
Beberapa hari kemudian
Hari ini merupakan hari yang dinanti oleh BG, karena hari ini adalah harus yang sangat dinantikan nya setelah hampir 6 tahun bersama sang Arabella. Entah sudah berapa lama dia menghembuskan nafas kasarnya karena dilanda kegalauan yang sedang menjalani masa pingitan.
Selama dua hari ini Abel dan BG tak boleh bertemu, padahal mereka sudah menjadi suami istri tapi kenapa dia harus dipingit segala.
Namun setelah pagi menyingsing senyum BG bahkan tak bisa ditahan lagi, karena dia akan segera mengobati rasa rindunya.
"Astaga jam sembilan lama banget serasa sebulan." gumam BG, Angga yang berada disebelah hanya mendengus, bagaimana bisa sahabatnya itu lebay karena acara akad akan berlangsung dua jam lagi.
"Ya Loe sabar dikit lagi."
Sementara itu dikamar Abel yang sedang dirias sudah berkumpul para sahabatnya, Dekka dan Cindy bahkan menginap dirumah Abel. Sedangkan Metta hari ini berjanji akan datang karena kebetulan sang suami sedang tidak ada jadwal dakwah.
Lalu bagaimana dengan Airin, tentu saja dia akan datang namun pagi ini dia baru meluncur dari Australia dengan penerbangan terpagi agar bisa sampai tepat saat Abel menikah. Airin baru bisa meluncur Indonesia setelah menyelesaikan skripsinya dikampus.
"Metta udah Sampek belum." tanya Dekka pada Cindy karena yang sedari tadi keluar kamar hanya Cindy, sedang Dekka fokus pada Abel.
"Belum, cuma ada Kevin sama istrinya, Siska juga masih otewe... Eh dokter Kirana ada Ding udah didepan." jawab Cindy.
"Setengah jam lagi yah mbak." peringat Dekka pada MUA, namun sedari tadi proses make sudah selesai tinggal hair do yang dilakukan agar seperfect mungkin.
"Bagas udah datang." tanya Abel lirih, Cindy dan Dekka paham jika temannya ini sedang dilanda cemas.
"Ehmm, papa mamanya sih udah, tapi gue gak lihat BG."
"Kenapa Bell." tanya Dekka.
"Enggg nggak apa-apa kok.."
Benar sekali jika saat ini Abel tegang, walaupun dia sudah menikah secara agama namun hari ini pernikahan nya disaksikan langsung oleh banyak orang. Dan hari ini pertama kalinya Abel bertemu banyak orang setelah kejadian saat itu.
"Loe tenang yah ada dokter Kirana kok, entar jangan gugup yah." ucap Dekka menenangkan, Abel mengangguk.
"Team monitor..." ucap Dekka seperti sedang terhubung dengan team EO nya. Akhirnya Dekka memutuskan perubahan skenario.
Sementara itu ditempat proses akad nikah BG yang sudah berhadapan dengan penghulu dan para saksi terkejut kala mendengar info dari team EO jika Abel tak keluar selama prosesi akad.
"Mas Bagas mempelai perempuan nya keluar setelah akad."
"Hahh, lah kenapa mas."
"Engg ituhh, perintah Dekka."
"lohh, kemarin gladinya gak gitu kan mas."
__ADS_1
"Kurang tau mas Bagas, mendadak juga barusan ngabarin."
"Tapi Abelnya gak kenapa-kenapa kan." tanya BG mencecar para EO, karena melihat ada keributan diantara BG dan team EO membuat Alvin dan yang lain penasaran.
"Ada apa ini."
"Kenapa mas." tanya ayah.
"Ada apa boy." tanya papa BG mendekat kearah meja akad.
"Abel gamau keluar pas akad pa, mas." jelas BG sementara itu penghulu dan para saksi menjadi penonton kegalauan mempelai pria.
"Yasudah gapapa mungkin riasnya belum selesai."
"Iyaa bisa dimulai acaranya."
BG pasrah mengangguk atas pertanyaan dari penghulu, meskipun dia masih bertanya-tanya namun dia harus fokus pada prosesi agar dia tak sampai salah naskah.
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA ARABELLA TRISNA KUSUMA BINTI RAHARJO KUSUMA DENGAN MASKAWIN LOGAM MULIA 100 GR DAN UANG SENILAI 567 JUTA RUPIAH DIBAYAR TUNAI."
SAH
SAH
Akhirnya akad nikah resmi berjalan dengan lancar team EO pun menginfokan pada Dekka yang berada dikamar pengantin jika proses akad telai selesai, Airin pun telah bergabung didalam kamar pengantin.
