Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Liburan tapi Enggak Libur


__ADS_3

Hari ini Abel masuk sekolah, dan tentu atas dasar ijin dari sang ayah. Kegiatan Cerdas Cermat Abel menjadi salah satu panitia, tak ingin kehilangan moment ini sekali anak bapak Raharjo ini.


Kegiatan sudah dimulai sejak 8.30 karena harus dilakukan babak gugur, Kelas Abel diwakili oleh Nayla, Gama dan Fransiska yang masuk dalam jajaran Top IPA1.


Kelas Abel masuk babak semifinal dan akan bertemu dengan kelas Dekka dari XI IPA3. Sedangkan di kelas X ada X-1 dan X-5 yang masuk.


"Hai Nay, makin kesini kok kamu makin manis yahh." ceplos Kevin menggoda Nayla. Mereka berdua semakin sering bertemu akhir-akhir ini.


"Mulai yahh babak gombalnya." sahut Nayla.


"Enggak gombal kok, tapi Fakta. Semangat yah biar menang."


"Hemmm, buaya darat beraksihh." sewot Metta.


Acara dimulai pertanyaan demi pertanyaan dijawab oleh para peserta bersautan, pun dari kelas X mereka menyeimbangi point dari kelas XI.


Kini giliran pertanyaan dalam bahasa Inggris.


"The capital of UK or United Kingdom is.." ucap Abel.


"England." jawab dari kelas X.


Lahh England itu mahh bahasa inggrisnya UK.


"False." sahut Abel.


"London." jawab kelas Dekka.


"False." jawab Abel sambil menggelengkan kepala.


"Ten, nine, eigth, seven..." hitung panitia.


"Britania, Great Britains." potong Gama.


"Point for IPA1." sahut panitia.


"Yesss."


"Pertanyaan selanjutnya Fisika."


"Yahhh ini mahh Abel."


"Aduhh nyerah deh."


"Dahh jawab ngasal aja sapa tau hoki." celetuk salah satu peserta dari kelas X, sehingga mengundang tawa.


"Ready guys." tanya Abel, setelah panitia membagikan selembar kertas untuk menghitung.


"Jika massa benda A dan B adalah 4 kg dan 10 kg dan katrol licin, maka tentukan percepatan sistem pada gambar di atas! (g \= 10 m/s2, µk\= 0,2)." lanjut Abel.


"Sighhhh."


"Ampooonn."


"Enggak tahu."


"15 menit yah guys." teriak panitia.


"Tuhann turunkan hidayahmu." teriak peserta frustasi, nampak Gama dan Nayla tetap konsentrasi mencoreti kertas dari panitia, begitu juga dari tim kelas Dekka.


Tetttt


"Hukum Newton II: 6,57 m/s2." Jawab Fransiska lantang, Gama memberikan hasil kerja mereka."


"Point for XI IPA 1."


Hasil dari cerdas cermat Juara 1 dari kelas XI IPA1, juara 2 XI IPA 3, dan juara 3 X-1. Pembagian Hadiah dan trofi pun dilakukan sekaligus pembagian hadiah untuk lomba lainnya.


Lomba bersih Kelas juara 1 kelas XI IPA1, juara 2 XI IPS 1, juara 3 XII IPA 1.


"Bell, naik gih." teriak Devan, karena kelas mereka juara pun berkat kerja dan usulan Abel.


Dipanggung Abel bertemu dengan Orlando dan Rendi yang mewakili kelas mereka untuk mengambil hadiah lomba bersih kelas.


"Hai kak, Hai." sapa Abel pada Rendi dan Orlando.


Sedangkan Rendi membalasnya dengan senyum dan mengangguk.


"Hai Bell." saut Orlando.


Setelah menerima trofi mereka pun saling berjabat tangan mengucapkan selamat kepada masing-masing.


Dan dilanjutkan pembagian hadiah lomba Basket, Bakat dan lainnya. BG sudah 2 kali menerima trofi lomba basket, sebagai Kapten Basket sekolah skill BG memang tidak bisa diragukan.


"All you the Winner congratulations, Semoga tahun depan kita bisa bertemu lagi di kegiatan sekolah rutinan. Nahh bagi yang belum menang semangat, jangan menyerah. Sekian dari kami panitia OSIS kegiatan, saya tutup dengan slogan, Sukses dan tetap semangat." ucap Airin pada saat closing kegiatan.

