Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Dunia Abel


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian


Abel sudah mulai proses pengerjaan skripsinya, bahkan dari bab per bab sudah mulai ia kerjakan padahal konsultasi judul saja masih belum juga ACC karena keinginan prof Zayn selaku dosen pembimbing tak juga tuntas. Sudah 3 kali Abel pengajuan namun belum juga cocok pada sang dos pem.


Lain halnya dengan yang lainnya judul sudah ACC hanya dengan 2 kali pertemuan otomatis membuat Abel sedikit kesal. Melihat Abel yang terus murung membuat BG tak kuasa hanya diam saja.


"Masih ditolak baby." tanya BG pada Abel, setelah pengajuan yang ke empat tak juga goal.


"Eummm." Abel mengangguk pelan, bisa dipastikan Abel sedikit frustasi dengan perlakuan dari sang dosen.


"Ckk, apa karena prof Zayn gak mau elo segera lulus yah." celetuk Kevin sontak membuat BG pun menoleh sedikit merasa curiga juga dengan dosen Abel itu.


"Kaliik." sahut Riki yang juga merasa kasihan pada Abel.


"Hehhh syuuut." kode Dekka pada yang lainnya agar menghentikan celetukan konyol yang bisa merubah mood BG.


"Trus dia minta gimana lagi Bel."


"Apa dia gak kasih clue gitu."


"Haaahh, nggak ada. Aku juga udah cari referensi banyak dari skripsi sebelumnya yang nilainya tertinggi."


"Trus dari senior juga udah Loe bongkar." tanya Dekka, Abel pun mengangguk, karena usaha Abel cukup keras untuk mendapatkan sebuah taken judul sang profesor.


"Hoalahh, rasanya peng gue pergi ke dukun deh." celetuk Cindy sompral, beruntung mereka kini berada di cafe middle dekat apartemen.


"Huffttt.." desis Abel yang sudah menelungkup kan kepalanya ke meja, rasa frustasinya sudah di puncak.


"Depresi nih anak."


Tak lama BG pun meminta para sahabatnya meninggalkan mereka berdua diruangan itu. Rasanya BG ingin membantu semua Abel, namun jika Abel saja tak ada titik temu lalu apa kabar dengan dirinya.


"Sini." ucap BG sembari menarik tangan Abel.

__ADS_1


Abel mendongak saat itulah baru dia sadari hanya ada mereka berdua disitu, lalu kemana perginya para sahabatnya. Abel merentangkan tangan lalu memeluk erat sang tunangan, baginya pelukan sangat ia perlukan untuk mengurangi beban berat dipundak nya.


BG pun mengusap rambut sang Arabella nya, saat ini ia ingin waktu berhenti didetik itu juga.


"Biar aja Prof Zayn ngerjain kamu, tapi kamu juga tetap stay cool. Jangan seperti ini, stres gak baik buat kamu. Nanti sakit." tutur seorang Bagaskara, dalam dekapannya Abel mengangguk kan kepalanya. Jatuh dalam pelukan lelaki yang dia cintai saat ini cukup memberikan energi positif padanya.


"he, emm." gumam Abel merasa nyaman dengan usapan BG bahkan membuat Abel tertidur, ternyata dengan hanya berdua saja bersama sang tunangan membuat otak Abel sedikit rileks.


Meskipun jatuh tertidur BG masih setia mendekap erat Arabella nya. Kondisi saat seperti ini benar-benar dukungan darinya dan yang lain adalah kunci utama Abel. BG mulai mencari-cari artikel tentang Zayn Aska seorang profesor multitalenta siapa tahu bisa membantu Arabella nya.


"Shittt, emang nih orang nyebelin banget, tapi tunggu deh kayaknya dia selalu mau judul yang fresh. Eummm berarti... Ahh i got it." gumam BG dengan jemari yang masih terus mensecroll ponselnya, dan Abel masih dalam dekapannya.


"Ckkk, saking stresnya dia sampai gak kepikiran hal kecil gini." lanjut BG sambil mengusap wajah lelah Abel. Ada kalanya otak cerdas Abel tak berlaku jika terlalu banyak beban pikiran, beruntung BG bisa memahami nya.


