Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
BG Party


__ADS_3

Watch out Part Kebucinan Haqiqi guys, Tolong yang jomblo melipir Yess..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=********\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Rikiiiiiii."


"Apaa Bell." sahut Riki.


"Katanya aku mau dihukum, dihukum apa aku."


"Entahlaaahh." jawab Riki setengah menggoda.


Setelah menunggu lama BG membersihkan tubuhnya sekaligus mengganti pakaian, karena waktu menunjukkan pukul 17.


"Ayoo baby ikut aku." ucap BG.


"Kemanaa."


"Tentu saja menjalankan hukumanmu." jawab BG.


"Dihhh, sebelum kamu hukum aku, kamu harus ikut aku dulu." ucap Abel.


"Kemanaaa..." tanya BG.


"Rahasiaa dong."


"Gimana kalau aku gak mau." jawab BG.


"Ya paksa lahh." ucap Abel lalu mengkode Riki untuk menutup mata BG, bahkan sudah ada Devan dan Kevin yang bersiap mengevakuasi BG kala dia berontak.


"Wait.. wait." sela BG.


"Ada apa, cepet nurut ihhh udah mau malam." tanya Abel.


"aku mau nurut dengan satu syarat." ucap BG sambil menyeringai.


"Apaa."


"Tentu saja kamu harus jalani hukuman."


"E-eee hmmm... Ba-baiklah, Apa hukumannya." tanya Abel lalu BG pun mendekat dan berbisik, nampak Abel menelan ludah susah payah.


"Hellooo, kalian kalau bisik-bisik entaran dehh, ini mau Maghrib, mau kelean tidur disekolahan." ucap Devan.


"Gimana baby." tanya BG, terlihat Abel mengangguk pasrah.


Dan BG pun mau dan menurut saat matanya tertutup, lalu dipapah oleh Devan dan Kevin.


"Tunggu nie tangan kok kek tangannya panda, tangan kamu mana baby." ucap BG sambil menghempas tangan milik Kevin.


"Udah untung dipegangin." sahut Kevin.


Abel mengulurkan tangannya menggenggam tangan BG.


"Bukan kayak gini sayang, kamu kira mau nyebrang gandengan. Gini nihh." ucap BG sambil melingkarkan tangannya dipinggang Abel.


"Duhileee ini kapan sampainya." celetuk Devan.


"Tsk, jomblo jang protes. Susah begok jalan gak pake mata gini." jawab BG.


Untuk segera menyudahi perdebatan Abel tak sedikitpun menimpali ucapan sang tunangan.


Didalam kendaraan pun penutup mata BG tak dilepas.


"Baby ini kapan dilepas."


"Nanti my fiance."


"Yaudahh sini." titah BG sambil merentangkan kedua tangannya, membuat Riki dan Kevin yang berada di satu mobil mendengkus.


Setelah dua puluh menit perjalanan dan tiba dilokasi pesta, dan masih dengan penutup matanya.


Karena Abel harus mendahului BG kedalam guna ganti pakaian dan merapikan penampilannya, dengan terpaksa BG dipapah menuju lokasi bersama sahabatnya.


"Coba tadi Abel yang nuntun, pasti gak lama." ucap BG.


"Yeee, itu mau elo."


"Lagian kalau Abel enggak ganti baju entar nggak kelihatan spesial nggak cantik." ucap Riki.


"Justru itu jangan sampai cantik." sahut BG.


"Lahh kenapa."


"Entar banyak yang ngelihatin, gue gak suka." jawab BG.


"Cihhh, dasar Bucin." ceplos Kevin.


"Cihhh biarin jomblo sihh. Ini perasaan kok gak nyampek-nyampek sihh."


"Tinggal ikut ini."


"Diem aja jang pake protes."


"Ini kagak loe sasarin kan." ucap BG.


"Pengen banget sebenarnya sumpah, entar biar Abel kencannya sama yang lain." celetuk Kevin.


"Gue tabok loe Kev."


"Makanya jang brisik elaaahh, bentar lagi sampek."


