Tante mu tau." ucap ayah Dania lirih.


"Aku tau ayah."


"Mohon maaf om, sebenarnya beberapa hari yang lalu Dania mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Namun bukannya dia yang meninggal justru teman kami yang celaka karena berusaha menghindarinya menabrakkan diri." sela Kevin, disaat seperti ini memang Kevin cakap menengahi suasana.


"Apaa.." Sagara terkejut pun dengan ayah Dania, sedangkan Dania pun hanya menangis sesenggukan.


"Ini tidak mungkin."


"Semua sudah terjadi om, bahkan teman saya meninggal ditempat dan satunya masih dalam keadaan koma." Potong BG, Sagara sebagai rektor lagi-lagi dibuat tak percaya dengan berita ini.


"Apa mereka mahasiswa Erlangga Bagas." tanya Sagara.


"Seharusnya biar aku saja yang mati, hu hu huhhhh." gumam Dania lirih.


"Tidakkah kamu bersyukur, Tuhan masih berbaik pada mu Dania." ucap Abel.


"Bahkan takdir itu berbalik pada kedua teman ku, itu tandanya Tuhan memberikan kesempatan kamu untuk berjuang pada hidup mu dan anak mu." lanjut Abel, tak ada tangisan lagi saat ini untuknya mengingat Nia.


"Bertanggung jawablah pada hidup mu, jaga lah amanah yang diberikan pada mu. Itulah hukuman yang diberikan tuhan pada mu saat ini." pungkas Abel lalu memeluk Dania, agar dia tak lagi merasa kesepian. Mereka yang berada disana menjadi saksi dimana tak ada lagi beban Abel, dia sudah menyampaikan amanat dari Nia.


"Ayo pulang nak kita selesaikan dirumah." ucap ayah Dania.


"Enggak ayah, dia bakal kerumah lagi." ucap lirih Dania, kenyataan jika hampir seminggu ia tak pulang membuat sang ayah akhirnya mencarinya ke kampus. Ternyata kepergian anaknya hanya untuk menghindari Robi.


"Lanta kamu tinggal dimana, apa kamu tega meninggalkan ayah sendiri."

__ADS_1


"Dania, Dania tinggal dikosan ayah."


"Tinggalah sama aku Dan." sela Cindy, karena memang sebulan ini dia sudah menyewa apartemen dekat kampus.


"Itu lebih baik kalau seandainya om mu menemukan mu, kamu ada teman." sahut Sagara, ayah Dania mau tak mau setuju dengan pendapat rektor mereka.


"Apa tidak merepotkan."


"Justru ini perintah Nia untuk membantu kamu Dan, ini misi kita saat ini." ucap Cindy frontal membuat Dekka dan Abel melongo, Sagara dan ayah Dania bahkan bingung tak paham maksud gadis itu.


"Bukan apa-apa mau yah tinggal sama kita." potong Dekka, akhirnya Dania mengangguk. Circle Abel memang bukan kaleng-kaleng ia yakin akan aman bersama mereka.


"Dan untuk bapak silahkan diselesaikan secara kekeluargaan, jika bapak tidak ingin masa depan putri bapak hancur." ucapan Sagara cukup telak, Dania hamil bukan kah sudah menjadikan masa depannya hancur.


"Ayah Dania enggak mau nikah sama om Robi." ucap Dania memelas.


"Bagaimana pun juga om mu harus bertanggung jawab Dania." jawab ayah Dania.


"Tap... Tapi om Robi suka nyakitin Dania ayah, dia bahkan gak bisa punya anak dengan Tante karena dia suka nyakitin." jawab Dania ambigu, Abel yang merasa ini pembahasan masalah dewasa pun memandang BG. Dia panik karena Abel merasa malu mendengar bahasan itu.


BG yang melihat Abel salting pun paham, dia mengkodenya dengan tetap tenang.


"Maksud kamu nyakitin bagaimana."


"Om Robi bahkan memaksa berhubungan badan walaupun sudah tau Dania sedang hamil. Bahkan.. Bahkan dia berbuaaat kaaasar." jelas Dania, disisi lain ayah Dania dan Sagara sebagai pria dewasa cukup tau yang dimaksudnya.


"Haaahhhh."


"Heummm."


"Biarkan saya yang menikahi Dania om."


Sagara dan ayah Dania menoleh kearah suara itu, BG bahkan Abel cukup terkejut dengan keputusan yang dibuat temannya.

__ADS_1


"Kamu tau resiko dari keputusan mu Kevin." tanya Sagara, Kevin yang tiba-tiba ingin bertanggung jawab atas bayi Dania membuat mereka semua cukup terkejut.


"Loe gak perlu lakuin itu Vin."


__ADS_2