Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Angry Sagara


__ADS_3

Spinn Off Masih Di putih Abu-abu yahh Guys..


Tap 👍 like ❤️ love 🎁 Gift dan jangan lupa ⌨️ Komennya Ditunggu selalu.


Sagara menyelesaikan tugasnya mengisi kegiatan pengarahan mahasiswa baru, namun isi kepalanya masih terngiang-ngiang ucapan dr.Rania dan BG.


"Dia memiliki kulit sensitif, terlebih penggunaan make up tidak sesuai dengan takaran dan kegunaannya. Dari cerita keponakan mu itu eyeshadow dipakaikan untuk blush di pipi Ara."


"Aku minta ijin tapi dipersulit, padahal karena siapa Abel Sampek seperti ini, semua karena mereka."


Sagara menggabungkan ucapan-ucapan itu dikepalanya dan direkam bolak-balik untuk memecah masalah hari ini. Bukankah mereka sudah dititipkan pada ketua BEM, lantas mengapa sampai ada kejadian seperti ini. Bagaimana bisa terjadi, Sagara harus bertindak sebelum terjadi yang lebih membahayakan keponakannya.


"Panggil ketua BEM menghadap keruang saya." ucap Sagara pada salah satu panitia Ospek, lalu melenggang meninggalkan aula menuju kantor pribadinya.


"Baik Sir."


"Ehh anjirrr ada apaan."


"Apa ada kasus."


"Dengar-dengar nih tadi red stamp cabut."


"Iyaa gara-gara kasus yang tadi pagi."


"Lohh apa lagi."


"Katanya Arabella alergi."


"Mampusss nggak kita."


"Husshh buruan panggil Bima."


"lagian pada gak ada yang lapor Bima Reyhan sihh."


"Mana tuh si biang onar."


"Tauuk dari tadi gak kelihatan."


Percakapan para senior Abel menggaung dimana-mana, kejadian hari ini apakah berakibat fatal untuk mereka.


"Bim...." Bima yang sedang sibuk mengerjakan laporan bersama dua anggota BEM inti pun mendongak melihat kedatangan temannya.


"Apaan."


"Gawat Bim gaswattt." ucap teman Bima panik, bahkan membuat Reyhan dan Merry penasaran.


"Apaan sih, ngomong yang jelas."

__ADS_1


"Yasalaam lewat kita,."


"Maksud Loe."


"Ehhh Loe dipanggil sir Saga."


"Ohhh, emang udah kelar persentasi."


"Udahh."


"lahh terus apanya yang gawat." sahut Reyhan yang sedari tadi diam mengamati temannya itu.


"Ada kasus tadi pagi, red stamp sekarang dibawa ke rumah sakit."


"Hahhhhh."


"Kok bisa."


"lahh kenapa pada gak ada yang lapor."


"Sialann."


"Udah buruan ngadep rektor Loe."


"Buruu Bim."


Tokk.. tokk.. tokkk


"Permisi sir, ehmm sir manggil saya." ucap Bima setelah mendengar suara dari rektor nya.


"Duduk."


Plughhhhh


Sagara melemparkan sebuah map ke depan Bima, berisi beberapa lembar hasil kerja asistennya yang telah menyelidiki kejadian tadi pagi.


"Apa yang bisa kamu jelaskan."


"Hahhh, sebelum nya saya mohon maaf yang sebesar besarnya sir." ucap Bima, Sagara mengerucutkan keningnya dan menunggu dengan sabar lanjutan penjelasan Bima.


"Saya sebenarnya tidak mengetahui kejadian ini sir saya jarang terjun saat ospek, karena saya dikejar deadline beberapa proposal kegiatan sosial kita bulan depan. Teman-teman juga tidak ada yang melaporkan bahkan saya baru mengetahui saat sir memanggil tadi." jelas Bima nampak tenang.


"Sebenarnya saya sudah menyelidiki kejadian ini, saya yakin kamu tidak mungkin menguasai kasus ini tanpa tahu betul kejadian ini."


"Saya harus apa sir."


"Baguss, saya tahu kamu memang bertanggung jawab dengan tugas-tugas mu. Meskipun saya kecewa sekali sampai ada kejadian hari ini bahkan ini sudah muncul masalah di hari pertama." jelas Sagara, Bima nampak terkejut. Jika dihari pertama sudah ada kejadian yang sama bukan kah ini bukan sebuah kebetulan melainkan masalah yang disengaja dibuat.

