Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Fisioterapi


__ADS_3

Seminggu sudah Abel berada diruangan perawatan ini, seminggu ini juga sang Bagaskara hampir 24 jam bersamanya. Tiga hari lalu BG meminta Alvin dan Nina bergantian jaga, jika BG pergi sekolah maka giliran mereka.


Ayah Abel pun akan mengunjungi sepulang dari kantor, mengingat BG pun tak bisa setiap jam menjaganya. Sedangkan bunda akan kerumah sakit jika Arkana merengek mencari sang kakak. Wajar saja balita yang hampir berusia dua tahun itu sudah mulai mengenali orang sekitar termasuk kakak satu-satunya.


"Kamu gak sekolah." tanya Abel pada sang tunangan.


"Enggak baby, kamu kan nanti ada terapi."


"Kan ada mas Al."


"Mas Al kemarin bilang kalau ke kantor dulu, laporan." jawab BG.


"Kok gak bilang aku."


"Ya udah sayang, kan udah 4 hari mas Al belum lapor kantor lohh. Lagian hari ini mapelnya santai kok." sahut BG.


"Enggak ada santai-santai, udah kelas tiga juga."


"Iyaaa, kan sapa tau juga kamu pulang kan." jelas BG, Abel mengernyitkan dahinya, mungkin ada benarnya apa yang BG katakan.


"Masih sakit nggak kakinya." tanya BG.


"Lumayan mendingan tapi masih takut gerakin." jawab Abel lirih.


"Sabar yahh, aku tungguin kamu sampai bisa lari kenceng lagi." ucap BG sambil mengusap lengan Abel.


Tak lama petugas fisioterapi datang bersama perawat jaga.


"Hai Bell."


"Hai kak Bayu." sahut Abel ramah, seketika membuat raut muka BG masam melihat Abel akrab dengan pria asing.


"Yuk kita keruang Fisioterapi."


"Sini saya bantu." ucap seorang perawat perempuan.


"Biar saya aja kak." sela BG lalu menggendong Abel pelan-pelan.


Seperti dijelaskan sebelumnya Abel mengalami dislokasi lutut yang menyebabkan salah satu saraf penting terjepit. Terlebih sebelumnya Abel pun pernah mengalami keretakan pada kaki yang sama sehingga butuh perawatan cukup lama.


Dalam ruang terapi Abel dibantu untuk berjalan menggunakan titian. walaupun sudah bisa berdiri, namun untuk menggerakkan kakinya masih terasa kaku.


"Ingat jangan membebankan berat tubuh pada kaki yang sakit." peringat Bayu.


"Iya kak, tapi masih sakit."


"Gak papa pelan-pelan kakak dampingi kamu."


Sayup-sayup BG mendengar keluh kesah Abel, terlebih dia tengah bersama seorang lelaki.


Dia hanya bisa melihatnya dari ruang tunggu tanpa bisa berperan membantu Abel sedikitpun.


"Kalau diseret enggak sakit kak." ucap Abel sambil menggerakkan kakinya.


"Jangan, latih seperti saat berjalan normal. Kalau nyeret nandi ototnya akan malas." jelas Bayu, Abel mengangguk paham.


Setelah melalui titian sepanjang 3 meter dengan langkah kecilnya Abel mampu melalui proses fisioterapi pertamanya. Abel tergolong remaja tak kenal lelah, meskipun waktu terapi telah usai dia meminta waktu tambahan.


"Sudah yahh, cukup untuk hari ini."


"Bentar lagi dong kak." jawab Abel.


"Kakinya jangan terlalu diforsir juga Bell, entar kaget trus ngambek gimana." celetuk Bayu sang fisioterapis.


"maksudnya."


"Hahhaha, artinya jangan digedor diawal pelan-pelan aja, jadi harus bertahap yah." jelas Bayu, Abel pun manggut-manggut.


