Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Posesif


__ADS_3

Hai Guys Jang lupa likeπŸ‘ love ❀️ gift 🎁 vote 🎫 dan komentnya ⌨️ yahhh... Caranya gimana tinggal dipencet aja logo trus tinggal pilih mau gift apa aja boleh.. ditunggu yah guys Mamaciii.. luvvvv 😘😘😘.


Agaknya Abel tak akan memberi celah lagi untuk para calon bibit pelakor. Sungguh petuah sang mertua terngiang di kepalanya.


BG mendengar jelas kata sang istri jika dia tak sengaja melihat Nadia memberikannya makan siang juga, bagaimana bisa sang istri meyakini jika dia akan lebih memilih memakan dari Nadia ketimbang milik Abel nya.


"Sini, ayok maem juga yah."


"Enggak aku makan es krim aja."


"Trus ini aku nya nggak disiapin gitu." celetuk bg, Abel terhenyak memang sedikit terlupa.


"Ahh iya maaf yah."


Cupp..


BG mencuri cium sang istri tentunya didepan sang mama, dia hanya ingin meyakinkan jika tak ada yang berubah pada dirinya.


"Aduhhh, mama jadi obat nyamuk lahh."


"Habisnya mantu mama ngambekan, yah mam." celetuk bg, sontak mata Abel melotot karena merasa malu pada sang mama mertua.


Dengan telaten Abel menyiapkan makanan untuk BG, tentu diselingi dengan godaan- godaan dari BG yang selalu ingin membuat sang istri merona.


"Mam, Bagas harus apa biar Abel gak bad mood Mulu." tanya BG gamblang, Abel melirik ada apa sampai BG menanyakan hal seperti itu.

__ADS_1


"Senengin istrinya dong, tuh Pumpung lagi hamil sekalian perhatian sama anak istri pahala berlipat ganda tuh."


"Asiapp mam."


"Nahh terus itu si Nadia itu siapa kenapa terus keliaran diarea sini." tanya mama Mia tanpa disaring terlebih dahulu. Abel cukup menyimak, dia pasrahkan pada sang mama mertua.


"Ma, Bagas tuh yah gak hafal pegawai segini banyak. Even dia sering naik, Bagas bahkan baru ketemu dirumah sakit kemarin dan itu pun gak direncana kan."


"Okay mama percaya, tapi jangan sampai kasih cela. Sampai Abel bad mood gak baik buat baby nya. Ingat ituuuu." jelas mama Mia sedikit meninggi.


"Bagi Bagas Abel udah paling perfect trus ngapain Bagas nyari lain coba. Dan honey Jang lagi cemburu sama yang gak pasti, dan aku anggap Nadia itu cuma iseng aja percaya suami mu gak akan kepengaruh." papar sang Bagaskara, Abel berkaca dia seperti berprasangka buruk pada suaminya.


"maafin aku yah." ucap Abel yang sudah berkaca-kaca. BG pun tak akan membiarkan sang istri sedih segera merengkuh tubuhnya.


Mama Mia saksi dimana masa peralihan kedua insan muda itu mungkin sedang dalam fase ujian sebuah hubungan. Naas nya kondisi Abel yang tengah sensitif karena sedang hamil muda membuatnya sedikit terpancing.


Suara ketukan pintu Bagas terdengar menyela interaksi mereka bertiga.


"Masuk."


"Ada jadwal meeting di luar dengan investor setelah makan siang, kisaran 20 menit lagi." ucap Angga setelah dipersilahkan masuk guna mengingat kan kembali pada sang boss, terlebih saat ini sedang ada tamu istimewa nya.


"Hemm, aku akan pulang setelah dari meeting honey. Tunggu dirumah yah." ucap BG, Abel pun mengangguk karena dari awal dia hanya ingin mengantar maksi sekaligus menemani makan siang sang suami.


"Nanti turunnya sekalian kalian berangkat saja." saran mama Mia, yang disanggupi sang Bagaskara.

__ADS_1


Pada akhirnya Abel pun pulang bersamaan dengan BG yang akan keluar meeting dengan investor. BG menggenggam erat jemari sang istri, dia ingin menunjukkan betapa dirinya tak akan mudah terhasut jin untuk meninggalkan sang istri.


Tangan sebelah kirinya membawa barang milik Abel, tangan kanan tetap berlabuh pada jemari sang istri. BG melangkah kan kaki nya tanpa menoleh kearah manapun, dibelakangnya sang mama pun tak mau kalah. Mama Mia benteng terakhir untuk keamanan sang Arabella.


BG menerima laporan dari Dinda jika ada makanan untuknya, sudah pasti BG menebak itu makanan yang telah menjadi trouble maker untuknya dengan Abel.


BG memerintahkan untuk diberikan pada karyawan lainnya yang bekerja dan belum sempat beristirahat karena dia hanya akan makan dari milik sang istri.


"Lohh mbak Din kok bungkusan titipan saya masih ada apa tuan Bagas." cerocos Nadia karena melihat bungkusan miliknya di meja Dinda.


"Yang sopan." jawab Dinda singkat tanpa menoleh kearah Nadia.


"Yahh saya kan sudah titip mbak, kanapa nggak disampaikan." sungut Nadia sebal, Dinda pun sudah nyalang merasa Nadia sudah mulai banyak bertingkah.


"Hehh, Loe kira gue sekarang kerjaan kayak elo gitu."


"Maksud mbak apa."


"Makanya ngaca, sadar diri Loe ngapain keluyuran kesini, dan itu ngefek buat gue dari atasan. Jang Loe kira Loe seenaknya datang kemari tanpa tau larangan yang jelas." cerca Dinda, seolah bom molotov itu sudah meluncur.


"Satu hal lagi, bos hanya akan makan dari ISTRI NYA bukan dari orang lain. Jadi loe bawa karena bos juga nggak mau Nerima dari orang gak jelas."


"Kalau aku nggak jelas lalu kenapa bos begitu baik sampai mengirim bantuan untuk keluarga."


"Bodohh, karyawan bos yang dapet penghargaan bukan cuma loe, tapi sekitar 121 an. Dan Loe sadar diri Loe siapa dengan bos yang sudah bahagia bersama keluarga nya gak mungkin banget Sampek bos tertarik sama Loe." ucap Dinda final dia sungguh lelah menghadapi Nadia.

__ADS_1


"Jadi gue peringati. Loe, jangan belajar jadi pelakor. Loe jangan jadi diri dalam daging rumah tangga boz.


__ADS_2