__ADS_1


"Bukankah perintah ku sudah sangat jelas Bima. Saya minta jangan ada yang usik anak-anak ini."


"Jelas sir, seluruh anggota saya sudah mendapat kan salinan note dari sir, jadi keseluruhan anggota saya tahu perintah sir."


"Yahh terus kenapa sampai ada kejadian hari ini bahkan kemarin dengan Maba dan senior yang sama. Apa ada niat terselubung dari salah satu anggota mu." ucap Sagara dengan nada tinggi, Bima menunduk diam tak mampu berkata. Sang rektor cukup murka, dia tak mau menambah kemarahan sang rektor jika sampai salah ucap.


"Saya tidak mau dengar lagi besok ada kejadian yang melibatkan ke 6 Maba titipan saya... Mengerti." ucap Sagara lantang, Bima hanya mengangguk paham.


"Karena jika sampai ada lagi, saya pastikan beasiswa kamu saya cabut karena kamu yang paling bertanggung jawab dalam kegiatan ini."


Bima meninggalkan ruang pribadi rektorat dengan lesu dan rasa sakit yang teramat mendalam. Ancaman dari sang rektor cukup membuatnya frustasi, Bima bisa tetap bertahan kuliah mengandalkan beasiswa. Lalu hanya karena perbuatan temannya yang tidak bertanggung jawab membuatnya terancam kehilangan beasiswa. Bukankah itu tak adil bagi dirinya, tapi mengingat siapa dia sekarang memang sudah menjadi konsekuensi seorang pemimpin bagi anggotanya.


Reyhan dan Merry melihat kedatangan Bima yang kusut agaknya paham dengan suasana hati temannya.


"Gimana Bim."


"Hemmmmm.... kacau." Bima menceritakan semua pada kedua temannya, Reyhan pun mengaku jika kemarin dia sempat bertindak menyudahi perbuatan Agnes yang mengarah ke salah satu Maba istimewa alias titipan rektor.


Merry pun akhirnya angkat bicara mengingat ancaman sanksi yang akan didapat Bima cukup berat.


"Si Bagaskara bukannya masih kerabat sir Saga yahh." tanya Reyhan pada Bima, dan Bima mengangguk.


"Anak- anak bilang tadi dia manggil sir Saga om." sela Merry.


"Kapan."


"Yang pas Bagas mau bawa Ara ke RS."


"Nihh anak-anak udah share di grup." potong Reyhan dan menunjukkan chat grup pada Bima.


"Gue punya sepupu satu sekolah sama anak 6 ini, bahkan sekelas sama si Bagaskara. Mereka itu sebenarnya baik banget meskipun anak orang kaya, nah si Bagaskara ini tunangan sama Arabella yang lagi viral sekarang. Arabella juga terkenal karena selain cantik banget nget, pinter bahkan dia lulusan terbaik kemarin." cerita Merry panjang, Reyhan dan Bima setia mendengar kan.


"Dannnn Loe mesti dengar 1 kejutan lagi, si Arabella ini anak seorang petinggi TNI bintang tiga. Pernah ada kejadian dia celaka satu sekolahan diperiksa sampai tuntas bahkan ada yang DO. Makanya gue yakin rektor jagain kita dari masalah baru buat gak berhubungan sama orang penting." lanjut Merry, akhirnya Bima dan Reyhan pun yakin rektor memberikan solusi yang tepat untuk para anggota BEM.


"Kayaknya cukup kita bertiga yang tahu latar belakang mereka." sela Reyhan.


"Yappphh. Gue udah tau dari lama tapi gak berani ngomong gue."


"Gue sihh yakin Agnes nyari perkara karena iri aja sih."


"Gimana gak iri, Emas gajah versus Berlian. Yakin banget kalau Sampek kita berhubungan sama Ara kita bakal end." kelakar Merry.


"Kita break dulu deadline, fokus ke ospek dulu deh." ucap Bima.


"Heemm, besok kumpul jam 7 apel dulu gimana Bim." tanya Reyhan.


"Yeahh, Gue gak mau kecolongan besok sumpah."

__ADS_1


"Tenang aja Bim gue bakal Pepet tuhh si itik betina."


__ADS_2