Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
AGC~ Menemukan


__ADS_3

Bughhh..


Pria itu dengan sekuat tenaga membanting badan Abel ke kasur, lalu.


Braaakkkkk...


Pintu kamar terbuka, lebih tepatnya dibuka dengan paksa dengan cara merusaknya. Pelakunya tidak lain tidak bukan adalah Bagaskara Hermawan. Pengusaha muda itu sudah terbakar emosi, darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun.


Melihat sosok Arabella berada dibawah Kungkungan seorang lelaki sebayanya. Bahkan sudut matanya masih melihat betapa keras usaha gadis yang dicintainya amat sangat meronta-ronta begitu kuat.


"Huaaa, ayaahhh bundaaa tol-longgg." teriak Abel pilu.


BG pun segera berlari kencang dan menubruk lelaki itu.


Bughh.. bughhhh


"Badjingan, berani Loe sentuh cewek gue dengan tangan Kot-torr Loe.... Bangsaaatt." ucap BG menggebu.


Baghh bugghh, dukkk.


"Siyalaaannn Loe harus mati hari ini juga." lanjut BG yang terus menghajar lelaki yang sudah menjadi samsak hidup untuknya saat ini.


"Hikkss.. Hiksss." Abel tergugu, sungguh ia bahkan tak ada niat melerai tunangannya yang sudah kesetanan.


Abel melihat kedatangan semua orang-orang yang sangat ia nanti-nantikan.


Krippp.. Krippp


Bughh dashhhh..


Alvin, Dimas, Devan, Kevin dan Riki membiarkan BG meluapkan emosinya sampai dia benar-benar puas. Mereka pun merasa gatal ingin melakukan hal yang sama.


"Mmmhhhasss, Bag-gaaasss, Hiksss hikss." suara Abel cukup lirih hingga dia pun tak kuasa menahan nya lagi.


Brugghhh...


"Abeell." teriak para lelaki itu menggema, sontak membuat BG menghentikan pukulan nya yang membabi buta. BG menoleh melihat Abel yang tergeletak diatas kasur, segera dia berlari kearahnya. Bisa dia lihat kondisinya dengan pakaian masih utuh namun sudah koyak dibeberapa tempat. Namun ada hal yang membuatnya cukup sesak.

__ADS_1


Deg....


Hatinya begitu sakit, bekas air mata yang masih membasahi pipinya, dan jangan lupakan beberapa sudut yang mulai membiru dibeberapa bagian tubuh nya.


"Apa yang kamu lakukan." teriak seorang wanita menggema.


Bughhh


"Cepat bawa Abel keluar dari sini, kalau kamu gak kuat biar mbak yang gendong dia." omel Nina menyadarkan sang Bagaskara, tentu saja gegas BG membopong tubuh Abel. Setelahnya Nina memperhatikan setiap sudut ruangan ini mencari sesuatu yang bisa dijadikan barbuk (barang bukti).


"Kalian bereskan brandal ini." perintah Nina pada anggota timsus yang lain.


"Mas, ponsel Abel sudah aman berikut laporannya. Kita langsung ke RS biar segera visum dan naik laporan." ucap tegas Nina pada Alvin tanpa pikir panjang.


Dimas bertugas membereskan barbuk yang sudah diprosesnya termasuk atas permintaan dari Nina. Kemudian mereka semua segera mengikuti BG yang membawa Abel kerumah sakit terdekat.


Sampainya dirumah sakit, BG pun segera menidurkan Abel dibrankar setelah sampai di UGD. Seharusnya mereka membawa Abel kerumah sakit kedinasan jika menyangkut tindak pidana tak akan dipersulit namun mengingat kondisi Abel, BG tak ingin mencari tempat lagi.


Nina dan beberapa timsus memenuhi ruangan UGD agar petugas bisa mempermudah prosedur visum dan lainnya yang menyangkut tujuan barang bukti.


"Tidakkkk, jangaaann aku mohoooon. Ayaaahh Bundaaa tolooong." teriak Abel bahkan terdengar hingga diluar ruangan.


