
Akhirnya dengan bantuan dari Davio lebih tepatnya dokter Davio pemilik rumah sakit Adelard Abel bisa keluar dari rumah sakit. Terlebih Davio memberikan jaminan jika Abel akan baik-baik saja jika dirumah.
Namun semenjak Davio mengaku jika dia masih saudara dengan Leon, Abel bahkan menjadi sosok yang pendiam. Abel lebih suka sibuk sendiri daripada menerima kehadiran Davio.
"Kiran, sering-seringlah main kerumah ku yah. Husby nanti kirimi Kiran undangan loh." ucap Abel pada Kirana, disana lengkap ada semua sahabat Abel karena memang rencananya hari ini Semuanya berkumpul menjenguk Abel dirumah sakit.
"Iyaa baby." jawab BG, sorot mata BG jatuh pada Davio seolah berbicara "kamu juga dapat kok."
"Godd, skripsi ku gimana terakhir ada ditas aku." ucap Abel panik sendiri mengingat sekumpulan papernya yang sudah mendapatkan bimbingan dari Prof Zayn.
"Astaga Loe bisanya inget skripsi."
"Ampunn dah nih bocah."
"Eheee."
"Heummm, diurus lagi nanti kalau sudah sehat." sahut BG.
"Tapi kan ada revisian disana." ucap Abel berubah sendu, kerja kerasnya luput begitu saja.
BG mengusap kepala Abel karena sudah melihatnya berkaca-kaca.
"Semuanya aman di mas Al, tim Alfa sudah mengamankan saat kejadian baby." jelas BG pelan, tak tega jika beban pikiran Abel bertambah.
"Nanti selesai kan lagi setelah Loe sehat bel."
"Iyaa kan udah hampir kelar."
"Mintol om Sagara biar dapet Dispen Napa Gas."
__ADS_1
"Yeee, kagak tau gimana Abel."
Riuh sahutan dari sahabat Abel justru membuat Kirana merasa hangat. Pertemanan mereka solid, bahkan saat masa remaja ia tak tau rasanya berteman.
Abel menoleh kearah Kirana, senyum dibibirnya terukir. Abel tau cerita singkat dari Kirana, termasuk kehidupan nya yang berat.
"Yasudah, nanti kalau mau pulang kabari yah, aku mau keliling dulu." ucap Kirana Abel pun mengangguk, percakapan itu tak luput dari semuanya termasuk Davio.
"Gue balik Gas, cepet sembuh yah Ara ehh Abel." ucap Davio berpamitan juga pada yang lainnya.
Dahi BG mengernyit ada sesuatu diantara kedua mantan Starlight itu, tapi yang dia tahu Davio memiliki keyakinan berbeda dengan dokter Kirana lalu hubungan apa yang terjadi diantara mereka.
"Jangan banyak dipikirin, dokter Kirana tuh gamau menjalin hubungan apalagi berbeda keyakinan." gumam Abel pada sang suami, seolah kepergok BG tersenyum meringis.
"Habisnya mereka mencurigakan."
"Dokter Kirana sekarang lagi fokus sama pendidikan bahkan kerjanya aja dikurangi pas koas." jelas Abel lalu Abel pun bercerita banyak tentang dokter Kirana. Hidupnya 11 12 dengan Devan, bedanya Devan masih ada ibu dan adik sedang Kirana bahkan ditelantarkan oleh pamannya.
Pada akhirnya BG memboyong Abel keluar dari rumah sakit, kali ini ramai-ramai dengan para sahabat. Sebelum keluar dari RS dia melambaikan tangan pada dokter Kirana dan para perawat yang selama ini merawatnya.
"Haahhh, Alhamdulillah bisa nyenyak bobok dirumah." gumam Abel, padahal dia baru tiga hari empat malam dirumah sakit tapi baginya serasa 3 bulan.
BG yang mendengar ucapan sang istri hanya tersenyum, ia tau berapa bosannya Abel jika dirawat di RS.
"Wahhh, Loe langsung bobok juga nih dirumah Abel." celetuk Kevin pada BG.
"Lahh udah sah ini." sahut Dekka membela BG, dalam hati BG meskipun mereka bisa tidur sekamar namun tak ada yang bisa dilakukan BG. Abel masih trauma dengan pecehan kemarin, BG harus ingat itu. Dan sebelumnya dokter Kirana pun mewantinya agar pelan-pelan meskipun mereka sudah lama bersama bukan tidak mungkin Abel merasa tak nyaman dengan traumannya.
"Yahhh tapi Abel kan lagi palang merah." celetuk Cindy malah menjabarkan segalanya.
__ADS_1
"Wahh parah Loe Cin. Pake di ingetin lagi."
"Yahh gue lupa, heheh."
Abel hanya tersenyum, BG pun paham arti senyuman Abel, ia lalu mendekap erat sang istri.
"Sabii kita liburan rame-rame." celetuk Cindy lagi.
"Loe kalau butuh refreshing kodenya ke Wira Jang ke suami orang." sahut Dekka geram dengan tengilnya Cindy.
"Lahh yang disebut kada paham tuhh."
"Makanya percuma dikodein."
Keributan mereka terhenti kala tiba diparkiran RS dan meluncur menggunakan kendaraan masing-masing.
Abel bersama BG, disamping nya ada sang ajudan yang bertugas menjadi sopir mereka.
"Ibu dan bapak ada dirumah Bel, nyiapin syukuran." ucap Alvin, Abel terkejut karena setaunya setelah menikahkan kemarin sang ayah kembali ke ibu kota.
"Katanya ke pusat kemarin mas." tanya BG, sama halnya dengan Abel dia pun tak tau jika mertuanya datang.
"Tadi baru mendarat trus nyiapin syukuran Abel begitu tau kamu keluar RS." jelas Alvin, dan Abel pun mengangguk.
"Trus mama sama papa apa juga dirumah mas." tanya BG lagi.
"Ada baru Sampek juga langsung beberes siapin kamar kalian."
Hahhh, sepertinya Abel paham kedua mertua dan ayah bundanya seperti memiliki jadwal yang sama dan begitu kompak sekali mereka.
__ADS_1