Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Insiden


__ADS_3

Hai Guys Jang lupa likeπŸ‘ love ❀️ gift 🎁 vote 🎫 dan komentnya ⌨️ yahhh... Caranya gimana tinggal dipencet aja logo trus tinggal pilih mau gift apa aja boleh.. ditunggu yah guys Mamaciii.. luvvvv 😘😘😘


*


*


Karena banyaknya tamu yang harus ditemui akhirnya hanya BG yang menemui satu persatu tamu bahkan kerabatnya. Sedangkan Abel aman bersama para sahabat sekaligus reuni dadakan.


"Gas." panggil Alvin bersama dua orang anggota tim Alfa.


"Lohh mas, ada apa." tanya BG seolah tahu ada sesuatu yang hendak Alvin katakan.


"Tim mas bawa berita buruk."


"Heummm." gumam BG, bahkan disana sudah ada Kevin Angga dan yang lainnya.


"info dari lapas hari ini Leonard mendapatkan penangguhan, mas gak bisa yakin dia tak akan kesini mengingat hari ini semua orang tahu kalian menikah." jelas Alvin, BG mengangguk ada raut serius terpatri.


"trus keamanan disini gimana." sahut Angga karena sahabat nya itu mendadak nge Bug.


"yang pasti tim Alfa sudah bergerak, mas yakin tak akan bisa masuk, tapi jangan biarkan Abel keluar dari rumah saja saat ini." jawab Alvin yakin, namun belum sepenuhnya selesai mereka diskusi terdengar teriakan suara yang begitu mereka kenali.


"pergiiiii, akkhhhhhhhh."


Brukkk


Dekka bahkan yang lainnya tercengang mendengar Abel tiba-tiba berteriak kencang bahkan membuat orang tua dan mertua nya panik, terlebih masih ada beberapa kolega mereka.


"astaga."


"ehh Bell."


"Ya ampunnn Bell."


"Abeeell."


Kepanikan mereka menjadi kala Abel luruh dan jatuh pingsan, beruntung Fransiska sigap menangkap tubuhnya.


"My God."

__ADS_1


"Bagassss."


"Anak-anak pada kemana sih."


"Abel susshh kamu kenapa."


"Baby." panggil BG membelah kerumunan, saat BG datang Abel sudah membuka matanya karena Airin dan yang lain berhasil menyadarkan nya.


"Di-dddii dia ada di-sini."


"Ada apa mas."


"kak kenapa."


"dia siapa sayang." pertanyaan muncul dari ayah bunda bahkan mama Mia.


"Enggak ada sayang, kamu salah lihat. Aku ada disini tenang lah." sahut BG lalu mendekap erat Abel.


"Ndan." panggil Alvin pada ayah Raharjo, papa BG dan mama Mia merasa curiga.


Doooorrrr...


Terdengar suara tembakan nyaring bahkan membuat beberapa orang berjengit.


"Hahhhh."


"Ada apa."


Tap.. Tap...


Belum terjawab pertanyaan ayah, terdengar derap langkah beberapa orang berdatangan.


"Lapor ketua." ucap seorang anggota dari tim Alfa karena mengenakan seragam khusus berwarna hitam. Alvin sebagai ketua hanya mengangguk kode untuk tim nya melanjutkan apa yang hendak diucapkannya.


"Serka (sersan kepala) Karenina melepas pelatuk." jelas tim Alfa kode jika suara pistol Nina lah yang terdengar nyaring beberapa saat lalu.


"Lantas apa yang terjadi." sela ayah Abel semakin penasaran karena bahkan beliau belum sempat mendengar info dari sang ajudan.


"Lapor Ndan, Serka Nina mengejar buruan." jawab singkat tim Alfa, mau tak mau Alvin pun menjelaskan jika Leonard keluar dari penjara. Ayah sangat murka, bagaimana bisa mereka terkecoh namun ayah tak bisa apa-apa.

