Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC ~ Sah menjadi Mahasiswa


__ADS_3

Spinn Off Masih Di putih Abu-abu yahh Guys..


Tap 👍 like ❤️ love 🎁 Gift dan jangan lupa ⌨️ Komennya Ditunggu.


Setelah berkumpul di ruangan masing-masing prodi di gedung FHI Abel kini sedang mengikuti pengarahan bersama teman sekelasnya.


Tidak banyak teman yang Abel kenal hanya Dania dan seorang yang menjadi ketua di kelompoknya. FHI nampaknya dihuni oleh orang-orang yang cukup terpandang, Abel tidak bisa meremehkan hal itu.


"Ehiyaa Bel btw Loe tadi keren banget deh bisa lawan senior yang geje itu."


"Heummm." sahut Abel santai.


"Yakalii dia bilang Loe bikin masalah, kek nya justru yang bermasalah tuh si dia gak bisa liat elo yang se perfect ini."


"Ohh my God you are too much Dania. Aku sebenarnya udah jengah banget sama dia, makanya aku ada lawan begitu ngelihat ada kak Bima. Mana gak dikasih jam istirahat kan ngeselin banget." jawab Abel.


"Hahahhh, I also know that, sama kak Bima aja ngebentak apalagi sama kita-kita gini."


"Mungkin saja dia lagi PMS, Jang pikiran negatif juga ihh."


"Eluu mahh Bel terlalu Baek jadi orang." puji Dania, Abel hanya melempar senyuman.


Setelah pengarahan dan perkenalan per prodi Maba dikumpulkan diruang aula, karena selanjutnya Maba dipulangkan guna persiapan penutupan dan sekaligus malam inaugurasi.


"Guys untuk kegiatan hari ini kita akhiri sampai disini yah, dan sampai jumpa di kegiatan nanti malam." ucap Anggota BEM.


"Bagi yang malam nanti tidak diijinkan untuk mengikuti kegiatan maka silahkan kalian menghadap kak Rosa untuk mengambil form ijinnya, bisa dimengerti."


"Mengertiiiii."


Disisi lain Abel masih belum yakin apakah nanti malam dia bisa datang dipenutupan ospek. Bahkan sang Bagaskara masih belum mengatakan hal itu kepadanya.


"Entar gimana Gas, kita datang apa enggak." tanya Riki.


"Simple, kalian mo ikut apa enggak gitu aja sihh."


"Lahh kepriben Iki bocah."


"Hehhh."


"Gimana sih."


Sahutan dari temannya membuat Abel juga bingung dengan perkataan dari BG.


"Yaa terus gimana udah tinggal beberapa jam lohh." ucap Abel.


"Kamu mau datang apa gimana sayang." tanya kembali BG.


"Lahh bener tuhh, keputusan pasti ditangan nona Abel." sela Dekka.


"Eummmm." ucap Abel sambil menimbang-nimbang putusannya, membuat BG dan para sahabat nya menanti jawaban dari sang Arabella.


Abel menghela nafas tak yakin, meskipun ada tunangannya yang ikut serta tapi dia belum mendapatkan ijin dari sang ajudan.


"Aku pengen ikut tapi belum bilang mas Al."

__ADS_1


"yaudah coba tanyakan sekarang baby." jawab BG cepat karena waktu mereka sangat terburu, posisi Alvin kini tengah berada dikantor.


"Trus kita ngejogrok aja nih disini." ucap Kevin karena disekitar nya sudah tak banyak Maba yang berkeliaran.


"ke apartemen aja guys." sahut BG lalu menggeret Abel yang sambil menyambungkan ke ponsel Alvin.


Mereka mengendarai kendaraan masing-masing menuju apartemen BG yang lokasinya paling dekat dengan kampus. Ditengah perjalanan akhirnya Abel dapat tersambung dengan sang ajudan setelah 3 kali percobaan.


"Hallo."


"Hallo mas Al, lagi sibuk nggak."


"kenapa Bel."


"eummm itu." ucap Abel terpotong sambil melirik BG yang tengah mengendarai mobilnya.


"apa."


"eummm nanti kaaan ada inaugurasi dan acaranya malam, apa aku boleh ikut."


"nggak nginep kan."


"Nggak kok mas."


"Iyaa biar nanti mas lapor bapak."


"Pulangnya dia nginep di apartemen gue yah mas.." sela BG menggema karena sengaja sambungan di loud speaker oleh Abel.


"langkahi dulu mayat ku."


"yaudah mas mamaci yahh bye." potong Abel menyudahi obrolan BG dengan sang ajudan.


"Kamu ihhh,."


"Bercandi sayang." sahut BG saat Abel memukul lembut lengannya. Sesampainya di basemen apartemen BG, Abel mengekor dibelakang sang tunangan.


