Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Finally Drama Kayla Usai


__ADS_3

Diam-diam seorang Bagaskara menghubungi sang mama hanya untuk memberitahu jika Kayla berusaha mencelakai Abel. Sebelum sang mama panik, BG pun menjelaskan jika semua sudah teratasi.


Bahkan mama Mia hendak terbang dadakan dari Jepang hanya karena berita ini.


"Gak bisa dibiarkan."


Ucap mama BG dari seberang lalu memutuskan sepihak telpon dari putranya.


"Saya minta hubungi kedua orang tua kamu. Atau biarkan saya yang menelponnya." ucap Pak Heri disaksikan kepala sekolah.


"Tapi pak saya beneran gak niat ngelukai kakak ini.. ta..." ucap Kayla terputus.


"Tapi siapa yang akan kamu lukai, jika itu kamu berniat pada orang lain sama saja intinya kamu hendak mencelakai seseorang. Dan tindakan kamu itu berbahaya, saya tidak akan tolerir perbuatan kamu yang menurut kamu hanya masalah kecil tapi sudah masuk tindak kriminal." potong bapak kepala sekolah, seketika Kayla kicep.


"Kalau tidak bisa panggil kedua orang tua kamu, saya akan mengeluarkan surat DO hari ini juga." ucap Pak Heri tegas.


Kayla sudah tak mampu membela diri, daripada dia diseret sang ayah, lebih baik jika dia pulang dengan sendirinya.


Dengan tanpa ragu kepala sekolah memberikan surat DO karena Kayla telah memastikan jika orang tuanya tak bisa hadir dalam waktu cepat.


Devan dan Airin tersenyum menang, mereka telah mengabarkan pada BG dan yang lainnya jika akhirnya Kayla di drop out dari sekolah tanpa ada SP. Tentu saja yang lainnya ikut senang dengan berita ini.


Berita Do Kayla agaknya langsung menyebar dengan cepat. Berita yang tak ada awalnya tiba-tiba sudah ada keputusan jika nasibnya sudah tak bisa diselamatkan. Teman sekelas Kayla tentu saja penasaran dengan masalah apa yang dibuat Kayla sehingga menyebabkan dia di DO dari sekolah.


Hingga jam pulang berbunyi Kayla masih berada di kantor BK, tak ada lagi yang harus dilakukan nya di sekolah ini.


"Perbaiki diri nak, kamu sekolah untuk mencari ilmu bukan untuk mencari masalah. Semoga kedepannya kamu bisa menjadi murid yang berubah dari sebelumnya." petuah kepala sekolah.


"Ini surat DO kamu, selanjutnya saya serahkan kamu kepada orang tua kamu." ucap pak Heri.


Kayla hanya mengangguk pasrah, tujuannya kembali ke tanah air nyatanya sudah terlambat. BG sudah memilih orang lain, seharusnya dia kembali sejak BG belum bertemu dengan Abel. Namun demikian pun tak ada jaminan jika BG akan memilih Kayla lagi.


Kayla duduk di depan taman lorong sekolah menunggu sosok yang membuatnya menggila. Sedangkan BG yang masih berada dikelas Abel sedang menunggunya untuk pulang bersama walaupun Abel akan pulang dengan Alvin.


"Langsung ke kantor kan." tanya Abel.


"Hemm."


BG menggenggam tangan Abel, menautkan jemarinya. Mengantarkan Abel hingga bertemu dengan sang ajudan.


"Semoga kedepan nggak ada masalah lagi, gak ada yang bisa buat kita bertengkar lagi." ucap BG.


"Hemmm, amienn."


"We are forever together."


"Forever together." jawab Abel sambil mengayunkan tangannya dalam genggaman BG.


"Duhileeeehhh, dunia milik berdua yang lain ngontrak."


"Obat nyamuk berjamaah kita."

__ADS_1


"Jombloo karatan sih loe."


Kayla melihat BG bersenda gurau dengan Abel dan temannya semakin membuat dadanya sesak.


"Apakah nggak ada tempat lagi buat aku." gumamnya lirih, dia bangkit tersenyum smirk, jika ada yang melihat senyum menyeringai darinya.


"Persetan gak akan aku biarkan kamu tertawa senang bersamanya." gumam lirih Kayla, bahkan tangannya mengepal.


Kayla menaiki mobilnya, memperhatikan semua yang berada di depannya. BG mengantarkan Abel hingga masuk kedalam mobilnya, lalu menutup pintu mobil.


Alvin melajukan mobilnya, namun pandangannya tak luput dari spion atas matanya menyipit kala melihat sebuah mobil mendekat kearahnya. Ralat, tepatnya menuju BG yang tengah berjalan menuju parkiran. Alvin seketika menginjak Rem mendadak. Mengklakson mobilnya untuk menarik atensi dari BG, dan BG pun menghentikan langkah kalah mobil Abel berhenti mendadak. Lebih terkejut lagi ketika mobil itu mundur dengan kecepatan tinggi.


