
Hai Guys Jang lupa likeπ love β€οΈ gift π vote π« dan komentnya β¨οΈ yahhh... Caranya gimana tinggal dipencet aja logo trus tinggal pilih mau gift apa aja boleh.. ditunggu yah guys Mamaciii.. luvvvv πππ
Masuk awal semester tiga perkuliahan belum ada hal yang berubah masih dengan aktivitas yang sama, lain halnya Angga. Pemuda yang dijuluki bang Toyib itu kini menjelma menjadi sosok yang tak kenal lelah berburu dolar. Padahal sang Bagaskara tentu tak akan tinggal diam saat temannya sedang susah, namun Angga yakin dia mampu bangkit.
Setelah selesai mata kuliah jam pertama, BG berada di kantin sembari menunggu jam kuliah kedua. Hanya ada Riki dan Kevin disana, Angga kini sedang mengikuti mata kuliah susulan semester 1 yang terlewat karena dia baru masuk disemester 2.
"Dekka, Cindy juga kelarnya sejam lagi." tanya Kevin pada Riki, yang sedang menanti para gadis yang masih ada jam kuliah.
"Iyaa sama kek Abel."
Sedangkan BG masih asyik dengan minuman nya, tak bergeming sedikit pun.
Dretttdrtt...
Suara ponsel bergetar, ternyata berasal dari saku BG karena ia nampak merogoh saku nya.
"Hallo."
"Hallo Boss, Loe gak balik kantor."
"Masih ada kuliah reguler gue, kenapa mbak Din." tanya BG yang mendapatkan panggilan dari sekertaris nya.
"Loe gak lupa meeting di Restoran Restu kan."
"Lanjutan pak Sandi kan mbak. Iyaa gue inget kok itu jam makan siang kelar gue kuliah langsung otewe sama Angga." ucap BG lalu memasukkan ponselnya tanda obrolan nya dengan Dinda sekertaris nya itu sudah usai.
Menunggu satu jam lamanya tak masalah bagi BG mengingat akhir -akhir ini mereka jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Abel dengan tugas kampus, BG dengan berbagai proyek kerja sama.
Tak terasa sejam sudah ketiga pemuda itu menunggu teman-temannya selesai kuliah, namun mereka masih belum nampak kelihatan menuju kantin.
"Gas, Rik gue boleh duduk sini nggak." ucap seorang gadis yang nampak sedikit akrab dengan mereka, Riki dan Kevin memandang BG yang tak bergeming.
"Ehhh Loe mau nungguin cewek Loe yah, ehh sorry deh gue cari kursi lain aja."
"Sini aja Sil sebelah gue." sahut Kevin pada Sisil mahasiswi sekelas dengan mereka bertiga. Karena bangku yang kosong hanya sebelah BG dan Kevin, sebelah BG tentu sudah ada yang bakal nempati.
"Sini aja bentar doang gue kelar makan langsung cabut kalo sebelah Loe susah bawa ini nih." jawab Sisil seolah memang menginginkan duduk dekat BG.
Sreet dughh..
Akhirnya BG bergerak justru memilih pindah dengan Kevin, melihat BG yang memilih pindah Sisil tersenyum kecut. Bahkan perubahan raut mukanya, Kevin dan Riki sempat melihat itu.
"Ckckkkk." Riki berdecak, teman sekelas satu ini memang cukup gencar mendekati sahabatnya, bukan BG tak tahu itu justru BG sudah jaga jarak ketika Sisil ada gelagat suka padanya.
"Kenapa harus pindah sih, gue Bentaran ini." celetuk Sisil membuat Kevin terkekeh.
__ADS_1
"Eluu yah, si BG udah ada pawang jadi dia milih jaga jarak aman." sahut Kevin.
"Kalian masih pacaran aja udah seposesif itu."
"Ralat bukan Abel yang Loe kira posesif tapi lebih ke jaga perasaan pasangan. Masak Loe kudu dibilangin sihh." sela Riki.
"Btw bener yah isue loe tinggal bareng sama cewek Loe." ucap Sisil lirih, justru memantik emosi BG. Sejak kapan dia tinggal bersama sama Abel, yang bahkan telat sejam BG antar Abel sudah pasti dapat teror dari ajudannya.
