Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Tanding Basket lagi


__ADS_3

Klik lonceng ErenKa Studio yahh guys, jangan Lupaa..


Enjoy reading.


**********************@********************


Pertandingan Basket pagi ini diawali dengan tim Angga dengan Kelas X-3, disusul team BG dengan kelas X-1.


"Gas, kalau gue gak salah nie kita lawan adik kelas yang fanboy Abel garis keras." celetuk Riki karena mereka kini tengah berada di gedung basket indoor.


Bagaskara Kapten utama team itupun merespon dengan gumaman. Dia tak sempat mempelajari permainan adik kelasnya itu, sehingga mereka perlu waspada.


"Kasih keras Gas, kapan lagi loe bisa ketemu bocah saingan loe." ceplos Kevin.


"Hemmm, gue usahain."


"Nona muda kemana." potong Dekka yang baru saja duduk disebelah Riki.


"Masih ada urusan sama OSIS." Jawab BG.


"Laahh iyaa kumpulin barang lelangan yah."


"Emang mau ikut." tanya Riki.


Dekka kini satu-satunya cewek diantara BG dan para sahabatnya karena Metta dan Cindy Anggota OSIS mereka juga sedang dibuk.


"Hemm, ada barang yang udah gak kepake daripada masuk gudang juga, lumayan bisa amal." jawab Dekka, para lelaki itu pun mengangguk.


Memang acara OSIS kali ini sangat menggugah peminat siswa, idenya pun berasal dari otak cantik sang Arabella.


"Emang otak Abel gak pernah salah." sahut Kevin, terlihat BG tersenyum tipis mendengar para sahabatnya memuji gadisnya itu.


"Kalau ada serepan Abel mah gue mau ding satu." sela Wira.


"Ada noh Arkana." jawab BG.


"Masih piyik bos, laki pula."


"Acara loe jadi kan minggu depan." tanya Riki.


"Humm." gumam BG sambil mengangguk, mereka pun bergurau sampai akhirnya Acara kelanjutan lomba Basket antarkelas dimulai.


"Permisi, permisi." ucap seorang gadis membelah kerumunan, BG mendengar suara lembut milik kekasih pujaan hatinya itu bergegas menghampirinya tak ingin Abel terdorong-dorong diantara kerumunan.


BG membawa Abel ketempatnya yang sudah ada Dekka dan lainnya.


"Kenapa gak telp sihh." ucap BG sambil menghapus bulir keringat di dahi Abel.


"Aku juga gak ngira kalau bakalan rame." jawab Abel.


"Metta sama Cindy belum balik Bell." tanya Dekka.


"Sibuk dia, ngeberesin barang lelang, overload banget."


"Hahh, tapi masih bisa kan."


"Akan disortir dulu takut barang gak layak lelang juga kasihan yang beli." jelas Abel, Dekka manggut-manggut sementara para cowok memerhatikan kedua gadis itu.


Pertandingan antara kelas Abel dimulai, BG fokus menyaksikan. Sebagai kapten utama dia bertanggung jawab mempersiapkan penerusnya.


"Sayang mau." ucap Abel pada BG, meskipun sedang fokus dia masih memperhatikan gadis disampingnya.


BG menerima suapan dari Abel, dia membawakan beberapa makanan untuk teman-temannya.


"Banyak yang berbakat keknya." celetuk Riki sambil menikmati camilan yang dibawa Abel.


"Hemmm, not bad." jawab BG, dia memperhatikan gerak lawannya, ternyata permainan tim Angga seimbang dengan adik kelasnya bakal selisih nilai pun tipis.


Abel menyipitkan matanya, berfikir sebentar. BG melirik kearah Abel, dia nampak sedang mengolah pikiran tandanya sedang mencari sebuah gagasan.

__ADS_1


"Are there something happened." tanya BG.


"Little things, Wait i'm gonna touch down." ijin Abel, lalu dia berlari kearah teman sekelasnya yang dipinggir lapangan.


