
Mau dong Lope, Gift, and komenannya ditunggu lohh..
Happy reading guys...
Dijamin tambah nyesekk..
Dan ditunggu juga di YT ErenKa Studio akan ada short 17th Abel.
Masih di Putih Abu-abu
"Huaaaa my baby Abel ultah, makan- makan yah."
"Happy birthday baby Abel."
"Happy seventeen baby Abel."
Dan banyak lagi ucapan dari para teman sekelas Abel yang heboh sampai membuat decakan kagum karena Abel memang seolah princess yang banyak penggemar.
Bahkan keakraban dengan teman sekelas pun patut diancungi jempol, meskipun mereka merupakan siswa pandai dan pilihan namun tak ada persaingan diantara mereka.
"Tenang Ajaaah nohh babang Alvin dah siapin puluhan box pizza buat kelean." celetuk Devan, Abel hanya tersenyum melihat tingkah teman- temannya itu.
Sedangkan ditempat lain BG merasa hatinya sedih tak bisa berada didekat Abel disaat istimewanya.
Upacara dimulai, kepala sekolah pun memberitahukan kedatangan para mahasiswa asing yang berkunjung ke sekolahnya. Abel dan Airin sudah nampak menyambut kedatangan mereka, dan salah satu perwakilan diminta untuk sambutan singkat.
"Hai guys, i'm Ishikagura from Japan. Embb." ucapan Ishika terpotong saat Abel memberi kode.
"Just speak in Japanese im gonna translates in bahasa." ucap Abel lirih, Ishika mengangguk dan tersenyum lalu melanjutkan sambutan dengan bahasa jepang.
Hai apa kabar, saya mahasiswi dari Stanford Raffles, senang bisa datang kesini bertemu kalian semua. Terima kasih atas perhatiannya, Nanti akan ada pertemuan dengan saya dan juga teman saya, sampai ketemu lagi." ucap Ishikagura dalam bahas jepang lalu Abel memtranslatekan pada semua murid yang sedang upacara.
Lalu Abel memberikan salam penutupan dalam bahasa Jepang dan Belanda.
"Thank you for your attention, we will meet again this afternoon, so please enjoy our school.
Go seichō arigatōgozaimashita. Kyō no gogo mata o ai shimasu. Gakkō o tanoshinde itadakereba saiwaidesu.
Bedankt voor je aandacht, we zien elkaar vanmiddag weer, ik wens je veel plezier op onze school." Ucapan Abel pada ke sepuluh Mahasiswa dari berbagai negara, tentu saja membuat para siswa kagum.
Airin membawa para mahasiswa keruang khusus yang sudah diersiapkan sekolahnya, Abel pun melakukan hal yang sama.
"Gilak gak salah punya idola Kak Abel, cantik pinter baik lagi."
"Otaknya dari apa ya lord."
"Sumpah udah mau gue karungin aja."
"Goblok mau ngarungin anak orang punya apa loe, anak jendral tuh."
"Mundur Alon mas e."
Dahh lahh bisik- bisikan para murid bakalan lebih lagi saat melihat kemampuan Abel dan Airin nanti dalam berinteraksi dengan tamu Mahasiswa Asing.
"Angga, Devan aula okey yahh." ucap Airin menanyakan kesiapan untuk kegiatan dengan para Mahasiswa Asing.
Acara akan segera dimulai setelah jam istirahat.
Abel memakai Earphone untuk bertukar kabar dengan Airin dan panitia dari OSIS, termasuk Metta dan Cindy meskipun mereka sedang bermasalah namun Abel tak menunjukan rasa tak bersahabatnya, Abel cukup merasa kecewa namun tak berbuat lebih.
"Good morning, Thank you to everyone in this room.
We will start the talk and question and answer program with our guest from Stanford Student Raffles in events Rendezvous and talk with student guests.
To my translator please come to start these event." ucap MC dari panitia.
"Thank you, I respect To the principal, all teachers, and our invited guests from Stanford Raffles University students
I am Airin, the Head of Student Organization, very happy and very proud of the visit from Stanford Raffles." ucap Airin memperkenalkan dirinya, lalu giliran Abel yang memperkenalkan dirinya.
"Good morning and welcome to our important guests from Stanford Raffles University.
I respect and love the principal, teachers, and all of my friends. I'm Arabella so excited and very happy for the visit of all of you.
I hope that we can all share with each other, especially for our seniors who are going to study at the university level.
__ADS_1
Alright let's start our activities today, And for the first time I invite the representative to give a word for us." Ucap Abel dan mempersilahkan kepada perwakilan mahasiswa untuk memberikan pidato.
