Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
We are Happy


__ADS_3

Minthor masih menanti jempol, love, kado, vote dan komenan kelean yahh.. Mamacii


*


"Udah pada ngumpul semua." tanya BG pada Devan yang tengah mengecheck temannya yang ikut liburan hari ini.


"Belum semua kurang 6 anak." jawab Devan.


"Yaudah ditunggu sampai komplit baru loe konfirmasi ke sopir bis nya." ujar BG.


"Siappp boskuhhh."


"Camilan, minum dll aman Van."


"Usah di handle Airin sama Dekka boss." jawab Devan, BG pun mengangguk lalu ekor matanya menangkap siluet Abel menuju kearahnya.


"Udah siap Baby."


"Sudah, yang lain gimana." tanya Abel.


"nunggu 6 anak kata Devan."


"Ohh, tolong tas aku yah. Ada barang dibawain bunda juga." ucap Abel pada sang tunangan.


"Iyaa sayang." jawab BG lalu masuk kedalam rumah mengambil barang bawaan Abel.


Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya semua berkumpul, san sudah memasuki bis duduk sesuai dengan denah masing-masing.


"Guys dapat salam dari ayah mertua, semoga kita selamat sampai tujuan dan sampai balik kerumah lagi. Dan semoga kita having fun today." ucap BG.


"Yeaayyyyy."


"Hurrraaaaaa."


"Prokmmm.. prokk."


Setelah berdoa bersama-sama bis pun mulai melaju pelan meninggalkan pelataran rumah Abel yang digunakan untuk berkumpul.


"Disini senang disana senang dimana-mana hatiku senang." senandung Devan.


"Huwoooooo."


"Ngamen dong Van, kek bocah aja nyenyong begituan." teriak Fransiska.


"Emang masih bocah dia." sahut Nia.


"Lahh, gue mah udah bisa bikin bocah Nya. Mau nyoba loe." sahut Devan.


"Kasih keras Van." sahut Adit


"Ehh bangsat mulutnya yahh."


"Van awas aja tuh mulut ngeres yah."


"Devan Mesummm ihh." jawab Nia.


"17 + Nya, udah siap iniihh." cerocos Devan.


Mendengar ucapan vulgar dari teman-teman nya, BG menutup telinga Abel. Sedangkan Abel hanya senyum memandang BG yang selalu melindunginya dari ucapan kasar dari mulut Devan dkk.


"Bergetar aku tepat dihadapanmu


Debar jantungku berdetak...." Abel mulai mengalunkan nada suaranya yang merdu mengurai pereteruan hangat dari temannya.


"Kekasih yang baik hati kini ada disampingku."


"Yooo mana suaranya."


"Engkau cintanya aku."


"Mulai hari saat ini engkau cintanya akuuu."


"huhuhhhhhhh."


"Satu untuk selamanya."


"Ciyeeee, obat nyamuk laku kerass."


"Lanjuttt musrikkkk."

__ADS_1


"Di setiap doaku, disetiap air mataku selalu ada kamu." Senandung BG menyahuti lagu Andmesh jangan rubah takdirku.


"Tuhan kucinta dia, kuingin bersamanya."


"Yuhuuuu, asekkk."


"Kuingin habis kan nafas ini berdua dengannya."


"Satukanlah hatiku dengan hatinya."


"Bersama sampai akhiiiiiir."


"Gilakkk terhuraa gue."


"Sweeett banget gilakk."


"Yoookk digebooy."


Senandung dari berbagai lagu pun didendangkan hingga mereka sampai tujuan. Ada yang memilih tidur, dan tak sedikit pula menikmati hiburan dari temannya. Walaupun perjalanan cukup lama, mereka tak ada sedikitpun yang mengeluh.


"Guyss perhatiannya yah." ucap Devan.


"Yang hari ini gak bisa turun rafting cung lahh." lanjutnya.


"Gue Van."


"Mang napa Van."


"Empat orang gak turun termasuk Abel yahh, jadi jagain nie bininya bos dengan baik kelean." jelas Devan.


"Yoiii."


"Bereess lahh."


Setelah sampai ditujuan mereka segera dibriefing oleh petugas dari Songa rafting. Menerima pakaian set rafting meskipun Abel tak ikut turun mereka tetap mengikuti ke tempat yang akan menjadi jalur akhir rafting.


"Arus hari ini cukup deras, tapi jangan khawatir kami akan selalu mendampingi kakak semua sampai tujuan akhir." jelas pemandu rafting.


"Siappp."


"Are u ready."


"Jangan takut disungai aman kok tidak ada buaya." kelakar pemandu rafting.


"Niih ada buaya darat kak." celetuk Nia sambil menunjuk Devan.


"Nyaa jangan uji kesabaran abang yah."


"Apee, kan iyaa loe sebangsanya." sahut Nia.


"Hooo minta dikasih pelajaran, gue ***** loe."


