Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Kejuaraan Basket


__ADS_3

Lewat sepuluh hari sudah Waktu berlalu, dan sudah seminggu ini ibu Nayla bisa pulang kerumah. Nayla sudah bisa mengajar Les meskipun masih berjumlah 4 anak namun tak menyurutkan semangat Nayla untuk mencari penghasilan.


Sang ibu pun berniat membuat beberapa kue untuk dititipkan ke warung-warung termasuk cafe milik Bagaskara yang dikelola oleh Kevin.


Semua berkesinambungan, saling tolong menolong.


Hari ini Abel bersiap menemani BG untuk kompetisi Basket Antar sekolah yang memasuki babak penyisihan. Tim sekolah Abel masuk ke babak perempat final dan akan memperebutkan tiket menuju semifinal.


Ketua OSIS dan pihak sekolah sangat mendukung, bahkan Airin telah menurunkan tim suporter berjumlah 25 orang untuk mengikuti saat pertandingan. Tentunya mereka yang masuk kedalam grup itu mendapat dispensasi dari sekolah termasuk 15 orang Tim basket.


"Mas titip yahh." ucap BG kepada ajudan sang Arabella.


"Wani piroo."


"Piro-piro wae wani mas, tinggal tulis cek." sahut Kevin, sontak membuat Abel geleng-geleng.


"Wajib menang pokoknya." jawab Alvin.


"Ashiaaap kapten." jawab kompak Kevin dan Riki.


Sementara itu Abel hanya tersenyum melihat kekompakan BG dan sahabatnya pada sang ajudan. Padahal sebelumnya mereka sempat bersitegang lantaran BG yang membuat Abel memblokir semua akses komunikasinya.


"Ada mas Alvin gak berani tuhh tempel-tempel Abel." sindir Kevin, BG yang disindir pun menaikan satu alisnya.


"Kenapa gak berani." ucap BG lalu dia mendekat kearah Abel mencuri satu kecupan di pipi mulus Abel.


Cupppp..


Setelah aksi curi kecupan itupun BG berlari agar tak dimangsa oleh ajudan sang tunangan.


"Bagas gue bogem loe yah." ucap Alvin geram pada kelakuan remaja itu, sedangkan Abel hanya melotot tak percaya, berani-beraninya dia menciumnya dimuka umum.


"Mood booster doang mas, pelit amat." sahut BG dari jarak jauh, takut-takut kalau Alvin menyerangnya.


"Lain kali enggak ada yah, gue plintir tuhh bibir biar monyong."


"Lahhh jangan entar Abel jadi gak cinta lagi sama gue mas." jawab BG.


"Bisaa aja ngejawab heran deh." ucap Abel lirih.


"Lagian udah tau ada pawangnya main sosor anak orang." celetuk Riki.


"Biarin sirik aja loe." sahut BG.


"Dahhh, lahh ramek mulu gihh pemanasan." potong Gama.


Sebagai Kapten basket BG dituntut untuk menuntun team nya dan membuat strategi yang epic agar bisa tampil maksimal untuk mewakili sekolahnya.


BG dan anggota tim basket lainnya segera melakukan pemanasan, ditengah-tengah Abel para suporter pun gemuruh meneriakkan tim sekolahnya.


Saat berlaga diluar sekolah Abel, mau tak mau Alvin harus mendampingi


Dari atas kursi penonton lapangan basket di salah satu SMA swasta kini Abel bersama tim suporter sedang menunggu giliran SMA TUNAS KELAPA tanding.


"Jadi mas Al kapan lamarannya." tanya Abel.


"Insyaallah bulan depan, tapi nikahnya masih pengajuan karena harus nikah dinas dulu, dan jadwalnya masih banyak kegiatan tugas gabungan sama polri." jelas Alvin.


"Ayah juga ikut."


"Hanya sekali dua kali, kalau mas kan emang tim pasukan khusus, bapak hanya terjun jika dari petinggi kepolisian setempat juga terjun, dan mungkin itu merupakan kasus yang sulit." jawab Alvin, lalu tak lama terdengar announcement.


"Baiklah Selanjutnya babak perempat final Turnamen Basket piala bupati tingkat SMA, please coming up SMA TUNAS KELAPA vs SMA TARUNA"


"Yeeeeyyyyy, Kelapa..Kelapa.."


"Semangka guys."

__ADS_1


"Chayooo kapten Bagas."


"Huuuuuuuu."


Teriakan-teriakan menggema di lapangan basket mengiringi penampilan para pemain basket tim Inti.


Dari bawah lapangan BG sempat melihat kearah Abel yang juga sedang melihat kearahnya.


BG tersenyum saat bertemu tatap dengan gadis pujaan hatinya, memandang wajah Abel seolah membakar semangatnya.


Round pertama BG masuk bersama kelima tim inti, round berikutnya sudah dipastikan akan digilir setiap 15 menit. Tiga top three tim inti BG, Orlando dan Gamaliel, Angga, dan Devan sedangkan ketiga sahabat BG mereka akan in saat round kedua.


BG sudah koordinasi dengan pelatih yaitu pak Sam sebagai guru olah raga sekolah untuk strategi pertukaran pemain.


BG memberi kode pada Gama dan Orlando untuk maju menyerang, karena dia seorang kapten menjadi langganan Bloked player alias pemain yang akan selalu diblok oleh lawan.


Abel pernah mengatakan kepada tunangannya itu jika dia harus memiliki kode khusus kepada timnya agar tidak mudah dibaca lawan. Beberapa nya Abel lah yang memberikan contoh kode khusus. Semisal jika BG mengkode silang tanda jika dia dalam posisi bloked maka pemain yang dikode harus maju menyerang mencetak point.


