
Empat bulan sudah Abel berada di Jakarta, tinggal bersama dengan ayah dan bunda nya membuat Abel merasa senang. Sementara sang Bagaskara yang merasa kesepian dia akan mendatangi sang pujaan hati di akhir pekan.
Sesuai dengan rencana jika BG menolak pengajuan magang Sisil, sejak saat itu BG tak lagi bertemu dengan perempuan itu. Sementara itu Dekka dan Cindy pun tengah mengikuti KKN dibeberapa daerah. Cindy sudah berada satu kampung dengan Metta, bahkan tak jarang mereka bertemu dengan Metta.
Cindy sering membagikan potret mereka disaat sedang berkumpul di media sosial membuat beberapa nya iri. Dari foto yang Cindy kirimkan metta sudah bertransformasi menjadi sosok yang bersahaja. Metta sudah hijrah dengan menggunakan jilbab menutup rambutnya.
"Guys dari info yang gue terima si Metta sudah ada yang ngelamar." cerita Cindy di grup chat bersama Abel dkk.
"Haahhh Beneran."
"Iyuuupss."
"Woaahhh, good news."
"Kapan itu Cin, dan gimana respon Metta." tanya Abel.
"Woeey, sabar Napa."
"Habisnya Loe bikin senapsaran Cin." Sembur Dekka yang juga merasa tertarik dengan info dari Metta, sedang kan Kevin masih terpantau hanya menjadi penonton.
"Gue denger yahh kalian." sahut Metta yang memunculkan foto profilnya yang berhijab, nampak anggun dan kharismatik.
"Ceilahh keluar dia."
"Syuuuttt, btw yang lamar duda anak satu. Pak ustadz pulak."
"Wahhh rusuh Loe Cin. Pulang Sono Jang kepo Ama hidup gue."
"Selamat yah met, semoga lancar sampai hari H." ucap Abel merespon pesan Cindy tentang Metta.
"Baperan woeyyy."
"Tauk nihh Metta, gass lah Mett biar circle kita ada yang doain kalau pas syukuran."
Abel merasa terharu, kehidupan Metta cukup komplit, berharap dia akan membuka hatinya dan melanjutkan hidupnya.
"Baby, seneng banget ada apa."
__ADS_1
"Baca grup nggak." jawab Abel malah berbalik tanya, BG pun menggeleng karena sedari tadi ia sibuk komunikasi dengan Angga.
"Cindy kasih kabar Metta ada yang ngelamar pak ustadz." jelas Abel, BG mengernyit satu dahinya ternyata setelah pulang kampung Metta cukup laris manis.
"Kapan aku bisa lamar kamu baby."
"Engggg, gak tau tanya ayah, ehh salah setelah wisuda okey."
"Kita keduluan Mulu ihh."
"Astaggaaa, sabar kan dikit lagi." rayu Abel, kala BG sudah ngambek mode on. Siapa yang tau jika mereka sudah bertunangan sejak lama nyatanya ada Kevin yang sudah menikah mendahului mereka, bahkan sebentar lagi ada Metta.
Sedang Abel masih akan berada di Jakarta kurang lebih enam bulan lamanya, berbeda seperti Cindy dan Dekka yang hanya 6 bulan masa KKN, sisanya mereka akan magang dibeberapa tempat pendidikan seperti sekolah-sekolah.
"Enak kalian yang E.B full KKN sama magang di tempat sendiri." cibir Abel karena BG dan yang lain yang masuk fakultas ekonomi bisnis bisa mengajukan KKN di perusahaan nya pribadi.
"Iyaaa dehh. Kamu gak ngajuin percepatan gitu baby mungkin bisa maju magangnya." tanya BG.
"Engg, kata pihak Kedubes sih kebetulan bulan depan ada kunjungan dari US tapi aku belum tanya prof Zayn juga, kan katanya kalau aku dapat kunjungan negara dapat previledge." jawab Abel, seolah mendapat angin surga, BG pun tersenyum senang.
"Yaudah kamu kabarin prof Zayn aja sekarang, aku juga mau dengar." rayu BG, Abel memicingkan matanya, sang tunangan mendadak bersemangat ada apa.