Braakkkk.. Buggghhh... Duggghhh..


Alvin menghantamkan body belakang mobilnya menghalangi mobil yang tengah mengincar BG. Nahas karena mobil itu dikendarai dengan kecepatan tinggi terpental bahkan membuat BG pun ikut terpental karena bertabrakan dengan mobil Alvin.


Sedangkan Abel yang tak siap di dalam mobil kepalanya terbentur dashboard beruntung dia mengenakan sabuk pengaman. Alvin segera melihat kondisi BG yang masih tergeletak setengah syok.


"Gas, okay."


"Pusing mas dikit." jawab BG, banyak diantara mereka mulai berdatangan. Alvin melihat kondisi mobil yang bertabrakan dengannya tadi ringsek parah. Pengemudinya pun sudah ada yang menolong.


"Alfa, masuk butuh bantuan ambulans ganti. Lokasi sekolah Nano." Alvin memanggil bantuan.


"Bagass." ucap Abel menghampiri BG.


"Kamu gapapa baby, ini jidatnya kebentur apa." tanya BG sontak Alvin menoleh.


"Gak papa kok kena dashboard. Siapa yang mau nabrak kamu." tanya Abel, mereka bertiga fokus pada satu orang dengan penuh luka yang sedang ditangani penolong.


"Gas loe gak papa kan."


"Bisa berdiri kagak."


Tanya para sahabat BG setelah mendapatinya tengah berada diatas aspal setelah terpental.


"Biarin aja dulu tunggu ambulans." sahut Alvin. Tak lama ambulans datang membawa BG dan juga Kayla. Abel masuk dalam satu ambulans dengan BG sedangkan Alvin bersama dengan Dimas mengikuti dari belakang.


Sementara itu didalam ambulans Abel mengabari mama Mia jika BG mengalami kecelakaan.


"Tapi Bagasnya gimana sayang, gapapa kan."


"insha'Allah gapapa ma. Mama jangan terburu ada Abel yang jagain."


"Okay sayang mama sama papa meluncur yah, titip Bagas sebentar. Mama akan bereskan kekacauan."


"Iyaa ma."


Abel menghela nafas panjang sudah cukup banyak yang terluka akibat ulah Kayla. Nyatanya dia benar-benar putus asa sehingga BG pun menjadi targetnya.


"Mikirin apa sayank."

__ADS_1


"Hemmb, semoga ini segera usai aku lelah berhadapan dengan dia." jawab Abel sendu. BG segera meraih tangan Abel.


"Hope this is the last baby. no more accident."


"Semoga, berakhir segala kekacauan."


Setibanya di RS BG segera mendapatkan perawatan begitu juga Abel mengingat kepalanya sempat terbentur.


Beruntung BG hanya mengalami cidera ringan dikepala hanya membutuhkan perawatan dua hari. Sedangkan Kayla harus dilakukan tindakan operasi karena mengalami pergeseran di bagian pinggang.


"Keluarga saudara Bagaskara."


"Kami walinya sus." ucap Alvin.


"Silahkan sudah bisa pindah kamar."


Sudah ada Riki dan Kevin disana, Alvin dan Dimas pun masih mengurusi Kayla.


"Gimana ceritanya sih Gas." tanya Riki.


"Gak tau gue, mas Alvin yang tau. Tau-tau mas Al mundur trus ngehalau mobil Kayla. Bener kan kalau yang Nabrak gue Kayla." ucap BG, dan memastikan lagi pelakunya.


"Iyaaa, parah banget emang."


"Hemmb, bener kan masalah gak akan selesai dengan dia dikeluarkan dari sekolah." ucap Abel.


"Setidaknya kayak gini dia udah bakalan pulang kampung." celetuk Kevin.


"Mama loe tau Gas."


"Abel yang telp." jawab BG.


Sore harinya mama dan papa BG tiba, sedangkan Kevin dan Riki sudah pulang. Operasi Kayla pun telah selesai beberapa jam yang lalu.


"Sayang." sapa mama Mia.


"Sstttt, baru tidur ngeluh pusing dia ma." ucap BG sambil menunjuk Abel yang tertidur di bed pasien dengan posisi duduk.


"Gimana boy." tanya papa BG.


"Bagas gapapa kok pa."


"Jadi bener Kayla yang mau nabrak kamu." cecar mama BG.


"Iyaa ma."


"Mama mau telp bapaknya." sahut sang mama.


Mama BG pun menghubungi orang tua Kayla dan menceritakan semua duduk perkara hingga berakhir di meja operasi. Mama Mia pun tak ingin lagi Kayla membuat kerusuhan dan meminta untuk orang tuanya mengambil tindakan.


"Tolong yahh pak haji Ruslan, mohon kebijaksanaannya terima kasih."

__ADS_1


Mama Mia menutup sambungan karena tak ingin lagi terlalu emosi.


__ADS_2