Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Pensi


__ADS_3

Mengingat kakak kelas dua belas telah usai melaksanakan UN, sebelum masa jabatan berakhir Airin mengeluarkan sebuah gebrakan dengan mengadakan Pentas Seni. Tiga hari yang lalu merupakan masa tegang senior, kini giliran adik kelas memberikan sebuah reward buat perjuangan keras dari senior mereka.


Dalam Pensi ini tidak diwajibkan mengeluarkan perwakilan tiap kelas, OSIS membebaskan mereka yang ingin tampil dipersilahkan mendaftar. Sudah banyak yang mendaftar termasuk ada beberapa dari kakak kelas.


"Bell, loe gak ada niat nyumbang gitu kah." tanya Devan pada Abel kini mereka tengah berada didalam kelas.


"Enggak, nonton aja deh."


"Yeee, padahal kalau loe tampil pasti bikin pecah suasana." sahut Airin.


"Kan masih banyak yang lainnya, kali ini aku melipir dulu." jawab Abel.


"Nyanyi kek, apa gitu Bell."


"Stand up juga boleh." sela Nia.


"Loe kira dia lawak apa."


"Taukkk."


"Entar bukannya stand up si Abel malah mendadak guru." celoteh Fransiska.


Benar saja jika Abel sudah naik panggung dia akan menjadikan panggungnya sebagai media edukasi.


"Kenapa mendadak guru."


"Yaiyaaa lahh, entar pasti yang ada dia mengedukasi kita."


"Bener juga, trus kelas kita mau tampilin apa dong." sahut Airin.


"masak iya kelas hits gak ngeluarin bintang kelasnya." sahut Fransiska, membuat Abel menghela nafas cukup panjang.


"Bagaimana bapak Angga, ketua kelas snowman gue." celetuk Devan.


"Nampilin puisi oke tuh." jawab Angga, membuat semua teman-temannya membeo.


Devan meletakkan telapak tangannya di dahi Angga seperti mengecheck suhu tubuh.


"Anak eike enggak demam kok, tapi otaknya kok sengkleh." ucap Devan.


"wkwkkwwkk."


"Sekalinya ngomong, gak berfaedah banget loe."


"Loe kira lagi ujian Bahasa pake baca puisi."


Sedang Abel dan Airin hanya geleng-geleng melihat teman-teman nya itu.


"Begimana nihh guys."


"Fix kita pasrah ke Abel."


"Lahh kok aku."


"Iyaaa dong, kita dah buntu. Biasanye kan loe yang masih ada terus asupan idenya." ucap Airin, nampak Abel tengah mengetuk jarinya di dagu seperti sedang berfikir.


"Masalahnya kalau aku exis entar dikira narsis, sok hebat, sok kecakepan." jawab Abel.


"Lhaaa congor sapa tuh Bell."


"Siapa yang bilang gitu sini biar gue Gibeng."


"Deterjen nggak usah digubris lahh Bell."


"Hehehehh.. iyaa dehh. Ngeband aja gimana, Ai bisa biola, aku piano, Dev gitar, dannn." ucapan Abel terpotong.


"Drum siapa Bell..?"


"Nahh tuh masih mikir."


"Si Adit tuhh bisa." celetuk Nia.


"Hahh, beneran loe."


"Heemmmbb."


"Yaudahh mana tuh bocah sekalian kita tentuin lagunya." ucap Devan.


"Sekkk bentar,." potong Fransiska.


"Btwe yang nyanyi sapa, keknya enggak ada disebutkan tadi. Trus gue gunanya apa." lanjut Siska.


"Loee nabuh gendang aja Sis."


"Buakakakakkak."


"Lahiyaaa betul."


"Lhaa emang koploan apa."


"Yekaloo nggak mau nabuh gendang bawa kencrengan kek dilampu merah nohh."


"Makin ngawur loh Dev, serius nihh gue tanya. Gini-gini gue bisa bassist."


"Wahh boleh tuhh."

__ADS_1


"Yaudahh, biar gue piano, Abel vokal gimana." potong Angga.


"Okeehh."


"Sippp."


"Deal."


Setelah memutuskan perkara pensi kini mereka tengah berlatih di ruang kesenian, sebelumnya Abel memberitahukan BG jika dia ada latihan band untuk Pensi.


BG memutuskan untuk menunggunya diruang kesenian sembari mengerjakan tugas kantor. Setelah kurang lebih 1,5 jam berlatih Abel dan yang lainnya pun mengakhirinya karena sudah jam istirahat mau tak mau mereka harus mengisi perut.


"Sudah baby." tanya BG ketika melihat Abel mendekat.


"Sudahh, yuk laper."


"Hemmmb."


Nampaknya kantin cukup ramai, karena semua kelas sedang free tak ayal para siswa memilih untuk pergi ke kantin.


"Kemana aje loe berdua." tanya Riki pada BG dan Abel yang baru datang dikantin.


"Lagi latihan." jawab Abel singkat, lalu duduk di kursi dekat dengan yang lainnya. Sementara BG pergi membelikan makanan untuk Abel dan dirinya.


"Mau tampil apa emangnya Bell." tanya Dekka.


"Enggak drama lagi kan." potong Riki.


"Enggak kok, ngeband kita." jawab Abel.


"Wahh Mantull dong." sahut Kevin yang meskipun sedang sibuk mengoperasikan gawainya namun masih sempat juga dia menimpali obrolan Abel dan yang lainnya.


