Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Airin vs Kayla


__ADS_3

Hari-hari berlalu setelah ujian tengah semester berakhir semua murid SMA TUNAS KELAPA disibukkan dengan penjaringan peserta olimpiade. Terutama Abel ditahap ini akan dipastikan sibuk karena mengemban amanat menjadi mentoring.


Meskipun sibuk dengan kegiatan olimpiade sang Bagaskara tak pernah berada jauh dari Abel. Dari data sekolah sebanyak 50 peserta yang akan mengikuti jaringan ini. Untuk lolos tahap berikutnya mereka harus melewati uji dari seorang Arabella.


Kegiatan penjaringan berlangsung di Aula sekolah agar ada space diantara para siswa siswi yang mengikuti penjaringan.


"Okeyy guys waktu kalian tinggal 20 menit lagi, bagi yang telah selesai mohon dicek ulang. Jika sudah yakin bisa dikumpulkan. Next kalian yang lolos akan tahu dimana space atau pelajaran untuk mewakili lomba olimpiade." ucap Abel, yang sebelumnya telah memaparkan apa saja pembahasan pokok dalam olimpiade.


Pengoreksian hasil kerja penjaringan tentu diberikan kepada dewan guru yang menjadi tutor olimpiade.


"If you lose this time, don't you be down. maybe next you can give your best in another olimpiade. Saya juga tidak pernah ikut olimpiade tapi bangga banget bisa menjadi mentoring kalian nanti." jelas Abel, semua peserta pun mengangguk paham.


Setelah kegiatan penjaringan dibutuhkan waktu 30 sampai 50 menit untuk mengkoreksi siapa gang yang akan mewakili sekolah di olimpiade. Hasilnya akan segera ditempel di mading sekolah.


Steven sebagai ketua OSIS bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya kebocoran atau kecurangan.


Meskipun Abel akan sering berinteraksi dengan sosok fanboy sejatinya itu, tak membuat BG gusar sedikitpun. Lain halnya jika Steven berani menyentuh selembar rambut sang tunangan.


Selama pengumuman belum ditempel dimading peserta olimpiade masih dilarang untuk meninggalkan Aula. Setelah menunggu beberapa menit, Steven mengkode Abel jika pengumuman telah ditempel dimading.


"Okey kita bagi sepuluh murid dulu keluar dari ruangan untuk melihat hasil kinerja kalian agar tidak bergerombol. Silahkan OSIS, congratulations buat kalian yang lolos, yang belum jangan pernah menyerah, masih ada kesempatan dilain nanti." ucap Abel.


Karena kondisi diluar sedang jam free class banyak murid yang berkeliaran membuat OSIS bekerja keras mengurai agar tidak ada yang berjubel di Mading.


"Bagi yang lolos segera berbaris di lapangan yah guys, nunggu kak Abel." ucap Steven dengan megaphone.


Sementara itu BG yang setia menemani Abel, menyodorkan minum padanya karena melihat Abel yang nampak lelah.


"Mamaci."


"Masih harus ngapain lagi habis ini." tanya BG karena sebentar lagi masuk jam istirahat.


"Ehhmm, pengarahan aja dua hari lagi baru try out." jawab Abel. Baginya keberadaan BG cukup membuatnya nyaman karena tak ingin ada lagi salah paham jika ada yang memanfaatkan momentum ini dengan menyebarkan berita hoax


"Kak udah kumpul semua." ucap anak OSIS anggota Steven.


Abel mengangguk lalu mengikuti langkah adik kelasnya itu, dibelakangnya BG pun mengekori Abel.


Sementara itu dikantin semua sahabat BG dan Abel dengan santai menikmati makan walau sebelum jam istirahat. Karena free clas mereka memilih kantin sebagai basecamp terbaiknya.


"Abel lama bett dah." ucap Nia.


"Kagak usah nyari yang belum datang." sahut Devan yang tetap tak lepas dari ponselnya.


"Kalian jadian aja deh daripada ribut mulu." sela Airin.


"Dihh ogahh."


"Jang gitu entar loe sayang gue beneran mampuss loe." sahut Devan.


"Amit-amit jabang babuh."


Yang lainnya tak bergeming karena mereka sibuk dengan urusan lainnya.


"Rin loe sama Angga kapan official." celetuk Fransiska.


"Gak usah urusin orang, loe aja kapan lepas masa kejombloan dari orok loe." jawab Airin, sontak membuat Angga terkekeh.


"Kalau ada yang minat itu mahh."


"Sembarangan bohay gini mahhh banyak yang suka." sahut Fransiska.


"Siapaa, cu patkai."


"Orr sun gokong."


"Biksu tong sekalian."

__ADS_1


"Kenapa kagak Anoman juga loe ikutin." sungut Fransiska.


"Brrrrrrrr."


"Buahahahahh."


Dari ekor mata Airin yang sedang bercanda tawa dengan temannya, ada sosok yang mendekat.


"Hadeehhh."


"Kenapa." tanya Angga.


"Lagi males nemuin mahkluk astral." jawab Airin sambil menunjukkan dengan dagunya. Diantaranya mengikuti kode Airin, yang lainnya tetap fokus pada gawai masing-masing.


"Kak Rik, Kak Bagasnya kemana."


"Hemmmb."


"Auuukk ah gelap." sahut Riki.


"Cari di pasar kramat sono."


"Lagi ngangoon sapi." sahut Kevin.


"Cang kem muu, loe kira Abel sapi." jawab Riki.


"Lahhh, si BG kan sapi jantannya, si Abel sapi betinanya apa yang salah." jawab Fransiska.