"Loe salah berita kali, si Abel itu bukan cuma pacar tapi udah ke calon istri. Yakalik Abel nginep dirumah BG bisa digorok si bagas sama ajudan Abel." jelas Kevin sedikit kesal dengan ucapan Sisil.
"Maksud Loe apa hah, gue sama Abel gak bikin masalah sama Loe tapi Loe iseng gini." potong BG yang cukup panas hati nya.
"Ehh bukan gue yang bikin berita, gue denger- denger... iyaah anak-anak tuhh yang gosipin." ucap Sisil panik melihat wajah BG sedikit murka.
"Ada apa ini." potong Dekka yang datang bersama Cindy dan Abel dibelakangnya, mereka tak tau obrolan sebelumnya namun mereka tahu jika ada sedikit perdebatan di meja itu sebelum mereka datang.
Kevin beranjak melihat kedatangan Abel supaya menjinakkan singa nya yang hampir meledak itu.
"E e e gu gue udah ke..lar deh." ucap Sisil beranjak, bahkan sedikit panik.
"Hahhhhhhhh." Abel menghela nafas panjang, melihat kepergian perempuan itu, bukan Abel tak tau niat terselubung cewek centil yang bahkan suka pamer paha.
"Yaa ampun masih mulusan Abel kemana- mana keleuss." celetuk Cindy sompral, Abel menggenggam tangan BG agar tunangannya itu tenang. Dia tak mau menanyakan apa saja percakapan tadi.
"Gak tau malu mana pahanya Segede gaban." sahut Dekka.
"Buakakakkakkk."
"Hahhahah."
Akhirnya Riki dan Kevin tak sanggup lagi menahan tawa mendengar umpatan dari kedua gadis sahabat somplaknya itu.
"Astagaa."
"Jangan gitu ihh, kita juga cewek loh." ucap Abel menghentikan kedua sahabatnya menggosipkan temen sekelas BG tadi.
"Gue cewek tapi tau malu banget gue Bel elaahhh." celetuk Cindy, membuat BG terkekeh.
"Ehh sorry gaes baru keluar gue." potong Angga yang baru bergabung.
"Ngga pesenin makan dong." ucap Cindy karena tinggal mereka ber empat yang belum makan.
"Iyaa deh mau apa aja."
"Samain yahh gess, siomay es jeruk es nya dikit ajah." jawab Dekka, Angga mengangguk lalu beranjak memesankan makanan.
__ADS_1
"Habis ini masih ada kuliah baby" tanya BG pada Abel.
"Nggak ada udah dirapel langsung sama Prof Zayn." jawab Abel.
"Tumben gak disuruh bawa-bawa." celetuk Kevin sontak Riki pun menjitak sahabat nya itu.
Tukkkkk...
"Otak Loe kagak bisa kompromi banget sih Vin." ucap Riki paham sekali BG sangat sensitif dengan duda satu anak itu.
"Ishhh iyaaa iyaa."
"Yaa iyaa sih kan gak pernah absen tuh Prof nyuruh Abel." celetuk Cindy santai menanggapi ocehan Kevin, Abel tersenyum dan menenangkan sang Bagaskara sudah sering dia katakan mau ada sepuluh prof Zayn sekalipun hati nya masih tetap setia pada tunangan nya seorang.
"Hallo kakak tantikkk." teriak seorang gadis kecil menyapa Abel, Abel tak bergeming karena dia tak merasa mengenal anak kecil itu.
"Lahh anak sapa inih." ucap Kevin mereka berenam menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan orang tua anak ini.
"Lohh adik sendiri, mana mamanya." tanya Dekka, membuat anak itu menggeleng pelan mereka pun tak tahu maksudnya.
"Orang tua kamu dimana dek." tanya Cindy.
"Kakak tantikk antelin Lista ke papi duongg." ucap anak itu cadel sambil menarik-narik tangan Abel.
"Loe kenal nih anak Bel." tanya Dekka pada Abel.
"Enggak lahh."
"Trus kok dia ngenalin kamu baby."
"Enggak tahu aku juga bingung."
"Adek namanya siapa."
"Calista om." ucap anak itu menjawab Kevin.
"Lahh manggil Abel kakak ke gue kok jadi om."
"Pfffffttt."
"wkwkwkkw."
"Adek kenal sama kakak ini." tanya Dekka sambil menunjuk ke Abel.
"Dak kenal tapi, Lista liat di hape papi."
__ADS_1
Degg..
Deg...