Akhirnya Abel kembali keruangan bersama sang tunangan.


"Kamu kenal yang terapi tadi Baby." tanya BG.


"Enggak, tapi kan dia yang terapi aku pas kecelakaan sama Angga dulu." jelas Abel, barulah sang Bagaskara paham karena dulu dia tak terlalu mengikutinya terapi.


"Pantes kayak akrab banget."


"Kenapa hayooo." selidik Abel.


"Gak papa."


"Hemmmb, jaim jang bilang cemburu yahh." ucap Abel.


"Sedikit."


"Kak bayu udah nikah pas aku kecelakaan dulu." jelas Abel, sontak membuat hati BG menghangat sekaligus bersalah.


Ternyata kecemburuannya tak tau sikon, beruntung Abel tak marah padanya karena sudah dicurigai.


Sebelum kembali keruangan BG memutuskan sekalian mampir ke kantin, atas permintaan Abel juga karena dia menginginkan sesuatu.


Sesampainya diruangan Abel, ternyata Alvin dan Nina sudah berada didepan ruangan.


"Mas kok gak ngabarin." tanya BG.

__ADS_1


"Coba cek ponsel." sahut Alvin datar.


"Duhh, gak sempat mas kan lagi dorong. Terakhir pegang keluar dari ruang fisio." jawab BG.


"Hemmb." gumam Alvin.


"Nihh dibawain ibu makan siang Gas." ucap Nina.


Setelah membaringkan badan Abel ke bed, BG duduk disebelah Abel, membukakan jus buah yang dipesannya..


"Gimana terapinya tadi." tanya Nina.


"Udah lumayan kok mbak, cuma Abel ngerasa sakit banget pas jalan." jawab Abel.


"Mas nanti balik sore gak papa kan." ucap Alvin.


"Aman mas."


Lalu mereka pun melanjutkan makan siang, bahkan ransum dari RS pun telah datang.


Ditempat lain disekolah Riki tengah kedatangan tamu tak diundang.


"Ehmm kak nanya, kak Bagasnya mana."


"Ngapain loe nyari dia." ucap sarkas Riki pada Kayla.


"Ehmm aku mau minta anter pulang, biasanya kita bareng kok."


"Dia nungguin TUNANGANNYA." jawab Riki penuh penekanan.


"Hemmb baiklah."


"Lagian sadar diri loe, ojek banyak ngapain loe nyuruh-nyuruh Bagas ngojek loe." sungut Riki.


"Napa loe Rik, marah-marah."


"Ohh ini biang masalah."


Terdengar sahutan dari teman sekelas Riki, akhirnya membuat Kayla menggeloyor meninggalkan kelas. Riki pun segera menuju kelas Dekka.


*


Back to RS


Sore harinya setelah Alvian dan Nina pulang, Abel yang merasa bosan nampak kusut diwajahnya.


"Kenapa sihh kok cemberut." tanya BG.


"Tuhh lagi ngecharger." jawab BG.


"Hemmmb."


"Nihh pake hape ku aja, aku mandi dulu yah." ucap BG lalu menyerahkan ponselnya.


Seperginya BG kekamar mandi Abel pun segera membuka aplikasi game diponsel sang tunangan. Belum lama mengotak atik ponsel BG Abel mendapat notif pesan dari nomor baru.


0813578*****


Kak Bagas kok gak sekolah..


Tadi aku pulang naik ojek jadinya.


Abel pun tak sengaja membaca tanpa membuka aplikasi chat, mengernyit namun bisa Abel yakini bahwa pesan itu berasal dari Kayla. Sedang larut dalam pemikirannya kembali dia mendapati pesan dari nomor itu.


0813578*****


Kak Bagas sibuk yahh..


Kakak kan sudah janji mau antar jemput aku.


Degg..


Pesan terakhir dari Kayla sungguh menohok dihati Abel. Apakah selama dirumah sakit dia menjadi dekat dengan Kayla. Kondisi hatinya buruk diletakkan ponsel BG di lemari dekat Bed.


