
Sesuai janji Abel pada BG kemarin, menemani belanja bulanan hati ini setelah sarapan Alvin mengantarnya ke apartemen BG. Abel pun mengatakan jika mereka akan menghabiskan waktu seharian sebelum esok mulai aktivitas perkuliahan.
Namun bukan Alvin melarang adik kecilnya itu untuk menikmati kebersamaan dengan BG, hanya saja Alvin tetap memberikan batas waktu untuk hari.
Setibanya di unit apartemen BG Abel pun masuk dengan mudah karena dia mengetahui password akses kedalam. Gegas dia meletakan makanan yang dia bawa dari rumah untuk sarapan, lalu membangun kan sang tunangan.
Ceklekkk..
Nampak BG masih bergelung dibawah selimutnya, Abel membuka tirai agar cahaya matahari masuk keruangan.
"Sayang, bangun." ucap Abel sambil menepuk BG yang berada dibalik selimut.
"Hemmm."
"Ayoo buruan udah siang." ucap Abel sambil membuka selimut BG kebawah menampilkan wajah BG yang yang masih terpejam.
"Kalau gak bangun aku pulang yah."
"Hehmm, jangan iyaa aku bangun." jawab BG tanpa membuka mata sedikitpun. Abel beranjak menyiapkan air panas untuk sang Bagaskara, lalu menyiapkan pakaiannya.
"Bajunya udah aku siapkan, aku panasin sarapan dulu okeyh." ucap Abel lalu menangkupkan tangannya kewajah BG yang sedang terduduk bak mengumpulkan nyawanya.
Setelah selesai mandi nampak BG sudah bergabung di meja makan, mereka pun sarapan bersama.
"Nanti belanja dulu apa mau nonton dulu baby."
"Heummm, enaknya nonton aja dulu biar belanjaan nya masih fresh pas mau dibawa pulang." jawab Abel, BG hanya manggut-manggut sambil mengunyah.
__ADS_1
Sesampainya di mall tujuan mereka berdua, Abel dan BG langsung menuju ke bioskop agar bisa mendapat tempat yang bisa dipilihnya. Bagas mengantri dan Abel pun melipir duduk sembari menunggu BG. Belum lama duduk Abel dikejutkan dengan panggilan dari suara yang cukup dia kenal.
"Bell, wahh disini juga keleann." karena suaranya cukup nyaring membuat sang Bagaskara pun sontak menoleh kearah Abel.
"Iyaa." jawab Abel.
"Ehh mo nonton apa kelean Gas sekalian dong beli tiketnya." teriak Cindy bahkan BG pun pasrah.
"6 berarti boss." teriak Wira membuat BG mengernyit bingung, lalu siapa lagi yang akan nonton hari ini.
"Lohh emangnya siapa lagi." tanya Abel.
"Dekka masih otewe di parkiran sekarang." jawab Cindy.
"Owhhh."
"Eluu sihh mau nonton gak ajak-ajak." celetuk Cindy, tak lama BG pun sudah bergabung dengan mereka.
"kenapa nggak sekalian sih tadi." sahut Abel menanggapi BG.
"Gue mau popcorn nya pedas." sela Cindy.
"Nahh tuhh aku gak tau yang mereka mau baby, untung kan gak beliin tau gitu mubazir kan." jawab BG, membuat Abel meringis.
Mereka memasuki ruang bioskop karena panggilan entrance sudah dibuka, tak lama Dekka dan Riki bergabung. Setelah 3 jam berada dalam ruang bioskop karena cukup lama akhirnya Abel pun meminta untuk sekalian makan siang di food court, masih beramai-ramai dengan keempat sahabatnya.
"Ini kalau ada Kevin dan Metta komplit deh tim nya." celetuk Abel, membuat Cindy menoleh.
__ADS_1
"Lohh emang ini kita udah janjian keleuss."
"Hahhhh, maksudnya." tanya Abel tak paham.
"Mereka bakal kesini kok paling bentar lagi Sampek." jelas Cindy gak jelas membuat Abel saling pandang dengan BG mungkin dia tahu, namun Bagas menghendikan bahu karena dia memang tak tahu maksud Cindy.
"ngapain Kevin kesini Cin." akhirnya BG bersuara agar semua nampak jelas.
"Kita twuhh jandian diswini." ucap Cindy terjeda karena jitakan Abel mendarat tepat di dahinya.
Tuuukkk
"Telan dulu baru ngomong ihhh."
"Ishh, iyaaa iyaa, galak amat pms yah."
"Enggak kamunya aja yang jorok." jawab Abel, Cindy hanya cekikikan.
"Mereka mau belanja bulanan, si Metta sekalian belanja kebutuhan cafe makanya si Kevin mau nganter." jelas Dekka.
Sekitar lima belas menitan mereka yang dibicarakan pun nampak batang hidungnya, bahkan plus dengan Devan dan Nia. Semakin rame akhirnya pertemuan hari ini.
"O em jiii Abelllll." teriak Nia dari kejauhan.
"Kangen banget sama kelean guys."
"Duhileeee, ikut Duong kidz berpelukan nya." celetuk Devan.
__ADS_1
"Hahhhhh." BG menghela nafas panjang, niatnya untuk menikmati harinya berdua dengan Abel gagal karena kini bahkan mereka tengah berkumpul bak reuni kecil-kecilan.
Abel yang paham dengan BG pun menyemangati sang tunangan dengan menggenggam erat tangannya dan memberikan senyuman terbaik untuk Bagaskara.