
Udah Senin dolorrr, waktunya mee meen minta vote,, pencet tombol 🎫 Votenya ❤️ sama 🌷☕ jangan lupa 👍 juga yahh luvv mamacii.. Yuuukkk dipencet- pencet lahhh, minthor tunggu yah bestieee..
Apa yang bunda rasakan tak jauh beda dengan yang BG alami, melihat Abel melukai diri seperti ini rasanya ingin ia membaginya. Bahkan jika perlu ingin BG yang menggantikannya saat ini.
"Nak, bangun yukk dicariin adik Arkana." ucap pelan bunda yang masih mendekap erat gadisnya.
"Bunn, Bagas harus gimana." tanya BG.
"Dilihat dulu nak Abel gimana nantinya, bunda juga nggak tahu kedepannya." jawab bunda jumawa, rasanya masa depan Abel ada ditangan seorang Bagaskara.
Sedangkan ayah Raharjo disana melakukan rapat mendadak dengan para anggota timsus yang dipimpin oleh Alvin. Laporan mengenai perkembangan kasus Abel, dan juga hasil tindakan mereka.
"Jadi hasilnya belum sampai ada tindakan pelecehan pada Abel." tanya ayah membaca hasil visum.
"Lapor Ndan untuk pelecehan belum, tapi kita tidak tahu tindakan yang dilakukan tersangka pada nona apa, itu juga bisa jadi pertimbangan tambahan pasal jika ada bukti kesana." jawab Nina tegas, ayah paham maksud Nina saat ini cuma Abel yang bisa memberikan barang bukti itu dengan menjawab mengatakan kejadian yang menimpanya.
"Kita akan coba nanti jika dia sadar, pastikan ada rekamannya." sahut ayah semua anggota tim Alfa mengangguk dan akan mempersiapkan rencana mereka. Bagaimana pun mereka sedang berhadapan dengan orang yang bisa saja lepas dari jeratan hukum mengingat pelaku adalah sosok orang penting. Akan tetapi ayah ingat jika ia memiliki calon besan yang tak kalah hebatnya.
Setelah meeting selesai tim Alfa segera memasang alat penyadap suara di bed Abel, mengingat kondisi psikis Abel yang tak baik mau tak mau mereka mengorek barang bukti baru dengan spontanitas.
__ADS_1
Ada pergerakan terjadi pada Abel dan itu semua tak luput dari pandangan semua orang disana. Yang bunda rasakan Abel tenang saat diperlakukan seperti ini, dan memang hanya bunda yang bisa melakukannya.
"Eungggghh."
"Kakak, buka matamu nak. Ini bunda." ucap bunda, pelan mata Abel mengerjap.
"Bundaaa, kapan bunda sampai." jawab Abel lirih, sepertinya metode kangguru sangat berarti bagi Abel.
"Udah daritadi kak, kakak aja yang boboknya lama. Adek aja sampai bosan." sahut bunda sambil mengusap kepala Abel, jangan lupakan mata sembabnya yang bahkan membuat matanya membengkak.
"Kaakkk, kuat nak. Anak ayah hebat." ucap ayah ada maksud ingin mengorek anaknya pelan-pelan.
BG tersenyum padanya, perasaan Abel tenang meskipun masih ada beban dihatinya.
"Lihat nih matanya bengkak, kakak kuat yah. Kalau nangis terus nanti sakit gak bisa ketemu adek loh." ucap bunda sembari membelai anak gadisnya, Abel mengangguk.
"Abel pusiingg Bun." gumam Abel lirih suaranya bahkan hampir tak terdengar seperti terhalang sesuatu, melihatnya BG menyodorkan minuman pada ayah agar membantu melegakan tenggorokan Abel.
"Mas Alvin sudah berhasil melumpuhkan orang itu nak, laporan terakhir dia sudah ditangani pihak berwajib." ucap ayah, Abel memperhatikan sang ayah.
__ADS_1
"Ayah harus bagaimana pada orang itu nak, menghajarnya, sudah Bagas lakukan bahkan sebelum ayah minta. Sekarang juga sudah dibui, tinggal Abel, kakak harus kuat dan hebat bisa bangkit." lanjut ayah.
"Heummm, taaapi Abel ke-cewaa ayah."
"Kenapa, kecewa sama siapa kak." potong Bunda.
"Pada diri Abel Bun, hiks... Kenapa Abel nggak bi-sa was-pa-da sama orang. Abel kira dia orang baik, tapi ternyata..." ucapan Abel terjeda, semua orang setia mendengar ungkapan hati seorang Arabella.
"Kalau belum sanggup cerita, nggak apa-apa besok-besok masih bisa." jawab bunda.
"Abel hiks, Ab-el. Eummm dia maksa ma-mau nikahin Abel. Dia marah karena Abel nggak mau Bun hikss, hiks dia terus ciu-min Abel dan mau i-iiituu huhuhuuu." jelas Abel sendu, dipeluk tubuh lemah anak gadisnya oleh bunda. Ayah pun merasakan hal yang sama, anak gadis yang ia jaga sudah melalui hal yang buruk bahkan dengan keras dia mencoba melawan pelaku. Diambang pintu papa mama BG pun jelas mendengarkan kejadian itujuga merasakan sakit hatinya.
"Gapapa sayank, untung Bagas dan mas Alvin cepat datang kan nolongin kakak. Kasihan mas Al juga sangat sedih liat kakak begini." sahut bunda, BG mendekat pada ayah.
"Ayah, bunda, karena papa sama mama Bagas juga sudah datang. Ijin kan Bagas menikahi Abel hari ini." ucap BG tegas, ayah pun menoleh mencari keberadaan orang tua BG yang bahkan tak ia sadari jika mereka sudah berada disini.
"Haahhh, Tolong dipikirkan dulu nak." ucap ayah.
Deg....
__ADS_1