
Day three Ospek
Sesuai dengan rencana Bima dan Reyhan kemarin Merry selaku sekretaris mengumumkan info jika besok akan ada apel pagi sebelum kegiatan ospek. Bahkan untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan Reyhan dan Bima akan mengawasi secara langsung 2 kelompok milik BG dan Abel.
"Udah banyak yang datang apa dimulai aja." tanya Merry pada Bima.
"Tunggu 5-10 LG Sampek full masih belum setengah 8 juga."
"Okee."
Setelah menunggu sampai 10 menit bahkan sudah hampir jam setengah 8 masih ada anggota BEM 3 orang belum datang, mau tidak mau Bima pun memulai apel dengan tanpa anggota yang lengkap.
"Guys, thanks udah mau datang pagi-pagi." ucap Bima lalu memulai acara apel guna mem briefing anggota hari ini. Mereka pun penasaran alasan Bima mengumpulkan mereka sebelum kegiatan ospek dimulai. Namun setelah dijelaskan mereka pun paham dengan situasi saat ini.
"Kita bantu Bim apalagi si Agnes gak datang."
"iyaa gue agak worry juga tuh anak masih ngebet nyari masalah sama Ara."
"Mana gak datang lagi."
"Taukk mau alasan apalagi tuh bocah."
"Okee guys mohon kerjasamanya yahh, sekaligus apel kita tutup karena sudah ada Maba yang datang." Bima menutup Apel pagi dengan rasa lega, dan harapan nya cukup besar pada teman-teman nya.
Hari ketiga merupakan tema masing-masing fakultas kejuruan, dimana para Maba akan menggunakan atribut sesuai tema fakultas nya. Abel dengan HI atau hubungan internasional, BG, Kevin dan Riki di Ekonomi bisnis, Dekka Manajemen dan Cindy Komunikasi. Abel membawa atribut bumi dalam genggaman sesuai dengan beberapa tema simbolis FHI. Penampilan cukup standar sebagai Maba yang diwajibkan membawa atribut, Abel merasa yakin tak akan ada celah lagi untuk seniornya melakukan pembullyan padanya.
Alvin sudah mengetahui kejadian dua hari ini, dan sesuai permintaan Abel untuk tak mempermasalahkan Alvin pun diam. Lain lagi jika hari ini akan ada kejadian lagi, maka Alvin tak akan tinggal diam.
Seperti biasanya sebelum kegiatan dimulai akan di cek atribut hari ini, sebelum Agnes mendahului para pendamping asli kelompok Abel segera mereka mendahulukan Abel. Teman seanggota BEM nampaknya sudah tau maksud Agnes pada Abel, dan tak ingin kecolongan lagi karena selama ini Agnes sengaja menyerobot seolah pendamping kelompok.
"Pagi kak." sapa Abel pada senior yang akan mengecek atribut nya.
"Pagi cantik."
Bugghhhh...
Salah satu dari mereka memukul pundak Zayn senior Abel yang memang sangat mengagumi Abel.
"Sakitt woeyy."
"Cari perkara Loe."
"Cantik banget sayang kalau dilewatkan." bisik Zayn pada senior lainnya, sementara Abel sudah bergabung ke teman-teman nya yang sudah diperiksa.
"Bertambah lagi saingan Loe Gas." celetuk Kevin pun diamini Riki dan yang lainnya.
"Kayaknya banyak yang ngefans sama Abel."
"Kagak tau aja Loe dikelompok kita ada juga yang diam-diam ngeliatin Abel Mulu." lanjut Dekka.
"Tckkk." BG hanya mampu berdecak mendengar ocehan sahabat nya, dia tahu pasti banyak yang mengagumi tunangannya.
"Hayoo pada ngomongin aku yah."
"Iyaa soalnya ada yang cembokur." sahut Cindy, Abel tak menjawab dia hanya menanggapi dengan senyuman lalu mengulurkan tangannya kewajah sang pujaan hati. Abel tahu apa yang ada dipikiran BG, cukup dengan phisycal touch maka hatinya akan meleleh. BG pun merespon Abel dengan menarik tangan mungil sang Arabella lalu mengecupnya dihadapan para sahabatnya.
"Yahhh gitu doang ngambeknya." celetuk Kevin.
"Emang apa yang mau Loe pengen." sahut Riki, sementara mata BG sudah menyorot tajam pada kedua sahabatnya itu.
"Gue pengennya sih dia gulung-gulung kek yang ditinggal Abel minggat dulu."
__ADS_1
Bughhhh..
Dekka merespon sahabat somplaknya itu dengan bar-bar.
"Loe mau si dia ngamuk, lanjutin ngeledek nya." ucap Dekka lalu menggeloyor menggeret tangan Abel membentuk barisan sesuai perintah seniornya.
"Hahahahh."
Dan pada akhirnya mereka pun segera berbaris rapi agar tak menimbulkan keributan berujung hukuman dari para senior.
Ditengah Maba sedang mengikuti kegiatan dan arahan dari seniornya semua dikejutkan dengan suara gemuruh datang dari arah pagar kampus cukup dekat karena kini semua berada di lapangan Basket.
Brakkkkkkkk brakk..
"Bukain dong pak, saya harus ngisi ospek lohh." terdengar suara teriakan namun tak begitu nyaring karena suaranya berasal dari luar pagar.
"Yaelahhh, makanya udah masuk dari tadi mbak. Kenapa mbaknya baru datang." jawab pak satpam tegas.
"Suka-suka saya ngapain bapak ribet amat ngurusin saya."
"Astaga, anak orang kaya gini amatt yah." ucap pak satpam yang terkejut dengan sikap Mahasiswa itu.