__ADS_1


Esok hari adalah pembagian raport, selanjutnya para siswa masuk Liburan semester selama seminggu.


*


*


Beberapa hari selanjutnya..


Sudah dua hari libur semesteran, Abel sedang dilanda kejenuhan. BG pun tak bisa main kerumahnya karena dia sedang bekerja dikantor papanya.


"Main ke kantor aja dehh kayaknya." gumam Abel yang berniat mendatangi BG.


Kriiing..


"Hallo, kenapa Baby."


"Hemm, boleh kesitu nggak."


"Hahhh...!!"


"Aku bosen dirumah aku boleh main ke kantor. Kalau kamu gak sibuk sihh."


"Oowwww, boleh kesini aja. Bentar lagi maksi aku ajak ke cafe dekat kantor."


"Okeee berangkat."


Abel mematikan ponselnya bergegas berganti pakaian.


Setelah mendapatkan ijin dari sang bunda Abel pun mencari Alvin untuk mengantarkannya.


"Nanti perlu mas tunggu apa enggak." tanya Alvin.


"Tinggal aja mas nanti kalau mau pulang Abel telp mas Alvin." jawab Abel.


"Okehh." jawab Alvin.


Setibanya di kantor calon mertuanya, Abel pun memberitahukan BG jika dia sudah masuk lobby Kantornya. Alvin menunggui Abel di lobby hingga bertemu dengan BG.


Ini pertama kalinya Abel menginjakkan kakinya dikantor papa BG. Perusahaan berlantai 10 bergerak dibidang Jasa & Properti.


Lift berdenting menampakkan wajah tampan nan rupawan putra tunggal Hermawan penerus HW corp.


"Hai, maaf nunggu. Mas." ucap BG lalu menyapa Alvin.


"Titip bentar yah Gas, dirumah rewel mulu." sela Alvin, Abel yang mendengarnya pun mencubit lengan sang ajudan.


Alvin pun meninggalkan mereka, BG menggandeng tangan gadis cantik nya itu membawanya memasuki lift. Beruntung kantor BG nampak sepi karena pegawai masih jam bekerja.


"Bosen yahh dirumah." Ucap BG sambil membenarkan anak rambut Abel yang keluar dari tatanannya.


"Hemmb, gak ada kegiatan." gumam Abel.


"Kenapa gak ajak anak-anak main kemana gitu." tanya BG.


"Emang boleh, kek situ ngebolehin ajah."


jawab Abel, BG yang mendengar ucapan Abel pun menggaruk dahinya yang tak gatal.


Realita nya dia bahkan tak memperbolehkan Abel keluar rumah kecuali bersamanya, even ada kegiatan pun juga harus ada BG.


"Tunggu sebentar yahh, abis ini kita keluar." ucap BG lembut.


"Aku ajak yang lain boleh."


BG mengerutkan alis sebelah matanya.


"Jangan coba-coba cari yang lain baby."


"Hahhh, apaan. maksudnya tuhh, mau ajak anak-anak sapa tau ada yang mau."


Mendengar penjelasan Abel BG pun merespon dengan anggukan dan melanjutkan pekerjaannya kembali.


Abel pun segera menelpon teman-temannya. Dan mereka yang bisa datang Kevin, Riki, Dekka dan Devan.


"Sudah yuk." ajak BG, sebelumnya dia berpamitan pada sekertaris papanya.


"Mbak Din, aku keluar sama Abel ke cafe depan nanti kalau papa tanya bilangin."


"Balik jam berapa Gas." tanya Dinda sekertaris papanya.


"Sejam dua jam lah mbak kerjaanku udah kelar kok sampai besok."


"Hahh, gilak lemburr."


"Hemm, besok aku ada kegiatan soalnya."

__ADS_1


"Okeeh deh." jawab Dinda.


Abel hanya memperhatikan percakapan keduanya, Abel dapat menilai jika lawan bicara BG itu nampak baik dan ramah. Bahkan saat dia datang tadi sekertaris papa mertuanya itu menyapanya.


Bukan tipe-tipe sekertaris kebanyakan di novel-novel yang suka goda bossnya.


"Mbak Dinda baik yahh." kata Abel memecah keheningan.


"Iyaa, dia udah hampir 3 tahun kerja di kantor."


"Kamu tahu." tanya Abel, BG menoleh pada calon tunangannya itu.


