
Dua minggu berlalu
Hari ini dijadwalkan ulang sidang skripsi Abel, kondisi Abel pun sudah prima bahkan siap 100%. Meskipun masih mengalami morning sicknes layaknya ibu hamil kebanyakan namun pada abel justru hanya sesekali mual muntah.
"Nanti mama belanja buah dulu sayang, stok dikulkas kosong." ucap mama Mia, yang tak akan membiarkan Abel dikampus sendirian. Meskipun ada temannya mama Mia tak bisa menganggap sepele semuanya.
"Iyaa mama, ada mas Al. Nanti biar didampingi mas Al karena hari ini teman-teman juga pada sidang semua." jawab Abel, mama Mia mengangguk. Sama halnya dengan BG yang pagi ini ada meeting akhir bulan pun berjanji akan datang setelahnya.
"Al, turunin mama di depan supermarket yah, kamu langsung temani Abel ke kampus. Jaga baik-baik adik mu." titah mama Mia, Alvin dan Nina seolah menjadi anak sulung bagi keluarga Hermawan dan Raharjo.
"Laksanakan Ndan."
Sedangkan dikantor BG dan Angga sudah memulai meeting dipagi hari agar dia bisa datang ke kampus saat sidang skripsi Abel selesai.
Meskipun tengah hamil muda Abel tak sedikitpun merasa gugup hari ini, pikirnya semua karena bawaan bayi. Abel yang mudah lelah dan sering baper namun pembawaannya santai dan dingin disaat tertentu seperti halnya sifat BG.
Demi menghindari mulut-mulut cabe goceng bertebaran Alvin bahkan sudah mempersiapkan segalanya. BG telah meminta om Saga menempatkan di ruang terpisah dengan mahasiswa lainnya.
"Makanya punya mulut tuh dijaga Jang sembarangan."
"Taukk giliran di skors mulutnya kicep."
"Sesama perempuan kok saling hina, trus kalo seumpama kelean yang ngalamin apa masih aman jiwa Loe."
"Nahh tuh gue denger sih Abel bahkan sampai depresi loh."
"Makanya dia itu korban, kenapa kita jadi orang gak punya perasaan banget Sampek ngejudge."
"Gue saksinya, gue datang pas Abel nikah meskipun kita gak akrab tapi beruntung nya gue diundang sultan."
__ADS_1
Hukuman dibayar Kontan oleh BG bagi mereka yang sudah menjudge Abel saat itu, terdeteksi lima orang ijazah mereka ditangguhkan oleh kampus sebagai syarat agar tak mendapat hukuman skors.
"Gilakk kebanyakan malah dari kelas Ekonomi sama manajemen yang bahkan gak kenal sama Abel loh."
"Apa iyaah."
Kini gunjingan mengenai penculikan Abel nyaris punah berganti tema menjadi kehancuran para penggunjing Abel yang langsung di ulti oleh suami tercinta nya.
Di dalam ruang sidang Abel memaparkan skripsi hasil kerja kerasnya tanpa ragu sedikitpun. Ternyata didikan keras dari Prof Zayn merevisi ulang dan berulang membuatnya menjadi pribadi yang sangat menguasai skripsinya dari kata per kata.
"The hope for mutual respect between religious communities in developing countries has become a benchmark for research and development in my real work studies. (harapan nya untuk saling menghargai antar umat beragama di negara berkembang menjadi tolak ukur penelitian dan pengembangan kuliah kerja nyata saya)."
"I am very grateful to had the real opportunity to visit a country from a developed country like the United States, so a work of my real work was published at the United States Embassy in Central Jakarta. (Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan nyata kunjungan negara dari negara maju seperti Amerika Serikat, maka terbitlah sebuah karya hasil kerja nyata saya di kedutaan Amerika Serikat di Jakarta Pusat)." lanjut Abel, lalu dipenutup penyampaiannya Abel tak lupa mengucapkan permintaan maaf karena tertundanya sidang skripsinya saat lalu.
"That is the presentation of my thesis, I really hope that it will be accepted by the lecturer council, which I really respect.
Ada waktu 20 menit untuk saling tukar pendapat, antara dewan penguji skripsi kepada mahasiswa namun itu semua tak terjadi karena skripsi Abel bukan lah penelitian melainkan hasil kerja nyatanya yang itu artinya Abel memiliki previledge tanpa mengeluarkan kuisioner untuk mengolah data. Hasil penelitian Abel murni langsung melakukan interview pada perwakilan negara.
Sambil menunggu hasil penilaian Abel dan semua mahasiswa menunggu proses selanjutnya yaitu pengumuman nilai akhir skripsi. Didepan pintu ruangan sudah nampak ayah, bunda, mama Mia dan juga sang suami minus papa Hermawan yang sudah kembali ke Singapura.
"Hai honey." ucap BG sembari menopang buket bunga, Abel yang melihat nya seketika berhambur memeluk BG.
"Selamat yahh, sudah selesai ujiannya."
"Selamat yah."
Ucapan selamat dari kedua orang tua dan mertua Abel, membuat suasana menjadi haru. Berapa pun nilai akhirnya Abel sudah tak Hiraukan karena kini dia sudah memiliki fokus lainnya.
"Kakakkk, congratula-tion." ucap Arkana terbata Abel pun tersenyum lalu memeluk tubuh gempal sang adik yang sudah berusia 6 tahun.
__ADS_1
"Ayuukk lihat ke papan pengumuman." ajak teman-teman nya karena Dekka dan Cindy pun penasaran dengan hasil sidangnya hari ini.
"Gak perlu udah beres." sahut BG cepat karena dia sudah mendapat hasil rekap nilai dari pemilik universitas langsung. BG pun menunjukkan hasil ujian Abel dengan nilai A+ dari ketiga dosen penguji hari ini.
Dooorsss..
Torssss
"Yeeyyy, Wisudaaaa."
"Ahhh, Cumlaude." ucap Airin sembari menyampaikan selempang cumlaude pada Abel.
"Anak ayah hebat."
"Arka dulu ihhh."
bughhhh... Bughhhh
Teriakan Arkana menggema kala tak terima sang kakak sudah digiring oleh sahabat dan sang suami dalam perayaan kelulusan. Sontak semuanya terbahak dengan kelakuan sigembul. Bocah yang dulu menjadi hiburan sang kakak, penawar rindu bagi semua orang.
"Buakakkkk."
"Hahhahah."
"Sudahh biarin kakaknya sama temannya Arkana."
"Huaaaa, kakak kuuu."
__ADS_1