"Nin." gumam alvin, Nina pun mengerti semua mengkhawatirkan kondisi Abel.


"Psikisnya terganggu mas, kita harus segera laporan bapak."


"Berita terakhir dari Toni, bapak udah meluncur."


Diruang periksa hanya ada Nina dan Alvin yang mengikuti petugas, sedangkan yang lainnya berada di ruang tunggu UGD.


Tak lama keluar lah perawat ditemani seorang dokter muda cantik. Namun yang membuat Nina dan Alvin tercengang adalah dimana kondisi Abel yang terikat dibrankar nya.


"Mohon maaf mas, mbak saya dokter Kirana saya dokter koas mendampingi dokter Firsa ahli psikologi." ucap dokter muda nan cantik itu memperkenalkan dirinya, Nina dan Alvin menjabat tangan sang dokter.


"Maaf karena saudari Arabella selalu berbuat mencelakai dirinya selama proses pemeriksaan, kami menindaklanjuti dengan mengikatnya. Mungkin ada beberapa lebam diluar visum karena kejadian selama pemeriksaan itu. Dan ini hasil visum beserta diagnosa psikologis dari dokter Firsa." jelas sang dokter, kedua pasang suami istri itu dibuat tercengang kembali.


Kali ini mereka gagal melindungi Abel, hari ini merupakan hari terburuk untuk mereka berdua. Nina mengikuti arah kemana Abel berada, melewati lorong UGD dimana mereka akan segera menjumpai BG dan para sahabat Abel disana.

__ADS_1


Deghh..


Mata BG memanas kala menemukan sosok sang tunangan diatas brankar. Menggunakan pakaian pasien, dengan wajah pucat pasi seperti tak ada darah mengalir, dan jangan lupakan kondisi tangan dan kakinya terikat.


Pandangan mata BG bertemu dengan sang ajudan dibelakang para petugas, hanya untuk meminta penjelasan tentang semuanya. Matanya memanas, tak kuasa menahan air matanya melihat Arabella nya dengan seperti ini.


"Mbak, mas."


"Bell, ya ampun."


"A-Aabell."


Semuanya tak kalah terkejut saat ini, apa yang terjadi dengan Abel sampai harus terikat seperti itu.


"Abel berisiko tinggi mengalami beberapa gangguan mental, seperti depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD), gangguan cemas, bahkan menyakiti diri sendiri." jelas Alvin setelah melihat hasil pemeriksaan hari ini.


"Daaaann." lanjut Alvin terpotong karena tak sanggup menjelaskan lagi.


"Dan Abel mengalami itu semua. Hanya saja kita harus membantunya agar terlepas dari jeratan ini semua. Terutama kamu Bagas." sela Nina lalu menatap sang Bagaskara.


"Dari visum hanya ditemukan luka kecil, dan lebam dibagian tubuh, tidak ada robekan selaput dara yang itu artinya Abel masih suci. Darah yang kamu lihat tadi adalah darah Haid Abel." jelas Nina dan terjawab sudah apa yang BG lihat bercak darah di sprei tadi.


BG mengangguk dia hanya sempat kecewa setelah melihat noda darah itu, namun dia masih yakin Abel belum tersentuh hingga dalam mengingat Abel bahkan Leon pelaku penculikan Abel masih memakai pakaian. Dan memang pelaku penculikan dan nyaris pelecehan Abel adalah Leonard Hutama Putra tunggal keluarga Hutama.


*


*


*


*


Hai Readers mee Meen..


Karena My Lovely Pak Bos udah End, Mee Meen bakalan keluarkan Judul Baru tentang Dokter Ganteng Davio.. Eitss masih pada ingat siapa Davio... Betuuul kapten Basket SMA Starlight,. Ditunggu aja lohh dijamin bakalan Ciamik juga Okeehh..


Thanksss aloot.. Jang lupa kasih Kopi atau kembangnya yang buanyaaak yahhh.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2