__ADS_1


"Biarkan saya yang bergerak besan." sela papa Hermawan sudah cukup lelah dan tak ingin lagi pria itu mengganggu keluarga putranya. Ayah mengangguk setuju karena jalur hukum tak bisa membuat pelaku kejahatan jera karena jalur belakang. Dengan bantuan papa BG setidaknya besannya itu memiliki hak kuasa di jalur perbisnisan yang bisa membuat orang berfikir ulang untuk melawan seorang Hermawan.


Sekarang tinggal bagaimana mengatasi Abel, yang kemarin anaknya sudah merasa tenang kini kembali lagi mengalami hal yang tidak mengenakan.


Beberapa anggota tim Alfa datang dengan membopong tubuh tegap Nina. Tidak ada luka berdarah namun kenapa Nina sampai dipapah beberapa anggota tim.


"Nina kenapa."


"Lapor Ndan jatuh salah tumpuan." ayah mengangguk paham, semoga Nina hanya terkilir dia sudah bertugas dengan baik hari ini.


"Nin kamu gak apa-apa."


"Lapor Ndan clear." jawab Nina tegas, tak ada raut seperti menahan sakit nyatanya seorang abdi negara memang dituntut tanpa beban dan seolah mati rasa.


"Bagaimana bisa kamu bertindak sendiri."


"Lapor Ndan saya siap salah."


"Jelaskan, saya tidak mau permintaan maaf."


"Siap Ndan,. Kapten Alvin memberikan kode merapat, lalu saya mendengar Beta berteriak dan saya melihat siluet penyebabnya. Tak ada waktu saya melapor Ndan, saya sigap mengejar bahkan tembakan peringatan saya lepas untuk minta bantuan. Namun saya lihat sasaran menjauh bersama dengan beberapa bodyguard. Saya gagal menangkap sasaran Ndan." jelas Nina tanpa memberi tahukan perihal terjatuhnya saat akan menghadang tubuh Leon dia berhadapan dengan bodyguard Leon.


"Vin bawa kedokter dulu, tim lain bisa bergeser. Toni siap kan keperluan yang dibutuhkan besan saya." titah ayah Raharjo tegas, meskipun saat ini dia ingin menemui sang putri namun urung setidaknya menuntaskan dulu kasus ini.


"Siapp Ndan."


"Laksanakan Ndan."


"Terima kasih Ndan."


"Mas bila perlu resepsinya kita tunda dulu, yah mbak kasihan Abel." sela mama Mia, bunda mengangguk sambil menahan rasa haru dimana kedua orang tua BG sangat perhatian pada Abel.


Disana teman-teman Abel menyaksikan sendiri begitu tegas dan berwibawa ayah Abel, lalu begitu berarti nya Abel bagi papa dan mama BG. Akhirnya tim keamanan mengosongkan kediaman Raharjo, dan hanya ada beberapa keluarga inti.


Papa Hermawan memberikan kesempatan pada keluarga Hutama jika membiarkan Leonard keluyuran dan mengganggu menantunya maka ancaman penghancuran saham tak bisa terhindarkan. Pilihannya ada mengirim Leonard ke luar negeri atau kehancuran perusahaan Hutama.


Sementara itu sebelum para tamu undangan dibubarkan oleh tim keamanan, Angga sempat menemui Davio. Sebagai sepupu apa Davio lah yang memberikan jaminan kebebasan Leon, sehingga membuat kacau hari ini. Tentu saja semua bisa melihat secara langsung kejadian tadi.


"Dav, apa Loe tau Leon bebas hari ini." tanya Angga, disana ada Devan, Riki, Kevin dan beberapa teman SMA Abel dan BG.

__ADS_1


"Hahhhh, bebas. Sumpah bro gue gak tau." jawab Davio tegas dan meyakinkan jika dia tak tahu menahu tentang kebebasan sang sepupu.


"Gue percaya, dan insiden hari fatal bagi Abel." jawab Angga, Davio seorang dokter sudah pasti tau apa maksud Angga. Trauma Abel belum lama pulih, kini kembali terulang dengan melihat sosok Leonard secara langsung.


__ADS_2