Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Yang Hilang


__ADS_3

Beberapa bulan tak terasa telah terlewati Abel dkk sudah memasuki perkuliahan semester 2, tidak ada kendala bagi mereka selama ini. Hari ini Abel ada jam kuliah hingga siang hari mata kuliah terakhirnya ialah Prof. Zayn, Pria matang berusia 33 tahun yang masih betah menduda. Konon katanya Prof Zayn menaruh hati pada Abel bahkan BG pun dibuat uring-uringan karena terbakar rasa cemburu. Bagaimana tidak saat Matkul Prof Zayn selesai dia selalu memanfaatkan Abel untuk apapun itu yang setengah berkedok ingin berinteraksi lebih diluar jam kuliah. Beruntung Abel yang peka dengan maksud sang dosen, kemanapun atau apapun yang disuruh profesor duda itu maka Abel selalu menggeret teman lainnya.


Dilain tempat BG dkk sedang berada di kantin tengah menunggu Abel karena BG hapal betul dengan insiden ada udang dibalik perahunya Prof Zayn itu.


"Prof Zayn yah Abel." tanya Riki saat mereka baru sampai di kantin kampus, bahkan Dekka dan Cindy pun belum nampak batang hidungnya.


"Wahh kacau tuh pria matang setengah busuk." celetuk Kevin.


"Husshh gila Loe, kalau ada yang dengar berabe Loe." sahut Riki, bahkan BG dibuat terkekeh dengan celetukan Kevin.


"Gue yang kasihan sama Abel, masak iya si Prof Zayn mau deketin Abel, apa gak pedofil dia secara jarak usia 15 tahun lebih." jawab Kevin namun BG masih tak bergeming.


"Yaa tau tapi Jang keras-keras Loe ngomongnya bego banyak mahasiswa disini." gumam Riki mengkode Kevin untuk berhenti mencela Prof Zayn, karena dibalik hujatan mereka ternyata sosok nya yang rupawan bahkan memiliki banyak fans dari para mahasiswi.


"Taukk diserang balajaer syukur Loe." sela Dekka yang baru saja datang langsung menyaut.


"Eheee he." Kevin menyengir mendengar ucapan Dekka, Riki gegas berdiri memesankan minum untuk Dekka.


"Gue juga dong Rik." teriak Cindy yang baru masuk pintu kantin.


"Yooo."


Beberapa menit kemudian nampak Dania datang namun tak ada Abel setelahnya membuat BG sontak panik.


"Dan, Abelnya mana." tanya BG pada Dania, mereka bisa akrab karena semenjak satu semester yang lalu selalu bersama Abel. Sosok Dania, sedari satu kelompok masa ospek mereka sudah kenal Riki dan Dekka.


"Ohh itu." ucap Dania terjeda karena ada yang menyela.


"Masih disandera Prof Zayn kah." tanya Kevin yang menyela Dania.


Bughhhh..


Dekka pun akhirnya menggebuk punggung Kevin karena memotong Dania.


"Aushhh, ya ampun Dek, Loe Napa sihh bar-bar banget."


"Yaa itu karena Loe begok, biar Dania jelasin dulu bukannya Loe serobot aja." sahut Riki yang membela Dekka.

__ADS_1


"Ya abisnya gue ga tahan banget."


"Si BG aja selow Loe Napa riwehh beutt dah." celetuk Cindy.


"BG bukan nya selow tukiyem, dia mahh di otaknya juga hebohh mikirin biniknya." sahut Kevin, ada benarnya BG bukannya diam saja melainkan dia lebih menenangkan hatinya. BG yakin dan percaya Abel nya tak akan mungkin terjerat oleh pria matang yang pantas disebut Om olehnya.


"Gue boleh ngomong nggak ini, astagaa gue udah laper nih." tanya Dania.


"Ehiyaaa, trus Abelnya dimana Dan, sorry yahh." sahut Dekka.


"Tadi pas habis dari ruang Prof Zayn, ada cowok yang nyegat kita."


