
Disinilah kini Abel dan BG di sebuah butik langganan mama Bagas, bahkan sang mama sudah menyiapkan 10 model dress yang akan digunakan Abel.
Acara pertunangan Abela dan BG dilaksanakan pada hari sabtu dengan mengundang beberapa teman dan keluarganya.
Sang ayah tidak mengundang koleganya karena sebelumnya ayah sudah mengadakan syukuran Abel.
"Ring nya pas kan. " Tanya BG pada Abel saat mencoba cincin pesanan Sang mama.
"Pas kok, kan mama tau ukuran jariku." Jawab Abel BG pun mengangguk.
Tak lama pegawai butik memanggil Abel untuk masuk ke kamar ganti. Sebelumya BG sudah mengeliminasi 6 dress yang dia anggap terlalu minim dan terbuka untuk Abel.
Abel hanya pasrah dengan kelakuan lelaki didepannya itu. Sisa 4 dress inilah yang kini sedang dicoba Abel di room pass. Semua jenis pakaian cocok dibadan Abel apalagi kulitnya yang bening bak porselen nampak seperti boneka hidup.
"Mass gimana ini yang warna salem. " Panggil pegawai butik pada BG. BG menoleh menyorot tajam pada sang Arabella, lalu menyuruh pegawai itu meninggalkan mereka berdua.
"Jangan dinaikan ini rambutnya tinggi-tinggi. " Ucap BG lalu menurunkan cepolan rambut Abel.
"Ke-kenapa.. " Tanya Abel gugup karena BG terlalu dekat dengannya.
"Aku gak mau banyak orang melihat lehermu yang terekspos ini baby, banyak singa buas disini."
"Memangnya kamu gak buas juga. " Jawab Abel.
"Aku kan pemiliknya, jadi gak akan rela kalau ada mata memandang mu penuh nafsu." Ucap BG lirih, lalu kembali ke tempat duduknya.
"Yang ini aja baby, you looks so beauty." Lanjut BG.
Abel tersenyum pongah lalu dia memanggil karyawan butik untuk memilih dress yang sudah di Acc oleh sang Bagaskara. Pegawai butik mengeluarkan kemeja pink salem senada dengan dress Abel dan dipadu dengan jas tanpa lengan putih gading seperti rompi dengan design ala disney.
"Habis ini mampir kemana lagi. " Tanya BG pada gadisnya itu.
"Maem yahh laper."
BG hanya mengangguk karena dia harus fokus menyetir.
"Embbb beli drive thru aja yahh, makan di mobil." Ucap Abel.
"Sayangg." Lanjut Abel karena BG tak segera menyahuti.
"Hahhh."
"Beli drive thru aja, kamu lagi mikir sesuatu." Tanya Abel.
"Enggak baby, cuma mikir dimana drive thru terdekat. "
"owhhhh, sebentar. " Jawab Abel lalu dia membuka ponsel hendak searching di ponselnya tempat makan drive thru terdekat.
Setelahnya Abel menunjukkan pada BG lalu mereka melaju menuju tempat yang Abel tunjukkan.
"Baby."
"Hemmb" Sahut Abel, menoleh kearah Bagaskara.
__ADS_1
"Do you happy, will be my fiance."
"It's an idiot asking."
"Bhuaha. Masak kamu mau tunangan sama orang idiot." BG terkekeh dengan ucapan Abel.
"Pertanyaan macam apa yang kamu sebutkan, kalau aku gak bahagia buat apa aku berkomitmen sama kamu. Even kita gak ada kata pacaran." Jelas Abel sambil menatap lekat lelaki didepannya itu.
"Nope baby, I just think how i'm so affraid if you not love me, just...soo hahh. " Jawab BG terpotong.
"I love you too." Jawab Abel lalu memeluk BG dari samping.
Mendapat ungkapan perasaan dari Abel, BG merasakan jantungnya clubbing. Tak ingin terjadi yang iya-iya BG memilih melakukan mobilnya.
"Bersamamu aku hadir selamanya hingga akhir Terima kasih tuk semua rasa yang tlah kau berikan untukku." Senandung Abel dengan lagu yang seperti mengerti momentnya saat ini.
