Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Abel Kuat


__ADS_3

"Okey gue terima tantangan Loe." ucap Agnes lalu meninggikan tangannya meraih rambut Abel.


"Berhentiiiiiiiiiii."


Bima menghentikan tindakan Agnes yang akan mencelakakan Abel, beruntung dia tidak telat sedetik pun. Sedang Abel merasakan Cindy mencengkeram tangannya erat seolah dia khawatir Abel terluka.


"Tenang Cin, kamu gak lihat BG ngawasin kita." bisik Abel menenangkan Cindy.


"Gue takut Loe diapa-apain sama dia Bel." Abel mengangguk paham, sahabatnya ini memang kelihatanya kuat tegar namun ada sisi lemahnya.


"Loe mau ngapain hahhh." tanya Bima pada Agnes dengan nada tinggi.


"Jawab gue, Loe mau ngapain. Belum cukup Loe bikin masalah hahh."


"Yang bikin masalah tuh dia, bukan gue Bim."


"APA MASALAHNYA, Jang dikira gue gak tau tujuan Loe."


"Nihh anak males-malesan mojok disini." jawab Agnes tanpa ada rasa takut, Sementara itu Riki menegur BG yang sedari tadi menyaksikan keributan yang bahkan bakal bikin kehebohan karena kini sudah banyak Maba dan para senior yang berdatangan.


"Loe bakal diem aja gitu Gas."


"Gue liat Abel santai ngadepin tuh ondel-ondel, gue yakin cewek gue bisa atasin."


"Trus tadi kalau dia Sampek kenapa-napa Loe juga juga diem aja gitu." tanya Kevin pada sang Bagaskara.


"Menurut looee." sungut BG mendengar candaan Kevin, karena jika Abel terluka seujung rambutnya maka BG tak akan tinggal diam.


Kembali ke Agnes dan Bima yang masih terlibat adu mulut, bahkan nampak Reyhan dan beberapa anggota BEM tiba.


"Semua udah pada tau isi otak Loe Nes, dan gue ingetin lagi Jangan Bikin onar."


"Apa salah gue Bim negor dia, dia aja yang bikin masalah."


"Dia apa elo yang selalu bikin masalah HAHHHHH, JANG LOE KIRA GAK GUE PERINGATIN."

__ADS_1


"Gue ada diposisi benar, dia yang salah."


"Karena Senior Selalu BENAR." sahut Abel mulai jengah dengan perdebatan mereka, Bima, Agnes dan senior lainnya terperangah mendengar ucapan Abel.


"Bahkan pergi ke toilet pun Maba salah, It's that right. Atau bahkan Maba ke kantin karena kelaparan pun juga akan dianggap salah. Betul Kak." lanjut Abel.


"Apa maksudnya dek." tanya Bima.


"Coba kakak tanya ke anggotanya apa ada kasih kita jeda waktu istirahat dalam perburuan TTD kalian." jelas Abel, Bima menoleh kearah Reyhan dan yang lain.


"Itu gunanya biar kalian nggak santai kayak elo gini, masak gitu aja gak ngerti." balas Agnes, semakin membuat Abel semangat membantai kekejaman para seniornya.


"Wahhh hebat kak, anggota BEM berjumlah 35 orang saja tiba-tiba menghilang dan dalam waktu satu jam kita baru dapat dua. Lantas butuh berapa jam kita mengumpulkan seluruhnya. Sudah terbayang bagaimana lelah dan laparnya kita." jelas Abel, Cindy tersenyum mendengar Abel berani memaparkan apa yang sedang terjadi.


"Loee ngejawab aja yah, Loe pikir kita dulu juga gak ngalamin yang kayak gini." sahut Agnes bahkan sudah mendorong Abel.


"Wooohhoo santai kak, ehmmm saya yakin peraturan ini semua kalian yang buat bukan instansi, dan mungkin ini turun temurun. Maka dari itu kalau ini tidak dihapuskan akan seterusnya begini. Saya ragu rektor tahu dengan ini semua."


"Apa maksud kamu, apa kamu mau mengadu ke sugar Daddy mu."


"Waaahhh ternyata dia mengaku sudah jadi sugar baby."


prokkk prokkk..


