
Hari ini merupakan acara Amal melalui pelelangan barang berharga donatur, bentukan Abel yang dari hasil penjualan akan diberikan kepada siswa yang membutuhkan.
Namun sayang sekali, Abel hari ini tidak bisa terjun langsung.
Setelah rapat dadakan dirumah Abel, Dr.Adam menginfokan jika jumlah bakteri dalam darah Abel meningkat. Dalam artian luka Abel infeksi menyebabkan demam dan mudah lelah.
Kini disekolah panitia sudah menyiapkan barang yang akan dilelang dan sudah siap dipamerkan agar menarik minat Donatur dan berniat membeli.
Panitia juga sudah mempersiapkan layar khusus untuk melakukan video call dengan Abel.
"Dekk, dimulai sesuai rencana yahh." ucap Airin yang sedang mengecheck persiapan kegiatan Amal.
Dan yaah, akhirnya Dekka diutus untuk menggantikan tugas Abel secara dadakan. Meskipun Dekka bekerja namun Abel tetap controler.
"Siap Ai, all ready done. Ini mau sambungin VC Abel." jawab Dekka.
Tak lama BG, Riki dan yang lain datang, BG yang menjadi tamu Donatur undangan langsung dari ketua panitia yang notabene calon tunangannya itu.
"Udah nyambung Van." tanya Dekka pada Devan bagian IT, Devan pun mengacungkan jempol.
"Hai, Bentar yah." sahut Abel yang seperti sedang berjalan.
"Tolong disambungin di Laptop aja biar jelas." ucap Abel pada seseorang lirih namun mereka yang di aula masih bisa dengar, karena layar terhubung dengan sound sistem.
"Bell, loe sama siapa." tanya Dekka.
"Hemm iya ini berdua sama...." suara Abel terpotong-potong, seperti gangguan sinyal.
"Berduaan sama siapa loe, si BG denger lohh." sahut Devan.
Tak lama nampak dalam layar Abel dengan posisi jelas, dengan kedua tangan terpasang infus.
"Bell, loe Okee kan." tanya Dekka.
Melihat kondisi Abel tak seperti kemarin saat mereka menjenguknya.
"Hemm, iyaa okey kok." jawab Abel, semuanya terkejut namun tidak dengan BG yang sudah mendapat kabar dari Abel semalam.
"Hemm, sorry yah guys aku gak bisa bantuin, jadi hasil laboratorium jumlah bakteri nya meningkat jadi aku harus double infuse karena aku gak mau dirawat. Hehehh." jelas Abel sambil tersenyum.
"Kebiasaan emang, trus elo berduaan sama siapa. Si BG udah masam mukanya." potong Airin.
"Ohh ini sekarang bertiga, mas Alvin baru datang." jawab Abel lalu nampak sosok Tentara perempuan, usut punya usut asisten sang ayah.
"Buahahahhah kirain sama siape, kalau berduaan sama lakik bisa panas hawa aula ini." celetuk Devan.
Dikursi tamu nampak BG yang memberengut karena isengnya Devan, memang sepertinya BG juga terkejut saat Abel bilang berdua. Dalam otaknya sudah pasti bertanya-tanya dengan siapa apakah Alvin atau dengan perawat yang menanganinya.
"Hahhh, enggak kok ini ada mbak Nina gantiin mas Alvin jagain aku, karena perawatnya laki-laki ayah ganti sama mbak Nina yang jagain aku, oper mas Alvin." jelas Abel.
"Yukk segera mulai udah hampir penuh kursinya." potong Angga.
Kegiatan Amal dimulai tentu dengan pantauan dari Abel sepenuhnya. Terdapat lebih dari 50 barang hasil seleksi panitia. Pihak guru pun cukup antusias dengan kegiatan hari ini, tidak hanya bisa menyumbang namun juga mereka para guru tahu jika banyak murid yang membutuhkan bantuan.
__ADS_1
Panitia dari OSIS sudah menjaring siswa siswi yang tak mampu, untuk mendapatkan bantuan dari hasil lelang.
Dari hasil lelang angka jual tertinggi jatuh pada sebuah lukisan milik siswa kelas XII Rp.550.000. Sedangkan 2 barang milik Abel sebuah Buku penelitian ilmiah dari penerbit terkenal dan Buku tentang Teknik Pandai Multi Bahasa dibeli oleh kepala sekolah untuk disumbangkan di perpustakaan sekolah.
Dari hasil pelelangan, kegiatan Amal mengumpulkan jumlah fantastis hampir sebelas juta. Diberikan pada siswa tak mampu secara merata.
Setelah kegiatan Amal, seharusnya diadakan kegiatan cerdas cermat. Karena salah satu juri perwakilan dari siswa yaitu Abel sedang berhalangan akhirnya diputuskan jika keesokan hari kegiatan akan dipadatkan sekaligus dengan pengumuman hasil lomba bersih kelas.
"Terima kasih kepada Bapak sekolah, dewan guru dan para donatur sekaligus panitia karena kegiatan hari ini sudah berjalan dengan lancar. Harapan Abel semoga kegiatan ini berkelanjutan kedepannya, dan bermanfaat untuk sesama. Mohon undur diri, selamat siang semuanya." ucap Abel yang memang sudah nampak letih.
Wajah Abel memang sudah tak nampak dilayar namun sambungan telp belum terputus, sempat terdengar Abel pusing dan ingin muntah.