"Emang cukup latihan sekali doang Bell."


"Yahh enggak sih, yang penting ada latihan aja." jawab Abel.


"Nyanyi berapa lagu emangnya." tanya Dekka.


"Dua tapi liat sikon entar. Ehmm btw si Metta sama Cindy kemana.?" tanya Abel.


"Cindy kegiatan OSIS kalau Metta tadi gak masuk ijin." jelas Riki, namun tak lepas dari pandangan ke ponselnya.


"Emangnya ijin kenapa."


"Enggak tau."


"Bangshatttt."


Brakkkkkk.. teriak Kevin sambil menggebrak meja, sontak membuat Abel berjengit.


"Yasallam ini bocah" ucap Dekka sambil menjitak Kevin.


Tukkkkkk....


"Aduhh sakit Dekk."


"Yaa elo, noh si Abel aja sampek kesentak begok." ucap Dekka.


"Ehhh maaf, nyori yaa Bell."


Tak lama BG datang membawa makanan miliknya dan Abel.


"Kenapa."


"Enggak kaget aja nihh sih Kevin." jawab Abel.


"Nihh minum dulu." titah BG.


"Taukk sampek pucet tuh si Abel, emang punya temen napa rada gilak." sungut Dekka, sedangkan Riki berusaha menenangkan Dekka hanya mampu mengelus punggungnya.


"Dahh yank. Kayak gak tau Kevin aja." ucap Riki.


"Sampek loe gebrak meja lagi gue patahin tuh tangan." ucap Dekka.


"Waduuuhh, cewek loe sadis Rik." sahut Kevin.


"Ampunnn nyai Dekka, sendiko dawuh." lanjut Kevin merendah.


Sementara Abel dan BG menikmati makannya sembari menyaksikan perseteruan dua sahabatnya itu.


Sepulang sekolah Abel tak ada kegiatan lain, dia memilih beristirahat agar besok bisa tampil maksimal.


Dress code anggota Band kelas Abel kompak menentukan kaos berwarna Pink dengan Celana atau rok blue jeans.


*


Keesokan harinya...


Beruntun grup band kelas Abel tampil di sesi pertengahan, sehingga ada waktu Abel dkk untuk latihan kembali.


"Baiklah penampilan selanjutnya dari grup band Elsains1, come on now." teriak MC.


"Haii guys." sapa Fransiska, yang memang sengaja Abel akan muncul belakangan.


"Keras kepalaku sama denganmu

__ADS_1


Caraku marah, caraku tersenyum


Seperti detak jantung yang bertaut


Nyawaku nyala karena denganmu


Aku masih ada sampai di sini


Melihatmu kuat setengah mati


Seperti detak jantung yang bertaut


Nyawaku nyala karena denganmu"


Senandung Abel, saat Reff tiba Abel pun muncul dihadapan para penonton menyanyikan potongan lagu BERTAUT, lalu digebrak dengan lagu 24/7 yang semakin membuat hall aula semakin menggema.


"I try to quit, but truth is I don't want to, yeah


'Cause twenty-four seven I'm thinking about you


Twenty-four seven I'm thinking about


You, you, you, you, you, you, you-ooh


You, you, you, you


Twenty-four seven I'm thinking about


You, you, you, you, you, you, you-ooh


You, you, you, you


Twenty-four seven I'm thinking about you."


"Yeeehhhh."


"Lagi.. lagi.. lagi."


"Lagi dongggg."


"Masihh mau lagiiii." tanya Abel.


"ahahhhahhh, mau lagu apa." lanjut Abel.


"Cendol dawet."


"Madiun ngawi."


"Mendung tanpo udan."


"Lahhh ngapa pada mintak koploan."


"Loe kira Abel saweran apa."


Sementara Abel bingung karena lagu yang diminta jauh dari genrenya, setelah berunding dan disepakati oleh panitia untuk menambah lagu akhirnya Abel pun memuaskan penonton dengan 1 lagu tambahan.


"Okey semoga kalian suka yahh dengan lagu yang satu ini." ucap Abel lalu mengangguk mengkode pada Devan dan Angga yang akan mengiringinya bernyanyi lagu terakhir.


"I can't show you how to love yourself


But I promise you


I'll be the one by your side


I won't tell you the truth about love


It's so difficult for me


Babe, I don't want you to get hurt


When I first met you


I knew that we can be


Together forever


Night we spent so long


Until you're asleep On my lip."


Lagu Keep you safe menutup penampilan band Elsains1 diiringi dengan tepuk tangan meriah dari penonton.


"Gimana gak melting tuhh si kapten sama Abel dinyanyiin romantisan gitu." bisik Riki pada para sahabatnya, sedangkan BG senyumnya tak pernah luntur dari wajahnya.


"samperin sana, tuhh fans Abel udah nongkrong depan ghang." celetuk Kevin.


BG yang melihat Abel tengah dikerumuni pun segera beranjak dan menghampiri Abel.


"Permisi yahh."


"Maaf minggir dulu." ucap Abel.


"Awass dong ahh elaahh." sungut Fransiska


"Sebelah sini baby." ucap BG sambil merentangkan tangannya agar bisa meraih tangan Abel, setelah mendapati tangannya BG pun mendekapnya agar Abel tak terdorong oleh banyaknya para siswa.

__ADS_1


__ADS_2