BG terus memperhatikan Abel, seperti halnya saat dulu saat melawan kakak kelasnya Abel lah yang peka.


"Dev." panggil Abel.


Dari atas tribun BG melihat Abel nampak memberikan instruksi pada Devan dan Angga, setelah meminta time rest. Nampak Devan, Gama dan Angga mengangguk paham dengan perintah Abel.


"Bakal jadi saingan nihh, kalau nona muda turun tangan, ahahahah." celetuk Kevin membuat BG mendengkus.


"Gelut yuk Vin." sahut BG.


"Enggak dehh, loe udah pandei beladiri bisa bonyok muka cakep gue." jawab Kevin.


"Baby." panggil BG meminta Abel kembali ke tribun, karena banyak mata memandang takjub kepada gadis itu.


Abel mengangguk dan memberi kode akan segera kembali, nampak Abel memberikan semangat pada tim basket kelasnya.


Semua teman sekelas Abel bertepuk tangan dan bersorak ramai.


"Baby Abeeeel."


"Cayooo guys"


"ElSainsOne." teriak Abel memantik semangat tim basketnya.


"The Best." sahut kompak teman Abel. Abel pun sudah berjalan kembali ke dekat BG.


"So, what did you say for your team." tanya BG pada Abel yang sudah duduk disebelahnya.


"Like you the last time, Angga dan Gama selalu dijaga ketat, aku lihat Dev terlalu main aman. Aku saranin Dev mengexplore ajah." jelas Abel.


"So if they are gonna versus my team, yang mana akan kamu pilih."


"Harus salah satu dong beb."


"No, whose to be a winner, The team that will be the winner is the hockey team at that time. It's not that they're great players, but they're a solid team so they can be champions." jelas Abel.


"Impressive."


"Cinta banget gue sama otak Abel." ceplos Kevin.


"You have skill, you must Explore that." ucap Abel pada BG.


BG tak bergeming, dia akan selalu mengingat kata-kata mutiara dari Abel.


Pertandingan sesi 1 berakhir dimenangkan tim XI IPA 1 kelas Abel dengan skor 45-43.


Kini giliran tim BG dan Riki melawan kelas X-1 dengan kapten team Steven.


Abel memperhatikan gerak gerik BG, memang dia terlihat santai namun dalam hatinya tidak. BG cukup mengenal adik kelas didepannya ini sosok Fanboy pada Abel.


Pertandingan dimulai, sedari awal permainan cukup sengit, BG selalu di kawal ketat 3 orang. Sedari dulu memang begitu, BG cukup hafal sekali, BG membiarkan Steven mencetak point sebanyak mungkin, namun tak juga membuatnya lengah, sesekali dia mengkode Riki untuk selalu aktif cetak point.


Hingga 15 menit terakhir tim BG yang ketinggal 10 point sontak membuat BG bergerak. Sedangkan diatas tribun Abel sebenarnya sudah menebak BG membiarkan adik kelasnya kehabisan stamina selanjutnya mereka akan mengejar point.


Tim Steven kocar kacir saat mendapati BG terus melakukan 3 point shoot, hingga mereka pun tak sempat mencetak point. Dimenit akhir Riki menuntaskan pertandingan dengan aksi lay up heroiknya.


Priiiiiit..


Skor akhir 51-50 dimenangkan oleh tim BG, itu artinya di final BG akan melawan tim kelas Abel.


"Huaaa, my boss menang makan- makan." celetuk Kevin.


"Kek tiap hari gak makan aja sihh." sahut Dekka.


"Mulut loe Dekk, yaiya lah tiap hari makan, gue mau hidup bukan mau koit kalau enggak makan." balas Kevin.

__ADS_1


"Yaaa..yaa suka-suka elo aja."


Abel mengulurkan tissue menghapus keringat yang bercucuran di dahi BG, Kemudian BG menggandeng Abel dan membawanya ke kantin.


