Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Arabella and Bagaskara Day


__ADS_3

Sehari sebelum acara Engagement Abel dan bunda disibukan dengan pekerja dekorasi dan katering. Mama BG pun menginfokan jika dia akan berkunjung sore hari setelah finally meeting dengan WO.


Beruntung sedang libur sekolah sehingga membuat tenaga Abel tak begitu terforsir. Apalagi sang bunda dan mama BG pun ikut terjun.


"Ini bunda udah kayak mantu Bell."


"Beberapa tahun lagi kan emang bunda pasti mantu." sahut Abel dengan malu-malu.


"Iyaa sih. Tapi ini loh udah kayak resepsi kan."


"Hemmb, mama Bagas yang design bun bukan Abel yang minta."


"Alhamdulillah bunda seneng Abel dapat mertua baik." jawab bunda.


Kediaman Raharjo nampak berubah layak gedung serba guna yang dihias seperti gedung pernikahan namun lebih simple nan elegant.


1 blok ditutup saat acara untuk mensterilkan lokasi terlebih dengan kedudukan ayah Abel seorang petinggi abdi negara.


Ponsel Abel berdering, nama BG terpampang nyata.


Prince ❤️ calling...


"Hallo."


"Baby jangan capek semua sudah dihandle sama WO."


"Iyaa, ini juga sambil momong Arkana."


"Apaan di CCTV jelas kamu kek sibuk banget."


"Hahhhhh."


"Kenapa Baby."


"Kamu kok bisa nyambung CCTV rumah."


"Itu bukan perkara sulit buat aku sayang."


"Hemmb, yang disekolah pun kamu punya.. Jadi my fiance to be hacker now."


"Nope baby, tinggal minta tolong IT kantor papa. It's make me not worry about you again."


"Dikamar aku enggak ada kan."


"Kalau ada pun kan kelak aku suami mu sayang."


"Ihhh, beneran nih ada apa enggak."


"Hahahaa, enggak ada baby."


"Hemmb, kamu enggak kesini."


"Kenapa, miss me."


"you don't..??"


"Miss you so hard, padahal baru kemarin.  nanti sore yahh aku kelarin kerjaan dulu."


"Masih sibuk banget yahh."


"Sedikit kok, cuma nanti ada meeting mingguan."


"Heemm baiklah."


Abel dan BG mengobrol, tak akan ada habisnya jika mereka sudah berbicara di telepon.


Keesokan harinya,.


Tepat pukul delapan pagi Nina datang membawa beberapa anggota ayah Abel guna mempersiapkan detektor keamanan untuk acara. Mereka pun sudah mendapat tugas masing-masing setelah mendapat arahan dari WO sesuai dengan protokol kesatuan tentunya.

__ADS_1


Dekor dan katering nampak hampir 60 persen selesai, karena acara akan berlangsung pukul 7 malam nanti.


"Mbak Nin, udah punya gebetan belom." tanya Abel pada Nina asisten ayah.


"Mana sempat dik." jawabnya.


"Kenapa, sibuk ngurusin ayah Abel yahh."


"Hemmb, udah tugas mbak juga."


"Betewe kalau gak salah Mas Alvin juga jomblo lohh mbak." celetuk Abel.


"Ahh dia mah mana mau sama mbak." balas Nina ketus.


"Don't judge anything, which you do not wanna try."


Mendengar ucapan Abel, Nina terkesiap.


"Ngomong apa sih dik, siapa yang bakal tertarik sama mbak."


"Jangan minder dong, Abel yakin setelah acara Abel nanti pasti banyak yang terpesona sama mbak." ujar Abel, membuat Nina semakin gusar.


"Mana ada, udah ahh yuk masuk kamu mandi sana udah jam 4." sela Nina.


"Lagi ngobrol apa ini kok seru." potong Bunda.


"Ahh enggak bun lagi godain mbak Nina aja." jawab Abel.


Kemudian Nina berpamitan hendak mengurusi persiapan tim pengamanan.


"Bun, kalau menurut bunda mas Alvin sama mbak Nina cocok nggak." tanya Abel.


"Hahh, kamu ngaco Bell."


"Lhoo kok ngaco sihh bun, kan mereka sama-sama jomblonya. Abel mau niat ndeketin gitu." jelas Abel.


"Hemmmb, ada-ada aja sihh. Sana Mandi udah sore bentar lagi MUA nya datang juga." sahut sang bunda.


Kini Abel tengah dirias oleh MUA yang sudah disiapkan oleh mama BG. Sekitar empat puluh lima menit dirias Abel pun berganti dengan dressnya. Nampak perfek, tanpa make up pun Abel sudah cantik, kini dia tampil seperti bidadari.


"Aduhhh duhh, baby Abel cancikknyaa." ucap Airin yang baru saja datang bersama Dekka dan sahabat Abel lainnya.


"Mamaci."


"Turun yuk nona-nona." panggil mbak Nina diujung pintu kamar Abel.


