
Senja mulai semakin mendekat, saat pertunjukan yang akan dilakukan David tengah berlangsung. Para warga telah berkumpul di lapangan pantai untuk melihat pertunjukan yang akan digelar oleh calon cucu mantu Neni. Mereka merasa penasaran akan kemampuan David, laki-laki tampan yang dibawa Bella dari kota.
David kini menjadi satu-satunya pusat perhatian sore itu. Sambil duduk, ia memegang gitar akustiknya. Alat musik yang sudah cukup lama sekali tak dimainkannya.
Sementara di depannya, tampak Bella yang harap-harap cemas. Ia tak yakin dengan kemampuan pria yang ada di hadapanya itu. Apalagi saat suara fals senar gitar menggema di telinganya.
Jreng.. jreng..jreng...
“Si David itu sebenarnya bisa tidak sih,” gumam Bella.
“Maaf, aku hanya ingin mencobanya sebentar,” ucap David sambil mengarahkan pandangannya pada Bella.
Kemudian, hal yang sebelumnya tak pernah diduga Bella terjadi. David memainkan petikan gitarnya dengan sangat merdu.
“Huuh.. dia memang selalu penuh kejutan,” gumamnya lagi.
“Akhirnya... ku menemukanmu,” sebaris kalimat dalam lirik lagu Naff keluar dari mulut David seiring dengan suara petikan gitarnya dan itu membuat Bella dan para warga yang menonton pertunjukan itu terpana mendengar kemerduan suara David.
Mereka ikut terhanyut dalam lirik lagu yang dibawakan David termasuk Bella yang tak sedetik pun mengalihkan pandangannya dari David.
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
__ADS_1
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
“Bella, ke depanlah ikut bernyanyi bersamaku!” seru David di tengah-tengah permainan petikan gitarnya.
“Ye... Teteh Bella dipanggil tuh.. cuit ciw.. cuit ciw..,” kalimat itu berasal dari Sandi, sekuriti yang bekerja di ABC Company yang ternyata satu kampung dengan Bella dan juga tengah berlibur di sana.
“Bella, ayo ke depanlah! Cucu mantuku memanggilmu,” sahut Neni yang membuat Bella tak bisa menolak permintaan.
Si David ini ngapain sih menyuruh aku ke depan segala? (batin Bella)
“Ikuti ya.. kau tahu kan lagu ini?” ucap David saat Bella sudah duduk berada di dekatnya.
Bella dan David pun terus bernyanyi bersahut-sahutan, layaknya pasangan sejoli yang sesungguhnya. Mungkin, saat menyaksikan pertunjukan ini mereka tidak akan percaya bahwa di luar pertunjukan itu kedua insan yang kini tengah bernyanyi bersama di depan mereka, sering sekali bertingkah layaknya anjing dan kucing yang selalu saja bertengkar setiap waktu.
Sang surya mulai menunjukkan kelelahannya. Memancarkan rona warna jingga di langit. Membenamkan dirinya di antara desiran suara ombak yang bekejar-kejaran di tepi pantai.
Kini yang tertinggal hanya David dan Bella yang sedari tadi duduk di sampingnya. Bella yang merasa pertunjukan telah usai segera bangkit berdiri hendak meninggalkan tempat itu, namun David langsung menariknya hingga ia terjatuh di atas pangkuan David.
“Da-David, apa yang sedang kau lakukan? Kalau Neni melihat bagaimana?” ucap Bella panik.
David menempelkan jari telunjuknya ke bibir Bella, mengisyaratkan agar Bella diam dan tak banyak bicara.
“Bella, untuk saat ini aku tidak peduli Nenimu akan melihat ini atau tidak. Yang jelas aku tak akan melepaskan kesempatan ini lagi,” ucap David dengan nada serius.
“Bella, sesungguhnya aku sudah lama ingin mengatakan ini,” menatap wajah Bella.
“Mengatakan apa?” tanya Bella.
“Aku ingin mulai hari ini kita akhiri saja perjanjian konyol yang telah kita buat dulu,”
__ADS_1
“Maksudmu kau sudah tidak ingin aku menjadi tunangan pura-puramu lagi?” tanya Bella yang entah kenapa merasa sedih saat David mengatakannya.
“Iya, karena aku ingin kau menjadi tunanganku yang sesungguhnya,” ucap David yang membuat Bella terkejut.
Di tengah keterkejutan Bella, David mengeluarkan sebuah cincin yang sedari tadi dibawanya. Lalu memakaikannya ke jari manis Bella. Setelah sebelumnya cincin yang sama telah tersemat di jari manis David.
“Aku mencintaimu Bella dan ini adalah bukti kesungguhanku,” mencium jemari tangan Bella.
“David, apa aku sedang bermimpi?” tanya Bella yang masih merasa tak percaya dengan semua yang dikatakan David terutama saat melihat cicin bertahta berlian disematkan David di jari manisnya.
“Tidak Bella, ini sungguhan. Kau akan menjadi tunangaku yang sesungguhnya dan kelak akan menjadi istriku,”
Namun Bella hanya terdiam, ia masih merasa bahwa ini hanya mimpi.
“Baiklah, akan aku buktikan kalau ini bukan mimpi,” ucap David sebelum bibirnya kembali menyentuh bibir tipis Bella.
“David, kau ini benar-benar mesum!” teriak Bella yang lagi-lagi mendorong David, lalu bangkit dan berusaha menghindarinya.
“Hey, kau mau ke mana? Kau belum menjawab pertanyaanku. Apakah kau menerima pertunangan ini atau tidak? ” kembali menahan Bella.
“Tentu saja aku menerimanya karena akan sangat disayangkan kalau cincin semahal ini dipakai oleh wanita lain,” jawab Bella malu-malu tanpa memandang wajah David.
"Jadi bolehkah aku menciummu di sini sekali lagi?” pinta David menunjuk bibir merah Bella.
“Tidak!!” belum sempat Bella menjawab, Neni yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka berdua.
Bella yang terkejut langsung menyembunyikan dirinya di balik tubuh David. Sedangkan David hanya bisa menelan salivanya melihat wajah Neni yang begitu sangar seperti seekor singa betina yang hendak menerkam mangsanya.
***
Bersambung
Ooow, ketahuan Neni, kira-kira apa yang akan dilakukan Neni pada Bella dan David ya?
Temukan jawabannnya di cerita selanjutnya..
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komen di setiap episodenya ya...dan jadikan pula karya ini sebagai karya favorit kalian.
Terima kasih 😘😘😘