Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Prank BG


__ADS_3

Bulan ini tepatnya bulan ketiga dari total 12 bulan, merupakan bulan spesial milik BG. Dimana usianya akan bertambah, ditengah kesibukannya mempersiapkan penggantian kapten team basket untuk Angkatan 33. Bahkan membuatnya jarang menghubungi Abel, namun Abel berinisiatif untuk menghubunginya terlebih dahulu.


Abel menyusun rencana untuk membuat surprise untuk sang tunangan bekerja sama dengan para sahabat tentunya.


Sudah dua hari ini Abel, Dekka dan Riki saling komunikasi bahkan mereka tengah membuat grup khusus untuk surprise BG.


"Intinya kita buat BG cemburu sekaligus panik aja sih menurutku." ucap Dekka.


"Please jang keterlaluan yahh, aku takut dia marah lohh." sahut Abel.


"Enggak akan kan ada tujuan juga."


Abel akhirnya menyetujui pendapat Dekka, satu-satunya sahabat Abel tersisa karena Airin, Devan, Cindy, bahkan BG tengah sibuk mengurusi persiapan pergantian pengurus OSIS dan Basket.


Plan 1:


Story Wa Abel~>


Just Alone really lonely..Sighhh..


Target : Spam Chat dari BG, dll tanpa read yang artinya jika ada yang ngereplay storynya maka Abel harus mendiamkannya.


Abel dan Dekka sudah menyusun planning yang sangat rapi agar tak tercium sedikitpun.


Plan 2


Abel dilarang menghubungi BG mulai dari Telp, chat ataupun Wa, yang intinya Abel harus menghilang bak ditelan bumi.


Lalu Abel menyibukkan diri dengan mempersiapkan acara perayaan simpel untuk BG.


Plan 3


Secret yang artinya tidak ada yang tahu rencananya kecuali Abel, Dekka dan Riki.


Entah memang disengaja atau memang murni hoki, kini Alvin membawa Abel ke tempat dimana sedang berlangsung acara syukuran Dimas.


Dekka meminta Abel untuk mencuri moment dimana dia harus membuat BG cemburu.


Melihat story Wa Abel sepi yang bahkan tak mendapat respon sedikitpun dari sang BG, membuat Abel nyeri di dadah.


"Awas aja yahh. Hemmm." gumam Abel bahkan terbersit sebuah ide.


Saat tiba ditempat acara teman Alvin, dapat Abel lihat Nina dan pemilik acara yaitu Dimas. Dimas yang notabene sahabat Alvin tengah mengadakan lamaran pada pasangannya.


"Lahhh kenapa bocah SMA loe bawa Vin." ucap Dimas, namun tak membuat Abel tersinggung.


"Kalau gue antar dia pulang dulu, yang ada gue males kesini." sahut Alvin.


Abel duduk bersama calon istri Dimas dan Nina satu-satunya orang yang dia kenali.


Tak lama Dimas datang duduk disebelahnya jadilah Abel diapit oleh kedua mempelai.


"Mas Fotoin dong aku sama kedua mempelai." ucap Abel pada Alvin, yang langsung diangguki dan memotret mereka berempat dalam berbagai gaya.


"Udah." ucap Alvin lalu mengembalikan ponsel milik Abel.


Abel melihat hasil jepretan milik Alvin dan memilih yang terbaik untuk di upload story wa.


"No caption."


Abel mengunggah fotonya dengan Nina dan mempelai lalu Abel crop menjadi foto bersama dengan Dimas. Tak lama ponselnya sengaja dinonaktifkan.


"Mas ntar kalau Bagas telp kamu, bilang enggak lagi sama aku yah." ucap Abel pada sang ajudan.


"Kenapa berantem." sahut Alvin membuat Abel berdecak. Akhirnya Abel pun menceritakan rencananya memberikan surprise kepada BG yang berulang tahun 2 hari lagi.


Sementara itu ditempatnya BG yang sedang rapat bersama anggota tim basketnya, benar-benar tak ada waktu untuk memegang ponselnya.


"Hahh ini.. Abel sama siapa." celetuk Orlando polos.


"Apaaa." sahut BG.


"Story Abel." jawab Orlando, tak lama BG pun membuka ponselnya.


Benar saja begitu melihat story Abel, BG mengetatkan rahang langsung saja dia menghubungi Abel.


"Gilakk serem guis."


"Takut guehh."


"Bahayaaa ini mah."


Setelah mendapati hape Abel tak aktif semakin membuat BG frustasi.


"Hallo mas, Abel dimana."


"Dirumah."


"Kenapa hapenya gak aktif."


"Mas gak tau ini lagi dikantor."


"Baiklah thanks."


Tak mendapat kepastian dari Alvin BG semakin emosi.


"Sampai sini dulu yahh, see you."


"Hahhhh."


BG segera beranjak meninggalkan ruang rapat berniat menghampiri Abel dirumah.


"Awas aja sampek enggak dirumah." gumam BG.


Sementara itu Riki mengabarkan pada Abel di no lain yang sengaja Abel beli hanya untuk pengganti agar rencananya mulus.