Dalam jarak 1 meter dari posisi berdiri Abel nampak Riki dan Kevin sedikit melepaskan tuntunannya pada BG, dan pergi ngacir begitu saja.


"Woee Rik, ini udah bisa dibuka kan." ucap BG sambil menggerak-gerakan mencari-cari keberadaan Riki dan Kevin.


"Woeey kalian kemana, gilak loe pada." teriak BG frustasi.


"Siyalan kalian berdua ngerja...in gue." ucap BG terpotong saat membuka penutup matanya dan melihat keberadaan sang Arabella.


Blurppppp.. blurrrrpp suara confetti diledakkan terdengar nyaring.


"Surpriseeeeee." teriak para tamu undang.


BG nampak tersenyum senang melihat keberadaan papa mamanya komplit beserta sang tunangan dan keluarganya.


Tak lupa teman-teman dan para sahabatnya pun turut hadir.


"Prokk.. proookk."


"Hepii birthday Bagas."


Tak kuasa menahan haru bahkan pelupuk matanya sudah menggenang, segera dia mendekat kearah sang tunangan.


"Ini pasti kerjaan kamu." ucapnya, dan Abel pun mengangguk.

__ADS_1


"This is teamwork." jawab Abel.


"Makasih yahh." ucap BG sambil mengusap kepala Abel


"Beruntung ada bapak Raharjo coba saja jika tak ada sudah kubekep badan mungil itu didekapku." batin BG.


Abel menggiring BG masuk kedalam tenda cafe yang sudah dirancang untuk birthday party sang Bagaskara. Tak ada Dekorasi berlebihan, Abel lebih mengutamakan tema perbasketan dengan latar pemain basket legenda idola BG "Kobe Bryant.".


"Do you happy." tanya Abel.


"More than happy."


"this not enough." ucap Abel.


Setelah mendapati kursi duduk, semua tamu undangan menikmati makan malam begitu juga dengan dua keluarga BG dan Abel. Namun sebelum dinner dimulai akan dilakukan tiup lilin terlebih dahulu.


"Selamat malam para tamu undangan, terima kasih sudah hadir, dalam acara syukuran bertambah usia ananda Bagaskara. Baiklah langsung saja acara dimulai, mohon untuk mas Bagas maju kedepan didampingi mama papa.


"Sama Abel." ucap BG koreksi MC.


"Ohiyaaa mbak Abel, yang sudah menyiapkan syukuran ini. Maaf.. maaf emang sengaja kok, soalnya mbak Abel yang bikin rulesnya." sahut MC.


Lalu acara tiup lilin dimulai dengan menyanyikan medley lagu ulang tahun.


"Nahhh, sekarang Kue pertama potongannya dikasihkan siapa. . ini hayoo." tanya MC.


"Papa dan Mama." jawab BG lalu menyuapkan kuenya pada ortunya.


"Yang kedua buat siapa."


"Ayah sama bunda mertua." jawab BG.


"Huaaaa, kue keduanya buat camer ternyata baik." ucap MC lalu BG pun beranjak menyuapkan kue pada ayah dan bunda Abel.


"Ini yang ditunggu-tunggu last kuenya pasti buat mbak Abel kan." ucap MC.


"Lahhh pake nanya." jenaka BG sontak membuat para tamu tertawa.


Saat menyuapkan kue pada Abel, BG berniat mengerjainya dengan menoelkan krim ke hidung Abel.


Pipppp..


"Bagas ihhhh." ucap Abel setelah hidungnya ditoelin cream.


"Iseng yaah mas Bagasnya."


"Gak papa tadi dia udah ngerjain saya." jawab BG sambil tersenyum manis pada Abel.


"Yayayaya, baik acara selanjutnya adalah makan malam, monggo dinikmati hidangan yang sudah tersedia." ucap MC mempersilahkan.


"Malam semua para tamu undangan, untuk menemani makan malam, kami akan menyumbangkan sebuah lagu untuk hadirin sekalian, semoga terhibur." ucap Devan, dan mulai memainkan music.