"You are my Abel."
"Go go my Baby Abel, my Airin."
Teriak para penggemar Abel, membuat Abel dan Airin geleng-geleng kepala. Sedangkan mereka yang membenci Abel menanggapi sinis.
"Hi, thanks for the place. Emmb. Tomodachi o daihyō shite koko de hanasu ishi kaguradesu. Chottomatte kudasai. Airin to arabera no tōchaku o kangei shite kurete arigatō. Sukoshi chishiki o minasan to kyōyū shiyou to omoimasu. Arigatō." sahut Ishikagura.
"Ohh waoow thank you Ishikagura no imōto. Arigato gozaimasta. Silahkan nona Abel ditranslate kan pada hadirin semua." jawab Airin dan melemparkan kepada Abel.
"Saya Ishikagura mewakili para teman saya untuk berbicara disini, Sebentar saja.
Terima kasih untuk Airin dan Arabella atas sambutan pada kedatangan kita, saya akan berusaha untuk membagi sedikit ilmu kepada kalian semua terima kasih." ujar Abel.
"So you girl can speak Japanese very well." tanya Ishikagura.
"Not too much Onēsan." jawab Airin.
"But my sister Arabella is can speak in another languages." lanjutnya, yang membuat Abel berdecak.
"Can speak any language." tanya seorang mahasiswa.
"Ohh he can speak Japanese, Dutch, German and a little Spanish and English very well." jawab Airin.
"Thank you for the compliment so let's get started, first I will open questions from the audience and later we will pass them on to fellow students from Stanford Raffles University." potong Abel.
"Dahhh yahh, yang kayak gini masih ada yang mau nyaingin, gak tau diri namanya." celetuk Metta yang sedang berdiri tak jauh dari tempat Melisa.
Pertanyaan di utama kan dari kekak kelas dua belas, mereka cukup antusias sekali.
"Thank you for the opportunity for me, How was your experience while applying to a well-known university and what was the secret to getting accepted." tanya Daffa.
"I think I'll let Tanaka answer that because he's the best student among us." ucap Ishika lalu memberikan mic pada Tanaka, mahasiswa tertampan yang terlihat pendiam dan cool.
If you think we're smart we can get into a famous university. Big No.
Because we also have to have a strong determination and intention." jelas Tanaka.
"Thanks Tanaka Nīsan, jadi kak Daffa apa ada pertanyaan lagi." ucap Airin, Daffa sang mantan ketua OSIS merasa puas.
"Jadi buat teman-teman semua kesimpulannya untuk masuk ke universitas ternama kita tidak harus memiliki otak pintar, tapi kita juga harus punya keniatan. Kalau gak ada niat meskipun pintar maka kita gak akan punya keinginan untuk kuliah ditempat yang terbaik, begitu yah. OK next." jelas Abel.
Ketika Abel membuka pertanyaan, Airin dan Abel ragu saat panitia memberikan mic pada sosok yang membuat Abel galau.
"Terima kasih sudah dikasih kesempatan, saya mau tanya gimana sih caranya biar bisa mewakili sekolah kayak Abel gini contohnya, jadi biar saya bisa berusaha untuk menirunya." ucap Melisa, Abel dan Airin saling pandang.
"Haruskah kamu bertanya seperti ini dipertemuan penting gini." sahut Airin kesal.
"Tak apa biar saya jawab gak perlua tanya tamu kita." jawan Abel.
"What's wrong Ara, what's she ask for." tanya Daniel salah satu mahasiswa.
"Sorry, this is a confusing question, so basically she's asking how to become a translator. so this question is not really for you guys."
"What's questions."
"Wat is dat voor een vraag. (pertanyaan apa)." tanya mahasiswa dari Belanda.
"Hij vroeg hoe ik vertaler kon worden, ik vroeg toestemming om deze vraag te beantwoorden (Dia bertanya bagaimana saya bisa menjadi penerjemah, saya meminta izin untuk menjawab pertanyaan ini)." jawab Abel dalam bahasa Belanda.
"Alsjeblieft (silahkan)."
"Being like me, you should at least be diligent in learning many languages.
I took language lessons since 1st grade of junior high school, so do it now and learn many languages." jawab Abel setelah melakukan diskusi dan persetujuan dari para mahasiswa, bahkan jawaban Abel sontak membuat gemuruh mereka yang berada di ruangan.
__ADS_1
"Bukan karena kamu nyogok karena anak jendral kan." balas Melisa, seketika Airin mengepalkan tangannya.