Abel menekan tombol bantuan pada perawat ruangan, tak lama seorang perawat perempuan masuk.


"Ada yang bisa dibantu mbak."


"Sus, ini dokter Adam kapan datang." ucap Abel.


"Belum ada konfirmasi mbak, kenapa."


"Ehhmm, tangan saya sakit yang pas infusan." jawab Abel.


"Ehhm, bisa dilepas aja tidak." lanjutnya lirih.


"Ahhhiyaa, coba saya lihat." jawab Perawatnya.


"Aman kok, mungkin tadi posisinya nekuk, jadi pembuluh darah tidak lancar membuat tidak nyaman." jelas perawat, padahal hanya akal-akalan Abel saja.


"Sus temani saya ke taman yah, saya bosan." ucap Abel.


"Walahh ternyata bosan, hayuuk." jawab sang perawat lalu membantu Abel pindah ke kursi roda. Tak lupa Abel memasukan barang-barang pribadi ke loker lalu menutupnya.

__ADS_1


"Abel sampai kapan disini sus."


"Kurang paham, kenapa sudah kangen dirumah yahh. Sabar yahh mungkin gak lama lagi." jawab suster dan mereka mengobrol sembari menuju taman.


BG yang mendapati bed Abel kosong saat keluar dari kamar mandi pun terkejut sekaligus panik, namun saat memeriksa kursi roda ruangan kosong tandanya Abel sedang keluar. BG mencari-cari ponsel diloker, karena dia akan menyusul kemana perginya Abel. Sebelum meninggalkan ruangan Abel, BG tak lupa menguncinya.


Sudah bisa BG pastikan kemana perginya Abel, selain Taman biasanya dia akan meminta kekantin RS.


Tujuan pertamanya adalah Taman, karena Abel kala sore hari rutin meminta kesana. Benar saja dari jauh BG sudah bisa menemukan sosoknya diatas kursi roda bersama seorang suster.


Melihat Abel sedang bercerita mengobrol bersama sang suster agaknya BG merasa aneh dengan raut wajahnya. BG paham betul bagaimana sang tunangan.


"Kok gak nunggu aku aja sih tadi." ucap BG saat dia berada didekat Abel. Abel dan susternya pun menoleh, namun satu respon dari Abel yang sudah bisa dia tebak.


"Bisa ditinggal aja sus, makasih yah." ucap BG pada suster lalu dia pun meninggalkan Abel bersama BG.


"Kenapa gak dijawab baby, hemmb. Padahal aku mandinya sebentar lohh." cecar BG.


"Gak papa kok kan ada suster." jawab Abel tanpa mengalihkan pandangan dari hijaunya taman RS.


"Pemandangannya lebih bagus yah dari aku, sampai kamu gak mau lihat aku." ucap BG.


Abel menoleh sekejap lalu kembali memandang hamparan luas taman.


"Baby, kenapa sayang. Tadi aku tinggal mandi kelamaan kah, jadi kamu marah." tanya BG sambil berjongkok depan Abel dengan menggenggam tangan Abel.


Abel memandang sang tunangan dengan wajah datarnya. Dia tetap diam tak bergeming membuat BG menghela nafas kasar.


"Balik yuk dingin." jawab Abel singkat, semakin membuat BG yakin mood Abel sedang buruk, namun dia tak tahu penyebabnya.


"Mau duduk disofa aja capek di bed." ucap Abel setibanya diruangan, BG tak bisa memprotesnya sedikitpun.


"Minta tolong Hapeku." ucap Abel dingin.


"Kamu ada yang dipinginin gitu baby." tanya BG mencoba untuk mencairkan suasana.


Abel menggeleng tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. BG pun mengingat-ingat terakhir kalinya dia meninggalkan Abel dia masih baik-baik saja.


