Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
After Drama


__ADS_3

Happy reading guys...


Masih di Putih Abu-abu




**Berdamai dengan waktu adalah solusi terbaik dalam mencegah penyakit hati**.


**Arabella**



Kejadian dua hari yang lalu, merupakan salah satu masalah yang paling berpengaruh bagi Abel. Bagaimana tidak semenjak bunda mendapat telp dari sekolah hingga kini bundanya harus dalam pantauan ketat dokter.


Bukan masalah berat dan bukan Abel yang menyebabkannya, namun efeknya segitu luar biasa.



**Flashback On**


"*Hallo assalamualaikum*."


"*Selamat pagi ibu dengan orang tua Arabella Triesna*."


"*Iya betul darimana ini*."


"*Kami dari pihak sekolah Ananda, dimohon kehadirannya untuk Klarifikasi kasus Arabella putri ibu*."



*Deg*..


*Deg*...



"*Tapi mohon maaf masalah apa yang menimpa anak saya*."


"*Nanti akan kami jelaskan disekolah ibu, yang pasti sekolah tidak bisa mentolerir tindakan asusila*."


"*Astaghfirullah.. saya tidak percaya anak saya melakukan itu pak*."


"*Kami tunggu klarifikasi nya dari pihak orang tua Ananda terima kasih selamat pagi*."



*Tut...tut ..tut*



"*Ya alloh ada apa ini, bunda nggak percaya kalau sampai Abel seperti itu." monolog bunda*.


"*Hallo bun*."


"*Abell, ada apa bunda ditelp sama sekolah kamu buat kesalahan besar apa sampe bunda dipanggil sekarang*."


"*Apa bun..Ehh itu fitnah bun jadi bunda kesekolah sekarang*."


"*Iyaa katanya urgent gitu*."


"*Yaudah bunda hati-hati aja, ini pure fitnahan ke Abel disekolah nanti pasti lebih jelas*."



*Setelah menelpon Abel pun bunda masih tak bisa mengontrol emosinya. Akhirnya bunda histeris bahkan membuat mbok yem panik menelphon ayah Abel*.



"*Hallo Assalamualaikum bapak,. mbok mau ngabarin Ibu pingsan saya harus gimana ini pak*."


"*Ada apa mbok sampai ibu pingsan*."


"*Ehmm anu pak, itu tadi ibu terima telpon dari sekolah non Abel*."


"*apaa..ada masalah apa Abel sampai bikin bunda pingsan, tunggu yahh mbok tolong jagain ibu saya telphon kan dr.Adam sama dr.Fierly*."


"*Nggeh Pak*."



*Sementara itu diseberang sana ayah Abel menyelidiki kasus yang menimpa Abel disekolah, tak banyak waktu untuk menyingkap masalah kecil seperti itu, karena ayah Abel pun Abdi negara sehingga banyak team yang bisa membantu menyelesaikan satu kasus*.



"*Masalah sepele loh Ndan kok bisa sekolah non Ara sampai tidak menyelidiki dulu masalah ini*."


"*Kita kasih syok terapi untuk sekolahnya Abel*."


"*Siapp Ndan*."



*Setelah menyelidiki dan dirasa bukan kesalahan besar namun merasa Abel difitnah dan mungkin bisa menyebabkan gangguan kesehatan bunda, ayah tak segan-segan untuk bertindak*.



*Ayah yang masih diperjalanan pulang menuju kantor dari dinas luar pun memutuskan untuk mendatangi sekolah Abel yang berjarak 30 menit dari posisi ayah Abel berada*.

__ADS_1



*Sesampainya diplataran sekolah Abel, seperti rencana Ayah yang ingin memberikan syok terapi pada pihak guru dari sekolah Abel. Benar saja 4 mobil iringan patwal membuat gempar sekolah Abel*.


*Ayah menuju ruang kepsek bersama ajudan, sontak membuat viral SMA TUNAS KELAPA*.



\*



*Flashback off*



"Jadi Bell, gimana bunda." tanya Dekka



"Sudah lebih baik, cuma harus istirahat total aja dua hari lagi."



"Mang bangcat banget tuh sih kimprit Cantika." ceplos Metta.



"Hemmb, sampek kenapa-kenapa sama bunda Ayah pun mau nuntut ke orang tuanya karena sudah masuk tindakan kriminal." jawab Abel disampingnya ada BG setia menggosok pelan punggung Abel.