"Jaga mulutmu disini nona Meli, saya tahu jika kamu hanya membual untuk menjatuhkan saya. Saya punya prestasi bahkan sebelum ayahku menjadi jendral asal kamu tahu, kamu prestasimu apa..? berhenti sampai sini jika kamu tak ingin semakin malu." jawab Abel sedikit tegas, nampak para guru berdecak bahkan entah kenapa ada senyum terbit diwajah Tanaka, salah satu Mahasiswa dari Jepang.
"Ahhh elaah bikin malu aja, mana sekelas lagi."
"Begoonya dari lahir."
"Dahhh lah ngaku kalah, gagal faham gue."
"Cari masalah aja."
"Wat is uw antwoord (apa yang kau katakan) Arabella."
"Omdat je net als ik bent, moet je op zijn minst ijverig zijn in het leren van veel talen. ik heb taallessen gevolgd sinds de 1e klas van de middelbare school, dus doe het nu en leer veel talen." jelas Abel pada mahasiswa dari Belanda.
"You are so amazing, the best." ucap salah satu mahasiswa lalu memberikan jempol pada Abel, sedangkan Tanaka nampak terkesima dengan cara penyampaian Abel yang sangai menyikapi pertanyaan nyinyir padanya.
"Ok, let me end the question and answer session first, and we will start after lunch." potong Abel saat melihat Airin turun panggung dengan sedikit tersulut emosi.
Abel memberi kode pada Angga dan Panitia membawa para tamu dan dewan guru untuk menuju ruang Lunch.
Abel berlari memeluk Airin, dia sangat tahu sahabat kecilnya itu jika sudah emosi.
"Ai please jaga wibawamu." ucap Abel sambil memeluk Airin.
"Tenang aja aman, gue cuma mau kasih pidato dikit." jawab Airin.
"Okey, i trust you." ucap Abel.
"Mas Alvin i need You." lanjut Abel yang terhubung dengan Alvin ajudannya.
Abel meninggalkan Airin menuju ruang khusus panitia.
"Kamu kalau mau menjelekan sekolah kita jangan sekarang, setidaknya gunakan otak cantik dan centilmu itu untuk mikir efeknya. Batu kali dipelihara tuh ya kayak gini." sulut Airin, namun saat Angga membisikinya tentang Abel dia lalu pergi menuju ruang panitia.
"Ai udah, liat Abel gih."
"Awas sampek loe bikin malu lagi, Nggak segan gue lapor BK." ujar Airin pada Melisa.
Melisa sudah nampak pucat pasi mendengar ancaman Airin, apalagi mendengar umpatan dari sekitarnya.
"Ada apa Bell." tanya Alvin saat tiba diruang Abel berada, Abel menunjukkan alat deteksi saturasi Oksigen.
Alvin tak banyak tanya dia langsung keluar entah kemana.
Tak lama ia kembali dengan membawa mini Tabung oksigen dan memasangkan nasalnya dihidung Abel yang sudah nampak pucat.
Begitu Airin masuk keruangan nampak Abel memejamkan mata dan sudah memakai oksigen, ada Alvin disampingnya.
"Bell, astaga ini kenapa mas Alvin." tanya Airin panik, sedangkan anak OSIS yang mendengar teriakan dari ketua OSIS nya itu pun penasaran.
Tanpa sengaja Devan yang tengah merekam video untuk dokumentasi Acara sekolah mengarahkan kamera ke arah Airin, dan menyoroti jika Abel sedang mendapatkan pertolongan medis.
Video itu akan muncul di layar LCD di Aula, bahkan beberapa orang yang mengenal Abel pun sontak terkejut.
"what's happened with Arabella." tanya para Mahasiswa.
"Woyy Devan kamera loe begok." teriak salah satu anggota OSIS pada Devan menjadi banyak yang melihat kondisi Abel sekarang.
"Hahhh, ehh nyory gak sengaja." sahut Devan lali mengarahkan kameranya kelokasi lainnya.
"Mas ini Abel gak papa kan." tanya Airin tak lama Abel membuka matanya.
"Gak papa Airin, nunggu Oksigennya min 95% Abel baru bisa aktivitas lagi. Dia kecapekan sisa tadi malam dan mungkin ada emosi tertahan yang membuat dia semakin stres." jelas Alvin, mereka yang diruang mendengar penjelasan Alvin pun paham kenapa Abel sampai drop.
Tak akan ada yang bisa masuk keruang panitia karena Airin memerintahkan pada anggotanya agar ruangan sementara steril dari hama pengganggu.
__ADS_1
Bahkan BG yang tadinya mendatangi ruangan itu pun tak dapat masuk. Setidaknya hingga kondisi Abel membaik.