Agnes tertawa senang merasa umpannya telah ditangkap Abel, walau Abel tak berespon apapun.


"Sudah cukup Nes. Kalau kamu mau bikin masalah jangan sekarang, karena gue gak mau jerih payah gue buat kuliah disini berakhir sia-sia." potong Bima.


"Yaa itu urusan elo yang gak mampu, anak beasiswa aja sok pede jadi ketua BEM." jawab Agnes.


"Ohh gitu yahh Nes, ok Fiks..." ucap Bima terjeda lalu menarik nafas.


"Dan mulai detik ini Loe bukan lagi anggota BEM, karena apa karena gue gak Sudi ngatur orang yang bahkan gabisa diatur."


"Loe sapa ngatur-ngatur gue."

__ADS_1


"Kamu juga siapa, bisa sesombong seperti itu, bukankah semua manusia itu sama Dimata Tuhan. Di dunia ini gak ada yang kekal kak, jadi berubah lah sebelum nanti Tuhan akan menjungkir balikan keadaan kakak. Dan hati-hati malaikat senantiasa berada disekitar kita untuk mencatat amal baik kita takut sekaligus cabut nyawa heuumm." potong Abel lalu meninggalkan koridor itu, sungguh semuanya yang mendengar ucapan Abel sangat speechless.


"Amazing girl."


"Belum pernah gue liat yang seperti dia."


"Keren banget si Ara."


Bima dan para senior yang kicep dan jangan lupakan banyaknya Maba yang memperhatikan kejadian ini semakin yakin, pesona Abel yang membuatnya menjadi bulan-bulanan Agnes.


Sementara itu BG tersenyum puas melihat keberanian Abel menghadapi seniornya, kemarin-kemarin dia masih segan melawan tapi tidak hari ini.


"Yakkss Loe berani bett Bel, gak takut dihukum." tanya Cindy sembari berjalan menuju ke tempat BG dan yang lainnya.


"Berani or nggak sama aja, orang bener salah juga dapat hukuman kan. Karena kita Maba, mereka akan selalu yang paling benar."


"Iyaaa Sihhhh."


Setibanya dimana BG berada Abel melihat sang tunangan yang nampak tersenyum padanya. Nampak BG sudah menanti Arabella nya itu.


"Sudah lega heumm." tanya BG sembari mencubit hidung Abel, Abel mengangguk dan tersenyum paham dengan apa yang dimaksud BG yaitu mengeluarkan semua keluh kesahnya.


"Lama amat sihh kalian, ke toilet apa ngantri sembako Loe." Ucap Dekka menyela kemesraan Abel BG.


"Nihh nungguin Cindy, ehh malah apes." jawab Abel, sedang Cindy hanya menyengir.


"Dapet apa Bel dari Agnes." tanya Kevin.


"Dapet zonk, hehehh." jawab Abel, BG menarik tangannya membawa ke tempat aman karena kini mereka bahkan jadi bahan tontonan.


Setelah perdebatan yang tak ada arahnya, sudah dipastikan Agnes tak akan mencampuri urusan kegiatan ospek karena sudah resmi dikeluarkan dari anggota BEM. Semua kegiatan dihari terakhir di reschedul karena tak ingin ada hal-hal yang tak diinginkan. Seperti kata Abel memang tidak ada ishoma dalam agenda membuat Bima otomatis merubah jadwal. Pengumpulan sign 4 jam dilanjutkan pengenalan prodi hingga penutup kegiatan ospek dimajukan 2 jam diawal.


Kini Abel sudah berpisah dari kelompoknya di fakultas Hubungan Internasional, karena Maba di kumpulkan sesuai dengan prodi. Beruntung ada teman sekelompok yang ternyata sefakultas dengannya, Dania dan seorang pria yang menjadi ketua kelompok semasa ospek.


"Hahhhhh Daebak, demi apa gue bisa sekelas sama Loe Bell, hoki lahh gue." ucap Dania setelah mendapati Abel duduk didalam F.HI.

__ADS_1


"Bisa aja sihh Dan, sini duduk mumpung kosong." jawab Abel, Dania mendekat dan duduk disebelah Abel. Bertemu dengan Dania membuat Abel tenang karena dalam waktu tiga hari ini dia sudah mengenal teman barunya itu.


__ADS_2