"Lumayan juga ide nona Abel." celetuk Riki yang memperlihatkan permainan BG dan yang lainnya dari bangku cadangan.


"Otak briliannya gak pernah diragukan." sahut Wira.


"Kelabakan mereka gak tau aja tuhh arti sandi buta yang dibuat Abel." ceplos Kevin.


Penampilan Abel tak mencolok, dia memakai topi milik BG, memang nampak tak beda seperti suporter lainnya mereka kompak memakai seragam sekolah. Topi sebagai atribut agar tak menarik perhatian dari lelaki manapun. Salah satu trik BG agar Abel tak terjangkau cowok dari sekolah lain yang sedang mengikuti pertandingan.


Untuk segi keamanan BG tak pernah meragukan Alvin sang ajudan, bisa dipastikan tak akan ada yang bisa menyentuh sehelai rambutnya.


Dan tim basket dari sekolah Abel menang mudah tandanya mereka masuk ke babak semifinal dua hari lagi.


Dibabak semifinal SMA TUNAS KELAPA mendapatkan lawan sengit yaitu Sekolah yang menjadi langganan juara di beberapa turnament olah raga antar SMA.


"Jadi besok kita lawan Starlight." tanya Abel pada BG, karena kini mereka sedang mengantri keluar dari tribun.


"Iyaa tahun kemarin mereka juara 2." jawab BG.


"Yaa enggak gimana-gimana sayang, let it flow. Kita juga belum tau cara mainnya." jawab BG.


"Tahun lalu timnya kak Daffa ikut." tanya Abel pada sang BG.


"Ikut tapi cuma sampai semifinal lawan juara 1 nya." jelas BG, karena dia kapten tim inti Basket secara tidak langsung BG mengetahui sejarah Basket sekolahnya.


"SMA mana."


"Labschool."


"Trus Labschool masuk Semi nggak."


"Mereka udah 3 kali juara bertahan baby." jawab BG.


"Not this time, You must bring that Trophy." bisik Abel, membuat semangat sang BG terpacu.


"I'll do my best, as your wishes that Trophy will come home to our school."


"That promises."


"Promised."


"Walaahhhh heh..hehhh buruan pada nungguin nih mo lewat malah pacaran dijalan." Celetuk Kevin.


"Kev, loe lama-lama ngeselin. coba gih cari cewek." sahut BG sambil mengamit leher sahabatnya itu.


"Ehhh, ehh gue mahh gampang bos tinggal nyari ini."


"Hilihhh, si Metta aja kagak mau sama elo." potong Wira.


"Yaa ampun tuh mulut, minta di cabein. ngapain juga gue ngarep sama Metta. Entar deh gue mo deketin si Nay inihh." jawab Kevin.

__ADS_1


"Emang Nay mau." sela Abel polos sontak membuat semua terbahak-bahak.


"Buahhhahahhah.."


"Hahahhaha baru kali ini si Abel julid." ucap Riki.


"Wakakakkaka, aduuhh kamu bener sayang, gak mungkin Nay mau sama si Kevin.


"Hahahhahah." puas BG mentertawakan Kevin.


"Aiiihh tumben si Abel ngeselin, aduhh auuuchh." ucap Kevin lalu dia teriak saat tangannya yang ingin mencubit pipi Abel gemas langsung digeprak oleh BG.


"Sembarangan itu tangan banyak kuman, jangan coba-coba Abel gue." sahut BG.


"Auhhh sakit boss, yaa ampun belum kenak lohhh."


"Sampek kenak gue potong tuhh jari."


"ihhh..ihh kejem sama temen sendiri." ucap Kevin.


"Bodooookkkhh." jawab BG lalu menarik Abel dari jangkauan Kevin, dan mereka pun segera menuju parkiran. Disana Alvin sudah bersiap menunggu Abel.


"Aku ke sekolah dulu mau latihan yahh, paling sejam langsung pulang." ucap BG saat mengantarkan Abel ke mobilnya.


"Jangan capek-capek." jawab Abel, BG pun mengangguk lalu mengusap kepala Abel.


Hanya mengusap karena sang Ajudan sudah melototkan matanya.


"Titip yahh mas."


"Hemmm." gumam Alvin, mobil Abel melaju BG pun segera bergabung dengan para sahabatnya, karena mereka akan kembali bersama.


"Tumben gak pake nyosor." celetuk Riki.


"Ada penjaganya, Galak, melotot pulak. Hahahahha." jawab BG.


"Syukuriinnn."


"Yeeehh biarin calon bini inihh." jawab BG pede.


"Makanya sono cari pacar biar gak senewen mulu." potong Wira.


"Monn maap nihh, situ emang udah punya." sahut Kevin, sementara BG dan Riki pun turut memperhatikan sahabatnya satu itu.


Wira yang dicecar Kevin pun gelagapan, memilih menghindar.


"Lahh apaan mo gue jomblo mo enggak suka-suka lahh."


"Ohhhh gue tau jangan-jangan udah official sama Cindy loe." cecar Kevin.


"Ehh eng- enggak. kata siapa ngaco."


"Udah jadipun kan gak ada larangan Wir." potong BG.


"Be-belum kok."


"Trus ngapa loe gagap anjenk." sungut Kevin.


"Yaa terus kenapa loe sewot Kambengg." sahut Wira.


"Dahhh, dahh kenapa pada mulai panggil anak- anaknya masing-masing." celetuk Riki.


"Hahhhhhh." hela BG melihat percekcokan kedua sahabatnya itu.


"Dapat titah dari nona Arabella suruh bawa piala pulang." ucap BG sambil berjalan menuju mobilnya.


"Huaahhhh, semoga aja dapat." jawab Kevin.

__ADS_1


__ADS_2