
...Hidup bagaikan pesawat kertas...
...Terbang dan pergi membawa impian...
...Sekuat tenaga dengan hembusan angin...
...Terus melaju terbang...
...Jangan bandingkan jarak terbangnya...
...Tapi bagaimana dan apa yang dilalui...
...Karena itulah satu hal yang penting...
......Arabella ......
Beberapa bulan berlalu
Tak terasa kini sudah diujung akhir semester 4 bulan depan sudah memasuki masa KKN bagi Abel dkk. Setelah mengikuti ujian akhir semester usai, Abel kini sedang mengurus surat pengajuan KKN. Dari hasil rekomendasi Abel akan diterima KKN selama dua semester di Kedubes. Dubes United Kingdom untuk Indonesia yang berada di Jakarta selama 4 bulan, US 3 bulan dan sisanya akan mengikuti magang di Jepang dan Australia. Walaupun lokasinya masih berada di Ibukota Jakarta namun Abel beruntung karena selama disana ia bisa tinggal bersama sang ayah dan bunda.
Sebenarnya Prof Zayn memberikan rekomendasi untuknya ke Dubes Indonesia yang ada di Australia atau negara Asia lainnya namun sang ayah melarangnya. Abel tak bisa berbuat apa-apa juga ketika sang bunda ngereog jika Abel nekat berangkat. Akhirnya Om Sagara selaku rektor pun turun tangan memberikan keputusan agar Abel berada di Ibukota saja.
Flashback On
Setelah mendapat surat rekomendasi dari Prof Zayn Abel pun segera menghubungi sang bunda, karena dia harus mendapatkan surat ijin dari sang ayah.
"Hallo ayah."
"Hallo nak, apa kabar maaf yah ayah belum bisa pulang."
"Iyaa ayah, Abel cuma mau bilang euuummm... Abel dapat rekomendasi KKN di Dubes Indonesia di Australia atau negara Asia ayah."
"Apaaaaa."
"Ihhh ayah dengerin dulu... Abel belum selesai udah dipotong."
"Iyaaaa.. Maafin ayah okay lanjutin ayah dengarin.."
"Kenapa Yah, kakak telp." tiba-tiba sang bunda menginterupsi percakapan Abel, terdengar sang ayah menjelaskan perihal Abel memasuki masa KKN.
"Apaaaa.. Enggak yah, gak boleh pake keluar negeri segala mana lama banget lagi siapa yang jagain, awas kalau kakak nekat bunda bakalan demo mogok makan."
Mendengar ucapan sang bunda membuat Abel berdecak, dia tahu dan paham betul dengan sifat bundanya. Dan bahkan saat memilih jurusan kuliah beliau sudah mewanti agar Abel tetap berada di Indonesia.
__ADS_1
"Bun, ayah dengarin Abel dulu please, pihak kampus bakal terbitin pengantar atas dasar persetujuan dari orang tua. Kalau ayah dan bunda enggak setuju berarti kampus nggak ACC."
"Yaudah yah kak, pokoknya ayah bunda nggak bolehin kakak kalau keluar negeri."
"Iyaahh bunda, Wasallam mualaikum."
"Wa'alaikum salam."
Setelah mendapat kejelasan jika sang ayah tak menyetujui keberangkatan nya ke Australia Abel pun segera menghadap Prof Zayn. Meskipun sang profesor kecewa karena Abel menyiakan rekomendasi darinya namun Prof Zayn pun tak bisa memaksakan begitu saja.
"Baiklah, karena kamu menolak rekomendasi dari saya nilai KKN kamu dari saya stuck di B."
"Baik Prof."
"But if you are lucky to have a state visit scheduled at one of the ambassadors then I will give you an A."
"Thank you Prof."
"wish you luck."
Flashback Off
Disinilah Abel kini di ruang dosen bagian tata usaha untuk mengambil surat pengantar menuju Dubes dijakarta. Sang tunangan setia mengekor kemana langkah sang gadis pergi, mengingat bulan depan mereka akan berjauhan.
Setelah surat pengantar sudah berada ditangannya Abel pun sudah merasa lelah dan lapar menggeret sang Bagaskara menuju kantin dimana para sahabatnya pun sedang berkumpul.
