
Spinn Off Masih Di putih Abu-abu yahh Guys..
Tap 👍 like ❤️ love 🎁 Gift dan jangan lupa ⌨️ Komennya Ditunggu selalu biar Minthor tambah Semangkaa, Ehhh Kesalah Semangaats..
Happy Reading Guys...
~°°°°~
Dan pada akhirnya Airin pun memilih jalannya sendiri, dengan pergi meninggalkan tanah air untuk melanjutkan pendidikan kuliahnya.
Malam prom usai ke esokan harinya Abel dkk bersiap mengantarkan sang sahabat dan melepasnya dengan rasa sedikit haru dan sesak di dadah. Namun Abel rasa keputusan Airin sudah tepat untuk menghapus jejak masa lalu, dan tentunya demi keberlangsungan hidup bersama.
Abel sudah bersiap menunggu rombongan BG sang tunangan dan para sahabatnya untuk pergi bersama ke bandara. Tidak semua sahabat datang mengantar minus Devan dan teman sekelas Abel yang absen pergi kebandara. Bungkam satu kata yang menggambarkan sosok Arabella kini. Tak sedih, tak juga bahagia karena sekeras apapun Abel melarang Airin pergi nyatanya tak bisa mengubah kenyataan saat ini.
"Ini beneran gak ada kabar sama sekali dari Angga." celetuk Cindy.
"Kalaupun ada bisa apa kita kalau Airin sudah milih keluar negeri." jawab Dekka.
"Iyaa sihh."
"Please entar di bandara jangan Sampek ada yang bahas Angga." potong Dekka.
"Hemmm."
"Sendiko Gusti Kanjeng Dekka."
"Baby." panggil BG pada sang tunangan yang masih diam seribu bahasa. Abel hanya menoleh dan tersenyum, BG tahu kondisi hati Abel, namun BG tak bisa membiarkan dia merasakan kesedihan sendiri.
"Sudah yahh, enggak baik memikirkan yang terlalu dalam, biarlah Airin meredam sakit hatinya. Kita doakan saja, semoga akan ada takdir yang indah untuknya." Ucap BG sambil mengelus lembut rambut Abel. Abel mengangguk tapi masih tak bergeming. Para sahabat pun hanya mampu menjadi penonton.
"Perlu dikirim teluhh darah nggak sihh buat si Paijo." celetuk Metta.
"Lahhh titik lokasinya aja kita kagak tau dimana itu bocah.
"Hahhh bentar dehh sapa tuh Paijo." sahut Cindy.
"Otak Loe telmii banget sih Cin astagaahh." ucap Kevin.
"Yang Kevin nihh yang." Adu Cindy pada Wira.
__ADS_1
"Yaa salamm tukang ngadu pulak." decak Kevin.
"Udaah- udahh diem Loe pada, berisik tau nggak." sela Dekka melerai keributan yang bisa berakhir brutal. Beruntung BG membawa kendaraan yang cukup untuk satu gerombolan para sahabatnya.
"Kicepp dah semua kalau Ummik Dekka sudah turun gunung. Siapp Umiik." sahut Kevin dengan segala tingkah konyolnya, yang membuat Abel tersenyum simpel melihat tingkahnya.
Tak lama mereka pun tiba dibandara, dan langsung menuju pintu keberangkatan dimana Airin dan keluarganya berada.
"Gas Loe bawain tuh bini Loe Tissue." bisik Kevin, Sedang Dekka disampingnya hanya melotot tajam karena tak sengaja mendengar bisikan ghaib dari Kevin.
Melihat Dekka menyorot tajam matanya membuat Kevin kikuk.
"Ahh elahh kan bener Dekk, Loe lihat aja tadi mata Abel dah berkaca- kaca, noh tuh bocah dah gak sabaran." Kilahh Kevin.
"Bodoooohhkk."
"Udahh buruu, pesawat bentar lagi naik."
Sementara BG sudah menyusul sang Tunangan yang sudah berlari menuju Airin.
"Sudah yahh gue pergi gak lama, gue usahain wisuda lebih cepat." ucap Airin yang melihat para sahabat yang mengantarkan ke bandara. Terlebih Abel yang menangis dalam diamnya.
"Gue bilang juga apa, untung tadi udah gue ingetin bawa Tissue." gumam Kevin namun masih bisa didengar yang lainnya.