Sembari menikmati hidangan dan juga lagu, perform dari Devan di meja kini Abel sedang melayani sang tunangan sebagai hukuman karena sudah mengerjainya dengan mendatangkan sosok yang paling ditakutinya.


Flashback On


"Jadi baby hukumanmu adalah



Kamu harus menuruti semua perintahku.


Kamu harus selalu berada didekatku tidak boleh menjauh sedikitpun,


kamu nggak boleh kelihatan sama cowok manapun,


kamu harus membuat aku bahagia seharian ini yang bahkan membuat aku menangis bahagia.



Flashback Off


Sesuai dengan hukumannya maka Abel mau tak mau harus ekstra sabar mendapati sang tunangan dengan mode manjanya. Menyiapkan makannya hingga BG tak membiarkan Abel jauh sekalipun.


"Aakk." ucap Abel karena tugas pertama dia harus menyuapinya.


"Kamu sambil maem juga dong." ucap BG dan Abel pun mengangguk.


Saat ada makanan yang belepotan dibibir BG pun, Abel tak sungkan membersihkannya.


Devan menyanyikan dua lagu, bertepatan dengan selesainya dinner.


"Baiklahh, untuk lagu selanjutnya kali ini bukan saya yang menyumbangkan lagu, yang punya acara yang akan menyumbangkan suara emasnya. give applause nona Arabella." ucap Devan memanggil Abel, sempat BG menarik Abel tak membiarkan dia tampil.


"Kamu disini aja baby." ucap BG.


"Katanya pengen bahagia, i'll do it." sahut Abel, dan mau tak mau BG melepaskannya.


"Ciee, gak dibolehin cieee." teriak Devan dari atas panggung, membuat Abel menggeram.


"selamat malam semua." sapa Abel.


"Mau nyanyi apa Bell." tanya Devan.


"It's Only me, kaleb." jawab Abel.


"Selamat malam, disini Abel mau nyanyikan sebuah lagu khusus buat yang lagi ultah, semoga suka." ucap Abel pada audience.


"I will always be the one who pull you up


When everybody push you down


And it's only me


Believe me boy it's only me


Yeah it's only me"


Saat Abel menyanyi dibelakang layar besar sedang diputar kejadian dimana seorang Bagaskara sedang bermain basket hingga pertandingan lomba beberapa saat yang lalu.


Semua undangan bahkan dibuat terkejut saat video pranknya ditampilkan, bahkan hampir semua tamu mereka ikut tertawa.


"Maaf yahh sudah ngerjain kami dari team prank mengucapkan.." ucap Abel, sembari melihat video itu.


"Minal aidin wal faizin." sahut Devan.


"Lo kira lebaran." celetuk Riki.


"Bercanda suka gak tau tempat." geprak Kevin.


"Iyeee..iyee."


"Kami mengucapkan, It's a wraapp." lanjut Abel, dan tepukan menggema.


Tak lama BG pun maju kedepan meraih mic.

__ADS_1


"Thanks yahh team, buat idenya. Seharusnya gue murka nihh, berhubung anggotanya termasuk Abel jadi yahhh, kali ini gue maafin. Btw karena malam ini juga spesial, gue mau say thanks buat kalian. Enjoy it." ucap BG lalu menarik Abel untuk duduk didekatnya.


BG mulai memetik senar gitar yang dia pegang.


"You don't know, babe


When you hold me


And kiss me slowly


It's the sweetest thing


And it don't change


If I had it my way


You would know that you are


You're the coffee that I need in the morning


You're my sunshine in the rain when it's pouring


Won't you give yourself to me


Give it all, oh


I just wanna see how beautiful you are


You know that I see it


I know you're a star


Where you go I follow


No matter how far


If life is a movie


Then you're the best part, oh oh oh


You're the best part, oh oh oh


Best part"


BG menuntaskan lagu sembari disahuti Abel, seolah dia back vocal.


"You are my best part baby, and also this my best birthday too." ucap BG sambil memandang dalam Abel.