"Nahh tuh sapa lagi pens Abel."


"Uaduhhh."


Terdengar celetukan-celetukan Kevin dan Cindy, disaat Dania tengah berbicara.


"Tuh cowok keknya bukan kuliah disini, nah pas cowok itu ndeketin Abel, si Abel tuh kok kayak diam setengah syok gitu. Ehhh bener nggak sih." jelas Dania lalu bertanya pada Dekka maksud dari penjelasannya, namun Dekka pun bingung dengan ucapan absurb Dania.


"Lahh nggak tau, lah elo gimana tadi." tanya Dekka balik.


"Ehh gue gak tau intinya si Abel kayak kaget gitu ngeliat cowok itu, kayak ngeliat hantu gitu." jelas Dania.


"Loe buruan cari Abel deh Gas, sapa yang datang." kata Riki, BG pun segera bangkit.


"Yukk kita nyebar."


Sedangkan Dekka sibuk menelepon ponsel Abel, Cindy pun nampak demikian.


"Aduhh mana gak tau nomernya babang Alvin lagi." gumam Cindy.


Ditengah pencarian Abel, BG menelpon Alvin karena hanya Alvin yang bisa mendeteksi GPS di jam Abel, sekaligus mencari tau apa Abel memberikan kode meminta bantuan pada ajudannya.


"Halo mas Al."


"Apa Gas."

__ADS_1


"Abel nggak hubungan mas kah."


"Hahhh, enggak kan belum jam pulang mas masih dikantor." jawab Alvin, benar saja karena Abel baru akan menghubungi setelah dia selesai makan siang bersama BG dan yang lainnya jika jam kuliah usai.


"Mas bisa deteksi GPS nya nggak."


"Nggak ada kode SOS Gas, emang ada apa."


"Okee deh mas Thanks nanti gue kabarin lagi kalau udah ketemu." Jawab BG menggantung membuat Alvin ditempatnya bingung.


Sementara itu ditempat Abel berada dengan seorang lelaki yang dia kenal, sedari ia melihat pertama kali tadi tak ada satu parah katapun keluar dari bibir Abel.


"Apa kita bakal cuma saling diam begini aja." ucap lelaki itu, Abel menoleh wajahnya pias seolah gedek melihatnya. Sorot mata Abel tajam, bahkan sudah sedikit menggenang air matanya. Mereka kini berada di taman dekat dengan pelataran parkir kendaraan, sedangkan BG dan lainnya masih sibuk mencari keberadaan Arabella.


"Lalu aku harus apa." jawab Abel ketus.


"Gue cuma minta bantuan sama Loe."


"Haaahhh." Abel menghelas nafas cukup panjang bahkan tak langsung merespon lelaki itu.


"Please Bel, gue yakin cuma elo yang bisa bantu gue."


"Ohhh yaa, kenapa enggak telp polisi aja kalau kamu butuh bantuan, Hahh." ucap Abel cukup lantang, dari kejauhan BG mendengar sayup suara Abel segera dia menuju tempat yang sudah pasti BG yakini dimana Abel berada.


"Gue masih sayang Bel."


Deggg..


BG terkejut disaat sudah dekat dari tempat Abel berada ucapan lelaki itu membuatnya terkejut bahkan jantung BG berdebar kencang. BG memelankan langkahnya berupaya untuk tidak mengejutkan Abel dan lelaki itu.


"Pergi, aku gak mau liat kamu lagi."


"please Bel bantu gue." bahkan lelaki itu tengah bersujud menyentuh kaki Abel yang sudah berdiri dari bangku taman hendak pergi.


"Lepasinnn, pergi aku gak mau ketemu kamu lagi, Hiksss." ucap Abel yang berusaha menghindari lelaki itu bahkan sudah mulai terisak.


BG yang sudah berjarak cukup dekat dari Abel mendadak terbakar emosi saat mendengar isakan dari tunangannya itu.

__ADS_1


Bughhh.. Bughhhhh..


__ADS_2