"Ini beneran Abel gak kenapa-kenapa Gas, kok gue worried yahh." ucap Riki, bahkan masih terdengar kasak kusuk.
Nayna sudah mendapat skorsing, namun pihak sekolah hanya tahu jika dia menghilangkan salah satu benda berharga dikelas.
"Jangan tanya, sedari tadi badan disini tapi enggak dengan pikiran gue, udah ke Abel terus." jawab BG.
"Samperin aja bentar lagi kelar kok, loe tinggal sekarang juga gak papa." sahut Dekka.
"Hemm." gumam BG.
Benar saja BG pun meninggalkan sekolah usai bel berbunyi, setibanya dirumah Abel, bunda Abel memintanya menjaga Abel sebentar karen kini mbak Nina sedang ada urusan dikantor.
"Baby." panggil BG lirih takut kalau Abel sedang tidur.
Mendapati Abel lelap dalam tidurnya, BG menyentuh dahi Abel.
Kemudian dia mengambil kursi dan duduk didekat kasur Abel sambil menggenggam tangan Abel.
"Sayang cepet sembuh depan minggu acara kita, kamu bakalan repot nanti." ucap BG, lalu mengecup tangan Abel yang digenggamnya.
"Udah sembuh kok, tinggal lemesnya." sahut Abel lirih, dia terbangun merasakan ada yang menggerakan tangannya.
"Ini infusnya masih nancep sembuh dari mana." jawab BG, Abel tersenyum.
"Kenapa udah pulang." tanya Abel.
"Kepikiran kamu soalnya, gak tenang jadinya."
"nanti pulang sekolah kan bisa."
"Hemm, jadi gak mau nihh di datengin." sahut BG lalu hendak berdiri namun dicegah Abel.
"Enggak kok. Mau aja."
"Ini yang merah udah mau habis infusnya." ucap BG.
"Vitamin kok, kalau habis nanti dilepas sama perawat." jawab Abel, dan BG pun mengangguk paham.
Waktu berlalu kini dr.Adam sedang mengontrol Abel dan seorang perawat sedang melepas infus karena hasil laboratorium Abel menunjukan penurunan kadar infeksius dalam darah.
"Jadi besok boleh sekolah kan Dok." ucap Abel, membuat sang bunda dan dokter Adam mendengkus.
__ADS_1
"Belum boleh, istirahat dulu." jawab dr. Adam.
"Masuk juga tinggal dua hari ini, kan senin dah libur, yah yahh boleh yahh." rayu Abel sambil menampilkan puppy eyes nya.
"Hahhhhh." hela bunda, bunda paling tahu dengan kelakuan sang anak.
Dokter Adam saling lirik dengan Bunda, sementara BG memandangnya dari jauh sambil bersendikap dadah.
"Ohh god cukup satu aja pasien hamba yang bandel kayak gini." ucap dr.Adam membuat seisi kamar tergelak tawa.
"Asal disekolah jangan banyak gerak aja, tetep minum obatnya." lanjutnya.
"Okehh siapp boss." sahut Abel sambil hormat kepada sang dokter.
Setelah dokter Adam berpamitan dan memberikan resep, BG keluar untuk membeli obat yang harus ditebus.
"Mau titip beli apa, aku keluar ke apotik habis ini dan yang sehat yahh, ogah kalau yang enggak-enggak." tanya BG.
"Salad buah or Sup buah aja." jawab Abel, BG paham orang sakit pasti pengen yang segar-segar.
"Bagas kemana nduk." tanya bunda saat tak mendapati BG dikamar Abel.
"Ke apotik bun, tebus obat sama beliin Abel sup buah."jawab Abel.
"Ya ampun ini anak yahh, aji mumpung banget."
"Enggak bun, dia yang nawarin Abel kebetulan pengen yang dingin-dingin, Adek mana.?."
"Dikamar bobok dia, trus gimana tadi Amal nya, sukses." tanya bunda.
"Alhamdulillah, dapet hampir sebelas juta."
"Wahh lumayan tuhh, seneng remaja sekarang ada niatan beramal." ucap bunda.
"Harus bun, nakal boleh, jahat boleh tapi jangan sampek buta kalau ada yang butuh uluran tangan." jawab Abel, membuat senyum sang bunda merekah, diusap lembut kepala putri cantiknya itu.
"Hemm, besok agendanya apa." tanya bunda dan Abel pun menjelaskan kegiatan apa saja besok dan lusa.
Sekitar tiga puluh menit BG keluar dan membawa pesanan gadisnya, Abel yang sedang diruang tamu nampak sumringah.
"Tunggu sini aja, aku bawain mangkok dulu." sela BG.
BG membeli sup buah beberapa bungkus tidak untuk Abel saja, dia menuangkan kedalam mangkok dan membawa ke tempat Abel berada.
"Mbok itu ada sup buah, sekalian embaknya yang dibelakang juga." ucap BG pada mbok Yem, IRT Abel.
"Aduhh, repot-repot cah ganteng. Matur nuwun loh." jawab Mbok, BG pun tersenyum.
"Ini, tuan putri silahkan dinikmati." ucap BG.
"Tengkiyuu my prince."
Abel tersenyum, dengan perlakuan hangat dari BG yang terkesan menjaganya dengan baik.
__ADS_1