"Bell, gimana kapan berangkat." tanya Dekka pada Abel datang, BG pun sudah berada di booth pemesanan.
"Akhir bulan."
"Naik apa." sela Cindy.
"Diantar Bagas."
"Nyetir sendiri, naik kereta or naik pesawat." cerocos Cindy penasaran, namun Abel pun belum tahu karena belum membahasnya dengan sang tunangan.
"Ya ampun Loe nyerocos Mulu Napa sihhh." sembur Dekka, Cindy pun hanya meringis.
"Yakan kita bisa nebeng liburan juga gitu sekalian anter Abel."
"Daripada Loe bingung anter Abel, Loe pikirin tuh kan Loe musti berangkat kedesa Arjosari." sahut Dekka karena dia dan Cindy akan menjalani KKN selama 6 bulan di desa-desa, mendengar desa Arjosari disebut Abel terkejut. Bagaimana tidak disana lah Metta berada, namun hanya Abel, BG dan Angga yang tahu.
Tukkk, sreet.
__ADS_1
Sang Bagaskara meletakkan nampan makanan pesanan mereka berdua, karena para sahabatnya sudah selesai makan siangnya.
"Kenapa baby." tanya BG yang melihat Abel mukanya sedikit murung.
"Si Cindy KKN di Arjosari." jawab singkat Angga, dia tahu betul Abel pasti akan diam jika kehilangan moodnya. BG paham, beruntung saat ini Kevin tidak bersama mereka karena dia bulan yang lalu Dania telah melahirkan bayi perempuan.
"Metta disana Cin, kali aja Loe ketemu sama dia." ucap BG, membuat Dekka dan Cindy ngebug sejenak.
"Lohhh."
"Hahhh."
"Hahh hehh hooh aja kelean." sahut Riki.
"Loe udah tau Yang." tanya Dekka.
"Tau."
"Sejak kapan."
"Barusan."
"Ohhh, kirain."
"Cuma mereka bertiga yang tau dimana Metta, lagian takut mulut Cindy bocor juga Ehhh malah si dia yang datangin." kelakar Riki, benar saja Abel sedang dalam mood yang menurun, terbukti dia hanya diam saja.
BG terus memandang sang pujaan hati, meskipun mood nya jelek, Abel masih tetap menikmati makannya membuat BG lega.
"Ehh Gas, gue cariin disini." tiba-tiba Sisil datang dan sok akrab pada BG, Abel hanya melirik betina itu karena dia tahu betul BG bahkan jarang ngobrol sama teman wanita.
"Ada apa." sahut BG singkat bahkan tanpa mengalihkan dari sepiring nasi di tangannya.
"Ehh mau ngasih surat pengantar magang di kantor Loe."
"Ckk, manja." celetuk Angga yang menjawab bukannya BG, BG terlalu sayang dengan suaranya hanya untuk sekedar menjawab perkataan tak berguna Sisil.
"Lagian Loe ngapain kasih ke BG, dimana-mana tuh langsung ke perusahaan. Loe kira si BG HRD ngurusi kepegawaian." sahut Riki, sedangkan para perempuan enggan menanggapi sedikitpun. Mereka tahu rekam jejak Sisil yang selalu caper pada BG.
"Yahh, kali aja bisa biar gue gak repot kan gak Wira-wiri, yahh Gas, si Abel aja bisa tuh ngerepotin Prof Zayn ngurusin KKN nya." ucap Sisil tak menyerah bahkan Abel pula disangkutin nya berniat membuat hati BG cemburu.
"Apa urusan kamu sih, kenapa ikut campur masalah KKN ku. Prof Zayn cuma ngerekomen nggak nganterin aku langsung ke Jakarta. Nihh surat pengantar pun aku sendiri yang bawa bukan Prof Zayn, kalau ngomong jangan asal, ngerti tong kosong nyaring bunyinya nggak. Yahh itu kamu." pungkas Abel tanpa basa-basi bahkan kini dia menarik atensi dari mahasiswa yang dikantin.
"Bacot banget sih." gumam Cindy menimpali Sisil.
__ADS_1
"Dah tau kan kalau pengantar itu bawa sendiri bukan dikasih ke pemilik perusahaan. Tau diri dikit jadi orang." sarkas Angga.