"Ini gak ada feeling yang enggak-enggak kan." tanya balik BG, Abel pun mengangguk.


"Aku kenal mbak Dinda karena dia sering gantiin kerjaan asisten papa, kalau papa lagi minta cuti, dia itu mau married sama asisten papa, dan dia sering diajak asisten papa kerumah, makanya aku kenal baik sama dia." jelas BG.


"Gak kayak sekertaris diluaran juga."


"Kenapa." tanya BG.


"Yahh kan kebanyakan suka goda atasan, trus penampilannya yang seksi-seksi." jawab Abel, tumbenan anak pak Raharjo ini sedikit julid.


"Enggak sayang, kan kamu lihat sendiri mbak Dinda bahkan pakaiannya sopan."


"Belum tentu dengan pegawai yang lainnya." jawab Abel, membuat sang Bagaskara nampak berfikir.


"Kamu lagi PMS baby kok sensian sihh." tanya BG, lalu tak lama pintu lift terbuka mereka berdua melenggang menuju Cafe dekat kantor BG.


Setibanya di cafe BG mencari tempat untuk beberapa orang karena jam makan siang biasanya akan ramai. Setelah reservasi, Abel memesan beberapa makanan dan minuman untuknya dan para sahabatnya.


"Besok kita ke butik yahh baby, sama cari ring."


"Iyaa mama udah telponin tadi."


"Aku jemput jam 9 yah." ucap BG, dan Abel pun mengangguk.


"Wahhh..wahh..wahh boss kita kejar dollar terus guys." celetuk Kevin dan rombongan yang baru datang lalu bersalaman padanya.


"Nggak libur Gas." sapa Riki.


"Enggak lahh, enak yahh yang lagi libur." sahut BG.


"Hai guys sory Devan telat, macet banget nihh." teriak Devan hebohh.


Para sahabatnya BG dan Abel itu nampak sumringah melihat meja makan yang penuh makanan.


"Heem, okay. Btw Wira, Metta sama Cindy gak bisa. Si Ai lagi keluar sama Angga." jelas Abel.


"Wira nganter Cindy." ceplos Dekka.


"Bau-baunya sihh cinlok." sahut Kevin, Abel pun melirik Dekka mencari pembenaran.


Dekka tak tahu, karena yang paham dengan perasaan tentu temannya itu. BG merasakan Abel gelisah, dapat dia tebak Abel sedang berfikir sesuatu.


"Nayla gak kamu ajak bu boss." tanya Kevin.


"Ngapain loe tanya-tanya Nay, naksir." sahut Devan yang sedari tadi sibuk mengunyah camilan yang dipesan Abel.


Kevin menoleh kearah Devan.


"Kepoo, kalau iya kenapa kalau enggak kenapa masalah buat elo." ketus Kevin.


"Dihh nge gass, gue kasih tau nihh. Si Nay tuhh jarang keluar-keluar gini. Tuh bocah sibuk sama drakor2 nya." jelas Devan.


"Enggak ngajak Nay, dia emang paling males diajak keluar." jawab Abel, namun sesaat dia sedikit gusar.


"Uuhh kok kayak mau dapet yah." batin Abel lalu dia berpamitan pada BG dan teman-temannya ke toilet.


"Duhh bener kan, untung baru keluar dikit.." monolog Abel lalu mengeluarkan ponselnya.


"Sayaaaang.."


"Yahh kenapa, ada apa kok pake telp kamu gak kenapa kan."


"Bagas ihh nyerocos terus. Ehmmm anu aku.. gimana yahh."


"kenapa baby. jangan bikin khawatir aku samperin ke toilet yah."


"Ehh enggak usah, ehmm aku minta tolong ambilin tas di mobil, Aku lagi Dapett, ada pembalut di tas aku." jawab Abel malu-malu. Abel memang selalu sedia payung kala dia mendekati masa menstruasi.


"Astagaaa, iyaa tunggu yaah baby."


BG memutuskan telpon sepihak bergegas menuju mobilnya mengambil tas Abel.


Setelah menunggui Abel di toilet, mereka kembali pada teman-temannya.

__ADS_1


"Bener kan kataku, kamu sensian ternyata mau dapet." ucap BG, sontak pipi Abel memanas.


"Iyaa, kamu harus paham." jawab Abel lalu bergabung ke meja makan melanjutkan obrolan dan maksi mereka.


__ADS_2