
Hai Guys Jang lupa likeπ love β€οΈ gift π vote π« dan komentnya β¨οΈ yahhh... Caranya gimana tinggal dipencet aja logo trus tinggal pilih mau gift apa aja boleh.. ditunggu yah guys Mamaciii.. luvvvv πππ.
Senin nih mau donk dikasih Vote nyaaa.. Mamaciii
Dua Minggu kemudian Abel benar-benar siap konsultasi skripsinya pengerjaan bab 1-2 sesuai perintah dari dosbing. Meskipun Abel tengah sibuk mengerjakan skripsi BG senantiasa menemani Abel setelah pulang dari kantor. Bagi mahasiswa bisnis pengerjaan skripsi digantikan dengan laporan aktivitas kerjanya, terlebih BG dkk yang memang masih aktif bekerja.
"Gimana bab 2 udah selesai, kurang apalagi." tanya BG setibanya dirumah Abel, selelah apapun BG setiap hari nya selalu berada disini di kediaman bapak Raharjo.
"Udah kok tinggal dikit besok mau konsultasi, udah janjian sama Prof Zayn." kata Abel, BG tersenyum getir ketika menyebut nama sang profesor ada ketidak relaan BG saat Abel bertemu dengannya.
"Maaf yah aku gak bisa nemenin besok ada meeting." ucap BG, meskipun sedikit ada sesak tunangannya bertemu dengan salah satu fans boy tertua Abel.
"Iyaa gapapa kok ada mas Al juga."
"Habis konsultasi langsung pulang kan." tanya BG, Abel pun mengangguk karena ia yakin banyak revisian dari sang dosen, Abel ingin segera menuntaskan.
"Aku mau kejar bab 3 Minggu depan." putus Abel final karena semua teman-teman nya bahkan sudah pengerjaan bab 3-4 bedanya Abel tak perlu penelitian karena dia sudah ada hasil saat pengambilan kuisioner di Kedubes saat itu.
"Jaga kesehatan baby aku gamau kamu sampai sakit yah, kalau terlalu capek." pesan BG pada gadis ajaibnya yang terkadang cukup susah dibilangin.
"Iyaaa, gak bakalan sampai begadang kok tenang aja."
Keesokan harinya Abel sudah menunggu antrian untuk konsultasi dengan sang dosen pembimbing, dia kalah start hari ini mendapat antrian kedua.
"Hai Bel."
"Ehh Leon, hai." sahut Abel pada sapaan teman seangkatan nya Leon.
"Udah konsultasi bab berapa." tanya Leon.
"Owhh masih baru bab 1-2 kan kemarin kendala di judul terus." jelas Abel, Leon pun mengangguk kepala.
"Wahh semangat yah, nanti kalau ada revisi jangan janjiin mau Konsul kapan nya, kamu tinggal langsung datang aja kalau udah selesaiin." tutur Leon, Abel sedikit paham mungkin prof Zayn tak ingin mahasiswa nya terlalu mentarget sehingga memforsir diri.
"Ohh, Leon ada pengalaman memangnya."
"Iyaa pas mau selesai in bab 1-2 kemarin aku gue janji seminggu ehh gak diterima dong sama prof."
"Trus gimana."
__ADS_1
"Ohh ada yang bilang jangan narget in, intinya kalau kelar yah Konsul ajah." jelas Leon, hari ini ia banyak berbagi pengalaman dengan Abel.
"Gitu yah, trus yang bilang gitu valid nggak kira-kira." tanya Abel yang masih penasaran.
"Iyaa, dia tuh punya kakak yang dulu bimbingan sama prof Zayn. Jadi senior kita gitu deh." jawab Leon Abel pun mengangguk dan tersenyum puas hari ini dia dapat info banyak tentang Prof Zayn menyangkut kelanjutan skripsi nya.
Benar saja setelah setelah Bimbingan selama kurang lebih satu jam, Abel pun keluar dari ruangan membawa paper yang sudah penuh dengan coretan untuk direvisi. Okee hari ini sepertinya dia harus maksimal kan merevisinya.