"lahh tidur nih bocah, Gimana Gas si Abel." tanya Riki saat masuk keruangan BG hendak mengambil sebuah berkas.


"Capek luar dalam dia." jawab BG, Riki pun paham maksud BG.


"Sayang." ucap BG saat terdengar lenguhan dari sang gadis.


"Eummm."


"Apa judul kamu ada yang masih fresh." tanya BG, Abel pun mengangguk.


"Yang kunjungan negara kemarin juga udah."


"Heummm, sudah."


"Coba kamu combine keduanya ubah kalimat pertama, jangan kalimat tanya tapi kalimat jawaban seperti hasil studi, riset atau lainnya." ujar BG, Abel sedikit nyambung namun, sedangkan Riki masih menyimak keduanya. Berikutnya justru dia mengingat sesuatu.


"Minggu lalu aku pake itu tapi emang dengan kalimat masih bias sih. Eummm." gumam Abel lalu dia mulai menuliskan beberapa judul sesuai saran sang tunangan.


"Result of a state visit from the developed countries and cooperation for the safety of Muslim citizens"

__ADS_1


Hasil coretan Abel yang lalu di koreksi oleh BG. Nampak simple namun memberikan hasil pasti dari kunjungan negara saat lalu. Dengan begitu Abel bisa mengeluarkan semua hasil penelitian kerja nyata beberapa bulan yang lalu.


"Judul ini gak mungkin bisa di campur adukkan dengan tema lainnya, apalagi kemarin tuh duda karatan ada ditempat jadi nggak mungkin dia gak tau isi skripsi kamu." jelas BG, Abel mengangguk paham, disini skripsinya nampak simple sekali namun mendapatkan hasil langsung dari pejabat negara yang menjadi tamu kunjungan negara.


Satu Minggu berlalu saatnya Abel mendatangi dosen pembimbing nya untuk konsultasi judulnya yang Minggu lalu belum ACC. Harapannya hari ini hanya satu bisa diterima oleh dosbing atau paling tidak dia dapat clue untuk judul yang diharapkan oleh prof Zayn.


"Bel, Loe Konsul bab berapa." tanya Leon, teman satu fakultas nya yang beberapa waktu ini akrab karena sama-sama satu dos Bing prof Zayn.


"Eumm belum Leon, masih judul revisi terus." jawab Abel.


"Hahhh serius Loe masih judul, padahal Loe kesayangan prof Zayn banget." kelakar Leon justru membuat Abel menarik nafas gundah.


"Ahhh nggak gitu juga, nih buktinya masih abu-abu, tau deh aku juga udah puyeng." jawab Abel, tak lama dia pun masuk keruangan sang dosen.


"Permisi prof."


"Masuk Ara." sahut prof Zayn, Abel melangkah masuk lalu meletakkan paper yang berisi rencana judulnya. Jika 4 Minggu terakhir Abel memberikan 2-3 point pengajuan judul, hari ini dia hanya mengajukan 1 judul saja.


Sang dosen pembimbing pun nampak memegang paper Abel, lalu segera memberikan paraf dibawahnya.


"Okeyy, kamu langsung ajukan bab 1-2, 2 Minggu kedepan." ucap sang dosen singkat, bahkan Abel sejenak tak percaya jika dia bahkan bisa mengajukan 2 bab sekaligus tanpa jeda seperti mahasiswa lainnya.


"Paham Arabella." ulang prof Zayn, karena melihat keterdiaman Abel.


"Emmmm, pa paham prof. Terima kasih." ucap Abel lalu gegas beranjak.


"Astaga Alhamdulillah." gumam Abel merasa lega akhirnya judulnya terselamatkan.


"Gimana Bel." tanya Leon dan yang lainnya yang sedang berada didepan ruangan prof Zayn. Abel hanya mengangguk dan tersenyum tanda judulnya akhirnya ACC dan bisa lanjut pengerjaan bab seperti yang lainnya.


"Congrats ya Bell."


Abel mengangguk dia pun meninggalkan teman-temannya setidaknya hari ini dia ingin segera bertemu dengan tunangannya. Awal dari skripsinya sudah didepan mata, dan dia harus segera membagi rasa bahagianya pada BG.

__ADS_1


__ADS_2