Nina menggiring para remaja itu keluar dari sarangnya untuk menuju acara. Memasuki halaman tempat dimana sudah didekorasi konsep fairy tale, sudah banyak tamu yang datang 40 % adalah teman Abel dan BG sisanya adalah tetangga dan keluarga.


"Nahh mari kita sambut Arabella Triesna Raharjo putri kandung dari bapak Raharjo." sambut MC.


Semua terpana dengan sosok cantik yang sedang berjalan didampingi para sahabat perempuannya.


"Ahhhhkk baby Abel."


"Sadiss nihh cantiknya."


"Lope muaach baby Abel."


Abel hanya membalas ucapan para teman-teman nya itu dengan senyuman. Dia terus berjalan mendekat kearah panggung dimana disana sudah ada MC dengan duduk dua keluarga yang saling berhadapan.


Abel sempat bertatap mata dengan sang Bagaskara, lalu dia duduk diantara kedua orang tuanya berhadapan dengan keluarga BG. Prosesi dimulai.


"Baiklahh hadirin kita berkumpul disini guna menghadiri acara Engagement antara Bagaskara Hermawan putra bapak Hermawan Sahputra dengan Nona Arabella Triesna Raharjo putri dari bapak Raharjo Kusuma." lanjut MC.


Setelah serangkaian acara, kini tiba tukar cincin dimana BG dan Abel didampingi bunda dan mamanya.


Nama Abel sudah terukir di cincin yang dipakai BG begitupula sebaliknya.


Tiba waktunya ramah tamah Abel dan BG menemui teman-temannya. Namun diotak cantik Abel terbersit satu rencana.

__ADS_1


"Mas Alvin." Abel memanggil sang ajudan yang tengah mengobrol dengan anggota pengamanan.


"Kenapa Bell."


"Mas lihat mbak Nina nggak."


"Enggak kenapa ada perlu, aku carikan."


"Adaa sihh, ehh tapi tadi memang Abel suruh keliling sih sapa tau ketemu jodohnya." jawab Abel, dapat Abel lihat Alvin sedikit terkejut.


"Truss,."


"Yahh gak papa mas, biar aja nanti aku telp dia, Ehh iyaa apa mas Alvin gak nyeleksi jodoh juga banyak ciwi2 nihh." goda Abel.


"Hemmb, aku panggilin Bagas yahh." smirk Alvin terbit.


"Ehh enggak ding Abel nyari mbak Nina aja, bye." ucap Abel lalu meninggalkan Alvin yang sedang bengong.


Dugaan Abel benar sebenarnya Alvin mulai muncul perasaan pada Nina, entah disadari atau tidak. Abel curiga saat dia sakit kemarin Alvin begitu perhatian pada Nina yang sedang menjaga Abel.


"Baby kemana aja." tanya BG, sedangkan Abel hanya membalas senyuman.


"Ai Angga kemana." tanya Abel menyadari jikalau tak nampak batang hidung Angga.


"Dia gak bisa datang Bell, nganterin maminya." jawab Airin, Abel pun manggut-manggut.


"Trus nikahnya kapan Bell." celetuk Metta.


"Pertanyaan sompral banget." sahut Dekka.


"Yahh kan nanya."


"Lahh mohon maaf nih sebelumnya, Abel kan kagak mau pacaran nahh si BG kagak mau ditinggalin sama Abel. tercetuslah BG menjerat Abel." ucap Dekka.


Sedangkan Abel dan BG keduanya tak menggubris perkataan para temannya.


"Abel mau kuliah dulu kelees." sahut Cindy.


"Emang elo yang kebelet nikah kek kucing minta kawin." jawab Dekka.


"Seraahh kalian aja dehh." ucap Metta pasrah.


Ditengah obrolan mereka yang diselingi canda tawa nampak dari kejauhan ada seseorang yang menatap Abel dalam diam. Parasnya tak kalah rupawan seperti BG.


Masih ingatkah dengan Darren, putra salah satu kolega ayah Abel.


Nyatanya dia diam-diam mengagumi sosok Abel. Abel yang merasa ada yang melihat kearahnya pun mencari-cari pusat itu.


BG pun tahu jika Abel seperti gelisah.


"Kenapa sihh baby." tanya BG.


"Enggak tahu kek ada yang liatin tapi dimana." jawab Abel, BG pun mengedarkan pandang mencoba mencari sosok yang sedang menatap lekat gadisnya itu.


"Banyak baby yang lagi liatin kita, terutama kamu." jawab BG.


Tak sampai disitu Abel pun akhirnya mencoba melihat sekitar.


Deg..


Abel menemukan seseorang sedang menatapnya intens. Dia mengenalinya namun saat Abel balik menatapnya dia mengalihkan pandangnya.


Abel menoleh kearah BG lalu mengajaknya ketempat lain.


"Kenapa Daren liatin Aku terus yahh." batin Abel.


*


*

__ADS_1


to be continued


__ADS_2