Dilantai atas Abel diapit kedua sahabatnya yang bertugas Airin dan Cindy, dibelakangnya sosok Dekka yang bertugas mengatur acara. Semua mata memandang lekat cantiknya mempelai saat ini, terlebih seorang BG yang tak putus memandang gadis yang dirindukan kan nya selama dua hari ini.
Lagu langgam Jawa mengalun selama menanti sang Arabella bergabung dengan sang suami. Abel nampak cantik berbalut kebaya putih dengan tatanan rambut yang cantik ditutup dengan kerudung Corneli berwarna peach.
Ayah dan bunda tak kuasa membendung rasa haru, dimana hari ini putrinya resmi menyandang gelar seorang istri sah Dimata negara dan agama. Putri semata wayangnya telah dipersunting pria yang beberapa tahun lalu melamarnya diusia belia.
"Cantiknya anakmu Bun."
"Iyaaa hiks." jawab bunda dengan air mata yang sudah menetes, airmata haru bercampur bahagianya.
Setelah berhadapan dengan sang suami, Abel pun diarahkan mencium tangan takzim BG lalu BG pun membalas dengan mencium kening Abel.
Setelah memasang cincin nikah dan tanda tangan berkas keduanya kemudian sungkeman pada kedua orang tua mereka.
"Titip Abel yah nak, jaga dia jika kamu tak sanggup kembalikan pada ayah jangan kamu sakiti dia." pesan ayah pada sang menantu.
"Bagas akan menjaga dengan seluruh jiwa Bagas ayah, percayalah."
"Tentu nak."
__ADS_1
"Ayahhh, bundaahh maafin Abel jika pernah salah, maafin jika Abel tak patuh pada bundahh Hiksss, pada ayahh."
"Berbahagialah naakk, kamu boleh menangis saat ini tapi besok kamu harus tertawa bahagia yahh. Jangan pernah menoleh kebelakang karena Bagas adalah masa depan mu." ucap sang bunda sembari menghapus air mata putri semata wayangnya.
BG tertegun memandang dan menunggu sang istri yang sedang mengeluarkan uneg-uneg nya pada sang bunda. Pesan dari bunda mertuanya pun membuatnya terharu, beliau cukup menyayangi anak gadisnya.
"Jaga mantu mama papa boy, pastikan perutnya selalu kenyang, jangan biarkan istrimu menangis karena kesedihan." pesan papa Hermawan pada BG.
"Insyaallah pa, ma restui kami."
"Tentu nak, kalau ada masalah selesaikan segera jangan biarkan berlarut. Kalau ada apa-apa katakan pada papa, mama, ayah dan bunda mu." ucap sang mama Abel dan BG mengangguk, tak ada ucapan dari Abel karena air matanya sudah menganak sungai. Mama Mia pun mendekap erat sang menantu menguatkan setelah apa yang terjadi pada nya selama ini.
Setelah sungkeman dan berswafoto, para tamu undangan pun menghampiri kedua mempelai mengucapkan selamat sekaligus ajang reuni bagi teman-teman Abel dan BG semasa SMA.
Metta dan Gus Ahmad serta putrinya Humaira, Kevin dan keluarganya pertama kalinya keduanya bertemu setelah sekian waktu. Metta menggunakan pakaian muslimah ditambah dengan niqab yang menutupi sebagian wajahnya hanya nampak kedua matanya, senyum Gus Ahmad yang tak pernah pudar terlihat bersahaja menandakan kehidupan mereka yang bahagia.
"Selamat yah Bell, Gas."
"Akhirnya mas Bagas ketemu jodoh, ternyata jagain jodoh sendiri bukan jodoh orang." gurau Gus Ahmad membuat yang lainnya pun ikut terhibur.
"Pasti Gus, kalau gak jodoh nanti saya coba nego biar berjodoh." sahut BG, membuat semua orang semakin terbahak.
"Hahahahha."
"Loe kira dagang di pasar rebo."
"Bisaaakkk yahh lawak."
"Yahh, semoga sakinah mawadah sampai Kakek nenek." ucap Gus Ahmad dan diamini semuanya.
"Amieennn."
"Syukrooon Gus."
" Yukk istirahat dulu kumpulin tenaga buat resepsi entar sore." sela Dekka mengatur acara selanjutnya agar Abel tak kelelahan.
"Ehhh gue kira kumpulin tenaga buat belah duren."
Bughhh..
Plakk
Sretttt
Taakkk
__ADS_1
Seketika Devan menjadi sasaran empuk BG dan lainnya, karena mereka takut Abel belum siap dengan kata keramat itu.