"Awwwhhh." Riki pun beraksi menjitak dahi sahabat tengilnya itu.
"Berisikkkk."
"Syukurinn." Ucap Metta tanpa bersuara."
"Janji yahhh gak ada molor wisudanya." sahut Dekka, Airin pun mengangguk.
"Tolong jagain princess yahh." ucap Airin sembari menatap mata para sahabatnya, terakhir dia merengkuh tubuh mungil sang Arabella.
"Baik-baik yah, jangan berantem lama-lama sama BG. Kalau ada apa-apa kabari gue. Gue janji bakal baik-baik aja disana." bisik Airin pada Abel, yang menangis sesenggukan.
"Hemmm." sahut Abel.
"Justru seharusnya kita yang bilang ke elo, kalau Loe ada apa- apa Jang disimpen sendiri." ceplos Dekka sambil mencubit pipi Airin.
__ADS_1
"Loe masih punya kita Ai."
"Ckkk." Airin hanya berdecak dikala sang Arabella hanya diam tak menyautinya.
"Dengerin tuh Rin, awas aja kalau Loe sampe main rahasimen sama kita." sahut Kevin, sedangkan yang berada disana terkekeh mendengar ocehan Kevin.
"Iyaa deh iyaa." jawab Airin lalu menoleh kearah Abel. "Kalau kangen kan bisa nyamperin kesana naik private jet nya boss BG. Yaudahh kalian baik-baik yah, gue janji bakalan baik juga disana. Kalau ada apa-apa calling yah guys." ucap Airin sedikit menghibur Abel dan mengusap air matanya yang masih setia mengalir, terakhir kali sebelum dia menggeret koper besar miliknya, lalu memeluk satu persatu para sahabat dan keluarganya.
Sebelum benar-benar menjauh karena terdengar panggilan untuk pesawat yang akan membawa Airin menuju Negara tetangga melanjutkan pendidikannya akan segera berangkat, para sahabat dan keluarga melambaikan tangan dengan penuh haru.
Dibalik diamnya Abel sebenarnya tak rela melepas kepergian Airin, hanya saja dia tak mampu melawan niat yang sudah dikumandangkan oleh sang sahabat kecilnya itu.
Walaupun tak ada yang tahu apakah semua niat itu akan berjalan sesuai dengan tujuan awalnya. Menghilangkan jejak kenangan dari memori Airin tentunya.
"Haaahhhh bye Indonesia, bye kenangan. Sampai berjumpa lagi tanah airku." gumam Airin didalam pesawat saat lepas landas dari landasan pacu.
Setelah mengantar dari bandara Abel dan yang lainnya pun segera kembali kerumahnya, tidak dengan BG dan the Boys karena mereka memiliki aktivitas yang sudah menanti dengan kembali ke pekerjaan masing-masing.
Dikamar nya Abel menanti denting jam berputar hanya untuk menunggu kabar dari Airin setibanya di Negara Australia. Setidaknya butuh waktu 4-5 jam untuk sampai kenegara kangguru itu.
Tringggg....
Ponsel Abel berbunyi tanda pesan masuk, tak menunggu lama ia segera menyambar ponselnya di atas meja kamar, berharap pesan dari gadis yang membuatnya menunggu kabarnya.
"Babyyy, i'm landed. Cuma mau ngabarin aja belum bisa telp. Gue harus segera bongkar barang, Oke, nanti kalau ada waktu aku telpon. Bye."
Bunyi pesan dari Airin, setidaknya membuat perasaan Abel lega walau tak bisa mendengar suara, pesan dari cukup berarti.
"Hemmm.. Doaku selalu ada disetiap langkahmu Ai." monolog Abel, lalu ia segera mengetikan pesan Balasan.
Send..
"Okay, just enjoy your time well, take care of your health. Love You."
Tak lupa dia sertai dengan emoticon love dan kiss bye. Sekarang giliran Abel yang harus menata jalan hidupnya.
Keesokan harinya
Abel tengah disibukan dengan urusan persiapan dikampus, walaupun kegiatan perkuliahan masih akan dimulai sekitar 3 Minggu atau bahkan sampai 1 bulan kedepan. Sebagai calon mahasiswa baru mereka sibuk dengan persiapan orientasi kampus (OSPEK).
__ADS_1
Begitupun dengan beberapa para sahabat yang melanjutkan kuliah dikampus yang sama dengan Abel dan BG.
Arabella goes To Campus