"Nahhhh tuhh Siska cerdas."


"Sekarepp muu."


"Jadii kak Bagas dimana." tanya Kayla.


"Loe budik apa emang gak paham loe." ucap Airin.


"Udah jelas dia pergi sama TUNANGAN nya ngapain pake cari-cari." sungut Airin, Angga bahkan terkejut Airin terpancing emosi.


"yaa biasa aja kali kak gak usah ngegas."


"Situuu yang bikin kita nge gas, gihh pergi gak loe dari sini." teriak Fransiska tak kalah sarkas.


"Hadehhh, hari- hari merong-merong." celetuk Devan.


"Ohh, kalian pacaran beda agama aja bangga, gak takut dosa." ceplos Kayla.


"Apaa.." sahut Airin, lalu berdiri mendekati Kayla.


"Busset nihh bocah mulutnya."


"Loe pengen gue bikin jadi kambing guling." tunjuk Fransiska.


Sementara Angga mencoba untuk tak terpancing dengan menarik Airin agar tak semakin mendekati biang onar.


"Loe bener-bener trouble maker. Enggak ada Abel siapapun loe jadiin umpan bola panas loe. Gihh loe periksa sapa tau loe ada putus disaraf mental." jawab Airin santai namun penuh penegasan.


"Terlalu baik loe Rin, bilang aja gangguan jiwa." sahut Metta.


"Apaaa." tak terima Kayla dia meraih gelas minum dimeja lalu mengguyurkan ke arah Metta bahkan mengenai Airin disebelahnya.


"Lahhh bangshat."


"Anjirrr minum gue."


"Woyy loe kalo bikin onar jang disini." teriak Angga akhirnya tersulut karena Airin pun terkena tumpahan jus.


"gak bisa dibiarin ini bocah." sulut Fransiska lalu mengkode Nia untuk membantu eksekusi Kayla.

__ADS_1


Angga mengelap jus dikerudung Airin, Kevin melemparkan jaket yang dipakainya untuk Metta.


"Gihh bersihkan."


Karena terjadi keributan ketika Fransiska dan Nia hendak mengusir Kayla, bahkan banyak adik kelas berkasak kusuk.


Abel dan BG dari kejauhan melihat Kayla tengah dipegangi dua temannya pun sudah pasti menebak mereka mengusir Kayla. Namun mereka belum tahu jika Kayla tengah membuat masalah.


"Sis, Nyaa."


"Kak Bagassss." Teriak Kayla berniat mengadu, Fransiska pun reflek menarik Kayla karena dia yang akan mendekat ke BG.


"Eeeiiiit, genit banget sihh loe." ucap Fransiska.


"Loee gak liat sebelahnya ada tunangannya tercinta. Bener- bener gak tau malu." sungut Nia.


"Aku dikerjain mereka kak." lapor Kayla, tentu saja seorang Bagaskara tak meresponnya.


"Truss aku diseret-seret gini." lanjut Kayla memelas, Abel hanya memutar bola malas enggan berkomentar.


"Trus masalah buat gue, urusin masalah loe sendiri." jawab BG lalu melenggang dan menarik Abel masuk kedalam kantin.


Barulah Abel menyadari dua sahabatnya tengah berbasah-basah tercetak bekas tumpahan jus. Abel pun hanya menggeleng kan kepalanya.


"Kita harus apa my fiance." gumam Abel.


"Entahlah baby."


Airin menyadari keberadaan sang Arabella, tersenyum pongah tak ingin membuatnya bersedih.


"Babyyyy."


"Uuuhhb sayangkuhh Abel."


"Gue tebak nie bocah udah nevthink." gumam lirih Metta.


"Hemmmb."


Airin mengkode BG jika Abel murung, dihadapkannya sang tunangan.


"Jangan ambil kesimpulan yang belum pasti." ucap BG pada Abel lalu mendudukan Abel dikursi, dia beranjak mencarikan obat penenang Abel.


"Ini bukan karena elo serius." sahut Dekka, Abel tak menyahut tetap diam dengan raut muka yang tak tertebak. Sang Bagaskara datang membawa 2 cup sedang es krim, tak lupa telur gulung andalan dikala Abel murung.


"Jangan terlalu dipikir." gumam lirih BG.


"Jadi siapa yang mau menjelaskan." lanjut BG menatap para sahabatnya, sedangkan Airin, Metta dan Angga sudah meninggalkan kantin.


"Si uler keket tadinya nyariin loe." buka Dekka.


"Truss."


"Debat lah dia sama Airin. Lahh dia pake nyindir- nyindir hubungan Airin sama Angga." lanjut Dekka.


"Kenapa pake nyiram minuman segala."


"Yaaa kagak tau, isi otaknya dia kayak apa." sahut Cindy.


"Kek nya tersinggung ucapan Metta yang gangguan mental kagak sihh." kelakar Nia, dan diangguki beberapa nya.


"Hahhhh, udah aku pernah bilang enggak gampang berurusan sama Kayla. Kita semua sudah tau stok kapasitas mentalnya gak penuh. Kenapa kita main api sama dia." ucap Abel, membuat yang dimeja tercengang. Butuh waktu untuk mencerna ucapannya.


"Sayang jangan terlalu baku, pada gak paham keknya." bisik BG.


"Jadi sahabat- sahabat ku tercinta Abel mohon dengan sangat kedepan biarin aja dia mau apa asal enggak main fisik. Pada dasarnya jika dia tak direspon lama-lama juga jengah, akhirnya pergi dengan sendirinya." jelas Abel.


"Siaaap nona Abel."

__ADS_1


__ADS_2