"padahal yahh Bell, kalau gue dapat ponakan dari elo sama BG pun nggak nyesel." celetuk Kevin, yang langsung digeprak mulutnya oleh BG.



"Kalau ngomong sompral banget sihh." sahut BG.



"Aduuhh sakit boss, iyee ampun." balas Kevin.



"Rasainn mang enak." seloroh Metta.



"Ikut-ikut an loe Nyett."




Karena tak terima Kevin mengejar Metta yang mengejeknya, Abel dan para sahabatnya melihatnya geli sekaligus terhibur dengan tingkah absurb dari Kevin dan Metta.



"Sini loe bocah."



"Ogaah kejar kalau bisa."



"Yahh nantangin, gue kejar kalau dapat gue karungin."



"Bawa KUA Vin." Celetuk Wira



"Buahahahhhhh,." pecah suasana dengan canda tawa dari sahabat BG dan Abel yang membuat raut muka Abel yang sedari tadi masam.



"Aduhh capek."



"Hosshh..hoshh."



"Dahh yah Damai."



"Sampek loe ngeledek gue lagi, gue sosor loe."



"Dihh situ soang tukang sosor."



"Iyaaa mang napa, loe bocah suka gangguin Soang selonjoran." celetuk Kevin, bahkan Abel dkk pun masih belum bisa meredakan tawanya.

__ADS_1



"Wakakakkakkk."



"Sudah ahh capek perutku." sahut Abel.


Memang jika satu masalah disikapi dengan wajar tak berlebihan, hanya senyum dan tawa lah obat mujarabnya.



BG terpana melihat Abel bisa tertawa, yang bisa membuat nya kelihatan double cantiknya.



"Sudahh, jangan ketawa terus nanti banyak yang lihat." ucap BG yang sedari tadi melihat banyak kaum adam memandang kagum kearah Abel.



"Lahh kenapa." tanya Abel.



"Iyaa soalnya kalau kamu ketawa banyak yang terpesona sama kamu."



"oalahhhh, aku kira apa." gumam Abel namun masih bisa didengar jelas oleh BG.



"Cieee.. cie.. cembokur ternyata si Abang BG Bell, ciyeee." sahut Dekka semakin menggoda BG, dan BG hanya bisa berdecak.



"Ahh loe sa ae bilang kalau cemburu Gas ahh ribet pake ngelarang gak boleh ketawa." sahut Riki yang masih sibuk main dengan Wira game online kesukaan mereka, minus Kevin dan BG yang sedari tadi masih sibuk dengan Abel.



"Hemmbb,." gumam BG menyahuti ucapan para sahabatnya.



Sebelumnya melihat wajah muram Abel memang membuatnya sedih, namun saat Abel terhibur dan menampilkan senyum terbaiknya membuat para mata lelaki memandang kagum sontak membuat sakit hati BG.



Bathin BG yang terdalam senyum Abel harusnya hanya untuk dia semata, namun tak bisa dipungkiri banyak kaum adam mendamba pesona cantiknya sang Arabella.



"Mukanya jangan cantik-cantik kenapa sihh." celetuk BG sambil mengelus pipi Abel, Abel hanya melempar senyum cantiknya pada sang BG.



"Woeeyy tolong yahh ituuhh anda adegan romantisnya tunda dulu." sahut Dekka.



"Iyaa nih hargai kaum jomblo."



"Lagian nihh kalian kenapa pada nggak mau deketan sihh udah sepasangan juga." jawab BG tak kalah ketus.



"Ogah gue sama cewek bar-bar." sahut Kevin.



"Dihh sapa juga mau sama elo."



"Berisikkk, Gue sumpahin loe jodoh dunia akhirat, sampai maut memisahkan.. Amienn." ucap lantang Riki.



"Amieeeennnn." disahuti lantang oleh mereka para sahabatnya, dan derai tawa yang seolah enggan hilang saat kebersamaan mereka seperti ini.



"Sumpahh kagak mau gue." sahut Metta.



Kevin memutar bola mata, mungkin dia sudah lelah berdebat dengan pasangannya itu. Tidak ada lagi sahutan dari Kevin takut- takut membuat suasana semakin gaduh lagi.



Setidaknya huru hara yang diciptakan Kevin dan Metta membuat Abel terhibur, walau kadang kata-kata vulgar tercipta disana.


Kebersamaan yang mereka lalui selama ini, sudah bukan hal yang tak lazim lagi. Semakin hari mereka semakin saling mengerti sifat masing-masing. Karena ini dunia remaja.



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2