Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Semifinal Bupati Cup


__ADS_3

Babak semifinal Kompetisi Basket bupati cup antar SMA hari ini akan diselenggarakan di SMA Starlight. Sedangkan grup semifinal lainnya antara SMA Labschool dengan SMA Islam Nusantara akan dilakukan di kandang SMA Labschool.


Buruknya hari ini Alvin tak dapat menemani Abel saat pertandingan, membuat sang Bagaskara berwajah masam. Dia bingung harus menjaga Abel, namun disatu sisi pikirannya juga terbagi untuk perlombaan.


"Vin loe ada ide nggak buat ngejagain Abel."


"Lahh babang Alvin kemane." tanya Kevin, namun BG tak menjawab karena dia melihat Abel berjalan kearahnya.


"Baby, udah beli cemilan dll."


"Udah, jadi berangkat jam berapa." jawab Abel.


"Kegiatannya jam 11 dimulai sekarang masih setengah delapan." jelas BG.


"Lahh Bel, bang Al gak bisa jagain nihh." tanya Riki.


"Hemmb, Ada tugas dadakan, tadi sihh mau nyuruh temennya tapi aku gak mau, soalnya gak kenal." jawab Abel.


"Jangan coba-coba dehhh, bisa kebakaran jenggot bang BG nyaah." celetuk Kevin, sedangkan BG hanya memasang wajah datarnya.


"Trus gimana yang biasanya ngejagain loe juga pada maen." sahut Riki.


"Gue puyeng dari tadi mikirin ini." ucap lirih BG.


"Hemmmb." hela Abel lalu dia mendudukan pantatnya di kursi taman sekolah.


"Mana Semifinal lagi, jadi kita butuh banyak cadangan, Devan juga mau kita gedor skillnya jaga-jaga kalau masuk Final." ucap Kevin.


"Amiieeeenn.." sahut Abel sambil menikmati es krim cup nya.


"Tumbenan otak loe sehat Vin." sahut Wira.


"Ketularan Bu kapten nihh."


"Truss gimana dong." potong BG frustasi.


"Astaga loe kayak ayam mau bertelor deh Bos panik gak jelas sendiri." ceplos Kevin.


Sedangkan sang BG hanya melotot kearah sahabatnya itu.


"Hellooo semuaaa, ada apa nihh kumpul-kumpul lagi bagi sembako yahh." celetuk Devan yang baru sampai ditengah-tengah mereka.


"Nihh boss BG bingung siapa yang bakalan jagain bu kapten." jawab Kevin.


"Owwhhh, mang babang Alvin kemana sibuk." tanya Devan.


"Yahh kalo ada bang Alvin kagak bakalan bingung gini Devan begok." sahut Kevin.


Sementara itu sang Arabella yang mereka bahas malah santai tak menimpali obrolan para lelaki.


"Yahh ampun tenang aja kali, bu bos taro di tengah suporter ajaa biar gak di mangsa para kucing yang lapar anak gadis." celetuk Devan.


"Devan begok, loe kan tau suporter kebanyakan anak cewek, gimana bisa jagain sihh." sahut BG ketus.


"Watch your mouth my captain." Sindir Abel, sedangkan BG yang tidak sengaja berkata kasar didepan sang tunangan pun hanya garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Jangan tanya itu para lelaki menahan tawa mereka karena melihat BG yang takut akan Arabella.


Abel membuang cup es krimnya yang sudah habis, lalu mendekat kearah BG yang sedari tadi kayak cacing kepanasan bingung dengan pemikiran nya sendiri.


"Listen, aku bukan artis yang terkenal dimana-mana, aku bukan berlian yang berkilauan yang perlu dijaga, aku bukan orang penting yang harus disembunyikan dari mangsa para musuh. So, aku gak harus di jaga biar gak digangguin orang, memang siapa aku disekolah itu. Bukan kah disana banyak yang lebih cantik dan lebih indah dari aku. One point you must be know that, seharusnya aku yang waspada karena bakalan banyak yang tertarik dengan kamu, kapten basket SMA TUNAS KELAPA yang bersinar ini."


papar Abel lalu menangkupkan kedua tangannya diwajah sang Bagaskara membuat para lelaki itu pun menganga mendengar semua perkataan Abel.


"Damm Right."


"Bener-bener dahh bu kapten Pemikirannya cerdas." ucap Devan.


"Warbyaasaahhh."


"Kapan nihh di Sah in bisa diserobot orang loe Gas." celetuk Riki.

__ADS_1


Lalu BG yang mendapatkan perlakuan manis Abel langsung berhambur memeluk sang tunangan.


"Don't worry, I'm still loving you baby." ucap BG.


"Nahh lohh, nahh lohh masih ada kita-kita nihh bos." ceplos Devan.


"Weiihhh main nemplok kek cicak -cicak didinding." celetuk yang lainnya.


"Taukkk, coba kalau ada ajudannya bisa benjol itu jidat digetok pake pistol."


"Jadii gimana biar aku gak resah mikirin kamu, biar sama-sama enak." tanya BG pada Abel.


"Seperti kata Devan, biarkan aku berada ditengah-tengah suporter, kamu gak tau aja itu si Fransiska sama Nia galaknya kayak apa. Lagian ada Metta juga kan." jelas Abel.


"Dekka juga ikut ko, mungkin anak OSIS bakal banyak yang ikut."potong Riki.


"Suporter kita ada 50 lebih ko guys, kelean tenang aja yahh." sahut Airin yang ikut nimbrung, tak tau ada kejadian apa sebelumnya.


"Beneran kan Ai." tanya BG memastikan ucapannya benar.


"Iyaaa, nohh dah pada siap-siap bawa bekal, lagian kenapa sihh kagak akan ada yang bisa gores Abel sedikitpun bisa di gorok sama Siska sama Metta si tukang bar-bar." ujar Airin.


