Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Sementara SAH


__ADS_3

"Haahhh, Tolong dipikirkan dulu nak." ucap ayah.


Deg....


Terkejut dengan ucapan ayah Abel, BG panik apakah ayah tidak menginginkan dirinya untuk menikahi Abel.


"Ma-maksud ayah."


"Ayah tahu kamu memang ingin bertanggung jawab atas kejadian Abel. Tapi ayah juga takut berita ini berimbas pada kedudukan mu." jelas ayah, akhirnya BG bisa mengerti maksud dari ayah Abel adalah kedepannya jika ada isue yang berhubungan dengan masalah ini berdampak pada dirinya.


"Tidak ayah, prioritas utama Bagas sekarang adalah justru menjaga Marwah Abel. Apapun yang terjadi kedepan itu mutlak tanggung jawab Bagas yang tidak bisa menjaga keselamatan Abel. Makanya Bagas ingin melengkapi nya dengan terikat pada pernikahan." jelas BG, senyum ayah dan papa Hermawan merekah. Remaja yang dulu ingin cepat-cepat mengikat seorang gadis itu kini sudah tumbuh dewasa.


"Kabulkan saja mas, dari pada anak saya nanti ngereog dirumah sakit." sahut mama Mia, paham dengan keinginan anaknya. Sontak celetukan mama Mia membuat ayah dan papa BG terkekeh.


"Bunda terserah Bagas saja, bunda merestui kalian. Gimana dengan Abel." ucap bunda, menanyakan kembali pada putrinya Abel yang nampak terdiam. Lalu dia menoleh kearah BG, dan BG pun mengedipkan matanya seolah memberi isyarat agar menyetujui permintaannya.


Abel mengangguk pelan, membuat ayah bunda, papa dan mama BG mengucap syukur bersamaan. Ia pasrah pada keadaan, selamanya ia akan berlindung pada lelaki yang akan menjadi suaminya itu.


Sementara itu Angga yang berada diruangan itu pun mendadak menjadi jubir Abel dan BG dengan mem broadcast pesan jika Abel dan BG akan melangsungkan akad dirumah sakit hari ini.


"Seriuss nih bro." balas Kevin, bahkan diantara mereka tak percaya BG mempercepat status hubungan mereka meskipun sedang ada badai menerpanya.


"Iyaa, nanti penghulu jam 2 siang." jawab Angga, tak ada respon dari Airin Angga lebih memilih langsung menghubungi agar Airin tetap tenang disana.


"Gue meluncur Ngga entar." jawab Riki, bahkan Wira dan Devan pun mengiyakannya.


"Boss besar mantuuu."

__ADS_1


"Cihuiii, makan-makan kondangan di RS sekali-sekali." sahut Fransiska sompral.


"Begeee."


"Gak berubah Loe sis."


"Dasar Siska gilakk."


"Yeee biarin wleee."


Seketika grup mereka ramai seperti saat SMA, sementara BG mengurangi akses Abel untuk menggunakan ponsel bahkan BG berusaha menutup berita tentang penculikan yang berakhir dengan kasus pelecehan.


Acara akad nikah mendadak dilakukan secara siri di RS mengingat kondisi Abel, dan kemudian mereka akan mempersiapkan pernikahan secara negara setelah nya.


Satu jam sebelum kedatangan penghulu, Abel pun dirias seadanya. Walaupun dengan wajah sembab penuh bengkak dimana-mana namun tak mengurangi kecantikan sang Arabella.


Dengan dibantu sang mama untuk berbelanja di toko perhiasan langganan, BG tak perlu ribet meninggalkan Abel sedikitpun. Ada makna dibalik maskawin satu set perhiasan dimana BG menyebutkan jika Abel ada perhiasan baginya.


Abel merupakan satu paket lengkap dengannya, jika kemana pun dan dimana pun ia berada maka Abel lah yang menjadi daya tarik dimatanya.


Sah menjadi suami istri, Abel mencium takzim tangan sang suami. Mungkin beberapa Minggu kedepan akan menjadi hari tersibuk Angga dimana ia akan mengerjakan pekerjaan BG sekaligus mengurusi acara akad nikah resmi mereka. Tentu saja dibantu oleh Devan dan yang lain.


"Biar gue yang nge EO in yah Gas, itung-itung event gede pertama gue nih." ucap Dekka yang tak ingin melepaskan momentum sang bos.


"Atur aja Dek." sahut Abel.


"Gue mau yang spesial." potong BG, karena ia ingin pernikahannya benar-benar yang sesuai dengan impian Abel, dan tentu saja hanya para sahabatnya yang tahu.

__ADS_1


"Rebeeees pokoknya terima beres." jawab Dekka tegas, karena dia sudah terbiasa menjadi EO pernikahan sederhana dia menawarkan dirinya menjadi EO pernikahan besar milik Abel dan BG.


"Lagian dibantuin Cindy sama yang lain jadi jangan khawatir semua gue bikin se perfect mungkin." lanjut Dekka.


"Yaudah sekarang kerjakan tugas kalian masing-masing, istri gue mau istirahat dulu." usir BG secara halus karena melihat Abel yang sudah menguap efek obat penenang nya. Dan saat inilah moment dimana ia harus waspada dan memantau sang istri karena disetiap tidurnya Abel masih sering mengigau.


Meskipun sudah tak terlihat lagi menangis dan cukup terlihat tegar BG masih belum yakin Abel terlepas dari gangguan kecemasan nya.


"Boboklah aku jagain." ucap BG lembut, Abel pun mengangguk.


"Mas ayah bunda tinggal antar Arkana pulang dulu sekalian bebersih rumah." ucap bunda, selepas acara akad nikah siri para orang tua memberikan keduanya privasi, sedangkan mama Mia meninggalkan RS untuk mengurus berkas pernikahan BG.


"Iyaa Bun, ayah bunda hati-hati dijalan." ucap BG, hanya dia yang masih menyahut karena sang istri sudah jatuh terlelap.


Tinggalah BG berdua bersama Abel saat ini, persiapan pernikahan mereka sekitar seminggu lagi, mau tak mau membuat semua orang yang terlibat sibuk.


BG memandangi wajah lelah sang istri, meskipun Abel tak ada aktivitas bahkan hanya berada diatas bed pasien namun wajah lelahnya masih terlihat. Jangan lupakan mata sembabnya, sungguh membuat BG sakit.


"Hallo om." nampak BG sedang menghubungi sang rektor sekaligus adik dari sang papa. BG berencana meminta bantuan nya agar menjadi saksi saat akad esok, dan tentu juga menutup berita tentang penculikan Abel dengan memberikan penyelesaian skripsi Leon agar tak ada lagi sangkut paut dengan kampusnya.


Alangkah terkejutnya Sagara saat sang kakak menelpon nya untuk mengatasi rumor di kampus terlebih menyangkut Abel dan salah satu mahasiswa nya.


Berita itu sempat beredar namun lenyap seketika dengan campur tangan Sagara dan juga Papa BG.


"Makasih om, nanti undangan menyusul yah biar Tante dan yang lain datang juga. Wasallam." BG menyudahi telponnya karena melihat tangan Abel bergerak-gerak, sepertinya dia mengigau lagi.


BG pun gegas menaiki bed pasien dan merengkuh istrinya, seketika tubuh Abel lemas dan tak ada lagi pergerakan. Sepertinya ia masih membutuhkan psikiater lagi, BG akan menemani sang istri hingga semuanya tuntas.

__ADS_1


__ADS_2