@RikiRick


Ikan Asin meluncur


Tulis Riki dalam pesan chat digrup "Surprisin Kapten" bersama Abel dan Dekka. Abel pun segera membalasnya.

__ADS_1


@Abell


Okeyy, siap kenak badai.


@DekkaRas


Bumi gonjang-ganjing hahahahha..


@RikiRick


Kagak tau aja kelean, anak2 sampek takut.


@Abell


Kenapa @RikiRick


@RikiRick


Si BG murka wkwkwkwk.


Membaca pesan Riki membuat Abel memutar otak bagaimana rencana selanjutnya.


"Baby." panggil BG setibanya di kamar Abel membuatnya terkejut dan kocar-kacir karena dia sedang membuat konsep surprise party.


"Hahhh."


Plukkk, Abel segera menutup laptopnya.


"A-a-ada apa."


"Kenapa Hapemu mati."


"Ehhh tuuu. uuuh lagi nge-charge." ucap Abel terbata.


Abel membawa BG ke balkon untuk menenangkan sementara.


"Kenapa sihh." tanya Abel seolah tak ada apa-apa.


"Tadi darimana, trus distory kamu itu siapa, kenapa kamu bisa berduaan." cecar sang Bagaskara.


"Emmmmbbb."


"Jawab baby." teriak BG, beruntung sang bunda sedang pergi belanja bulanan bersama Alvin.


"A-anuuu."


"Anu apa, hassshhhh." sahut BG yang tak sabar mendengar penjelasan sang tunangan.


"Ehhhmm itu te-teman, ahiyaaa teman."


"Kenapa bisa berduaan begitu."


"Itu foto lama kok." jawab Abel.


"I asked, why you just with him."


"Hahhh, enggak banyak kok."


"Astagaaaa, kamu gak percaya sama aku. Hiksss." sahut Abel mengeluarkan jurus andalannya.


Menangis adalah solusi tepat dikala sang Bagaskara tengah dilanda emosi. Melihat Abel menangis membuat BG tak kuasa melihatnya.


"Laahhh kenapa kamu nangis, hemmm." ucap BG merendah.


Abel berhasil meluluhkan emosi sang tunangan, dalam hatinya tersenyum menang.


"Kamu jahat, hiks. ka- kamu tuduh aku enggak-enggak huhuhuhu." ucap Abel semakin menangis tersedu-sedu.


"haduuuhhh kenapa jadi kamu yang marah sihhhhkkk." sahut BG sambil menarik rambutnya.


"Syuuutt, listen. Aku tanya difoto itu kenapa cuma berduaan aja." lanjut BG menginterogasinya.


"Engggaaakk banyak kok, kalau berdua itu gak mungkin bisa foto cobak mikir, hiks. hiks." jawab Abel.


BG nampak berfikir sejenak.


"Kamu kalau enggak percaya sama aku, aaakk-u." ucap Abel terpotong sambil mencoba membuka cincin tunangannya berniat menggertak BG.


"Ehhhhh enak aja, gak boleh lepas." sahut BG panik lalu memasukkan lagi cincin Abel yang belum lepas dari jemari Abel.


"Suatu hubungan itu harus dilandasi kepercayaan, ka- kalau kamu udah gak percaya aku dari sekarang kenapa harus dilanjutin." jawab Abel.


"Enggak kok, aku percaya sama kamu. Sudah yahh nangisnya." ucap BG, dalam hati Abel misi hari ini berhasil mengerjai BG.


*


Dua hari berlalu tepat dihari ulang tahun BG, segala persiapan untuk pesta hampir rampung.


Rencana untuk hari ini pun sudah disetting dengan matang oleh Abel bersama kedua sahabatnya. Bahkan Abel sudah memberikan undangan online pada teman-teman yang lain dengan catatan mereka tak boleh membocorkan pada BG.


"Jadi planingnya gimana." tanya Devan, yahh kenapa Devan dilibatkan, karena satu-satunya orang yang bisa mendramatisir keadaan adalah Devan.


"Ehhhmm gimana kalau...." ucap Riki lalu mereka berbisik, Abel nampak mengangguk setuju, namun dia harus memastikan rencananya itu tak membuat rencananya berubah.


"Let's do it guys."


Mereka sedang berada dihalaman lapangan basket dimana BG sedang melakukan briefing kepada anggotanya.


Abel sengaja mendatanginya untuk melancarkan rencananya, sementara Dekka berada di lokasi yang akan digunakan untuk party. Acara party dimulai pukul 18 malam sekaligus dinner.


"Misi dimulai." ucap Riki dalam connector phone bersama team surprise BG.


"Here's we go."


"Showww times."


Nampak seorang gadis cantik, tinggi menggunakan rok mini sepaha dengan gemulai melenggak-lenggok menuju sang Bagaskara yang tengah memandu rapat.


Greepppp...


"Haii mamas brondong ganteng." ucap gadis itu sambil mendekap erat BG dari belakang.