"Hehh.. hehhh entaran kalau mo lanjut pacarannya." potong pemandu rafting, sontak membuat semuanya tergelak.


"Si Nia kode keras tuh Van."


"Kelar ini gue kasih hukuman loe sayang." ucap Devan pada Nia sambil tersenyum smirk.


"Ciiihh, sayang- sayang. Ogaaah."


"Yauu dahh Van pepet ajahh."


Teman-temannya semakin melontarkan godaan pada keduanya, hingga pemandu rafting menyela mereka karena kegiatan akan dimulai dengan pemanasan dulu.


"Having fun guys." teriak Abel, BG pun segera bergabung dengan yang lainnya meninggalkan Abel bersama ketiga temannya.


"Tunggu disini bentar yah." ucap BG lalu tak lupa meninggalkan kecupan ringan dipipi Abel.


"Gue gebuk loe yahh Gas." sungut Angel melihat keromantisan yang ditampilkan kedua orang itu.


"Iri Ngel gihh pilih salah satu dari mas nya." sahut BG lalu beranjak sambil terbahak melihat Angel merona.


"Lahh loe ada yang incer nihh Ngel." tanya teman Abel lainnya.


"Ckkk kalian ini."


"Hahahhah Angel malu- malu meong guys."


Abel memandangi semua raut muka temannya yang akan terjun rafting terutama sang Bagaskara yang tengah melambai padanya. Ada yang senang, exited, khawatir bahkan tegang seperti para gadis yang sepertinya mendadak pucat setelah melihat Arus sungai cukup deras.

__ADS_1


Setelah semua perahu karet meninggalkan lokasi start Abel dan yang lain akan menuju ke lokasi finish. Rafting menghabiskan waktu sekitar tiga puluh hingga empat puluh lima menit sampai lokasi akhir rafting.


Ada rasa iri pada mereka yang kini berada diatas perahu karet sedang mendayung aliran keras sungai. Namun Abel tak cukup nyali untuk mengindahkan peringatan sang ayah.


Melihat teman juga sahabatnya senang dengan liburan ini sungguh cukup membuat Abel bahagia.


Sementara itu ditempat mereka yang sedang berdayung manja menikmati aliran deras sungai cukup heboh terutama para cewek yang terus berteriak histeris.


"Huaaa, mama."


"huaduhhh dengkul ku kate coplokk." (Lutut ku rasa mau lepas).


"Diem aja Sis, teriak mulu."


"Coyyy, gue masih mau hidup Coy.."


"Ishhh berisik amat hidup lo."


"Akkhhhhh.. mama."


"Huaaaa, akkhhhh Byuuur."


Salah satu perahu karet terbalik membuat peserta tercebur namun justru mereka tertawa kencang.


"Buakaakkkkk."


"Yahhh yahhh nyemplung."


"Hati- hati Karam loe Sis."


"Hahhahahah."


"Dayung keras."


"Turunan tajam."


"Cepet-cepet guys."


"Mama, tolong Astagaaa."


"aallohuakbaar,.. akhhhh."


Byurrr satu perahu karet tercebur lagi, agaknya justru tegangnya saat perahu terbalik setelah terombang-ambing arus deras. Masih sisa dua perahu yang terus bergerak terombang ambing turun mengikuti aliran sungai rafting termasuk rombongan BG dan Angga.


"Makanya disuruh dayung tuh dayung." ucap Devan.


"Takut gue gilak." jawab Nia.


"Kalau takut kenapa mau turun, sana bobok cantik dirumah lebih enak." jawab Devan terus mendebat.


"Suka- suka gue ngapa loe sewot."


"Gara- gara loe gue gak bisa sampai akhir." sahut Devan.


"Yaudahh sih sono loe ngambang kek Thai aja entar juga sampai tujuan."


Sementara pemandu dan yang lainnya sibuk memandang kedua remaja yang berdebat tanpa ada ujungnya.


"Kenapa berdebat sihh, kan bisa turun lagi yaa kan bang." ucap Gama.


"Gue sumpahin jadian elo berdua mampus." teriak Fransiska jengah.


"Ogahhhh." jawab kompak Devan dan Nia.


"Van bantuin anjir." sela Adit yang tengah membereskan alat dayung pembantu para pemandu.


"Kesel gue."


"Dahh yuuk siap meluncur lagi, yang mau istirahat gabung dipos nanti dijemput." perintah pemandu.


Setelah membenahi perahu yang terbalik hanya para cowok yang memilih melanjutkan rute, sedangkan para gadis memilih istirahat.


"Gimana seru." tanya Abel setelah Nia dan Fransiska bergabung padanya.


"Seruu banget Bell."


"Seru plus deg degan."


Abel tersenyum menyahuti kedua temannya itu.

__ADS_1


Happy Fasting.. Sahurrrrrr.. sahuurrr


__ADS_2