"I'm gonna marry you, I know that you'll be mine. I'm gonna give my World you're the only one." Balas BG.
"Nikah yuk baby." Lanjut BG.
Abel reflek menoleh pada BG.
"Gak lucu." Jawab Abel sambil memalingkan muka karena pipinya terasa panas agar takĀ ketahuan jika dia sedang blushing.
"Kamu gak mau nikah sama aku."
"Of course I am. But not now." Sahut Abel BG yang gemas pun mencubit pipinya.
"Hemmmb gemesh banget sihh."
"Assalamu'alaikum bunda, adik." Salam Abel setibanya dirumah.
"Sudah pulang. " Sahut sang bunda.
"Mama sudah kesini bun." Tanya BG.
"Belum, memangnya ada rencana kesini."
"Iyaa, mau lihat tenda sekalian check buat dekorasi." Jelas BG yang membuat bunda ternganga.
"Le, kamu mau tunangan aja kan."
"Iyaa bun."
"Tapi kok bunda kayak udah mau mantu." Sahut bunda.
"Yaah bunda mau sekalian akad sekarang, Bagas mahh seneng-seneng aja." Jawab BG.
"Hemmb, kamu nihh yah."
Tak lama Abel datang dari dapur membawakan minuman untuk BG. Dia duduk disamping BG sambil menjahili adiknya Arkana.
"Assalamualaikum." salam seseorang dari depan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, ehh ada tamu. Masuk mbak." jawab bunda, BG dan Abel sedang mengajak Arkana bermain ditaman belakang.
"Sepii, pada kemana semua mbak. Bagas sama Abel sudah pulang kan." tanya mama Bagas.
"Tuhh dibelakang sama Arkana, Sebentar yahh mau antar camilan buat yang masang tenda."
"Okee, aku lihat si baby Arka aja."
Mama BG pun kebelakang mencari kedua remaja yang sedang momong bayi.
"Gassss." panggil sang mama.
Abel dan BG menoleh kearah sumber suara.
"Ma, kapan sampai."
"Baru aja kok, cek tenda masih belum kelar. Jadinya warna apa dressnya nduk." tanya mama BG.
"Salem ma, soalnya banyak yang dieliminasi sama anak mama." jawab Abel, mama BG pun menghela nafas kasar.
"Kelakuan anak mama gini amat." ucap sang mama sambil menjewer telinga BG pelan.
"Duhh, yah mama tahu sendiri mantunya cantik gini dikasih yang terbuka-buka. pasti banyak mata yang memandang." jawab BG, sedangkan si Abel senyum-senyum menanggapi lelaki yang akan menjadi tunangannya itu.
"Yaaah baiklah, emang bapak sama anak sama. Cemburuan." sahut mama BG.
"Kayak mama enggak kalau lihat papa dikerubuti sekretaris cantik."
"Bisa jawab yahhh." ucap sang mama sambil menjewer lagi telinga putra tunggalnya itu.
"Ma, kalau mau bersih-bersih dulu." ucap Abel pada sang mama mertua.
"Mama udah mandi tadi di kantor papa."
"Biar aku aja yang mandi, bentar mau ambil baju dulu di mobil." ucap BG.
Sang BG pun bergegas membersihkan dirinya dikamar mandi tamu, Abel sudah menyiapkan handuk diatas kasur.
Sampai malam hari BG dan mamanya masih sibuk mengurusi pekerja yang memasang tenda dan memastikan tidak ada yang miss.
Pak Raharjo, ayah Abel sangat mengapresiasi persiapan dari calon besannya itu. Anaknya begitu disayangi oleh keluarga Bagaskara.
"Ayoo makan malam dulu." ajak ayah Abel kepada BG dan sang mama.
Mereka pun makan malam bersama, papa BG sedang ada meeting dengan rekan bisnisnya sekaligus makan malam bersama rekannya.
"Mbak besok pihak dekornya pagi mungkin sampai siang, titip-titip yah besok saya harus ke EO dulu." ucap mama BG saat akan berpamitan pulang.
Bunda dan Abel mengantarkan BG dan mamanya hingga depan karena sang ayah sedang ada Video conference di ruang kerjanya.
*
*
__ADS_1
to be continued