
Keesokan harinya
Abel sedari melangkah keluar rumah sudah dibuat deg-degan menanti hari ini. Hari dimana pengumuman nilai UN keluar. Bukan perkara menyandang predikat juara umum atau tidak melainkan takut kala nilainya jeblok. Namun selama ini sang ayah tak pernah mempermasalahkan nilai Abel.
"Bagus jeleknya itu yang penting kamu lulus Bell. Kamu juga sudah diterima Universitas kan." ucap Alvin yang ternyata ikut memperhatikan kegelisahan Abel.
"Ahiyaa mas." jawab Abel singkat.
Setibanya disekolah sudah banyak teman-teman seangkatan yang datang, bahkan teman sekelas Abel kompak menunggu disatu tempat.
Abel tersenyum senang melihat beraneka macam mimik yang muncul pada teman-teman seangkatan.
Hasilnya akan keluar setelah ditempelkan di papan pengumuman. Mungkin setelah bel masuk berdering.
Sreeeet bughhh..
Sebuah tangan melingkar di bahu mendekap Abel, refleks dia menoleh dan mendapati sang tunangan berdiri tegap disisinya.
"Bikin kaget aja sihh."
"Hehehhehe, kaget yahh. Maaf." sahut BG, lalu menarik tangan Abel mendudukkannya disebuah kursi taman menanti detik-detik pengumuman nilai.
"Detik-detik proklamasi." celetuk Devan.
"Bedaa konsep ogep."
"Begoknya muncul."
"Jang bikin sang proklamator nyesel udah merdekain negara tercinta loe Van."
"Lahh apa yang salah."
"Salah, suara loe sumbang banget ngeproklamatorin."
"Ini bukan mau bebas dari penjajah, anak sinting." sahut Fransiska.
"Weeeyy santuyyy, kan emang kita menantikan hasil kebebasan kita di bangku sekolah."
"Iyeee dah suka-suka Devan."
Melihat pertengkaran kecil temannya, Abel berkaca- kaca.
"Lahh kenapa loe mau nangis Bell." ucap Nia.
"Heummb, terharu, bakal kangen setelah ini sama keributan yang kalian buat." jawab Abel.
"Uluhh-uluhh sini tayanggg." sahut Devan sambil meregangkan kedua tangannya, sontak mendapat pelototan dari sang empunya Arabella.
"Waduuhh gilak pawangnya serem, melotot guys." celetuk Devan.
Dan sang BG pun mengeratkan dekapan pada Abel, membuat teman-teman nya tergelak dengan kelakuan BG.
__ADS_1
Hingga mereka melihat kedatangan gurunya menuju papan, sudah banyak diantaranya merangsek menuju pengumuman.
"Bismillahirrahmanirrahim."
"Here's we go."
"Haduuhhh dug-dug serrr gue."
Tak lama terdengar gemuruh teriakan dari depan papan pengumuman.
Seperti dugaan banyak orang Abel menjadi juara Umum IPA disusul Gama dan Airin. Ternyata menghilangnya Anggada berpengaruh pada nilai Airin, namun beruntung masih bisa tiga besar.
"Selamat yahh Baby Abel."
"Congratulations."
"Huaaaa, baby Abel hebat."
Terakhir Abel mendapat ucapan selamat dari BG yang telah mengantri sedari tadi, karena sosok Arabella telah dikuasai temannya.
"Happy.." tanya BG, Abel pun tak kuasa menahan tangis bahagianya.
"He,embb."
"Sooo proud of you my baby girl." ucap BG sambil mengusap punggung Abel, lalu menghapus sisa air matanya.
*
Dua hari setelahnya mereka disibukkan dengan persiapan Prom. Mulai dari diskusi dengan panitia hingga persiapan kostum terbaik. Kelas Abel kompak menggunakan warna senada Cewek dengan pink salem, cowok dengan mint atau hijau pastel.
Bukannya Airin tak ada niatan menghilangkan konsep dansa, namun baginya yang tak memiliki pasangan dansa bukanlah kegiatan yang perlu.
Jadilah mereka malam hari ini tampil dengan begitu menawan. Abel datang bersama BG tentu saja lengkap dengan sang ajudan.
Kedatangan keduanya membuat mereka menatap kagum, perjuangan cinta BG pada Abel sosok yang hampir sempurna dimata semua orang tak mudah. Hingga detik akhir masa SMA.
"Selamat datang kepada pasangan ter hits kita malam hari ini."
"Penampilan W. O. W kali kakak, silahkan semoga menikmati acara malam ini."