Setelah dua hari Abel merampungkan revisian segera hari itu juga dia datang ke kampus untuk bimbingan. Di koridor dia bertemu dengan teman sefakultas termasuk Leon yang hampir selesai di bab 3 dan 4.
"Gimana Bel." tanya Leon.
"Ini maju revisi 2."
"Wahh gercep yah."
"Heumm, kan kalian udah pada bab 3, 4."
"Iyaa sih, tapi kamu udah gak perlu penelitian kan Bel." ucap salah satu teman Abel, Abel pun mengangguk intinya jika bab 3 dan 4 selesai Abel sudah hampir selesai skripsinya hingga menuju sidang akan terbuka lebar.
"Yaudah sana kamu ngadep tuh fans kamu Bel."
Satu bulan berlalu, Abel sangat memforsir tubuhnya untuk segera menyelesaikan skripsinya, walaupun BG dan sang ajudan sudah mewanti nya nyatanya Abel cukup keras kepala. Abel ingin di akhir semester 7 skripsinya sudah rampung dan itu hanya menyisakan 1 bulan saja.
"Loh Bell Loe masih revisi juga yang bab 4."
"Iyaa, boro-boro bab 4, bab 3 masih diputer-puter sama Prof Zayn." jelas Abel cukup sebal dengan duda keren satu itu.
"Keluarin pesona Loe bisa kali Bel, biar si prof luluh." goda teman-teman Abel, membuat Abel tersenyum kecut. Apalagi hari ini BG tak ada waktu untuknya berbagi keluh kesah.
"Bisaa aja sih." ucap Abel, lalu pintu ruang sang dosen terbuka menandakan antrian berikutnya dimulai, Abel pun segera masuk keruangan itu.
Tak butuh waktu lama ternyata Abel keluar lagi dari pintu yang sama dengan ekspresi yang tak bisa ditebak. Namun tak lupa Abel tersenyum ramah menyapa jejeran para temannya yang akan konsultasi dan bimbingan dengan profesor.
Berjalan dikoridor kampusnya menuju parkiran dimana dia akan menunggu sang ajudan menjemputnya karena Alvin masih berada diperjalanan.
"Mas udah dimana." tanya Abel terhubung dengan Alvin dari earphone nya.
"5 menitan Sampek Bel, kenapa."
__ADS_1
"Enggapppppp mmmmmpph."
Belum sempat menjawab pertanyaan Alvin Abel justru mengeluarkan suara yang asing ditelinga Alvin.
"Bell hallo, kamu kenapa."
Tak ada sahutan dari Abel namun sambungannya masih terhubung, membuat Alvin langsung tancap gas. Sedangkan dikantor BG menerima pesan SOS yang terhubung dari jam tangan Abel. Pemberiannya yang selalu digunakan Abel cukup berguna disaat ada masalah serius yang terjadi pada Abel.
Bippp.. Biippp..
Notifikasi SOS berbunyi di ponsel BG yang berada diatas meja kerjanya, seketika BG meminta meeting ditunda. Angga pun tahu jika itu notif SOS dari Abel, hanya terhubung dengan BG.
"Meeting saya tunda, atau bisa dihandle sama mas Angga sementara." ucap BG lalu memandang Angga sejenak berikut nya dia pun beranjak dari kursi.
"Hallo Gas."
"Mas Abel dimana."
"Ini mas lagi otewe kampus tadi dia telp tapi tiba-tiba terputus."
"Mas gue otewe nyusulin Abel, ada sinyal SOS dari dia. GPS nya udah keluar dari kampus mas. Loe puter balik trus stand by, entar gue share lock." jelas BG Alvin pun paham tanpa debat segera meminta bantuan tim Alfa.
BG masih terus menghubungi beberapa temannya untuk ikut membantu mencari Abel saat ini ada apa dengan nya masih belum jelas.
@Devan
Otewe
@Kevin
Meluncur boss e..
@Riki
Wokee otw
Hanya Wira dan Angga yang tak menyahuti, kemungkinan mereka masih belum pegang hapenya.
"Sayang kamu kenapa." gumam BG sambil menuju lokasi GPS Abel yang masih bergerak, dan BG masih melihat sambil mengemudikan mobilnya.
__ADS_1