
Hai Guys Jang lupa likeπ love β€οΈ gift π vote π« dan komentnya β¨οΈ yahhh... Caranya gimana tinggal dipencet aja logo trus tinggal pilih mau gift apa aja boleh.. ditunggu yah guys Mamaciii.. luvvvv πππ.
Hari berganti hari dan Minggu, Abel tak ada kesempatan untuk menghubungi Airin. Meskipun Airin pernah mengatakan jika Abel harus berjanji untuk mengesampingkan perasaan masing- masing jika saat Angga datang.
Namun sungguh Abel tak kuasa menahan jika terlalu lama memendam gejolak batinnya. Rasa yang sangat membuncah ketika mengetahui sahabat rela pergi untuk mengingkari rasanya. Rasa yang bergejolak kala kenyataan yang cukup pahit diterima oleh Angga justru membuat Abel kini dilema.
Disatu sisi Abel ingin membantu Angga, mempertemukan mereka, yang Abel yakini ada cinta sejati diantara mereka. Namun faktanya Abel masih berpegang pada janjinya.
*
Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang-bintang
Dan mulai turun setetes air langit
Dari tubuhnya
Tanpa sadar nikmatnya alam karena kuasa-Mu
Yang takkan habis sampai di akhir waktu perjalanan ini
*
Liriknya cukup mengena dihati Abel, sudah cukup lama Airin tak memberinya kabar. Hanya say hai lewat pesan namun mereka bahkan tak saling mendengar suara satu sama lain. Namun tidak hari ini, mendadak Airin menghubunginya.
"Hallo."
"Hallo bebh."
"Hai Ai apa kabar."
__ADS_1
"Kabar baik, kamu dan lainnya gimana. Maaf yahh baru bisa telpon."
"Baik banget Ai kita semua disini. Ehmmm btw banyak tugas yahh jadinya gak pernah kontakan nih."
"Ahhh enggak kok bebh, aku hanya menyibukkan diri ajah. Missed you."
"Miss you too, so bad. Aku boleh cerita nggak Ai."
"Mau cerita apa."
"Janji yah, kamu cuma boleh dengerin tapi gak boleh komenin dulu."
"Owwwhh okeyy."
"Ehhmm, kapan hari aku ada yang datengin. Trus dia babak belur digebukin sama anak-anak. Nahh akhirnya kita jadi tau sebuah bom besar yang terjadi pada dirinya." Cerita Abel mengalir, dirangkainya kalimat per kalimat seindah mungkin agar Airin terkesan mendengar kan sampai Abel selesai bercerita.
"Aku dan Bagas dan juga lainnya mencoba untuk menjadi sandarannya. Semua yang Angga punya sudah dijual untuk pengobatan mama nya. Ai aku tau ini begitu mengejutkan, kita bahkan sudah pernah memperkirakan ini semua akan tiba waktunya. But I still keep my promise to you, Believe me."
"Trus gimana keadaan mama Angga se sekarang."
Sruuuukks, hikss. Akhirnya Abel mendengar tangis Airin pecah.
"Apakah kamu tidak menanyakan kondisi Angga." Abel mencoba membuka gerbang yang Airin tutup begitu rapat.
"Memangnya kenapa dia." jawab Airin justru melemparkan pertanyaan, bahkan dia tak mau mengucapkan nama Angga.
"Angga jatuh terpuruk, bahkan sudah berada di titik terbawah saat mama nya mencoba mengakhiri hidupnya." jawab Abel sembari memantik respon Airin lebih.
"Apaaa." teriak Airin bahkan membuat telinga Abel mendadak berdengung.
__ADS_1
"Iyaa itu terjadi saat BG bilang melihat Angga datang ke sekolah terakhir kalinya. Jadilah Angga tak mau meninggalkan mamanya sedetik pun, dia merasa akan menyesal seumur hidup jika saat itu mamanya tiada." jelas Abel sedikit berlebihan, namun dia sedikit tersenyum kala Airin mulai gelisah.
"Angga bilang akan selalu menunggu mu sampai waktunya tiba, saat ini dia fokus untuk mengembalikan senyum mamanya lagi dannn juga..." ucap Abel terpotong.
" Apa Bell."
"Tembok kalian sudah runtuh Ai, Angga memutuskan mengikuti mamanya dengan menjadi mualaf. Karena selama ini orang yang diagungkan, papanya justru membuatnya jatuh hingga kedasar lembah yang terdalam."
"Lalu apa Untung nya buat gue." gumam Airin lemah.
"Entahlah aku tidak mencoba meyakinkan dirimu untuk menerima Angga kembali, aku hanya memberi kabar. Bukan berarti juga aku mau memaksakan kehendakmu. Is that your bussines not me, is that about your heart not my feeling yet." ucap Abel finish, rasanya hari ini dia puas bisa menggedor bongkahan kepala batu diseberang sana.
"Habis ini gak usah nangis-nangis yahh, kan kamu sendiri yang bilang kalau apa untungnya kamu dengar cerita ku." ucap Abel lebay.
"Huaaaaaa, Abel jaharaaaa, hikss hikss."
"Airin kenapa, kan aku gak salah tadi kamu sendiri yang bilang gitu kan."
"Bukan gi gitu juga, gue hanyaaa."
"Hanya bingung harus gimana bukan, that so simple Ai, You don't need to do anything, you just have to keep going straight and hurry back home. If you are matched, then everything will be more beautiful. Okayy love you Airin, sending a hug for you."
Klikkkk
Sengaja Abel menutup sambungan nya untuk mengerjai sahabatnya itu, seandainya saja ia tak memilih kuliah diluar negeri mungkin saat ini dia sudah berada ditengah-tengah nya. Namun semua sudah terjadi, bahkan tak akan ada yang tau kejadiannya yang seperti ini.
Sementara itu gadis berjilbab itu masih termenung memikirkan semua yang terucap dari bibir Arabella. Semuanya bak benang kusut yang selalu menari-nari terputar jelas di otaknya.
Segeralah Airin mengambil air wudhu untuk menemui sang pencipta, mencurahkan segala laranya yang menyesakkan di dada. Entah apa yang akan ia lakukan esok hari, Airin meminta petunjuk dari sang pencipta semesta.
__ADS_1