Sambutan dari panitia menggema, tak lama teriakan dari teman-temannya pun mengintervensi. Terlihat kekompakan yang diperlihatkan oleh Abel sekelas, bahkan outfit BG pun tak kalah serasi dengan Arabellanya.
Dengan kemeja salem senada dres Abel, dipadu jas baby blue serasi dengan warna salem. Saat acara dimulai tentu kedua pasangan itu selalu menjadi sorotan terlebih Abel menjadi juara umum sekolah pada Ujian Negara.
"Seneng banget bisa berada ditengah para kakak sekalian."
"Kami dari panitia bekerja sama dengan kakak senior juga untuk menampilkan sebuah persembahan."
"Sebuah karya yang dibuat oleh tim dari kak Airin dan kak Abel. Baiklah langsung saja mari kita saksikan sebuah mahakarya dari alumni angkatan 32."
Tak lama gemuruh sahutan dari tamu undangan prom. Semua menyaksikan video buatan Devan dan Gama. Diawal nampak sosok yang selalu bersinar sedari hari pertama MOS. Arabella nampak selalu tak mencolok, namun gagal pesonanya selalu terlihat. Gama bahkan mengedit banyak disekitar Abel terlihat saling curi pandang melihat Abel. Bahkan Abel dapat merasakan genggaman tangan BG mengerat kala melihat video hasil editing gama. Ternyata Abel banyak yang mengaguminya.
__ADS_1
Video selanjutnya menampilkan saat kegiatan lomba-lomba dan puncaknya adalah kejuaraan team basket BG. Lalu kegiatan-kegiatan yang berisikan kebersamaan seangkatan saat acara makan-makan syukuran Abel.
Banyak diantara mereka bahkan sudah terisak mengingat moment itu, yang bahkan mereka tak pernah terbayang jika akan dibuatkan spesial seperti ini.
"Huaaaa, terhuraaa gue."
"Guyss mintak soft copy dong."
"Mintak beli keles."
"Sama temen matre amat."
"Hari gini gak gratisan yahh, lo kira gak pake mikir editing nya." sahut Devan.
Lanjut tampilan video terakhir ketika mereka mengikuti camping bersama saat kegiatan OSIS masa jabatan Airin. Dipotongan video ini justru menambah luka Airin.
Bagaimana tidak wajah Angga hampir menghiasi disetiap kegiatan itu. Raut muka Airin tak berubah banyak dia hanya mengalihkan dengan memilih tak melihatnya hingga video berakhir.
Dalam penutupan Editor menampilkan foto-foto terbaik mereka selama tiga tahun ini disekolah.
"Thanks SMATUKA for this amazing best moment."
Begitulah penutup yang dibuat berisi dari suara Abel dkk yang direkam sebelumnya.
Tepuk tangan meriah menggaung diruangan Aula sekolah. Video yang dibuat sungguh membuat mereka terharu dan berharap bisa bermanfaat untuk kelak sebagai pelepas rindu masa-masa SMA.
"Seneng sekaligus sedih gue."
"Lahh napa."
"Seneng bisa merewind masa-masa putih abu-abu, sedih karena setelah ini kita gak bisa ketemu." jawab Nia.
"Iyaa apalagi hari ini terakhir kalinya ketemu Airin."
"Loe jadi berangkat kapan Rin."
"Besok siang."
"Hembbb."
"Angga brengshekk, gara2 dia Airin jadi pergi."
"Husstttt."
Grepppp, sreeettt... Mereka pun kompak memeluk Airin, Abel tak ingin bergabung karena ia sudah mencoba mengurangi rasa sedihnya untuk hari ini.
"Apresiasi tertinggi buat kakak alumni 32, yang sudah membuat dokumenter ini. Semoga kalian mendapatkan ilmu yang bermanfaat selepas dibangku SMA."
Tepuk tangan bergemuruh, namun tidak dengan para cewek-cewek kelas IPA 1 yang masih berteletubis ria saling memeluk. Dan acara prom ditutup dengan meriah setelah haru biru menuntaskan menutup masa SMA.
Sang Bagaskara tak pernah sedikitpun melepaskan tangan Abel seolah takut hilang dari pandangannya. Pun dengan Abel tak ingin berjauhan dari sang tunangan.
__ADS_1
Bertemu dan bersatunya Arabella dan Bagaskara, Bahagia, Sedih, Canda dan tawa sudah mereka lalui selama ini. Semoga kedepannya tak akan ada aral melintang yang mengandung bawang dalam hubungan mereka.
~o~ Spread Love Arabella & Bagaskara ~o~