__ADS_1


”Heeeyy lepasinnn, ahhhhhkk siapa loe."


"Aduhh ganteng banget sihhh, muaaaahhh." ucap cewek itu bahkan sudah mendaratkan bibir merah merekahnya dipipi BG.


"Wadidawwww."


"Yasallaaaamm."


"Huaduuuuuuhhh."


"Ehhh buset main sosor aja."


Celetukan para anggota tim basket kala melihat BG sedang disosor seorang gadis cantik.


Sementara Riki diseberang menahan untuk tak menyemburkan tawanya.


"Minggir loe, Bangshatt, siapa loe." ucap BG frustasi melihat gadis itu yang semakin agresif menggrayangi seluruh tubuhnya.


Sementara Abel yang melihat rekaman dari ponsel Devan ditempatnya sudah tertawa terbahak-bahak.


"Weeee busett, kalau sampek Abel tau mampus loe Gas."


"Mingggir, geli gue." teriak BG meronta, namun gadis itu terus gencar dan semakin agresif memeluk BG.


"Sini dong sayang aku kan belum puas menikmati tubuhmu." ucap gadis itu lalu dia melompat ketubuh BG seolah seperti BG menggendongnya.


"Pppppfttfftt." gumam Riki menahan tawa.


"Cupppo.. cuppp.. cuppp." gadis itu gencar menciumi Bagas hingga membuat seluruh wajahnya penuh lipstik, membuat BG meronta semakin frustasi.


"Akkkkkkhhhh pergi loe."


"Huaduuuhhh."


"Aduuhh, sayang kenapa kamu guanteng buanget sihhh." ucap gadis itu lenjehh.


"Buahahahhahahahh." pecah sudah tawa Riki yang dia tahan.


"Alamaaaak bences gess."


"Bisa-bisa nya, mbak pulang mangkal kok bisa mangkal sini." celetuk Devan seolah tak tahu cerita.


"Hahhh, ituu anak orang jang loe sosor mbak, ahahhaahahhah."


"Buakakakkakakka."


"Anjir si kapten abis dahh kenak rabies mbak bences."


"Iyuuuuhhh, minggir." ucap BG sambil mendorong waria itu dari tubuhnya.


Pantesan saja tenaga BG tak cukup kuat menghindari wanita ini, ternyata dia seorang waria yang tenaganya hampir sama sepertinya.


"Akahahhahahhahah."


Seolah belum puas tertawa anggota basket pun tak kuasa melihat tingkah BG yang jijik pada waria itu.


"Aduuuhhh duhh, udah yahh mbak itu jigongnya udah jinak belum."


"Heehhh, cukup itu muka BG bisa tetanus entar."


"Masihh kurang nihh, sini dongg itu bibirnya belum eike kecup."


"Setoooooppp, ogaaaah gue, Pergi loe sebelum gue sleding." ucap BG bergidik ngeri sambil kuda- kuda seolah bersiap menyerang.


"Buakaaakakkakkaka."


"Awwwww jangan dong cincaaa, entar eike engga bisa mangkal." ucap Waria itu lantas menggeloyor pergi.


"Aduhhh ya ampun sakit perut gue, akakakkakak." ucap Devan puas tertawa.


"Gihh loe bersihkan dahhh tuhh bekas jigong bences." ucap teman BG, nampak BG tengah membersihkan bekas lipstik waria itu.


Melihat BG kesal dan frustasi Abel memutuskan keluar dari persembunyiannya.


"Surpriseeeeee....." teriak Abel sambil menyemprotkan confetti, begitu juga Devan dan Riki.


*


Flashback On.


"Kita cari figuran untuk bikin BG kesel." ucap Devan.


"Siapa." tanya Abel.


"Cari cewek siapa gitu."


"Enggak kalau cewek beneran yahh." sahut Abel posesif.


"Sebentar doang Bell."


"Enggak ada yahh, lagian entar kalau tuh cewek suka beneran gimana." sahut Abel.


"Yaudahhh gue punya temen rada gemulai nihh, tapi kudu ke salon dulu tuh bocah biar menjiwai." sela Devan dan Abel pun setuju.


"Hilihhh enggak ceweknya enggak cowoknya sama -sama bucin, pecemburu berat." lanjut Devan


"Bodoohhhhkk."


Flashback off


"Happy birthday my captain." ucap Abel, BG sontak berbinar hendak memeluk sang tunangan namun Abel menolak.


"Ihhhhh, nggak mau bekas orang lain." ucap Abel.


"Hahahahahhahahahh."


"Kesihaaann ditolak."


"Tunggu sini baby, habis ini aku kasih hukuman buat kamu yah." bisik BG membuat jantung Abel berdebar, berdentum mengalahkan bom atom Hiroshima Jepang.


Hukuman yang seperti apa maksud BG, Abel menghela nafas berat. Dia jadi menyesal membuat BG marah.

__ADS_1


"Rikiiiiii." ucap Abel memelas, sedang Riki hanya menghendikan bahu tak tahu, sambil tersenyum smirk pada Abel.


__ADS_2