Lalu apa sekiranya yang bisa membuat moodnya berubah. Dia yakin betul diponselnya tak ada satupun yang patut dicurigai. BG pun mencoba untuk mencari tahu apa saja yang Abel buka diponselnya.


"Hollyshiits." ucap BG lirih, namun Abel masih bisa mendengarnya. Respon Abel hanya menyorot sang tunangan karena berucap kasar. Tidak seperti biasanya dia akan menegur BG, Abel lebih merespon dengan melototi sang Bagaskara.


"Pantesan ngambek. Brengsek, dapet darimana nomorku si Kayla." umpat BG dalam hati.


Karena sudah bisa dia pastikan sebab murungnya Abel, bisa BG rasakan ambekan sang tunangan menusuk hingga ke tulang-tulang.


"Baby." panggil BG pada Abel, mencoba untuk menjelaskan padanya.


Tak digubris Abel sedikitpun semakin membuat BG yakin jika Abel tengah marah padanya.


"Sayang, jangan cuekin aku gini dong." rayu BG sambil duduk dibawah lantai menghadap kearah Abel.


"Apaa." jawab Abel singkat, mungkin saja memang BG tak salah tapi Abel merasa sakit hati jika memang benar BG bersedia mengantar jemput Kayla.


Yang Abel lebih tak suka adalah BG tengah mencoba membuka hubungan dengan Kayla, walaupun BG hanya menganggap teman namun Abel yakin 1000 % ada niat buruk dari Kayla.


"Kenapa marah sama aku, coba katakan biar aku tahu." ucap BG.


"Nggak perlu."


"Baby, dalam sebuah hubungan harus saling terbuka." sahut BG, akhirnya Abel meletakkan ponselnya, lalu memandang sang tunangan.


"Ohhh yaa, lalu."


"Kamu baca pesan diponselku." ujar BG berhati-hati.


"Enggak sengaja terbaca karena masuk notif." jawab Abel.


Glekkkk..


BG menelan ludah kasar, Abelnya itu tipe gadis yang jujur dan tidak akan menutupi dirinya selagi dia mau.


"Sumpah demi apapun aku enggak janjiin dia apa-apa." jawab BG, Abel tak bergeming masing mengharap penjelasan dari sang tunangan.


"Aku hanya anterin dia pulang once time, only once. Dan aku nggak pernah bilang akan antar jemput dia." jelas BG, namun Abel masih belum berespon apa-apa.


"Sayang, kalau aku berbohong aku bersumpah nyawaku taruhannya." ucap BG penuh penekanan, membuat Abel seketika menutup mulut BG dengan jari telunjuknya.


"jangan sembarang bicara." sahut Abel.


"Hemm, aku sudah bilang sebelumnya. Kayla tergolong anak dengan gangguan pola pikir. Jika dia berbicara kamu enggak kasih jawaban yang pasti maka dia akan menganggap kamu mengiyakan apa yang dia katakan. Jadi berhati-hatilah bersikap, atau mungkin memang kamu masih mengharapkan dia." papar Abel.


"Enggak sayang sumpah, sampai matipun aku maunya kamuu." jawab BG.


"Yaa makanya jangan dikasih ruang, kalau kamu kasih cela sedikit sajaaa. Aku jamin dia anggap kamu welcome." jelas Abel, mengeluarkan segala unek-uneknya.


"Aku pastikan setelah ini enggak ada yang kayak gitu." jawab BG tegas.


"Remember, jangan PHP in plankton sejenis dia, cukup katakan iya atau tidak. No more words for this girl." ucap Abel, bahkan BG cukup terkejut mendengar ucapannya sedikit sinis dari bibir seorang Arabella.


"Cemburu nihh." celetuk BG, membuat Abel seketika senyum canggung.


Yahh pertama kalinya Abel cukup sakit hati dengan BG dan merasakan cemburu berat.

__ADS_1


__ADS_2