Agnes mahasiswa yang baru saja datang dengan langkah terburu-buru segera menuju ke lapangan. Bahkan semua temannya anggota BEM pun hanya menggeleng kepala karena keangkuhannya.
"Baiklah sekarang perburuan tanda tangan dari senior kalian sudah bisa dimulai." ucap Anggota BEM membubarkan barisan para Maba.
"Lohh kok udah dibubarin sih." tanya Agnes yang baru saja bergabung.
"Trus mau gimana lagi mereka udah setengah jam baris."
"Iyaa emang Loe kenapa bisa telat."
"Taukk gini nih ngasih contoh buruk."
Sementara itu Abel dkk sudah memulai berburu TTD dari senior yang masuk dalam jajaran anggota BEM yang mendadak seperti hilang ditelan bumi.
"Yaaa lord ini pada sembunyi dimana sihh."
"Kurang kerjaan banget pada ngilang ditelan kentut." celetuk Cindy jengah karena sudah berburu sejam baru dapat dua orang.
"Makanya Loe Jang suka kentut sembarangan, kejadian kan tuh senior pada kemakan kentut Loe." sahut Kevin.
"Gue pengennya malah mereka dimakan alien sekalian biar nggak ngerjain kek gini."
"huuuuu.. mana ada alien, otak Loe kebanyakan baca fiksi sih tukang ngayal kan."
"Sudah-sudah."
"trus gimana gas ini cuma dapat segini."
"biarin sedapetnya aja, toh kita gak bakal di hukum juga."
"Beneran gak dihukum kan, entar dicari-cari alesan lagi." sahut Cindy.
"Tumben banget Loe Cin agak waras."
"Gue waras begok."
"Enggak akan asal kita terus sama-sama, gue jamin gak bakal bikin rusuh mereka." jawab BG sekenanya meskipun dia juga agak ragu.
"Ehmm aku pip dulu yah." sela Abel pada temannya.
__ADS_1
"Aku anter baby."
"Nggak usah kan Deket situ." jawab Abel sambil menunjukkan toilet yang berada di jarak cukup dekat, namun melewati beberapa fakultas semester atas.
"Gue anter bel."
"Iya Jang sendirian Loe."
"Ayok sama gue aja bel, gue juga kebelet." ucap Cindy, Abel mengangguk lalu berjalan berdua menuju ke toilet.
Setelah selesai menuntaskan buang air Abel menunggu Cindy di depan koridor toilet yang nampaknya dia belum selesai buang hajat.
"Buruan Cin, kok lama kamu mules."
"Bentaran Bel tanggung."
"Iyaa."
Sementara Abel menunggu Cindy, tak dia sadari ada yang menghampiri nya.
"Heyy, Loe ngapain disini. Males- malesan yahh Loe." ucap Agnes yang sudah didepan Abel bersama dua temannya. Abel mengernyit lalu memperhatikan ketiga sosok gadis cantik didepannya, Dua diantaranya bukan anggota BEM seperti Agnes.
"Lagi nunggu temen di toilet kak."
"Alahh alesan sengaja yah Loe mojok disini. Bukannya nyari senior malah enak-enakan."
"Beneran kak didalam temen saya masih buang air."
Cindy yang sayup mendengar keributan diluar pun panik dan segera menuntaskan kegiatannya.
"banyak bacot Loe...." sungut Agnes, Abel yang dibentak pun berjengit. Rasa-rasanya dia tidak pernah mencari masalah kenapa sosok ini selalu membentaknya.
Sementara itu secara kebetulan ada senior yang melihat aksi Agnes yang mendekati Abel pun langsung lapor pada Bima, tak ingin ketua BEM itu terkena masalah lagi.
"Bimmm.. gawat Bim."
"Apaan, datang-datang teriak-teriak."
"Itu si Agnes nyamperin di Ara di koridor S.I 5 (sastra inggris semester 5)."
"Hahhh, ****, gila tuh bocah bikin masalah terus." umpat Rey, bahkan Bima pun langsung terbirit-birit mendatangi lokasi yang disebut.
"Gue heran, Sebenarnya ada hubungan apa sih loe sama rektor. Apa Loe *.***** simpanan rektor or... Sugar baby-nya rektor, upss..."
"Hahahahhhhh." Teman-teman Agnes ikut menimpali dengan tertawa mengejeknya. Tak ada respon dari Abel, Cindy melihat Abel sedang bersama Mak lampir.
"Dasar bitchh." umpat salah satu teman Agnes, Abel meradang bahkan Cindy pun tak terima. Abel menarik tangan Cindy yang hendak membalas ucapan seniornya.
"Sebenarnya apa masalah kalian terutama kamu kak Agnes, aku bahkan nggak pernah kenal kamu, tapi kenapa kakak mempersulit aku."
"Alahhh belagak bego Lo, Cihhh Anak HI.." ucap Agnes.
"Yakin gue Loe simpanan rektor, bisa apa Loe Sampek masuk HI. Ohh gue tau Loe anak titipan kan makanya bisa dapat pengecualian selama ospek."
"Yahhh begitulah kak." jawab Abel menjeda bahkan mereka bertiga terkekeh mendengarnya.
"Saya mendapatkan keistimewaan dari rektor karena rektor ingin menjauhkan kalian semua dari bahaya." lanjut Abel santai.
"Cihhh emang bahaya apa yang bakalan gue terima kalau Loe celaka."
"Entah lah, You wanna try." sahut Abel sambil tersenyum, membuat Agnes semakin gedek dengan tingkah Abel yang terkesan santuy.
__ADS_1
"Okey gue terima tantangan Loe." ucap Agnes lalu meninggikan tangannya meraih rambut Abel.
"Berhentiiiiiiiiiii."