Abel sepertinya akan sering datang ketempat itu yang memang sengaja BG beli untuknya beristirahat ketika ada jeda jam kuliah. Lokasinya ditengah antara kampus dan kantor nya berada agar tak memakan waktu banyak.


"Bersih-bersih dulu baby." ucap BG sembari mengarahkan Abel ke kamar pribadi BG. a?Apartemen cukup luas dengan 1 kamar pribadi, dapur dan ruang santai yang disulap BG menjadi ruang hiburan.


"Gas gue udah beli makanan buat kita semua." ucap Riki saat masuk ke unit apartemen BG.


"Wahh gercep untung belum persen gue."


"yakalii udah numpang masak tinggal sedia makanan doang gak bisa." sahut Dekka.


"Iyaa deh thanks, tunggu Abel dulu lagi mandi dia. Kalau mau ke toilet tuh Deket dapur ada." jelas BG, Dekka dan Cindy menuju dapur menyiapkan makanan untuk mereka makan bersama.


"Abel dapet ijin." tanya Riki pada BG.


"Heumm, yang penting gak nginep."


"Emang Napa kalau nginep." sela Kevin.


"Bakalan datengin satu kompi ajudannya." jawab BG sekenanya membuat kedua sahabatnya tertawa.

__ADS_1


Setelah mereka semua istirahat dan bersiap untuk kegiatan penutup ospek mereka berlima pun gegas menuju kampus. Setidaknya mereka lega setelah kejadian tadi pagi mereka tidak akan menjumpai senior yang suka mencari masalah pada Abel karena sudah dipastikan Agnes dikeluarkan dari anggota BEM.


Sebelum memasuki gedung pertemuan Maba diberikan satu tugas mencari logo kampus yang berbentuk pin untuk disematkan sebagai pengesahan menjadi Mahasiswa. Pencarian pun dimulai dari pengunjuk yang diberikan berupa secarik kertas berbentuk peta terdapat titik-titik lokasi.


"Wahh gila dikira mo nyari harta Karun apa dikasih peta gini." celetuk Kevin.


"Aku peta aku peta." canda Cindy mengikuti gaya Dora.


"yahh kasian si monyet boots gak ada disini." sahut Kevin.


"Emang sapa monyetnya." tanya Cindy


"Ya Wira lah." Jawab Kevin lalu menjauh dari Cindy supaya terhindar dari pukulan mautnya.


"Ihhh Kevin, awas yah entar aku bilangin ke ayang aku."


"Dihhh tukang ngadu lebay, wleee."


Sementara itu Abel dan BG masih fokus pada peta yang sama sekali tidak menunjukan dengan jelas tempat apa yang harus mereka tuju.


"Tunggu yang terdekat ini BEM kan." tanya Abel pada BG sambil menunjukkan lokasi yang paling jelas.


"Hemmm."


"Berarti ini gedung sebelah ruang BEM." sahut Riki yang paham maksud Abel.


"Ruang dosen dan kelas Fikom (fakultas ilmu komunikasi)." jawab BG menunjukkan 2 gedung yang samar menjadi lokasi pencarian pin. Gegas mereka menuju tempat itu dan berharap menemukan banyak pin.


"Mencar guys." ucap BG lalu menggeret Abel menuju ruang dosen sedang Riki dan yang lain menuju Fikom. Dikarenakan kondisi temaram karena kini hampir adzan Maghrib tiba mereka sedikit kesulitan apalagi tidak ada penerangan yang cukup.


"Aku Nemu." ucap Abel setelah menaiki kursi mencari pin diatas loker milik dosen.


"Tunggu bentar yahh, aku masih belum dapet."


"aku bantuin yah." ucap Abel, BG pun mengangguk. Ternyata disekitar Abel menemukan pin masih ada beberapa pin namun Abel mengambil 1 untuk BG karena mereka hanya diijinkan mengambil untuk diri sendiri tidak diperbolehkan mengambilkan untuk Maba lainnya.


Tak lama terdengar teriakan dari keempat sahabatnya.


"Gas, Bell kita udah dapat nih."


"Kita juga."


"Yeayyyy akhirnya kelar juga jadi mabanya." celetuk Cindy.


"Belum sah, entar pas acara."


"Yaa seenggaknya udah bisa bobok nyenyak nanti malam."


"iyaain aja dehh."


Sesampainya di aula pertemuan mereka disambut seniornya, hanya ada beberapa Maba yang sudah sampai di aula.


"Selamat datang, selamat kalian sudah menjadi anak kampus sekarang."


BG, Abel dkk menyambut jabat tangan dari seniornya dan mengikuti malam inaugurasi penutupan acara ospek tanpa halangan.

__ADS_1


__ADS_2