"Eciyeeeeee."


"Suiiiiittt, suiiitt."


"Saa ae loe dadar gulung."


Sementara para ortu begitu sumringah melihat kedua remaja yang saling mendukung satu sama lain.


"Mbak, besok Abel mau saya bawa pulang boleh nggak." tanya mama BG.


"Kenapa mbak." tanya Bunda.


"Pengen aku peluk itu anak kok ngegemesin banget mbak." sahut mama BG.


"Hahahahhah, boleh-boleh." ucap Bunda, sontak membuat para bapak-bapak tertawa.


"Beruntungnya aku punya mantu Abel." sahut mama BG.


"Bisa aja loh mbak kamu." timpal Bunda.


Dinner pun berakhir dan kini Abel bersama BG sedang bersama menuju kesuatu tempat.


"Kenapa kesini." tanya Abel saat BG tengah membawanya ke rooftop cafe..


"Disini ada rooftop khusus baby, pasti kamu suka. Dah ini cafe punya ku yang dikelola anak-anak." jelas BG.


"Kenapa sepi."


Sang Bagaskara pun hanya menjawabnya dengan senyum tipis.


"Tentu saja, aku sudah kosongin buat private room kita."


"Trusss."


"Just follow me." sahut BG yang terus membawanya ketempat duduk yang berada disudut.


Sampai ditempatnya, baru Abel sadari jika sudut ini merupakan sudut terbaik dengan pemandangan yang berlatar gemerlap kota.


"Ini emang disetting begini, look." ucap BG sambil menunjuk keatas langit.


"Jika langit cerah kita bisa lihat rasi bintang juga." papar BG, dapat dia lihat Abel nampak sumringah melihat pemandangan yang ditunjukkannya.


"Betul kan kataku."


"Apaaa." tanya Abel.


"Kamu pasti suka."


"Bangetttt, makasih yahh." sahut Abel.


"Aku yang makasih baby, kamu udah hadir dihidupku, kamu udah menghiasi hariku, entah itu susah senang rasanya enggak akan cukup." ucap BG, tak lupa membawa kedua tangan Abel digenggamnya.


Abel dan BG duduk berhadapan, saling memandang.


"Entah bagaimana rasanya aku harus mengungkapkan rasa bersyukur, more and more."


"Semua sudah diatur dan tertulis lengkap oleh yang kuasa, jika memang tidak ada garis untuk kita bertemu.. Hemmb bisa jadi saat ini bukan aku yang kamu jumpai. Just like you said earlier if this is your best part, so am i, you are my best part too." jawab Abel, tak lama BG menariknya kedalam pelukannya.


"Don't ever doubt my feelings, and don't ever think to leave me." ucap BG, Abel mengeratkan tangannya membalas pelukan BG.


Rasanya tak ingin waktu berlalu, cukup stuck dimoment ini, moment dimana dia merasa nyaman dipelukan sang tunangan, namun semuanya mustahil.


Sang Bagaskara meregangkan pelukan, membawa Abel kehadapannya, menatapnya erat.


Merasa BG seolah meminta jawaban atas ungkapannya tadi, Abel tersenyum menangkupkan kedua tangannya diwajah sang tunangan.


"Until whenever, I always believe in you, with your love, with your affection and also with your attention, but.. you also  always remember that what I said, I will go if it starts with you." Ucap Abel.


"it will never happen baby." sahut BG lalu...


Cupppp..


BG mencium tepat dibibir mungil sang Arabella, bahkan Abel nampak terkejut dengan ulah tunangannya itu.


"This, is my First kiss." ucap BG sambil mengusap pelan bibir mungil Abel.


"And this, is your first kiss too." lanjutnya sambil mengarahkan jari Abel menunjuk bibirnya.

__ADS_1


Seketika Abel merasakan pipinya panas, semburat pink pun tak bisa ia sembunyikan.


Sungguh wajah Abel nampak seperti buah cerry, rona merah yang muncul semakin membuatnya nampak menawan.


__ADS_2