"Bosss, ane kagak diajak juga nihh." teriak Devan, seolah dia tahu akan kemana mereka pergi.


"Aku ganti baju dulu tunggu dikantin yah." ucap BG pada Abel.


"Jagain Dev, jangan sampai lecet." lanjut BG pada Devan, lalu BG meninggalkan Abel pada teman-temannya.


"Kak Abel."


"Kakak Cantik."


"Hai Kak."


Sapa para siswa saat melihat Abel tengah berjalan menuju kantin, seperti kata BG jagain jangan sampai lecet, benar saja bahkan Devan sampai kewalahan menghadapi euforia fans Abel yang yang fanatik.


"Gak lakik gak cewek pada bar-bar, sakit semua dicakarin gue." celetuk Devan.


"Buahahahh, sampek tuh muka kek jambu merah." tawa Dekka, melihat Devan frustasi.


"Nihh minum, marah-marah mulu kek nenek-nenek PMS." sela Kevin.


"Nenek mah udh gak bisa PMS keless." jawab Devan.


Tak lama Bagaskara dan Riki datang setelah berganti pakaian karena kaos basketnya basah penuh keringat.


Saat mendekat BG mengernyit ada sesuatu yang nampak dimatanya.


"Baby, ini kenapa berdarah." tanya BG yang melihat lengan Abel berdarah, lukanya kecil namun mengeluarkan banyak darah.


"Hahh pantesan kok kerasa panas, gak sadar kalau luka." jawab Abel santai lalu Abel mengambil kain ditasnya dan membebat lukanya, namun tidak dengan Devan dan yang lainnya takut BG murka karena tak menjaga Abel.


"Bell, yaa ampun itu darahnya sampai ke rok juga lohh." ucap Dekka.


"Ini kejadian dimana Dev." tanya BG.


"Ehhhh, Hahhh,..Ehmmm anu."


"Kenapa loe grogi Dev." potong Riki.


"Bukan gitu kan tadi kita diserang tuh sama fans Abel, nih muka gue aja penuh cakaran gara-gara mereka gak bisa dekatin Abel, bau-baunya sihh mulai depan kelas sepuluh." jelas Devan, terlihat BG mengeluarkan ponselnya.


Dia nampak serius memandang HP nya, Devan dan Abel saling berpandag bingung BG sedang apa, namun tidak dengan sahabatnya dan Dekka.


"Sayang kenapa."


"Hemm." gumam BG, Abel menoleh kearah Riki meminta penjelasan, Namun Riki hanya menyengir kuda.


"Brengshek, kecolongan." ucap BG lirih namun masih bisa didengar Abel.


BG segera mengirim hasil rekaman ke kontak Alvin supaya diselidiki. Hal sekecil apapun jika itu melukai Abel harus dideteksi segera.


BG menunjukan sebuah rekaman dari CCTV sekolah pada Abel dan Devan. Abel cukup terkejut bagaimana bisa sang BG mempunyai sambungan CCTV ke ponselnya, mungkin nanti akan ia tanyakan.


Tringgg....


"Evakuasi, Amankan tunggu komando selanjutnya."


Isi pesan yang dikirimkan Alvin pada BG.


"Habiskan maemnya habis itu ke UKS, tanpa bantahan. Atau mau ku kirim Ambulans kantor ayah kesini." ucap BG.


Abel tau jika BG sedang kesal, namun beruntung dia masih tak nampak emosi.


"Kev, evakuasi orang-orang yang di video tadi, interogasi sekalian, ajak kenalanmu." ucap BG lalu memberikan beberapa lembar uang pada Kevin, untuk uang jalan lalu membawa Abel ke UKS.


"Dev bilangin Airin Abel mau aku bawa pulang tolong handle kegiatan Abel sementara." jelas BG, Devan mengangguk pasrah, BG tak marah masih untung.

__ADS_1


__ADS_2