Benar saja BG pun merasa senang jika Abel akan kembali dalam beberapa bulan lagi, namun dibalik berita baik nya ternyata ada berita buruk. Selama kegiatan kunjungan negara Abel akan selalu nampak bersama Prof Zayn karena sang profesor telah menjadi tamu undangan khusus.
Entah mengapa justru kali ini BG tak mempermasalahkan hal itu, mengingat dia cukup percaya dengan kesetiaan sang tunangan.
Bulan berganti bulan, hari berganti hari pun berlalu begitu cepat, hari-hari Abel terasa semakin berlalu. Selama tujuh bulan di Jakarta hari ini Abel akan pulang bersama sang ajudan. Dua hari sebelum Abel pulang Alvin menyusul ke Jakarta atas perintah dari sang ayah agar menemani Abel selama dalam perjalanan udara.
BG sudah nampak antusias bersiap menjemput mereka berdua dibandara. Dengan penerbangan komersil Abel tetap harus dikawal sang ajudan, terlebih sebelumnya dia meminta untuk pulang dengan naik kereta api membuat sang bunda mendadak darah tinggi.
Flashback On
Setelah kunjungan negara selesai Abel pun mendapat kan pengantar dari prof Zayn jika masa KKN dan magangnya telah usai. Sang Arabella pun akan segera pulang untuk melanjutkan proses pengajuan skripsinya tanpa mengulur waktu.
"Bun, Abel sudah selesai KKN nya, Abel langsung pulang yah mau lanjut skripsi." ucap Abel, sang ayah pun tak percaya jika keberadaan putrinya di Jakarta berlalu cukup cepat.
"Majunya cepet banget nduk." tanya bunda.
__ADS_1
"Iyaa kan kemarin kebetulan pas ada kunjung Negara, Abel bisa langsung gak pakai magang." jelas Abel, kedua orang tuanya mengangguk.
"Kapan pulang." tanya Ayah.
"Sabtu atau nggak Minggu aja biar bisa dijemput Bagas distasiun."
Duerrrrr...
Seketika sang bunda terkejut mendengar penuturan dari Arabella.
"Apaaa di stasiun." teriak bunda menggema, ayah pun refleks merengkuh sang bunda agar tak meledak-ledak.
"Bun sudah Bun."
"Jangan harap kamu bisa pulang kalau naik kereta." lanjut sang bunda.
"Abel pengen naik kereta lohhh, kan ser....." belum selesai menjawab, sang bunda pun memotong nya.
" nggak ada pokoknya, ayah panggil Alvin suruh nemenin pas pulang, awas saja kalau nekat naik kereta kamu gak boleh pulang dulu sampai akhir bulan." pungkas bunda tanpa ba-bi-bu, membuat Abel menghela nafas panjangnya. Bagi Abel daripada dia tak bisa maju melanjutkan skripsi dengan cepat, akan lebih baik dia menurut sang bunda.
Flashback Off
Maka disini lah Abel berada dalam burung besi komersial yang ditumpangi bersama sang ajudan. Menanti pesawat berhenti sempurna di hanggar.
Setelah landing dan keluar menunggu koper di pengambilan bagasi, Abel sudah mengaktifkan ponselnya agar sang tunangan bisa menghubunginya.
"Kamu keluar aja dulu mas tunggu bagasi." ucap Alvin, Abel pun mengangguk dan mencari sosok Bagaskara.
BG pun melambaikan tangan kala melihat wajah cantik Arabella di pintu keluar kedatangan domestik, melihatnya senyum Abel merekah.
"Bentar yah tunggu mas Al."
"Iyaahh."
"Apa kamu capek, baby." tanya BG, Abel pun mengernyit dengan pertanyaan ambigunya.
"Nggak begitu kok, kenapa."
__ADS_1
"Metta hari ini akad." jawaban singkat BG sontak membuat Abel terkejut karena berita sebelumnya mereka masih ta'aruf kenapa begitu tiba-tiba akad.
"Lohh kok dadakan."