"Soooo..sesuai perintah bu kapten buat bapak kapten basket. Bring the Trophy for our school."  lanjut Airin penuh penekanan.


"ihhh Ai, kok tau sihh." ucap Abel malu-malu sambil berdiri mencak-mencak.


"Tuhhh kapten basket kita nyemangatin timnya buat bawa pulang pialanya." jawab Airin.


"Ihhh, Bagas ihh." sahut Abel sambil mencerucutkan bibir.


"Nahh lohh ngambek tuhh."


"Kagak ikutan dehh."


"Kabuuur."


Sedangkan BG melihat Abel yang ngambek segera mengikuti gadisnya itu, BG memeluknya dari belakang menahan laju sang tunangan.


"Minggir."


"Kenapa marah, hemmmb."


"Abisnyaaa kamu." jawab Abel, BG membalikan badan Abel menghadap kearahnya.


"Aku hanya menyampaikan pesan nyonya Bagaskara kapten basketnya, biar mereka jadi semangat. Bahkan seorang Arabella punya Ambisi membawa pulang piala, kenapa kita setim enggak punya keinginan menjadi juara. Jadi aku hanya mau membongkar rasa pesimis mereka biar kuat saat jadi juara." jelas BG.


"Yaahh tapi aku malu."


"Kenapaaa, bahkan mereka semua di tim aku sangat dan lebih menghargai kamu. Kamu my Arabella yang sangat brilian dan cerdas dalam segala hal, jangan marah yahh."


"Tap..."


"Syuuuut...Mau aku bungkam ini bibir pakai sesuatu." ucap BG dengan menutup bibir Abel menggunakan telunjuknya.


"Hahh."


"Do i kiss you here baby." bisik BG lalu memeluk Abel menenangkan tunangannya itu.


"Siapa yang belum tau kamu adalah pasanganku, semua orang bahkan di tim basketku tahu kita sudah bertunangan, jangan pernah malu dengan semuanya karena kedudukanmu bahkan lebih tinggi dari kapten basket ini."


Setelah drama perngambekan clear akhirnya mereka pun berangkat menuju SMA Starlight lawan sekolah Abel hari ini yang artinya mereka kini berada di kandang lawan.


Tak lupa Abel menggunakan propertinya, Rambutnya digerai tak lupa memakai topi milik Bagas bahkan dia melapisi rok sekolahnya yang diatas lutut dengan celana olah raga. Tak nampak mencolok dari kebanyakan siswa siswi lainnya.


Sementara itu di player station tempat para pemain berada BG tak lepas dari pandangannya kepada sang tunangan, dia merasa seolah Abel tak aman dilingkungan kandang lawan.


"Alright 15 menit lagi pertandingan dimulai persiapkan dirimu guys." Terdengar pemberitahuan dari panitia.


"Ehh guys gue denger dari ig lambe sekolah kalau ada berliannya SMA Kelapa yang jadi suporter." ucap salah satu pemain SMA Starlight, sementara itu sang kapten basket sekolah itu Diam tak menimpali.


"Hahh yang mana."

__ADS_1


"Pasti bening orangnya."


"Beuuhh nihh di ig lambe ada nih, mana pinter bettt katanya jago bahasa asing pulak." lanjut mereka bergunjing.


"Ehhh beneran cantik banget yang mana diantara para suporternya berarti."


"Ahhh gak keliatan anjir dari sini." Sementara itu BG yang mendengar bisikan-bisikan itu merasakan kupingnya panas. Dia sudah menduga ini bakal terjadi.


"Jangan didengerin Gas, loe tau kan Abel dijaga para singa betina." bisik Riki yang melihat BG gelisah.


"Iyaa lagian gila aja ada akun perlambean di Starlight." celetuk Kevin, sedangkan para anggota tim basket BG pun sama halnya menjaga emosi sang kapten.


"Kalau loe pikirannya terbelah bisa ngefek sama permainan entar."


"Mana semangat loe yang mo wujud in impian Abel buat menang."


"Hahhhh, gue mo telp Abel bentar." sahut BG.


"Baby,."


"Hemmb, kenapa any problem."


"Nope, You okey there."


"Yahh, i'm felt 100% okay and ready to hugg my prince when he was won."


Mendengar ucapan sang pujaan hatinya yang begitu manis membuat senyum BG terbit, hatinya berbunga-bunga.


"Don't worry about me my captain, love you muaaachh."


"thanks baby, love you too."


Sambungan diakhiri karena pertandingan akan dimulai.


"Wahhh dapat apa nihh dari bu kapten langsung merekah senyumnya." celetuk Devan.


"Mentari bersinar terang eeeuuuyy."


"Devan, Kevin, Orlando, Wira round 1." ucap BG menghentikan seruan godaan pada sang kapten.


"Mampusss dahhh."


"Loe si Kev."


"Laaahh loe juga Anjirrr."


"Dahhh mainnn yuuu semangatsss."


"SMATUKA JAYA."


"SMATUKA WINNER."


Teriakan-teriakan dari suporter pun tak henti-hentinya meneriakan dukungan kepada tim basket yang di kapteni oleh sang Bagaskara.


"Here it's Bagaskara Hermawan." sapa kapten dari SMA Starlight.


BG mengangguk menerima sapaan dari kapten lawan.


"Do yo know me, but sorry i don't know who you're." sahut BG sambil merentangkan tangannya untuk berjabat tangan berkenalan.


"I'm Davio."


"Nice to meet you Davio."


Kemudian wasit meniupkan peluit pertanda akan melemparkan bola basket.


Priiiiittt...


Happp ...


Bugghhhhh...

__ADS_1


__ADS_2